
---- prov raya ----
namaku Raya Soraya aku anak tunggal kesayangan mama dan papa
sejak kecil apapun keinginanku pasti akan dipenuhi oleh kedua orang tuaku
orang tuaku bisa dibilang termasuk golongan keluarga yang mampu
karna ayahku bekerja di salah satu bank swasta dan ibuku seorang sales marketing di salah satu perusahaan mobil di kotaku
aku yang terbiasa hidup berkecukupan dan semua serba ada kini harus mengikuti keinginan pacarku atau calon suamiku untuk mencari pengalaman dalam bidang mencari uang alias bekerja untuk menghidupi kebutuhanku sendiri
supaya aku dapat lebih menghargai profesi atau menghargai hasil jerih payah sendiri
awalnya aku menolak
untuk apa aku capek-capek bekerja sementara mama dan papaku mampu memenuhi apapun yang aku inginkan
karna aku wanita yang bucin akut dengan pacarku ini dengan ancamannya akan memutuskan ku bahkan tidak akan melamar ku jadilah aku berada disini
salah satu perusahaan yang sedang naik daun bergerak dibidang Roti Eropa ada juga pastry and cake nya juga
disini aku mengisi bagian head admin khusus untuk admin sales wholesale
aku masuk dengan jalur khusus tentunya
karna ipar dari pacarku ini adalah Head HRD disini
"selamat bergabung kak Raya Soraya" ucap team serempak menyambut ku
dengan senyuman semanis mungkin aku menyambut baik ucapan selamat yang ditujukan padaku
aku tipe orang yang sangat suka sekali menjadi sumber perhatian dan paling suka puja puji dari sekitarku
tapi semua tak berlangsung lama
dalam waktu dua bulan terdengar kabar bahwa akan ada admin sales retail baru pengganti kak Dina yang direkrut langsung oleh sang empunya perusahaan yaitu MR. WHY
selama dua bulan aku bekerja belum satukalipun aku bertemu dengan MR. WHY
tapi tanpa angin tanpa hujan anak dari kampung yang menurutku sangat kampungan bisa-bisanya di recruit langsung oleh pemimpin kami
rasanya sangat mengesalkan
teman-teman sosialitaku aku hubungi semua dan akan aku ajak dalam misi menyingkirkan penghalang kenaikan karirku
iya walaupun aku sadar bidang yang kami geluti berbeda anak itu Luna namanya dibidang retail sedangkan aku wholesale
keterampilan berbicara dan merayuku kepada pelanggan sangat bagus dalam meningkatkan sales dan kepuasan pelanggan
jadi aku terkesan sangat profesional dalam bekerja padahal ini pekerjaan pertama seumur hidupku
---- saat itu di kantin ----
Sepertinya target incaranku duduk manis dan belum terlihat ada hidangan satu apapun didepannya
Bergegas aku and the gang wanita manjah sebutan diri kami kepada kami sendiri menghambur mendekatinya
"wihhh anak baru lunakan sama siapa disini"
Ujarku penuh keangkuhan tentunya
"ehh mbak raya iya, aku sama kak Nisa nih" jawab Luna sok ramah sekali dia rupanya
Apa dia panggil aku mbak raya eiiiwww kamseupai banget ini anak emang aku mbak mbak apa alias pembantu
Dalam ajaran keluargaku panggilan mbak itu ditujukan untuk pekerja atau pembantu dirumah kami
Aku tentu tidak mau dong disandingkan dengan pembantu
Iuewww gak banget deh
"siapa say" ucap Kiki pura-pura tidak tahu iya kami adalah ratu drama hahaha ini salah satu contohnya
"biasa anak baru" dengan menjentikkan jariku yang sangat lentik dihiasi kuku-kuku paslu yang cantik aku menunjuk luna
Ahh jijik sekali aku melihat anak kampung satu ini sungguh merusak estetika kecantikan
"iuiwww yang dari kampung icuuu" Tety ikut mencemooh Luna
Yesss dua gadis ini memang andalanku dalam menyingkirkan hama
"yoyoiii icuu lah yang eke ceritain say" ucapku sambil menutup mulut dan dengan suara yang cukup lah untuk mengusuk Luna biar anak kampung ini kembali ke habitatnya
"eehh raya and the gang tumben makan kekantin, restoran apa pada tutup nih" suara wanita terdengar dari belakang punggung Luna dan dengan mata melotot tak suka aku melihatnya
Senior ku satu ini Nisa namanya sungguh pemberani dalam menghadapi kejulidtanku yang haqiqi
Aku tak mau jika sikap bar-barnya akan diturunka kepada Luna anak kamseupay ini
" eeewwww biasa aja keles mbak kita kesini mau nyapa Luna, iya enggak geng" ucapku mencari dukungan kepada pemandu sorak ku Kiki dan tety
"iya Udin Sono pergi udah selesaikan nyapanya" ucap Nisa ketus sekali kepada kami bertiga
Kalau tidak ingat misi mana mau aku menginjakkan kaki kekantin pengap ini haduhh standar orang kismin semua yang ada disini
Apalagi bertemu senior songong macam Nisa membuat hati pikiran dan badanku makin panas
"weww santai shayy kita mau minta PJ sama Luna secarakan karyawan baru dan spesial didatangkan dari kampung" ucapku sambil memonyongkan bibir sexy dengan sapuan liptik merah maroon menunjuk Luna
"iya nihhhh lihat Luna aja santuyyy" balas kiki
"Yoi yoii eehh malah elu yang kepanasan gimana dos dosa" Tety menujuk Luna dan Nisa bergantian
" iya elah timbang PJ doang makan siang masa minta anak baru, woii malu gajian masih lama keles" Nisa menjawab penuh penekanan dan terlihat sangat kesal
Aku yang mendengarnya keleslaanku bertambah berkali-kali lipat
belum juga sempat menjawab pernyataan Nisa
__ADS_1
Nisa melanjutkan
"malu dong soksialitah manja Juwita minta traktiran, belum lagi nanti pas gajain minta lagi tuu" dengan nada suara yang dinaikkan satu oktaf Nisa dengan kedua tangannya dibibir seperti memberi pengumuman untuk semua orang yang ada dikantin
Sontak hal ini membuat kami jadi pusat perhatian
Aduh wajah cantikku aku taruh dimana
Seolah-olah sekali nisa satu ini memojokkanku
"iiiuuuuwww sorry Shay duit kita banyak yeeeyy, ayoo gengg kita pergi aja gatel lama-lama disini" ucapan ku dengan wajah memerah menahan kesal
sambil menghentakkan kami para wanita manjah modis pergi dari hadapan Luna dan Nisa
Gagal deh misi pertama kami membuat luna malu dan tak betah
Tapi tak apa ini baru permulaan
Ibarakan pemanasan
Supaya nanti misi selanjutnya makin panas
Setelah kejadian dikantin tempo hari aku tak henti-hentinya mencari gara-gara dan kelemahan si Luna
Supaya aku bisa mengadukan kepada kak Sifa HRD diperusahaan ini bahwa Luna selain tidak kompeten
Dia hanya lulusan SMA
Malu dong aku masa lulusan sarjana kalah sama anak lulusan SMA mana kamseupay pula huuu payah
Hari berganti hari
Aku terus memperhatikan gerak-gerik Luna dan Nisa tapi sepertinya pekerjaan mereka lancar jaya
Karna aku sibuk mencari cela menjatuhkannya aku sampai lupa dengan laporan mingguan yang harus aku serahkan kepada manager operasional kami Koko Ocit biasa kami memanggilnya di kantor ini
bunyi bell menunjukkan jam istirahat telah tiba
aku yang hendak menyambar handphone ku untuk menghubungi pacarku guna makan siang bareng romantis dikejutkan dengan dering telfon dimejaku
ahh rasanya malas aku mengangkat telfon tersebut pasalnya pelanggan wholesale ku ini rata-rata unik mereka akan sibuk menelfon dan memesan disaat jam istirahat tiba
" Raya Soraya Kitty .... " ucap Nisa sambil memonyongkan bibirnya dan memberi tanda ditangan seperti mengangkat telfon
dengan malas aku angkat telfon dimejaku
dan berapa terkejut aku jika suara di telfon tersebut sangat aku kenali
manager operasional kami Koko Ocit
yang tegas dan garang macem kak Rose diserial anak botak dari negeri sebrang
"iya ko, iya"
"......."
"......."
"sudah siap"
"......."
" baik"
"........"
setelah meletakkan gagang telfon
aku menghempaskan tubuh ini dikursi kebangganku
dengan memijit pelipis yang mulai pusing tujuh keliling aku harus mencari jalan keluar
lapora mingguan belum aku kerjakan tetapi sudah diminta berada dimeja Koko Ocit dan sudah harus dikirim via email selepas makan siang
aku harus cari cara bagaimana menyelesaikan ini semua
tak lama terlintas ide brilian diotakku
kuedarkan pandanganku kesegala penjuru ruangan ku cari sosok targetku tapi tak kutemukan diruangan ini
apes sekali aku tiba-tiba bunyi pintu dibuka dan sosok yang kucari masuk dengan santainya
orang yang sangat aku benci
tapi aku butuh
"eehh Luna dari mana" sapaku ramah
sebenarnya aku malas harus beramah tamah padanya tapidilain sisi aku bingung harus bagaimana menghadapi Omelan Koko Ocit
mana bulan ini penentu apakah aku akan berlanjut bekerja disini atau harus hengkang dari kantor ini
"dari luar kak, ada yang ketinggalan Luna lupa, mari kak" ucapnya buru-buru keruangan nya dan secepat kilat Henda menghindariku
tapi tunggu dulu furgoso tidak secepat itu kau lari dari kejaran ku
"Luna sini sebentar" ucapku sambil mencekal tangannya
kubawa Luna kedepan meja kerjaku lalu aku mencari perhatiannya dengan berpura-pura minta dibantu untuk sesuatu data dikomputerku
"ini tolong bantu cek takut aku tu salah" rengekku manja jurus pertama ku berikan kepada Luna
"cek apa kak, Luna takut salah" ucap luna kedapaku ah aku tahu itu hanya alasannya kan supaya kerjaanku terlihat jelek di mata para atasan
"iiiih kamu kan pinter dikasih ilmu banyak dari kak Dina, tolong iya, aku tuu mau banget Deket sama kamu, biar kita kerjanya nyaman dan aku punya temen, kak nisa gak mau temenan sama aku, apa kamu juga gak mau temenan sama aku" ucapku memelas sambil menundukkan wajah dan memainkan jari-jari tanganku
sebisa mungkin aku mencari perhatian Luna supaya kali ini Luna mau membantuku
__ADS_1
"eehh mau kak, Kitakan satu kantor kita semua teman rasa keluarga" deeeeggg akhirnya Lunaengucapkan kata sakti diperusahaan ini
teman kerja rasa keluarga jadi apapun masalahnya dihadapi bersama dan diselesaikan bersama YESS Luna masuk perangkap ku
"iya makanya bantuin iya sebentar aja" ucapku penuh harap dan sambil menggoyang-goyangkan tangan Luna
ini cara ampuh dalam merayu targetku
dengan suara manja dan tampilan yang meyakinkan
akhirnya Luna mau membantuku
Luna menarik kursi yang kosong dan duduk disebelah ku
"kak raya ada kesulitan apa ? " tanya Luna halus
issss kalau bukan karna misa males banget aku duduk bersanding dengannya ehh sudah macam mau menikah saja duduk bersanding
"ini laporan mingguan aku tu udah selesai tapi kok datanya gak update" dengan langkah cepat aku membuka beberapa tab file Excel yang berisikan laporan pekerjaan mingguan ke pada koko Ocit
"gak update gimana Kak " tanya Luna bingung
"coba Kak raya buka history sebelumnya biasanya kan tersave di poin terakhir kita input data yang sudah kita kerjanya jadi aman" jawabnya enteng sekali
huuuu aku juga tau keles
tapikan disini aku cuma mau kamu kerjain bukan kamu ajarin
"iya tahu, tapi masih gak ada, coba deh kalo gak percaya kamu duduk sini..." tanpa ba bi Bu aku menarik Luna agar duduk dibangku kesayanganku my baby pink bala bala
kalo bukan karna laporan udah aku tendang kamu Luna huuu
"nihh faktur-fakturnya semua ad disini selama satu Minggu iya" sambil menyerahkan beberapa berkas surat jalan yang sudah ada klipnya supaya tidak tercecer
walau aku dibagian sales wholesale sedikit banyak penaikan pembeli di bagianku ini membuatku cukup kewalahan
aku kira pelanggan hanya akan ada satu atau dua di dalam satu hari
tapi kenyataannya banyak sekali dari pelanggan tetap sampe dengan pelanggan baru yang berdatangan
aduuhh bisa keriting otakku kalau begini
belum lagi kalau pesanan dari pihak bank atau perumahan atau acara-acara ulang tahun
sedang banyak dalam satu hari itu aku bisa membuat faktur dan konfirmasi pesana. kepada pelanggan dan bagian purchasing dan gudang sangat banyak
rasanya lelah ingin pulang saja atau menikah saja
oohh mama papa rasanya sudah tak kuat tapi demi cinta aku rela 😥
sesaat tak terasa jam makan siang berlalu dan laporan yang dikerjakan Luna sudah hampir selesai
aku cukup tercengang dengan kecepatan Luna dalam mengolah laporan dan angka
"gimana bereskan" ucapku penuh selidik
kulihat Luna mulai bangkit dari singgasanaku dan memandangku
"Alhamdulillah bres dong" ucap Luna penuh Jumana
sebenarnya aku kesal dan sesal jadi satu
tapi untuk kali ini harus beramah-tamah demi karirku dimasa depan
"Alhamdulillah" ucapku penuh syukur
lalu data yang beru diinput tadi mana sambil menyentak Luna agar menyingkir dari bangku kebangganku
aku tak mau Luna berlama-lama mengotori bangku kesayanganku dengan mendudukan berat badannya disini
"udah sana pergi ngapain lagi kamu disini" sentakku kepada Luna yang masih bengong macam burung beo
huuuu dengan membuang nafas kasar aku tersenyum miring
akhirnya aku bisa bersantai karna laporan sudah selesai
batinku puas dan ada kebahagiaan tersendiri dihatiku
pasalnya aku menikmati bergaji tetapi rasanya tidak bekerja
nikmat sekali
ku lirik wajah Luna mendadak pias dan dia melanjutkan langkahnya yang kucekal tadi menuju pintu keluar kantor
tetapi tak lama kemudian
terdengar bunyi bell yang menandakan jam istirahat telah usai
apa-apaan ini batinku kesal
aku belum sempat makan siang dan kini aku harus bekerja kembali
haa sudah macam kuda aku bekerja tapi gak kaya-kaya
aku putuskan memesan makanan via online lewa kekasih hatiku tentunya
aku minta diantarkan burger deluxe tak lupa kentang goreng dan minuma manis tentunya
sang pujaan hatiku tentu saja langsung menuruti apa kemauanku
karna salah satu syarat aku mau bekerja adalah dengan dia mau makan siang denganku atau memenuhi mauku jika tiba waktu makan siang atau sekedar menemaniku jalan-jalan ngemall dan ajang pamer kegeng sosialitaku
Ting Ting Ting
pesan jawaban dikirim pacar kesayanganku
YESS tinggal menunggu waktu pesanan diantar dan langsung eksekusi makanan kesukaanku itu
rasanya sudah menari-nari cacing di dalam perut ini
__ADS_1
bersambung .....