Teka Teki Cinta

Teka Teki Cinta
39


__ADS_3

"kalo kelasmu? ada jam kosong juga,ya?"


"ah,gak!"


"hayo,bolos ya... "


aku cuma tersenyum tapi tidak mengiyakan. terserah pendapat marissa gimana nanti.


"yang lain kemana,mar? kok sendirian aja di sini?"aku mencoba mengalihkan pembicaraan. malu kalau sampai marissa tau aku dikeluarkan dari kelas tanpa rasa hormat.


"oh,biasalah.anak anak jajan di kantin."


"yang cowok cowok juga di kantin,kan?"


"iya. ya ada juga sih yang main basket di lapangan, kayak si yasa,terus kevin,gitu."

__ADS_1


"o..... "


"ah,gak. nanya aja."


marissa masih memandangku heran.aku pura pura melanjutkan baca ku sambil menggigit gigit wafer ku. baguslah kalau kevin jauh jauh dari kelas ku waktu dia missed call aku tadi. kalau dia tau waktu saat dia missed call dan masalah bu yuli tadi,benar benar tepat, bisa bisa dia curiga yang dia missed call tadi itu aku. kan gawat!!!!


treeet....treet.....treet....treeet.....


oke,udah istirahat sekarang. udah saatnya aku turun dari persembunyian ku. sekalian, kepingin pipis nih.


"yuk!"


sesampainya aku di depan kelas, ku dapati pintu di depan kelas ku masih tertutup. padahal semua murid dari kelas lain sudah keluar untuk beristirahat. mungkin teman teman kelas ku masih ulangan, berarti bu yuli masih ada di dalam dong. baiklah, aku menyingkir dulu.


males kalau mesti ketemu bu yuli sekarang. tapi menyingkir ke mana,ya? oh iya,pipis dulu aja ah.

__ADS_1


ku langkah kan kakiku menuju kamar kecil di ujung lorong. aku berjalan menunduk, sambil mendekap tas. saat menengadah, aku mengenali sosok belakang seseorang yang berjalan di depan ku. seragam berkeringat dengan bola basket di tangan, rambut cepak yang khas, gak salah lagi ini beneran si kevin.


idih, cara jalannya aja sok cool gini. pingin aku tendang aja ini anak. dasar! tukang penyengsara orang! week, nyebelin banget!!!


aduh, ******! tanpa sadar aku menjulurkan lidah ku ke arah nya tepat saat kevin menoleh. mungkin dia menoleh karena marasa ada orang di belakangnya yang sedang memperhatikannya. dia melihat ku seperti melihat orang aneh. gak heran juga sih, aku yang lagi kesel gini sambil menjulurkan lidah pasti terlihat aneh di mata siapa pun. aku berhenti berjalan saat melihatnya menoleh.


"kamu ngapain sih?" tanyanya ke arah ku. lho? kata madeline, kevin susah diajak ngobrol duluan? lha ini? kok malah dia yang ngajak aku ngobrol duluan? tapi dia ngajak ngomong aku bukan,sih?


ku tolehkan kepala ku ke belakang. kali aja dia ngajak ngomong orang lain,bukan aku. tapi gak ada siapa siapa. oh,berarti dia ngajak ngomong aku,ya?


"ya,kamu." katanya dengan nada tinggi sambil menunjuk ku.


rasti, rasti, jangan GR dulu! siapa bilang dia pingin ngajak ngobrol? paling juga mau marah marah, kayak waktu di lapangan basket dulu itu.


"oh,aku. aku.... ya lagi jalan. jalan ke situ, pingin pipis." jawab ku pelan pelan, sambil menunjuk kamar kecil. semua orang tahu, kalau ada orang jalan ke sini ya pasti pingin pipis karena lorong ini memang jalan buntu yang bermuara di sederetan kamar kecil dan gudang olahraga yang gak pernah di pakai lagi.

__ADS_1


"kayak nya tadi pakai melet melet segala deh." katanya ketus.


__ADS_2