Teka Teki Cinta

Teka Teki Cinta
33


__ADS_3

"emang aku harus punya orang yg aku sukai terus?boleh dong lagi gak suka sama siapa siapa?"


"iya sih ng.... tapi kalau orang yang sering dipikirin ada dong?orang yang kayaknya bertebaran terus di mana mana,gitu."


akhir akhir ini orang yang sering ketemu dan kepikiran terus sih kevin. tapi kan yang lia maksud bukan itu. orang aku mikirin gimana nyebelinnya sih kevin dan cara balas dendam nya kok. ngomong ngomong akhir akhir ini lia gak pernah nyinggung nyinggung tentang feeling nya yang aku dan kevin harus akur, yah malah bagus deh kalau dia lupa soal itu.


"gak ada tuh! oh ya,li, aku kemarin udah beli nomer baru,lho!" aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"udah? nomer baru yang buat gantiin nomer lama kamu yang di buang di toilet itu,ya? ha ha ha yaudah missed call aku, ras! aku kan belum tau nomer mu."


aku mengambil handphone. lia juga. setelah menemukan nomer lia, aku menekan tombol telepon. setelah beberapa lama, handphone lia bernyanyi dan dia berkata,


"udah masuk." dan aku menekan tombol reject.

__ADS_1


"siip." kata lia sekali lagi.


untung nomer nomer semua teman ku biaaa aku simpan di memory handphone,bukannya di memory simcard. kalau aku simpan di memory simcard, bisa bisa aku kerepotan kehilangan semua nomer orang yang aku kenal.


"nomernya lumayan cantik,ras." kata lia sambil masih asyik menekan nekan handphone nya.


"oh,iya dong! rasti....," kataku sambil memasang muka sok manis.


"li, madeline tuh!"


"gimana?" teriak lia. madeline menjawab dengan gerakan bibir tanpa suara. mulutnya komat kamit. aku dan lia tidak mengerti sama sekali apa yang dia bicarakan.


"ah, apa sih, made? ngomong aja yang keras!" teriak lia lagi.

__ADS_1


"menyerah! target terlalu menurut kepada majikan!!" sekarang madeline berteriak dari dekat jendela


aku dan lia mengangguk ngangguk, mengerti apa yang madeline katakan barusan. rupanya misi madeline dan teman temannya gak berhasil.


aku jadi ragu lagi tentang urungan ku memberi tau mereka tentang alamat rumah dan nomer handphone kevin. tapi yasa yang sahabatnya kevin aja bungkam. aku yang meskipun bukan siapa siapa nya kevin juga harus bungkam, toh ya itu tadi, aku gak punya hak buat ember ngomongin itu ke mereka.


tiba tiba kulihat ada yasa di belakang madeline. dalam waktu sepekian detik, jitakan yasa sudah mendarat di kepala medeline.


"aduh!" ku dengar suara madeline cukup keras mengaduh.


"siapa yang target,siapa yang majikan,hah?" bentak yasa ke madeline. rupanya yasa mendengar apa yang madeline katakan barusan dan mengerti apa maksud nya. aku dan lia cuman bisa tertawa melihat yasa dan madeline di jendela, apalagi saat yasa dan madeline sama sama teriak berhadapan sambil berkacak pinggang. ya ampun,lucunya mereka.....


ugh... sudah berhari hari ini aku bosan tiap malam. sekarang bukan musim ulangan,jadi kalau mau belajar rasanya kok aneh. gak ada buku bacaan yang bisa di baca, orang orang rumah juga pada sibuk, jadi gak ada yang bisa diajak ngobrol

__ADS_1


__ADS_2