
dering alaram berbunyi dan bergetar dari handphone jadul milik gadis manis bernama Luna. gegas Luna ambil handphone yang tergeletak disamping kasur lipatnya. jam menunjukan pukul 03.40 PM. gegas Luna terbangun dan menuju toilet membersihkan diri guna menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang taat.
setelah melaksanakan 2 rakaat dipagi ini Luna melanjutkan tugas tempur didapur, dengan berbekal secarik kertas resep dari sang bude, Luna dengan lincah meracik bumbu dan memasak nasi goreng rumahan untuk di hidangkan dimeja makan bersama keluarga bude yus
iya Luna adalah perantau berasal dari Sumatera mengadu nasip ke ibu kota demi masa depan lebih baik
ia tinggal bersama sang bude
Kaka sepupu dari sang ayah
"bude maaf sarapan sudah siap"
dengan lembut Luna memanggil sang bude
"hmm iya bentar bude nyusul, tunggu aja"
sahut sang bude dari dalam kamarnya
"iya bude" jawab Luna tertunduk dan berjalan menuju meja makan lesehan di ruang depan
kontrakan bude Yus hanya mempunyai 2 kamar
1 kamar bude yus dan suami Paklik Kardi
dan 1 lagi ditunggu oleh anak-anak lelaki bude yus
mas Yudi dan mas Sigit
yang sekarang keduanya sednag mengenyam bangku kuliah di salah satu universitas terbuka di Ibukota.
"huaaamm hmm wangi apa ini" ujar mas Yudi dengan mengucek kedua matanya dan masih muka bantal. bisa dilihat masih ada Iker disisi pipinya yang tampak mengering
"mas cuci muka dulu, iiih itu iler udah kayak peta hahaha" Luna tertawa sambil memegang perutnya
"oohhh masa orang ganteng gini" canda mas yudi.
"iya udah mas mandi dulu sisain buat mas iya, nanti kalo udah bangun itu si kebo habis semua ini nasi goreng asin ala adek Luna" goda mas Yudi. mas Yudi adalah anak pertama bude yus, walau umur yang terpaut 6tahun dengan Luna da baru kali ini mereka dipertemukan karna Luna menumpang dirumah bude yus tapi mas Yudi yang tidak mempunyai adk perempuan sangat menyayangi adik sepupunya ini.
tak jarang dia overprotektif bila mengantar adiknya bekerja dan pulang dari kerja
berbeda dengan mas Sigit
adik dari mas Yudi
badan yang sedikit gembul dan jarang bercanda
membuat Luna sedikit kaku jika mengobrol atau bercanda dengan mas Sigit
"juminteeen bengong aja mana bude dan mamas-mamasmu?" tanya paklek Kardi mengejutkan Luna
iya paklek Kardi seringkali memanggil Luna dengan nama juminten hanya karna Luna perantau mirip lagu dari sebuah band asal sumatera-lampung.
"bude tadi masih dikamar kayaknya pakde. maaf Luna gak liat bude keluar dari kamar" takut-takut Luna menjawab
"iya sudah pakde mau sarapan dulu. oh iya minta duit dua ratus ribu pakde mau nambahin modal buat dilapak" dengan entengnya paklek Kardi mengacungkan tangan
sebentar pakde aku ambil
Luna bergegas ke lemari yang dikhususkan untuk Luna menyimpan baju, berkas dan dompet Luna di rumah bude yus
Luna menyerahkan 1 lebar uang berwarna merah dan 2 lembar uang berwarna biru.
"ini pakde" Luna menyerahkan uangnya dengan sangat sopan
sebenarnya didompet Luna sisa empat ratus ribu, dua ratus ribu telah Luna serahkan kepada paklek Kardi otomatis uang pegangan Luna sisa dia ratus ribu
sedangkan gajian masih tujuh hari lagi
paklek Kardi suami dari bude yus sering kali meminta tambahan modal untuk jual beli barang bekas dilapak yang konon katanya terletak dipasar
dengan gaji satu juta tiga ratus ribu Luna harus berhemat dan membagi-bagi uang gajinya tersebut
acara sarapan pagi pun dinikmati dengan lesu oleh Luna
paklek Kardi sudah berlalu berangkat ke lapak setelah menerima uang tambahan modal dari Luna. bude yus dan mas Yudi pun sudah sarapan nasi goreng ala Luna resep dari sang bude.
bude yus berprofesi sebagai PRT atau pembantu rumah tangga diperumahan mewah area Kemang-buncit
sedangka mas Sigit jangan ditanya
pasti masih jadi sang kebo alias hibernasi atau tidur panjang.
hari ini Luna kebagian shift siang
biasa Luna akan berangkat jam 11
walau jam masuk shift Luna adalah jam 2 siang
Luna sengaja berangkat 3 jam lebih awal karna jika masuk shif siang makan Luna akan berjalan kaki dari rumah budenya ke tempat kerja
karna kalau Luna memakai jasa ojek pangkalan maka gaji sebanyak satu juta tiga ratus tidak akan bertahan atau cukup sampai gajihan berikutnya.
seperti biasa
Luna berjalan santai dengan baju oblong dan jaket hitam, celana hitam dan tas selempang seharga dua puluh lima ribu.
__ADS_1
butuh waktu empat puluh lima menit untuk Luna sampai di tujuan
tempat favorit Luna respo Eropa yang bergaya klasik moderen
Luna sangat bersyukur dengan modal ijazah Sekolah menengah akhir (SMA) Luna bisa masuk dan diterima bekerja di resto Eropa yang rata-rata para karyawannya bisa berbahasa Inggris yang fasih sedangkan Luna mengandalkan pengetahuannya yang masih sangat dangkal
walau Luna adalah juara umur di sekolahnya dahulu tetap tertinggal jauh untuk program studi bahasa Inggris karna dikampung nya diajarkan hanya percakapan biasa atau sehari-hari.
sesampainya di resto tercinta Luna masuk dari pintu karyawan, tas dan perlengkapan bekerja Luna letakkan di loker yang tersedia untuk semua karyawan resto.
sebelum bekerja Luna melaksanakan 4 raakaat kewajibannya sebagai muslimah.
setelah breafing team shif siang Luna bersiap dengan tugas-tugasnya dari melayani customer dan mencatat pesanan customer sekalian menyajikan pesanan
hari ini tepat 3 bulan Luna menjalani masa percobaan
"Luna Lu dipanggil MR. WHY dilantai dua" ujar Edo senior Luna
"oh iya kak sebentar Luna nyelesain cuci gelas ini dulu" gegas Luna menyelesaikan tugasnya
Luna rapikan rambut dan seragam yang dikenakan bergegas naik kelantai dua dimana ruangan MR. WHY berada
TOK TOK TOK
"permisi MR. WHY saya Luna boleh masuk?"
"masuk Luna"suara merdu asisten MR. WHY
"Luna Duduk dulu" asisten MR. WHY yang cantik tinggi putih wangi sempurna sekali menjadi asisten mempersilahkan Luna untuk duduk didepan meja kebesaran MR. WHY
"Luna sudah berapa lama kamu bekerja disini?" tanya MR.WHY kepada Luna
"Alhamdulillah sudah tiga bulan MR" jawab Luna mantap
"bagaimana ? apa kamu betah ?" lanjut MR.WHY
"betah sekali MR."jawab Luna berbinar
Luna berharap ini bukan lah akhir dari perjuangannya
mengingat betapa susahnya mencari pekerjaan di Ibu kota ini apa lagi mengandalkan ijazah SMA dan jebolan dari Sumatera bukan dari kota tapi perkampungan
ingatan Luna melambung dimana saat pertama kali Luna mengalami yang namanya interview user
tepatnya di mall Taman Angr#k di toko aksesoris
atas rekomendasi tetangga sebelah Luna
Luna melaju dengan mantap menaiki Kopaja dari Kemang ke blok M
dari blok M Luna lanjut menaiki Transjakarta
dengan jantung yang berdisko ria dag Dig Duk der
Luna mencari petunjuk dari seorang scurity dipintu masuk mall
"permisi bapak
mau ke Toko aksesoris X dilantai 3 saya harus kemana iya?" tanya Luna malu-malu
"halo kakak selamat siang, toko aksesoris X lantai 3 dari sini kakak lurus naik eskalator, berhenti dilantai tiga belok kekiri ada plang nama toko aksesoris X disana tempatnya iya" dengan tenang jelas dan ramah scurity bername tag Anto mengarahkan Luna
"ohh baik lah terimakasih bapak" dengan mengatupkan kedua tangan Luna berterimakasih dengan bapak scurity yang gagah dan wangi
Luna terpukau dengan bangunan didalam mall ini
sungguh tidak munafik namanya anak gadis dari kampung walau sering melihat lewat layar kaca tetap saja rasanya berbeda bisa menginjakkan kaki di mall yang sangat bagus apa lagi letaknya di ibu kota negaranya
tak terasa tujuan Luna sudah ada didepan mata
"permisi kakak, maaf menggangu sebentar" tanya Luna kepada seorang gadis cantik memakai seragam berwarna pink dan berbando pink yang lucu
sangat cantik dan wangi
"iya Kakak ada yang bisa saya bantu" tanya si pegawai
"maaf saya Luna dapat info dari kakak Sinta disini ada lowongan, bolehkan saya bertemu dengan supervisor nya kak?" tanya Luna sambil tersenyum sangat manis berharap mendapatkan angin dengar di toko aksesoris X
dimana Luna mengharapkan secercah asa demi masa depan yang lebih baik.
"oh kak Luna, boleh boleh supervisor kami ada didalam sebentar saya tanya iya. boleh tunggu disini" arahan dari pegawai toko aksesoris X menujuk sebuah bangku tunggu
"siap kak. terimakasih sebelumnya" Luna mengikuti instruksi dari pegawai toko aksesoris X
"dengan kak Luna" tanya seseorang dari dalam sebuah ruangan bertuliskan
hanya khusus karyawan
"iya saya" lunapun menghampiri sumber suara
"boleh masuk sebentar" mempersilahkan Luna masuk ke dalam ruangan tersebut
"duduk lah. apakah bawa CV ( coloum vintage ) yang kami perlukan" tanya sang supervisor Budi tertera di name tag yang terpasang dengan cantik di saku bajunya
"CV oh ada pak, ini surat lamaran kerja saya" dengan sopan luna menyodorkan surat lamaran pekerjaan yang dibawa dan dipersiapkan dengan sepenuh hati oleh Luna
__ADS_1
berharap lamaran kerjanya kali ini akan diterima dan kabar baik untuk keluarganya dikampung
"oh ok saya akan pelajari dulu CV ( coloum vintage ) kamu, sementara boleh kamu perkenalkan diri secara singkat, seperti Nama, tempat tanggal lahir, pendidikan terlahir asal dan minat, kemampuan/skill dan hal lainnya" sangar wajah sang supervisor kepada Luna
"baik Pak perkenalkan nama saya Luna apliana tepat tanggal lahir 30 April 1993 asal Sumatera pendidikan terakhir Sekolah Menengah Akhir dari desa sumber rejeki, hobi saya membaca, keahlian bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar, saya teliti dan rapi, terimakasih" jawab Luna mantap
"hmm hmm " supervisor pun hanya menjawab dengan anggukan
tanpa pertanyaan selanjutnya supervisor mempersilahkan Luna untuk menunggu kabar selanjutnya apabila dalam tiga hari kedepan Luna diterima bergabung di toko aksesoris X maka tim HRD akan mengkonfirmasi ke nomer handphone Luna secara langsung
"baik bapak terimakasih kesempatannya, saya sangat berharap dapat bergabung dengan team bapak di toko aksesoris X ini, mari bapak permisi" pamit Luna dengan sopan dan sambil menunduk kan kepalanya dengan sangat hati-hati
"ok baik lah" jawab supervisor singkat
dengan berjalan lesu Luna keluar dari ruang yang dikhususkan untuk karyawan toko aksesoris X
sempat melamun dan tersesat di mall taman anggr#k Luna segera sadar dan menguasai diri
"waduh emakk, dimana ini jalan keluar, gak lucu kalau nyasar didalam mall haduhh" Luna gusar sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal
Luna dengan mantap melangkah kan kaki menyusuri lantai mall tersebut toko demi toko resto demi resto Luna lewati tampak keramaian dan kesibukan para karyawan melayani customer di resto masing-masing
tanpa sengaja Luna terpana dari lantai 3 Luna bisa melihat hamparan es dan beberapa orang meluncur seakan-akan menari dengan indah lembut dan gemulai
"wowww ini yang namanya ice skating kah, wihhh keren, nonton sebentar bisa lah" Luna mengamati dari ketinggian lantai tiga mall taman anggr#k dengan melongo dan takjub Luna setia mengamati beberapa orang yang sedang berlatih ice skating
tak terasa waktu cepat berlalu
Luna tersadar dari kekagumannya
diraba perutnya yang mulai berbunyi
cacing-cacing diperut Luna seakan bernyanyi
"aduh laper, gimana ini, makan apa" Luna bergumam sendiri dan bingung
"ahhh pulang ajalah makan dirumah sayang duit nya tinggal lima puluh ribu buat ongkos cari kerja selanjutnya" batin Luna.
dengan girang Luna melangkah mencari lift dimana Luna pertama kali tadi masuk
walau harus berkeliling dan celingak celinguk seperti anak ayam hilang induknya luna pun menemukan lift gegas Luna masuk dan memencet lantai yang dituju yaitu lantai satu
sesampainya dilantai satu Luna kembali dibuat bingung pasalanya suasana dan keadaan nya tidak sama seperti Luna masuk tadi
Luna pun pucat pasi takut kalau dirinya benar-benar tersesat di mall taman anggr#k
Luna memberanikan diri bertanya pada cleaning servis yang sedang bertugas
"permisi kakak maaf menggangu, mau tanya boleh pintu ke arah luar menuju Transjakarta sebelah mana iya" tanya Luna diselingi senyum yang manis
"iya kak, oh sebelah sana kak. naik tangga ini iya nanti sampai di pintu utama, Kakak belok kekiri terus sampai taman belok kekiri lagi" jawba cleaning servis dengan ramah
" terimakasih banyak iya kak sudah mau bantu saya" Luna
"tidak masalah kak, sama-sama, mari kak permisi" pamit cleaning servis tersebut
"oh iya kak mari" sahut Luna
Luna lun mengikuti instruksi cleaning servis tadi
sesaat Luna sudah di dalam Transjakarta yang penuh sesak didalam keramaian seperti ini tapi Luna masih merasa sendiri.
di ibu kota ini waktu seperti tidak berubah berhenti
waktu seakan berjalan sangat cepat berpacu dengan segala macam kesibukan tidak ada istilah bersantai-santai.
tak terasa sudut hati Luna ada yang terasa sakit
Luan teringat akan ibu dan bapak dikampung
sengguh perjuangan orang tuanya demi mencukupi anak-anaknya pasti sangatlah sulit batin Luna
"Luna, Luna hei Luna kamu ngelamun" suara bariton mengagetkan Luna dari lamunan masalalunya
"ehh iya Mr. maaf maaf" Luna meminta maaf dengan tulus ada ketakutan disudut hatinya jikalau ternyata kontrak kerjanya tidak diperpanjang oleh resto Eropa ini.
"Luna saya suka perkembangan kamu selama bekerja disini, kamu bisa bertemu mbak Sarah untuk tenta tangan kontrak selanjutnya" ucap MR. WHY dengan santai dan ramah
ada keteduhan di sana
"ja-jadi sa-saya diperpanjang kontrak MR." tanya Luna terbata
"iya bawel, udah sana temuin mbak Sarah, atau kamu gak betah lagi disini?" MR. WHY bertanya dengan mata elangnya kelima
"tidak tidak eh iya iya MR, eh maaf saya betah MR. saya senang sekali bisa terus bekerja disini" ucap Luna polos dengan riang gembira
setelah bertemu dengan Mbak Sarah dan tanda tangan kontrak Luna diberi soft copy kontrak kerja denagn resto Eropa tersebut
dipeluknya erat kontrak kerja ke duanya setelah kontrak kerja masa percobaan tiga bulannya
Luna sangat girang dan tak henti-hentinya bersyukur
senyum tercetak jelas di bibirnya
tak ada lunturnya iya sunggingkan
__ADS_1
setelah sampai di loker Luna simpan baik-baik kontrak kerjanya
dan siap melanjutkan tugasnya kembali