Teka Teki Cinta

Teka Teki Cinta
Mencoba Untuk Melepaskan


__ADS_3

Angin malam terasa begitu dingin hari ini bagi Dhea, padahal saat ini belum terlalu malam dan waktu baru menunjukkan pukul 7 malam. Tangan kanannya memeluk sikut bagian kiri dan begitu pun sebaliknya, ia menoleh ke arah spion dan melihat Rian yang sedang fokus mengendarai motornya tanpa mengeluarkan sepatah katapun sedari tadi. "Huft," helaan nafas yang keluar dari mulut Dhea menggambarkan kebimbangannya saat ini, ia benar-benar bingung harus menghibur Rian bagaimana, tidak tega juga melihat seseorang yang biasanya petakilan menjadi murung dan menangis seperti tadi.


"Rumah yang mana?" untuk pertama kalinya Rian mengeluarkan suara dalam perjalanan mereka, tanpa sadar juga mereka rupanya sudah mulai mendekati gerbang komplek perumahan.


Rian mulai menyebrang dan masuk ke dalam gerbang yang langsung di bukakan oleh security —gerbang Komplek memang selalu di tutup mulai dari jam 6 malam sampai nanti jam 6 pagi—.


"Lurus aja terus, nanti gue bilang berenti," jawab Dhea. Saat sudah melewati beberapa rumah, Dhea menepuk bahu Rian. "Tuh yang di depan," ucap Dhea.


Rian menghentikan motornya di depan pagar, sedangkan Dhea langsung turun dan berjalan dua langkah menuju bagian depan motor Rian. "Lo hati-hati ya di jalan, fokus, jangan ngebut," ucap Dhea menasihati, ada rasa takut jika Rian akan melampiaskan kekecewaannya hari ini dengan cara mengebut seperti yang biasa di lakukan Andy.

__ADS_1


Terlihat anggukan samar dari Rian dan hal itu cukup membuat Dhea sedikit tenang, setidaknya Rian mendengarkan ucapannya dan semoga saja Rian benar-benar melakukan hal yang di ucapkan oleh Dhea. "Kalo gitu gue masuk ya, takut nyokap gue keluar, biar jadi rendang Lo," kekeh Dhea mencoba untuk sedikit mencairkan suasana agar tidak terlalu kaku.


Saat Dhea berbalik hendak menuju pagar rumahnya, panggilan Rian membuatnya langsung menoleh dan menatapnya bingung. "Thanks ya, gue nggak tau rasanya bakal sesakit apa nanti kalo Lo nggak tunjukin ini semua ke gue, gue nggak siap kalo nanti tiba-tiba Salsha bilang sendiri ayahnya Bima udah dateng. Seenggaknya gue bisa prepare dulu dari sekarang kalo sewaktu-waktu Salsha pergi ninggalin gue lagi."


Dhea kembali cemberut mendengar itu, ia berjalan mendekati Rian dan menepuk bahu Rian pelan. "Gue yakin Lo kuat Ian, Lo bisa lewatin ini semua, Lo berhak bahagia dan lupain rasa sakit ini," ucap Dhea sambil tersenyum kecil, Rian pun terlihat ikut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Nah gitu dong jadi Rian yang petakilan lagi, besok gue bawain Lo biskuat yang banyak ya, Lo harus abisin semuanya!" Dhea mengucapkan hal itu bagaikan sebuah tantangan yang harus di hadapi Rian. "Eh tapi besok gue nggak masuk sekolah, nyokap gue udah minta izin ke kepala sekolah sama guru juga." Hal itu juga membuat keduanya tertawa dan saat mendengar suara pintu terbuka, seketika rasa panik mulai muncul dalam diri Dhea. "Nyokap gue! udah Lo sana pergi, hati-hati ya," ucap Dhea dengan panik.


"Nyokap Lo? gue mau pamit dulu ah." dengan santainya Rian turun dari motor dan melihat seorang perempuan seumuran Mamanya sedang berdiri mengawasi mereka.

__ADS_1


"Lo mau ngapain Ian?! udah pulang aja," pekik Dhea semakin panik karena Rian benar-benar berjalan menuju pagar dan membuka pagar itu sedikit. Tanpa pikir panjang Dhea pun langsung mengikuti Rian sambil menggerutu di dalam hatinya karena sudah membuat masalah baru untuk dirinya.


Rian tersenyum dengan ramah saat langkahnya mulai semakin dekat dengan Mama Dhea. "Tante, saya Rian temen sekolahnya Dhea. Maaf buat Dhea pulang telat ya Tan, soalnya besok ada tugas kelompok dan harus beli buku dulu, saya langsung pamit pulang ya Tante," ucap Rian dengan sopan sambil mengulurkan tangannya hendak salam.


Seperti biasa, ekspresi mamanya yang kurang bersahabat hanya menatap Rian dari atas sampai bawah lalu menerima uluran tangan Rian. "Lain kali jangan suruh anak saya ngebohong ya," jawabnya dengan tatapan menyindir pada Dhea karena sudah tahu kebohongan Dhea saat menghubungi keluarganya di Hotel.


"Siap Tante, maaf ya udah ganggu liburannya Dhea. Saya pulang ya Tan, assalamualaikum," ucap Rian.


"Waalaikumsalam, kamu masuk," jawab Mamanya yang langsung menoleh pada Dhea. Rian pun melambaikan tangannya saat mulai berjalan keluar gerbang.

__ADS_1


__ADS_2