Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
bekal pengetahuan baru untuk luna


__ADS_3

tawaran dari ibu RT disambut baik dan antusias oleh kedua orang tua Luna


begitupun Luna sangat menyambut dengan senang dan bersemangat


bagaimana tidak bersemangat kali ini kedua orang tuanya tidak berselisih faham dan mendukung penuh apa yang akan Luna jalani kedepannya


setelah mengikuti serangkaian pendaftaran dan tes akhirnya Luna dinyatakan sebagai murid les komputer ternama di kota yang jarak antara rumah dan kota dimana Luna mengenyam pendidikan les komputernya adalah kurang lebih dua jam


keseharian Luna sekarang pun bertambah selain seminggu tiga kali luna belajar les komputer dikota hari-hari biasa akan Luna isi dengan memproduksi makaroni goreng rasa balado dan jagung manis


Luna sejak kecil memang sudah memiliki hobi mandiri mencari cuan sendiri tidak merasa sangat keberatan atas apa yang Luna jalani sekarang ini


dulu ketika mengeyam pendidikan sekolah menengah atas Luna tak malu berjualan pulsa atau keripik pedas yang dititip kan kepada ibu kantin


jika mengingat masa itu Luna akan tertawa sendiri pasalnya selain menghasilkan cuan dari berdagang lunapun menghasilkan julitan dari beberapa teman wanita yang merasa kelakuan Luna sangat kampungan


---- flashback on ----


"dih lihat kamseupai lewat" tunjuk salah satu siswa yang bernama Tuti dengan bersedekap tangan didada dia menunjuk menggunakan bibirnya memberitahukan para anggota geng nya yang terdiri dari tiga orang wanita-wanita syantik mereka menjuluki geng wanitanya


"eewww gak level banget deh" salah satu siswa wanita menatap jijik lada Luna


"cinta kenapa dia gak dikeluarin aja sih dari grup tari kita" usul sis salah satu anggota geng wanita wanita syantik manjalita ulala


"hmm aku dikirim dulu iyaa kalau dia masih kamoungan katrok norak begitu kita keluarin aja" jawab ketua geng mantap


luna hanya berjalan santai tak menghiraukan ketiga teman satu grup tarinya itu padahal yang menjadi objek gibahan adalah Luna


"ihhh dasar ngelesin banget mukanya tuu lihat tuuu sok sok an banget cuma penjual keripik aja sombongnya minta amit" ucap Tara salah satu geng wanita wanita syantik manjalita ulala


---- flashback off ----


Luna terkekeh geli mengingat kelakuan tiga sahabat satu grup tarinya tersebut bagaimana kabar mereka iya batin Luna


apa mereka akan bertambah jengkel kalau tahu luna sekarang berjualan makaroni goreng sambung Luna


"assalamualaikum kak Luna" sapa suara seorang bocah menyadarkan luna dari lamunannya


"iya waalaikumsalam sini kakak dipintu belakang" teriak Luna


perumahan untuk penjaga sekolah ini sangat minimalis jadi suara teriakan lunapun dapat didengar sampai diteras depan


"Dodo kamu tumben kesini" tanya luna sambil mencubit gemas pipi gempal Dodo anak bude anis yang punya warung terbesar dikampung luna


"kata ibu ini amplop buat mbak luna sama sekalian ambil makaroni lagi tapi tambah masing-masing dua renteng" ucap dodo bersemangat empat lima menyampaikan pesan ibunya


"okay siap bos laksanakan, tunggu sini iya hayo masuk" sambil menerima amplop dari Dodo dan mengajak bocah kecil gembul itu masuk


"ini pesanan ibu Dodo dan ini buat jajan Dodo iya" luna menyerahkan makaroni sesuai pesanan ibu Anis dan tak lupa menyelipkan lima ribu rupiah untuk jajan Dodo kecil


"yeyyy terimakasih kak Luna rejeki anak sholaha, Alhamdulillah" ucap dodo penuh rasa syukur tapi Dodo lupa bahwa ada yang salah dengan ucapan Dodo


"wkwwk hahahaah ahahah Dodo anak yang Sholeh sayang bukan Sholeha" tawa Luna takhenti sambil memegang perut bagaimaba tidak ucapan singkat Didi sangat mengocok perut Luna


"ehh iya salah" polos dido menjawab


setelah drama kelucuan Dodo luna mengecek jam dipergelanga tangan satu jam dari sekarang luna harus bersiap-siap untuk berangkat kekota bersama mbak sely anak ibu RT guna mengenyam pendidikan les komputer


setelah rapi bersiap tak lama dari arah depan rumah terdengar klakson motor berkali-kali memanggil Luna


luna sudah sangat hafal dengan klakson tersebut siapa lagi kalau buka kak sely


"Luna hayoo" ajak kak sely


"hayo kak Luan kunci pintu dulu" jelas Luna


"ibu bapakmu sudah berangkat kekebun Luna"tanya kak sely


"iya kak sudah dari tadi pagi-pagi sekali, biasa"jawab Luna sambil menaiki motor matic keluaran terbaru milik kak sely


selama perjalanan ada saja yang sely dan Luna bahas tentunya hal-hal ringan mengenai remaja atau hal rendem lainnya tentunya tetap memperhatikan keselamatan dijalan karna mengingat perjalanan mereka adalah kekota


tentunya jalanan kota adalah jalan linta yang ramai akan kendaraan umum pribadi atau kendaraan proyek


dikampung Luna terkenal dengan penghasil getah karet dan kelapa sawit jadi sudah hal yang biasa jika Luna melihat mobil-mobil bermuatan getah karet yang berbau dan berair yang keluar dari pembuangan mobil truk atau muatan sawit yang banyak tinggi menjulang didalam mobil


sesampainya di kelas kebetulan Luna dan kak sely berbeda kelas


mereka berdua memang satu angkatan tetapi mereka mendapatkan kelas yang berbeda mungkin dikarenakan saat pendaftaran kak Selly lebih dulu mendaftar di gelombang satu sedangkan Luna mendaftar lada pendaftaran digelombang ke tiga


dikelas yang berAC dengan komputer dihadapan masing-masing murid dan suasana kelas yang nyaman membuat Luna betah berlama-lama dikelas walau mata pelajaran sudah habis masih tersisa waktu istirahat pergantian kelas selama tiga puluh menit


Luna gunakan untuk membaca materi selanjutnya supaya apa yang disampaikan oleh guru Luna sedikit banyak sudah mempelajarinya


beruntung disekolah Luna walaupun berada dikampung tetapi pernah beberapa kali Luna praktek komputer dengan komputer yang tersedia disekolah walau hanya ada sepuluh unit untuk empat puluh siswa disekolah

__ADS_1


Luna masih dapat kebagian untuk praktek bersama selama belajar mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komunikas) sekedang menyalakan dan mematikan komputer Luna sudah khatam


bahkan yang namanya hardisk Luna sudah mengenalnya perangkat komputer seperti CPU dan mouse Luna pun sudah berkenalan dan mampu mengoperasikannya dengan baik dan benar


Luna membaca materi yang ada didepannya yaitu materi Microsoft office word - Excel disini tertera penjelasan apa itu Microsoft office word - Excel dan kegunaannya


Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation yang dapat dijalankan pada Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office. Wikipedia


pengertian dari microsoft office excel?


"Microsoft Excel adalah aplikasi yang memungkinkan input data berupa tulisan, teks, angka, atau fungsi kompleks lainnya." Aplikasi ini juga dikenal dengan sebutan spreadsheet (lembar kerja elektronik). Program ini membantu pengguna untuk menghitung, menganalisis, juga mempresentasikan data.


sangat cermat dan teliti Luna membaca semua materi yang ada di layar komputer didepannya


hingga tepukan dibahunya yang mengagetkan konsentrasinya


"eh copot eh copot copot" teriak Luna terkaget dengan tepuka dipundaknya


"hahaha lunaa kamu latah ahhah" tawa kak sely pemilik tangan yang menepuk pundak Luna


"kak sely ngagetin untung jantungku gak copot" elus tangan Luna didepan dadanya


"haha maaf iya habis serius pake banget mukamu lihatin apasih ngepoin mantan iya" canda kak sely


walau umur kak sely satu tahun lebih tua dari Luna tapi kak sely tidak pernah membuat jarak batas kedekatan mereka orang yang tidak tahu akan hubungan mereka akan menganggap kalau mereka adalah saudara kandung yang padahal kenyataannya mereka hanya bertetangga dalam ruang lingkup kampung


"apa mantan jenis makanan apa itu manta"canda Luna


Luna dan kak sely tertawa bersama


lalu kak sely duduk dibangku sebelah Luna yang nampak kosong


"kamu baca materi apa Luna" tanya kak sely dengan tampang seriusnya


"ini kak Excel, keren iya yang nemuin program ini, bisa membantu kita mengolah data dan angka mana pakai rumus-rumus yang pasti tidak salah hitung dan hasilnya" bahas Luna dengan mode tak kalah serius


"hmm iya coba kalau pake kalkulator bisa ubanan orang bank kalau hitung satu-satu data iya" balas kak sely cekikikan khas yang hanya dimiliki kak sely


luna pun larut dalam tawa


sepersekian detik mereka kembali ke mode serius membaca dan mencerna materi didepan komputer masing-masing


bel berbunyi nyaring menandakan waktu jam istirahat telah selesai dan akan dilanjutkan dengan materi pelajaran les selanjutnya


les komputer seminggu tiga kali ini memakan waktu empat jam sekali pertemuan dengan sistem dua jam materi setengah jam istirahat dan lanjut dua jam materi lagi mengingat kelas exspres yang Luna dan kak sely ambil hanya tersedia tiga kelas saja dengan jumlah murid dua puluh dalam satu ruangan


namanya mbak Dewi wanita manis dengan jilba lebar dan senyum mengembang tak luput dari sudut bibirnya


mulai menerangkan dan menjelaskan materi yang baru saja Luna baca


sesekali mbak Dewi akan mengajak muridnya berinteraksi dengan memberikan pertanyaan percobaan dan pendapat dari para murid


kelas berjalan dengan seru dan banyak pelajaran baru yang Luna ambil dari kelas ini


selain ilmu pasti yang diberikan oleh dosen muda tersebut yaitu Microsoft office word - Excel


dikelas ini juga mengajarkan komunikasi dan pendapat masing-masing murid mengenai materi pelajaran yang dibawakan oleh mbak Dewi


"ok tema-teman sekarang waktunya kita mempraktekkan ilmu yang kita dapat hari ini, selanjutnya adalah tugas. ...." dengan telaten dan jelas mbak Dewi memberikan instruksi kepada para muridnya


"baik mbak" jawab murid serempak


tugas sudah selesai Luna buat di dalam komputer didepannya


dan sudah Luna save di flashdisk yang Luna siapkan supaya Luna mampu mengerjakannya dirumah


materi pelajaran yang ada diakun siswa masing-masingpun boleh di copy untuk pembelajaran dirumah


selama Luna berles dan mengerjakan tugas Luna akan kerumah kak sely meminjam lamptop yang dimiliki oleh kak sely


maklum dikampung nya ini yang memiliki laptop baru segelintir orang itupun orang-orang yang memang berkepentingan memiliki benda canggih tersebut


seperti kepala desa, sekertaris desa, kepala sekolah atau guru beruntung Luna dekat dengan anak ibu RT yaitu kak sely yang tidak pelit ilmu dan tidak sungkan membantu Luna untuk meminjamkan laptopnya guna Luna mengerjakan tugas les komputernya


tak jarang Luna dan kak sely saling mengoreksi atau bertukar pikiran mengenai materi yang sudah mereka terima berharap materi tersebut benah-benar mereka fahami bukan hanya sekedar dihafal lalu lupa untuk apa fungsi dari materi tersebut


"pelajaran hari ini kita tutup dengan Alhamdulillah sampai jumpa dilain waktu teman-teman semua" ujar mbak Dewi berseri tak ada beban yang nampak di wajahnya padahal sudah dua jam memberi materi arahan dan berkomunikasi dengan para murid les komputernya sunggu wanita yang sangat baik dan terpelajar batin Luna


diparkiran gedung tempat Luna dan kak sely menimba ilmu terlihat wajah kak sely lesu menatap ban motor belakangnya yang kempes karna kekurangan angin atau pecah ban kah


"kak sely" sapa Luna sambil berlari


"Luna ban kita bocor" dengan wajah cemberut kak sely menunjuk ban belakangnya yang sudah dalam keadaan bocor


"hmm dorong kebengkel ku" dengan enteng lun amemberi usul

__ADS_1


"seriusan" tanya kak sely meyakinkan


"serius udah bubar kak, hayu lah dorong" canda Luna memecah ketegangan


"iiihhh dasar hayu lah dorong" santai kak sely


dengan sedikit tenaga extra Luna dan kak sely mendorong motor keluar parkiran dimana mereka menimba ilmu


tak lama suara klakson panjang mengagetkan mereka berdua


tiinnnnn tiiiinnnn


"woy minggir"sentak suara laki-laki dari arah belakang


membuat kak sely yang berada didepan memegang stir terkejut dan jatuh tertimpa motor begitupun Luna dibelakang sely yang mendorong ekor motor sontak terkejut dan berteriak


"kak sely" dengan cemas dan khawatir Luna membantu kak sely keluar dari himpitan body motor maticnya


tak lama tempat kak sely dan lunabterjatuh akibat klakson yang mengagetkan merekapun telah ramai di kerumuni oleh pengendara motor yang sekedar melintas dan melihat keadaan kedua dara manis tersebut


"permisi permisi ada yang bisa saya bantu" ucap seorang pria membantu menyingkirkan motor dan menyelamatkan kak sely


"Sutikna kamu" tuding kak sely melotot


"Sutikna siapa kak"tanya Luna polos dan bingung


"iya aku kamu kok bisa jatuh gini" tanya pria yang dipanggil Sutikna oleh kak sely


"ban motor ku pecah"rengek kak sely


pria berseragam petugas lalu lintas ini membantu kak Sely dan menolong kami untuk membawa motor matic kak sely ke bengkel terdekat


di bengkel langganan kak Sutikna mengalirlah cerita kak sely dan kak Sutikna mengenai hubungan mereka


iya ternyata mereka adalah sahabat pada masa sekolah dahulu


selepas taman sekolah kak Sutikna memutuskan untuk bekerja demi membantu perekonomian sang ibu yang mana sang ibu adalah seorang janda dikampung nya


karna kak Sutikna adalah anak laki-laki satu-satunya dipunggung ya lah sang ibu meletakkan semua asa


kak Sutikna seorang pria yang humoris dan bertanggung jawab sejauh ini penilaian Luna


sangat jarang ditemukan laki-laki yang memuliakan ibunya, menghormati dan menyayangi ibunya diatas segalanya apa lagi kak Sutikna adalah salah satu siswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa namun beasiswa yang diberikan kepadanya tidak dia ambil demi tetap dapat merawat dan menjaga sang ibu yang sudah sangat tua


tidak memungkinkan untuk ibunya menjadi petani karet di kebun mengingat umur sng ibu yang sudah menginjak kepala lima


kak Luna dan kak sutikna bercengkrama dengan hangat seperti seorang yang sangat kenal luar dalam dan saling mengasihi


perhatian dari mereka yang saling bertanya kabar dan gestur tubuhnya terlihat sangat mencolok bahwa hubungan mereka bukan hanya sekedar teman sekolah saja


pasti ada udang dibalik bakwan


siapa yang tahu kalau ternyata mereka adalah mantan atau teman tapi mesra batin Luna


tepukan tangan didepan jawab Luna menyadarkan Luna dari lamunannya


,


"Luna hayo udah beres semua, mau pulang enggak" ajak kak sely


"kalau aku sih mau kak, tapi kka mau gak" goda Luna


"lunaa apa sih" jawab kak sely malu-malu


"sely barangkali kamu mau pulang kerumah ibuku mertuamu"goda kak Sutikna


wajah kak sely sudah merah bersemu bagai kepiting rebut sangat terlihat disana kak sely tersipu


tanpa menjawab dengan suara iya kak sely menarik tangan Luna dan tertawa


"KA kapan nyebar undangan nih" canda Luna kegirangan


"aku jadi pager ayu iya kak" seloroh Luna


"atau jadi penari sambut pengantin juga boleh asal dibayar" lanjut Luna


tak ayal Lunapun mendapat lemparan kunci motor tepat mengenai perut Luna dan happ dengan sigap Luna tangkap


"kakak pikirkan matang-matang tawaran kak Sutikna iya Luna yang nyetir" kekeh Luna


"iya sely pikirkanlah aku serius" ucap kak Sutikna penuh harap


apa ternyata tebakanku benar mereka adalah sepasang kekasih batin Luna


"iya curhatnya dirumah aja Luna hayo pulang" jawab kak sely dengan senyuman

__ADS_1


bersambung


__ADS_2