Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
kamseupay eiuu


__ADS_3

---- prov raya ----


namaku Raya Soraya aku anak tunggal kesayangan mama dan papa


sejak kecil apapun keinginanku pasti akan dipenuhi oleh kedua orang tuaku


orang tuaku bisa dibilang termasuk golongan keluarga yang mampu


karna ayahku bekerja di salah satu bank swasta dan ibuku seorang sales marketing di salah satu perusahaan mobil di kotaku


aku yang terbiasa hidup berkecukupan dan semua serba ada kini harus mengikuti keinginan pacarku atau calon suamiku untuk mencari pengalaman dalam bidang mencari uang alias bekerja untuk menghidupi kebutuhanku sendiri


supaya aku dapat lebih menghargai profesi atau menghargai hasil jerih payah sendiri


awalnya aku menolak


untuk apa aku capek-capek bekerja sementara mama dan papaku mampu memenuhi apapun yang aku inginkan


karna aku wanita yang bucin akut dengan pacarku ini dengan ancamannya akan memutuskan ku bahkan tidak akan melamar ku jadilah aku berada disini


salah satu perusahaan yang sedang naik daun bergerak dibidang Roti Eropa ada juga pastry and cake nya juga


disini aku mengisi bagian head admin khusus untuk admin sales wholesale


aku masuk dengan jalur khusus tentunya


karna ipar dari pacarku ini adalah Head HRD disini


"selamat bergabung kak Raya Soraya" ucap team serempak menyambut ku


dengan senyuman semanis mungkin aku menyambut baik ucapan selamat yang ditujukan padaku


aku tipe orang yang sangat suka sekali menjadi sumber perhatian dan paling suka puja puji dari sekitarku


tapi semua tak berlangsung lama


dalam waktu dua bulan terdengar kabar bahwa akan ada admin sales retail baru pengganti kak Dina yang direkrut langsung oleh sang empunya perusahaan yaitu MR. WHY


selama dua bulan aku bekerja belum satukalipun aku bertemu dengan MR. WHY


tapi tanpa angin tanpa hujan anak dari kampung yang menurutku sangat kampungan bisa-bisanya di recruit langsung oleh pemimpin kami


rasanya sangat mengesalkan


teman-teman sosialitaku aku hubungi semua dan akan aku ajak dalam misi menyingkirkan penghalang kenaikan karirku


iya walaupun aku sadar bidang yang kami geluti berbeda anak itu Luna namanya dibidang retail sedangkan aku wholesale


keterampilan berbicara dan merayuku kepada pelanggan sangat bagus dalam meningkatkan sales dan kepuasan pelanggan


jadi aku terkesan sangat profesional dalam bekerja padahal ini pekerjaan pertama seumur hidupku


---- saat itu di kantin ----


Sepertinya target incaranku duduk manis dan belum terlihat ada hidangan satu apapun didepannya


Bergegas aku and the gang wanita manjah sebutan diri kami kepada kami sendiri menghambur mendekatinya


"wihhh anak baru lunakan sama siapa disini"


Ujarku penuh keangkuhan tentunya


"ehh mbak raya iya, aku sama kak Nisa nih" jawab Luna sok ramah sekali dia rupanya


Apa dia panggil aku mbak raya eiiiwww kamseupai banget ini anak emang aku mbak mbak apa alias pembantu


Dalam ajaran keluargaku panggilan mbak itu ditujukan untuk pekerja atau pembantu dirumah kami


Aku tentu tidak mau dong disandingkan dengan pembantu


Iuewww gak banget deh


"siapa say" ucap Kiki pura-pura tidak tahu iya kami adalah ratu drama hahaha ini salah satu contohnya


"biasa anak baru" dengan menjentikkan jariku yang sangat lentik dihiasi kuku-kuku paslu yang cantik aku menunjuk luna


Ahh jijik sekali aku melihat anak kampung satu ini sungguh merusak estetika kecantikan


"iuiwww yang dari kampung icuuu" Tety ikut mencemooh Luna


Yesss dua gadis ini memang andalanku dalam menyingkirkan hama


"yoyoiii icuu lah yang eke ceritain say" ucapku sambil menutup mulut dan dengan suara yang cukup lah untuk mengusuk Luna biar anak kampung ini kembali ke habitatnya


"eehh raya and the gang tumben makan kekantin, restoran apa pada tutup nih" suara wanita terdengar dari belakang punggung Luna dan dengan mata melotot tak suka aku melihatnya


Senior ku satu ini Nisa namanya sungguh pemberani dalam menghadapi kejulidtanku yang haqiqi


Aku tak mau jika sikap bar-barnya akan diturunka kepada Luna anak kamseupay ini


" eeewwww biasa aja keles mbak kita kesini mau nyapa Luna, iya enggak geng" ucapku mencari dukungan kepada pemandu sorak ku Kiki dan tety


"iya Udin Sono pergi udah selesaikan nyapanya" ucap Nisa ketus sekali kepada kami bertiga


Kalau tidak ingat misi mana mau aku menginjakkan kaki kekantin pengap ini haduhh standar orang kismin semua yang ada disini


Apalagi bertemu senior songong macam Nisa membuat hati pikiran dan badanku makin panas


"weww santai shayy kita mau minta PJ sama Luna secarakan karyawan baru dan spesial didatangkan dari kampung" ucapku sambil memonyongkan bibir sexy dengan sapuan liptik merah maroon menunjuk Luna


"iya nihhhh lihat Luna aja santuyyy" balas kiki


"Yoi yoii eehh malah elu yang kepanasan gimana dos dosa" Tety menujuk Luna dan Nisa bergantian


" iya elah timbang PJ doang makan siang masa minta anak baru, woii malu gajian masih lama keles" Nisa menjawab penuh penekanan dan terlihat sangat kesal


Aku yang mendengarnya keleslaanku bertambah berkali-kali lipat


belum juga sempat menjawab pernyataan Nisa

__ADS_1


Nisa melanjutkan


"malu dong soksialitah manja Juwita minta traktiran, belum lagi nanti pas gajain minta lagi tuu" dengan nada suara yang dinaikkan satu oktaf Nisa dengan kedua tangannya dibibir seperti memberi pengumuman untuk semua orang yang ada dikantin


Sontak hal ini membuat kami jadi pusat perhatian


Aduh wajah cantikku aku taruh dimana


Seolah-olah sekali nisa satu ini memojokkanku


"iiiuuuuwww sorry Shay duit kita banyak yeeeyy, ayoo gengg kita pergi aja gatel lama-lama disini" ucapan ku dengan wajah memerah menahan kesal


sambil menghentakkan kami para wanita manjah modis pergi dari hadapan Luna dan Nisa


Gagal deh misi pertama kami membuat luna malu dan tak betah


Tapi tak apa ini baru permulaan


Ibarakan pemanasan


Supaya nanti misi selanjutnya makin panas


 


Setelah kejadian dikantin tempo hari aku tak henti-hentinya mencari gara-gara dan kelemahan si Luna


Supaya aku bisa mengadukan kepada kak Sifa HRD diperusahaan ini bahwa Luna selain tidak kompeten


Dia hanya lulusan SMA


Malu dong aku masa lulusan sarjana kalah sama anak lulusan SMA mana kamseupay pula huuu payah


Hari berganti hari


Aku terus memperhatikan gerak-gerik Luna dan Nisa tapi sepertinya pekerjaan mereka lancar jaya


Karna aku sibuk mencari cela menjatuhkannya aku sampai lupa dengan laporan mingguan yang harus aku serahkan kepada manager operasional kami Koko Ocit biasa kami memanggilnya di kantor ini


bunyi bell menunjukkan jam istirahat telah tiba


aku yang hendak menyambar handphone ku untuk menghubungi pacarku guna makan siang bareng romantis dikejutkan dengan dering telfon dimejaku


ahh rasanya malas aku mengangkat telfon tersebut pasalnya pelanggan wholesale ku ini rata-rata unik mereka akan sibuk menelfon dan memesan disaat jam istirahat tiba


" Raya Soraya Kitty .... " ucap Nisa sambil memonyongkan bibirnya dan memberi tanda ditangan seperti mengangkat telfon


dengan malas aku angkat telfon dimejaku


dan berapa terkejut aku jika suara di telfon tersebut sangat aku kenali


manager operasional kami Koko Ocit


yang tegas dan garang macem kak Rose diserial anak botak dari negeri sebrang


"iya ko, iya"


"......."


"......."


"sudah siap"


"......."


" baik"


"........"


setelah meletakkan gagang telfon


aku menghempaskan tubuh ini dikursi kebangganku


dengan memijit pelipis yang mulai pusing tujuh keliling aku harus mencari jalan keluar


lapora mingguan belum aku kerjakan tetapi sudah diminta berada dimeja Koko Ocit dan sudah harus dikirim via email selepas makan siang


aku harus cari cara bagaimana menyelesaikan ini semua


tak lama terlintas ide brilian diotakku


kuedarkan pandanganku kesegala penjuru ruangan ku cari sosok targetku tapi tak kutemukan diruangan ini


apes sekali aku tiba-tiba bunyi pintu dibuka dan sosok yang kucari masuk dengan santainya


orang yang sangat aku benci


tapi aku butuh


"eehh Luna dari mana" sapaku ramah


sebenarnya aku malas harus beramah tamah padanya tapidilain sisi aku bingung harus bagaimana menghadapi Omelan Koko Ocit


mana bulan ini penentu apakah aku akan berlanjut bekerja disini atau harus hengkang dari kantor ini


"dari luar kak, ada yang ketinggalan Luna lupa, mari kak" ucapnya buru-buru keruangan nya dan secepat kilat Henda menghindariku


tapi tunggu dulu furgoso tidak secepat itu kau lari dari kejaran ku


"Luna sini sebentar" ucapku sambil mencekal tangannya


kubawa Luna kedepan meja kerjaku lalu aku mencari perhatiannya dengan berpura-pura minta dibantu untuk sesuatu data dikomputerku


"ini tolong bantu cek takut aku tu salah" rengekku manja jurus pertama ku berikan kepada Luna


"cek apa kak, Luna takut salah" ucap luna kedapaku ah aku tahu itu hanya alasannya kan supaya kerjaanku terlihat jelek di mata para atasan


"iiiih kamu kan pinter dikasih ilmu banyak dari kak Dina, tolong iya, aku tuu mau banget Deket sama kamu, biar kita kerjanya nyaman dan aku punya temen, kak nisa gak mau temenan sama aku, apa kamu juga gak mau temenan sama aku" ucapku memelas sambil menundukkan wajah dan memainkan jari-jari tanganku


sebisa mungkin aku mencari perhatian Luna supaya kali ini Luna mau membantuku

__ADS_1


"eehh mau kak, Kitakan satu kantor kita semua teman rasa keluarga" deeeeggg akhirnya Lunaengucapkan kata sakti diperusahaan ini


teman kerja rasa keluarga jadi apapun masalahnya dihadapi bersama dan diselesaikan bersama YESS Luna masuk perangkap ku


"iya makanya bantuin iya sebentar aja" ucapku penuh harap dan sambil menggoyang-goyangkan tangan Luna


ini cara ampuh dalam merayu targetku


dengan suara manja dan tampilan yang meyakinkan


akhirnya Luna mau membantuku


Luna menarik kursi yang kosong dan duduk disebelah ku


"kak raya ada kesulitan apa ? " tanya Luna halus


issss kalau bukan karna misa males banget aku duduk bersanding dengannya ehh sudah macam mau menikah saja duduk bersanding


"ini laporan mingguan aku tu udah selesai tapi kok datanya gak update" dengan langkah cepat aku membuka beberapa tab file Excel yang berisikan laporan pekerjaan mingguan ke pada koko Ocit


"gak update gimana Kak " tanya Luna bingung


"coba Kak raya buka history sebelumnya biasanya kan tersave di poin terakhir kita input data yang sudah kita kerjanya jadi aman" jawabnya enteng sekali


huuuu aku juga tau keles


tapikan disini aku cuma mau kamu kerjain bukan kamu ajarin


"iya tahu, tapi masih gak ada, coba deh kalo gak percaya kamu duduk sini..." tanpa ba bi Bu aku menarik Luna agar duduk dibangku kesayanganku my baby pink bala bala


kalo bukan karna laporan udah aku tendang kamu Luna huuu


"nihh faktur-fakturnya semua ad disini selama satu Minggu iya" sambil menyerahkan beberapa berkas surat jalan yang sudah ada klipnya supaya tidak tercecer


walau aku dibagian sales wholesale sedikit banyak penaikan pembeli di bagianku ini membuatku cukup kewalahan


aku kira pelanggan hanya akan ada satu atau dua di dalam satu hari


tapi kenyataannya banyak sekali dari pelanggan tetap sampe dengan pelanggan baru yang berdatangan


aduuhh bisa keriting otakku kalau begini


belum lagi kalau pesanan dari pihak bank atau perumahan atau acara-acara ulang tahun


sedang banyak dalam satu hari itu aku bisa membuat faktur dan konfirmasi pesana. kepada pelanggan dan bagian purchasing dan gudang sangat banyak


rasanya lelah ingin pulang saja atau menikah saja


oohh mama papa rasanya sudah tak kuat tapi demi cinta aku rela 😥


sesaat tak terasa jam makan siang berlalu dan laporan yang dikerjakan Luna sudah hampir selesai


aku cukup tercengang dengan kecepatan Luna dalam mengolah laporan dan angka


"gimana bereskan" ucapku penuh selidik


kulihat Luna mulai bangkit dari singgasanaku dan memandangku


"Alhamdulillah bres dong" ucap Luna penuh Jumana


sebenarnya aku kesal dan sesal jadi satu


tapi untuk kali ini harus beramah-tamah demi karirku dimasa depan


"Alhamdulillah" ucapku penuh syukur


lalu data yang beru diinput tadi mana sambil menyentak Luna agar menyingkir dari bangku kebangganku


aku tak mau Luna berlama-lama mengotori bangku kesayanganku dengan mendudukan berat badannya disini


"udah sana pergi ngapain lagi kamu disini" sentakku kepada Luna yang masih bengong macam burung beo


huuuu dengan membuang nafas kasar aku tersenyum miring


akhirnya aku bisa bersantai karna laporan sudah selesai


batinku puas dan ada kebahagiaan tersendiri dihatiku


pasalnya aku menikmati bergaji tetapi rasanya tidak bekerja


nikmat sekali


ku lirik wajah Luna mendadak pias dan dia melanjutkan langkahnya yang kucekal tadi menuju pintu keluar kantor


tetapi tak lama kemudian


terdengar bunyi bell yang menandakan jam istirahat telah usai


apa-apaan ini batinku kesal


aku belum sempat makan siang dan kini aku harus bekerja kembali


haa sudah macam kuda aku bekerja tapi gak kaya-kaya


aku putuskan memesan makanan via online lewa kekasih hatiku tentunya


aku minta diantarkan burger deluxe tak lupa kentang goreng dan minuma manis tentunya


sang pujaan hatiku tentu saja langsung menuruti apa kemauanku


karna salah satu syarat aku mau bekerja adalah dengan dia mau makan siang denganku atau memenuhi mauku jika tiba waktu makan siang atau sekedar menemaniku jalan-jalan ngemall dan ajang pamer kegeng sosialitaku


Ting Ting Ting


pesan jawaban dikirim pacar kesayanganku


YESS tinggal menunggu waktu pesanan diantar dan langsung eksekusi makanan kesukaanku itu


rasanya sudah menari-nari cacing di dalam perut ini

__ADS_1


bersambung .....


__ADS_2