
Siang itu tampak satu pintu kosan diramaikan oleh berapa teman-teman Luna dari tempatnya bekerja
Ada sekitar enam orang laki-laki dan dua orang perempuan disana
Disela keramaian itu ada dua orang pria teman masa sekolah dahulu
Luffy dan dwi
Tak membutuhkan waktu lama bagi Luffy dan Dwi untuk mengakrabkan diri denga teman-teman satu kantor Luna
Begitu pula dengan luna
Teman-teman satu kantor dari segi umur sangat bervariasi
ada beberapa yang sudah berkepala empat dan beberapa seumuran dengan luna
Disela keseruan obrolan mereka
raya nyeletuk dengan nyaringnya
"kita disuguhin pempek doang nih ceritanya" cicit raya sembari mengedarka pandangannya kesemua sajian didepannya
Padahal sudah ada beberapa gorengan tahu, pisang goreng, tempe goreng dan bakwan
Menurut raya semua menu ini sangat tidak baik buat berat badannya
"neng Luna syantikk manis ulala noh kan banyak gorengan tinggal pilih dan celupin ke cuka begini nihhh, langsung hap nyam nyam nyam" ucap Toni salah satu crew OB dikantor
"eeiii itu berlemak gak bingitt dong buat kesehatan" cibir raya dengan gaya khasnya
semua yang ada disana tertawa oleh tingkah raya
Luna dan Bu Wati tidak merasa tersinggung sama sekali karna mereka faham untuk sebagian orang yang membatasi mengkonsumsi gorengan yang berminyak akan sangat berat menyantap hidangan yang mereka sajikan
"kalian tau ini nih yang bikin mbak Atik gemuk" ujar raya sambil menggelitik mbak atik
Mbak ati yang sedang menikmati semangkuk pempek dan ada pula potongan bakwan, tahu isi dan tempe pun sontak menoleh tanpa menghentikan aktifitas makanya
Lalu dengan susah payah menelan semua makanan yang ada dimulutnya
"mbak raya ehh non raya bukan lemaknya yang tinggi tapi kalorinya keles" jawab mbak Atik menirukan gaya bicara manjahlita raya
"nah itu tau" jawab raya kesal
"kalau ini tempe" ujar chef Agus sambil menyomot tempe
Sontak gelak tawapun kembali meramaikan suasana
lalu
"kak raya ini ada salad buah ata es duren kocok kakak bisa pilih menu ini aja" ujar Luna sopan sambil menyodorkan dua buah menu makanan tadi
Salad buah dan es duren kocok adalah buah tangan dari Luffy dan Dwi dimana mereka hanya membeli masing-masing empat porsi
mereka pikir cukup untuk Luna, ibu Wati, Luffy dan juga Dwi
Luffy dan Dwi tidak lah tahu acara hari ini akan bertambah ramai dengan kehadiran teman-taman dari kantor Luna bekerja
"nah ini baru sehat cocok buat tubuh dan juga kecantikan" ujar raya dengan gaya cantiknya
"iyeee neng sok atu dimakan" ujar pak Wardi salah satu bagian pacaging
sambil menikmati salad buah yang di sodorkan oleh luna barusan
Raya mengetik sesuatu di layar handphone nya
Lalu melanjutkan pendapatan mengenai gorengan
"kalian semua denger iya kenapa gorengan itu tidak sehat ...." raya menjeda ucapannya lalu
menjelaskan satu persatu masalah gorengan yang dihidangkan hari ini dengan panjang kali lebar dan kali tinggi
Kalori gorengan bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis dan bahan. Namun, pada umumnya, berikut ini adalah rentang kalori makanan sejuta umat tersebut per potongnya:
Bakwan
Kalori: 137.
Lemak: 75 persen.
Karbohidrat: 19 persen.
Protein: 6 persen.
Tempe goreng tepung
Kalori: 72.
Lemak: 50 persen.
Karbohidrat: 29 persen.
Protein: 20 persen.
Tahu isi
Kalori: 134.
Lemak: 44 persen.
Karbohidrat: 26 persen.
Protein: 30 persen.
Pisang goreng
Kalori: 68.
Lemak: 44 persen.
Karbohidrat: 54 persen.
Protein: 2 persen.
__ADS_1
Cireng
Kalori: 70.
Lemak: 58 persen
Karbohidrat: 36 persen.
Protein: 5 persen.
Risoles
Kalori: 96.
Lemak: 36 persen.
Karbohidrat: 37 persen.
Protein: 27 persen.
raya menarik nafas sesaat kemudian dengan semangat membara memberitahukan hal yang barusan raya ketahui lewat handphone kepada semua yang ada dirumah Luna
Semua orang hanya manggut-manggut dan tentunya tidak mengurangi antusias mereka dalam mengkonsumsi yang namanya gorengan dan pempek tersebut
Karna merasa sudah paling pintar dan benar raya menampilkan tampak sok paling yes dihadapa semua orang lalu
"neng kalau semua orang seleranya saa kaya neng ini, dijamin banyak kang gorengan gulur tikar" ucap Dwi dengan santai dan diiringi kekehan
"kasihan anak istri yang menunggu dirumah iya karna dagangannya gak laku" ucap Toni crew OB menyahuti
"saya sebelum begini juga penjual gorengan" ucap chef Agus santai
Raya terhenyak dan menoleh tak percaya seorang chef handal populer di kantornya pernah jadi kang gorengan
Seorang kakng gorengan di bayangan raya
Abang-abang dengan handuk dibahu, peluh bercucuran, tanga penuh dengan tepung, badan bau minyak goreng dan tentunya wajah berminyak
Eiiiiewww gak banget deh batin raya
Tapi kok ini tampang chef Agus OK punya gak ada sama sekali menunjukkan bahwa chef Agus mantan kang gorengan
"hmm hmm chef a a Agus serius" tanya raya terbata
"Yoi neng dua rius malah, saya jualan di pinggir jalan pake keronjong yang dipikul" ucap chef Agus sambil memperagakan gerakan memanggul keronjong dibahu
"cireeeng cireeng, ubii gorengan" ucap chef Agus melanjutkan sapaan khas abang-abang gorengan
Sontak semua tertawa dan bercanda
Memesan satu persatu menu gorengan yang di pikir oleh raya tidak sehat
Dengan bibir mengkrucut raya mengambil satu mangkok pempek beserta cukanya dan memasukkan bakwan dan tahu isi secara asal dan menyantapnya dalam diam
dalam kediaman dan kebisuannya raya membatin
Waduh mantap kali ini pempek bercuka dan gorengan kalau aku nambah bisa kali
dengan jari lentik yang sudah terkena cuka pempek raya menikmati pempek dan aneka gorengan tadi diiringi liran dan kode-kodean dari semua yang ada disana
"lihat nih mbak Atik habis berapa banyak gorengan sama pempek, baru pertama kali makan Iya mbak" ujar chef Agus menggoda mbak atik yang sebenarnya ditujukan kepada raya
mata raya mengekori arah suara chef Agus dan kemudian menatap mbak Atik yang dilihatnya sudah tidak memegang mangkok pempek dan gorengan tapi malah memegang salad buah
"aduh chef Agus saya mau diet nih, salad buah nih bagus buat kesehatan, apalagi banyak susu begini" ujar mbak atik menunjukkan sesendok salad buah kepada chef Agus dan semua orang Disana
Tawapun kembali pecah
"Bu Wati ini pempek mantap kali lah" ujar bang Tigar kepada ibu Wati ibunya Luna
"terimakasih pak, tapi maaf ini kami buat tidak pakai ikan tenggiri" ucap Bu Wati
"iya pak kami cari di mall disana gak ada ikannya" imbuh Luna
"bukan niat mau nipu iya pak, bilangnya pempek khas Palembang tapi bahannya beda" ucap Bu Wati sungkan
"wadidauu gak pake sebangsa ikan tenggiri pun kau enak sekali pempak macam mana pula kalau pakai itu ikan" ucap bang Togar berbicara dengan pempek ditangannya dengan logat medannya yang khas
Sontak ibu Wati dan Luna tertawa dan disahuti oleh beberapa orang yang ikut tertular oleh tawanya Bu Wati dan Luna
"mungkin ikannya sedang mudik Abang" jawab Dwi sambil tertawa
sontak bang Tigor menepuk jidatnya
"ala makkk macem tau aja kau itu ikan takut aku santap hahahah" bang Tigor tertawa sambil mengunyah
Stoker bagian gudang satu ini bila bekerja sangat disiplin tetapi kalau sudah bercanda sangat asik sekali pembawaannya yang santai dan logatnya yang kental membuat teman bertah berlama-lama duduk bersama
Setelah satu mangkok pempek dan aneka gorengan telah tandas disantap oleh raya
raya melanjutkan dengan satu cup es duren kocok yang menggugah selera
ekor mata raya memindai semua orang diruangan itu yang sudah selesai semua bersantap dan sedang menikmati petikan gitar dari Luffy dan beberapa ikut bernyanyi
ditelitinya sosok laki-laki didepannya ini
Dari tadi raya perhatikan Luffy seperti membawa aura bahagia dan ceria tetapi dia irit bicara
Ada ketertarikan sendiri yang dirasa oleh raya sama halnya seperti raya tertarik dengan chef Agus salah satunya karna chef Agus adalah chef yang sedang populer
"ini temen Lo semua Luna dari kampung juga? " tanya raya kepada Luna
"iya kak kita dari kampung cuka tetanggaan kampung gitu" Jabar Luna kepada raya
"oohh gicu tapi beda iya" ucap raya sambil sesekali menyeruput es duren kocoknya
"beda .." Luna mengernyit heran alis tipis diatas matanya tertaut satu sama lain
"iya beda, mereka ok kok kamu kamseupay hahaha" raya tertawa sendiri meledek Luna
Luna dan mbak Atik bersama memutar matanya malas meladeni kejulitan raya
"iya kan memang beda" ucap raya sambil menatap kedepan arah Luffy bermain gitar
__ADS_1
"mbak eh non raya kita juga Lo dari kampung, kampung Pulo kalo mbak raya dari bandar gerbang kan" ucap mas Toni polos
Sontak semua mata menoleh pada raya dan Toni
"raya lu dari bandar gerbang" ucap chef Agus sambil terheran
gelak tawa kembali rius entah apa yang ditertawakan beberapa orang Disana
Yang jelas Luna, ibu Wati, Luffy dan Dwi tidak faham
terlihat raya mulai kesal dan
"mas Toni kamu iya emberan banget jadi orang" raya kesal mulai berdiri dan menghentakkan kakinya
"hayoo mbak Atik pulang" dengan kesal raya mengaitkan sepatu tingginya yang berwarna pink
"luu sih mas Toni ember jadi ngambek kan paduka ratu haha" ucap mbak Atik ikut kesal
Pasalnya mbak Atik masih mau berlama-lama dirumah luna
Sesekali menghilangkan penatnya bekerja dengan kumpul bareng dan bersantai
"laahh kan emang bener too" ucap mas Toni kekeh dengan pendapatnya
"iye ton lu gak salah yang salah gue" ucap chef Agus sambil menahan tawa
"neng ini salad buahnya gak mau di bungkusan dulu apa " tawar Bu Wati kepada raya
Luna menoleh heran kepada ibu Wati
Padahal ibu Wati tahu itu salad buah pemberian temanya Luffy dan Dwi rasanya tida etis apabila ditawarkan kepada tamu mereka
"enggak deh raya bisa beli sendiri" ucap raya masih dengan tampang kesal
"buat Atik aja. Bu" ucap mbak Atik menyambar satu kotak salad buah dari tangan Bu Wati
"terimakasih iya mbak Luna Bu Wati pempek bercukonya rancak Bana" ucap mbak Wati memberi jempolnya
"apaaan rancak Bana salah bahasa woii" ucap mas Toni
"lah kan bahasa Palembang kayak iklan saos sambal itukan" ucap mbak Atik
tanpa sadar bahwa bahasa yang diucapkan olehnya merupakan bahasa Padang
Yang memang digunakan didalam iklan saos sambal yang populer pada masa itu
"tambaee ci ek" ucap chef Agus
Tawa renyah kembali terdengar
Raya makin sebal dan melipat kedua tangannya didepan dada
"iiihh mbak Atik buruan" perintah dari raya
"iye non iye" jawab mbak Atik sambil berlalu
Kedua wanita berbeda penampilan itupun berjalan menjauhi rumah kosan Luna
Luna memandang punggung kedua wanita satu kantornya itu hingga menghilang
Tak terasa beberapa jam terlewati keseruan telah berlalu sau persatu teman kerja Luna pamit mengundurkan diri
"Bu Wati terimakasih jauannya pempeknya sedap nian, mantap" ucap chef Agus dengan memberikan kedua jempolnya
"iya Bu wueenak pake bingit, jangan kapok bikin pempek lagi kalau kita main iya" tawar mas Toni
sontak bang Tigor menjitak kepala mas Toni pelan
"kau ini Ting bisanya cuma makan gratis, kau fikir bikin pempek buat kamu cukup cuma satu" ucap bang Tigor
"hehehe iya lain kali bang Tigor yang modalin to" ucap mas Toni terkekeh pelan
"nah setuju" ucap beberapa orang serempak
"tenang aja kau tong tepung digudang banyak kali" ucap bang Tigor seolah berbisik tetapi tetap dengan nada dan volume suara yang kencang
"hahahah Buu Wati harap maklum iya, ini anak-anak suka sekali bercanda" ucap chef Agus sopan
"semoga Bu Wati tidak kapok dan betah disini, yakin lah Luna dan kami semua disini sudah seperti keluarga sendiri" lanjut chef Agus
"iya chef terimakasih sudah mau main dan temani Luna anak saya satu-satunya, minta bantu dijaga dan di tegur jika salah, supaya calonnya dikampung juga tenang" ucap Bu Wati sumringah
sontak Luna terlonjak kaget dan memegang tangan Bu Wati
Hanya saling menatap sebentar lalu
"wahh adik kita satu ini sudah ada yang menunggu iya dikampung" ucap bang Tigor
"eehh emm anu" belum sempat Luna menjawab Bu Wati sudah memotong kalimat Luna
"iya bang, doakan iya, lunanya mungkin gak mau cepat-cepat, masih mau cari pengalaman satu atau dua tahun katanya" ucap Bu Wati menjelaskan
Semua orang yang ada disana manggut-manggut tanda faham akan maksud Bu Wati
Sebagian para lelaki yang memiliki niat satu langkah lebih dekat dengan Luna harusnya faham dan mengerti
Istilahnya harus sadar diri dan mundur alon-alon karna sang pujaan hati sudah terikat dengan pria lain
"semoga diberi kelancaran sampai hari bahagia iya neng" ucap pak Wardi bijak
satu persatu menyalami tangan Bu Wati dengan takjim tak lupa ucapan terimakasih atas jamuan pempek khas Palembang yang sangat endulita, mereka beruntung bisa menyantap pempek yang begitu mantap dan cukonyo yang begitu sedap sungguh ucapan terimakasih mereka lontarkan tulus dari lubuk hati yang paling dalam
Kini tinggallah Bu Wati, Luna, Luffy dan juga Dwi dikontrakan ini
Luffy da Dwi walaupun mereka adalah kaum pria tetapi tak sungkan dalam membantu kerepotan wanita
Tanpa dikomando mereka berdua membantu Luna merapikan mangkok-mangkok sisa pertempuran pempek dan cuko
Merapikan sisa gorengan yang masih beberapa biji lalu menyapu ruang tamu dan teras
setelah rapi mereka kembali mendudukan dengan nyaman bobot tubuhnya
Lalu....
__ADS_1
---- bersambung ----