
"duduk sini dulu aja deh, ras! olahraga mulai masih lumayan lama"
aku sih manut dan segera mengambil tempat duduk di sebelah nya.
"oh ya ras!, tau gak? gara gara ada jadwal baru itu, pelajaran olahraga kelas kita jadi bareng kelas X2 lho sekarang!"
"terus kenapa?" tanya ku heran
"ya, jadi ntar kita olahraga nya bisa baeeng kevin. asyik,kan?" kata madeline penuh semangat.
"ya ampun, biasa aja kali sih. lagian cuma waktunya aja kan yang sama, guru nya aja beda,paling ntar juga tempat nya pisah."
"iya sih. tapi kan bisa aja nanti ada pertandingan antar kelas. wah, olahraga bisa tambah semangat nih kalau bareng kevin."
__ADS_1
aku cuma geleng geleng kepala melihat antusias nya madeline. madeline sih seneng seneng aja bisa olahraga sama kevin. lha aku? bisa bisa aku salting di depan dia kalau inget SMS dia tadi malam, di tambah lagi masalah dia kemarin. aku kan belum minta maaf langsung ke dia tentang masalah itu.
"eh, made, kevin kan sakit kemarin, emang nya dia udah kuat buat ikut olahraga? orang pergi sekolah aja belum tentu bisa kok."
"oh iya ya, aku kok jadi bisa lupa ingatan gini sih! ya.... moga moga aja dia udah bisa berangkat ke sekolah. kalo gak ikut olahraga, paling dia ikut nongkrong di pinggir lapangan basket. itu aja udah cukup kok buat vitamin A. bikin mata sehat, hehe....." jawab madeline panjang lebar.
*****
PRITTTT......PRITTTT.......
"sekarang tanggal berapa ya?" tanya pak cahyo begitu selesai mengabsen kami semua.
"tanggal 10 pak!" jawab imanuel yang berbaris paling belakang.
__ADS_1
"oke, nomer 10 silahkan maju untuk memimpin pemanasan" kata pak cahyo lagi
"waduh, kok malah aku?" keluh imanuel sambil menggaruk garuk kepalanya
"tolong ya, saya mau mengurus tentang gudang olahraga dengan pak agus. nanti saya ke sini lagi" pinta pak otto pada imanuel sambil pergi meninggal kan kami. sementara itu imanuel berjalan ke depan menghadap kami semua siap untuk memimpin pemanasan
"ayo teman teman, kita mulai dengan.... aduh, penake ngopo yo( aduh enak nya ngapain ya)?" tanya nya sambil menggaruk garuk kepalanya lagi. aku cuma tersenyum melihat tingkah nya.
"o, nganu.... ayo, sekarang rapatkan kaki, letakkan tangan di pinggang, terus tengok kanan tengok kiri itu ya. ayo bantu hitung mulai dari pojok depan itu ya.
Marvel! heh, kamu vel! jangan nguap nguap terus!" kata imanuel sambil menunjuk marvel yang sedang menguap di baris pojok depan.
"hah? aku? ya udah....., teman teman. satu.... dua..... tiga.... empat..... lima.... enam...... tujuh.... delapan....." kata marvel dengan suara sedikit lemas, mungkin karena masih mengantuk.
__ADS_1
setelah itu, kami sekelas melakukan gerakan pemanasan lain, di pimpin oleh imanuel yang di bantu menghitung secara bergiliran. yah, juga namanya instruksi pemanasan dadakan. walhasil, ada beberapa gerakan pemanasan yang sumpah gak bermutu, tapi tetap kami lakukan juga meski sambil terpingkal pingkal.
"sekarang ngapain lagi nih? udah aja ya? teman teman, pemanasan sudah cukup. seperti biasa, kita sekarang lari keliling lapangan basket, ya.... dan mumpung pak cahyo belum balik, larinya cukup dua putaran aya, ya? yok...." kata imanuel sambil berlari mengelilingi lapangan basket, dan kami semua mengikuti dari belakang