
Kevin menusul Aulia yang berlari ke arah taman sekolah sambil menangis.
" hei... ??" Kevin menarik lengan Aulia.
" sudah ku bilang jangan pedulikan,lihat..! mereka semakin mengatakan kalau aku benar benar anak pungut.!" Aulia menangis kesal. ia marah kepada Kevin karena sudah memperkeruh suasana. padahal sebelum nya Aulia sudah mengatakan untuk tidak menanggapi poster itu .
" maaf.. maafkan aku Lia.." ujar Kevin memeluk Aulia, ia merasa sangat bersalah pada sahabat nya itu.
Aulia pun menangis sesenggukan di pelukan Kevin.
Kevin berusaha menenangkan Aulia,ia mengelus lembut kepala Aulia dan membujuk nya agar berhenti menangis.
"hei.. sudah jangan menangis. aku tidak tahu kalau ini akan berdampak negatif untuk mu."
"aku kesal saat ada orang yang melakukan hal buruk pada mu,dan yang lebih membuat ku kesal kau hanya diam saja." ujar Kevin dengan wajah heran,ia tak tau lagi harus bagaimana menjelaskan pada Aulia bahwa sebenar nya dia tak berniat buruk.
Saat mereka tengah berpelukan,Ziana datang dan ia langsung menghentikan langkah nya ketika melihat kekasih nya sedang berpelukan dengan Aulia. ya,walaupun Ziana tau kalau mereka hanya lah sahabat,tapi tetap saja Ziana tak bisa membohongi diri nya sendiri.
tanpa sadar Ziana meneteskan air mata nya,dada nya terasa sesak melihat Kevin memeluk Aulia dengan penuh perhatian.
"Zia.." suara Fian terhenti ketika melihat Ziana sedang menangis.
tanpa melihat Fian,Ziana langsung pergi dari sana dengan berderai air mata.
"tenang lah Ziana.. Kevin kan sudah bilang kalau dia tidak mencintai Lia. kau harus tenang."
batin Ziana menyemangati diri nya sendiri.
Ia pergi ke toilet untuk mencuci muka nya yang terasa lengket kena air mata.
...~~~~...
Saat pulang sekolah, Aulia dan Kevin menyapa Ziana dan mengajak nya untuk pulang bersama.
Ziana merespon dingin kedua nya sambil tersenyum kecut.
"maaf,aku mau pulang bareng papa."
jawab nya singkat dan dingin lalu ia segera pergi dari sana.
"Kenapa dia?? bukankah tadi masih baik baik saja saat melawan si Agnes?" Kevin heran melihat tingkah kekasih nya itu yang berubah tiba tiba.
__ADS_1
Aulia hanya menaikkan bahu nya tanda ia juga tak tahu ada apa dengan Ziana. mereka berdua tidak menyadari kalau Ziana melihat mereka saat berpelukan hangat tadi.
......~~~~......
Minggu depan akan ada ujian tengah semester,jadi Aulia menelpon Ziana dan mengajak nya untuk belajar bersama di rumah nya.
Ziana yang tak mau terbawa perasaan cemburu pun menerima permintaan Aulia dan akan berangkat pagi ini,kebetulan hari ini sedang libur sekolah.
Setelah naik bus selama 30 menit,Ziana pun sampai di depan rumah Aulia.
tok tok tok...
Ziana mengetuk pintu rumah Aulia sambil melatih bibir nya agar tersenyum,karena bagaimana pun ia tak bisa melupakan kejadian kemarin siang.
"Kau sudah datang Zi... ayo masuk.."
Aulia sangat antusias menyambut kedatangan Ziana.
Mereka pun masuk kekamar Aulia,di sana sudah tampak buku buku pelajaran milik Aulia berserakan karena habis di pakai.
"duduk lah.. akan ku buatkan minum untuk mu."
ujar Aulia lalu ia pergi ke dapur.
Ziana penasaran,dan ia pun memutuskan untuk membaca buku tersebut.
di lembaran pertama ada foto lama Aulia dan Kevin saat masih SMP dulu,di pinggir nya ada gambar hati merah muda dengan nama Lia&Kevin.
Ziana pun tersenyum tipis melihat itu.
dan di lembaran berikut nya ada tulisan keseharian Aulia,Ziana melewatkan lembaran demi lembaran. hingga mata nya terpaku pada lembaran terakhir yang betuliskan nama Kevin beserta puisi.
...Rapuh nya hati ku saat ini...
...Hingga aku merasa akan hancur seperti debu...
...Aku tak ingin tersapu oleh angin kelam...
...Bagaimana aku bisa bilang kalau aku punya cinta...
...Sementara orang yang ku cinta...
__ADS_1
...pergi ke hati lain dan meninggalkan ku tanpa rasa...
...Sejenak aku berpikir bahwa aku...
...pasti bisa melupakan nya....
...Tapi bayangan mu bahkan selalu hadir di mata ku...
...hingga aku tak bisa melangkah jauh dari mu.....
...Aku memilih diam dan mengalah akan diri mu...
...karena aku tak ingin mencintai mu di atas penderitaan sahabatku sendiri....
...I love u Kevin...
Deg.....
Ziana langsung meeneteskan air mata nya.
bagaimana tidak,dia lah yang sebenarnya menyakiti Aulia. namun Aulia tetap diam dan berpura pura semua nya baik baik saja.
Ziana langsung mengembalikan buku itu ke tempat nya dan ia juga menghapus air mata nya saat mendengar langkah kaki Aulia mendekat ke arah kamar.
"ini... minuman ala Lia..." ujar nya girang dengan senyum nya yang ceria.
air mata Ziana hampir menetes lagi saat melihat sahabat nya itu yang selalu bersikap seolah olah diri nya baik baik saja.
"Ziaa?? kok ngelamun sih.." panggil Lia membuat lamunan Ziana buyar.
"ahh.. nggak kok. aku terpesona dengan es buatan mu,kelihatan nya sangat segar."
"hahahah...ya pasti dong.."
sahut Aulia bangga.
Mereka pun melanjutkan sesi belajar bersama sambil sesekali bercanda tawa.
namun Ziana tidak bisa fokus pikiran nya melayang ke buku diary milik Lia tadi,dada nya juga terasa dan perih ketika membayangkan betapa hancur nya hati Lia saat melihat diri nya dan Kevin di sekolah.
apalagi Kevin sering menunjukkan kemesraan nya di depan Aulia,semakin sesak dada Ziana membayangkan itu.
__ADS_1
...********...