
dengan senyum-senyum dan segera mensejajarkan dirinya dihadapan Luffy
Anik tersenyum simpul dan bergeleng-geleng kepala menandakan bahwa Anik baik-baik saja
Anik yang merasa diperhatikan dan dikhawatirkan mendadak menjadi bisu lidahnya pun kelu
hanya sekedar menjawab iya aku baik-baik saja pun tak mampu Anik ucapkan
padahal sejak pertama anik lah yang memancing Luffy supaya bisa dekat dengannya
setelah insiden yang disengaja oleh Anik
Luffy dan Anik pun telah sampai di kantin karyawan di mana di sana telah berkumpul teman-teman lain yang juga mengikuti pelatihan di perusahaan ini
"kamu mau pesan apa" tanya anik malu-malu
"es teh manis mie ayam bakso Bu satu iya" ucap Luffy langsung kepada si ibu kantin
Anik hanya dapat berdehem dengan respon yang diberikan oleh Luffy
padahal tadi sudah ada kemajuan batin Anik
"Bu saya sama iya" unjuk Anik segera kepada ibu kantin takut nanti pesanannya datang tidak berbarengan dengan pesanan Luffy
Luffy dan Anik duduk dalam diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing
sesaat setelah memesan pesanan Luna datang
Anik da Luffy makan dalam keadaan saling diam menikmati makanan yang tersaji didepan mereka berdua
dengan nampak lahap Luffy menikmati mie ayam bakso di hadapannya
"kamu lahap banget, ini kesukaan kamu iya" Anik berusaha membuka obrolan kembali
merasa belum mendapatkan respon karna Anik lihat dimulut Luffy masih tersimpan banyak mie dan bakso
pasti suling tiba-tiba langsung menelan segitu banyaknya batin Anik
tanpa menunggu jawaban dari Luffy Anik melanjutkan
"aku suka banget makan mie ayam bakso apa lagi kalo makannya bareng orang yang bikin kita nyaman" lirikan maut dari Anik kepada Luffy
Luffy yang sudah menelan mie ayam bakso dimulutnya pun respon ucapan Anik satu persatu
"iya suka, hmm bener itu" jawab Luffy tersenyum simpul
Luffy sedang mengingat kenangan masa lampau saat sekolah dahulu
Luna sering kali mengajak Dwi dan Luffy sekedang makan mie ayam bakso atau mie ayam super pedas
tentunya Dwi dan juga dirinya mendapatkan traktiran dari Luna
karna walau masih bersekolah Luna sering mendapat kan job menari entah itu menyambut pengantin, menyambut bupati bahkan gubernur, tentunya semua hobynya itu menghasilkan pundi-pundi rupiah
untuk anak muda seumura mereka apa lagi status sebagai pelajar itu merupakan suatu hal yang sangat bagus dan prestasi yang patus diacungi oleh dua jempol
melihat respon dari Luffy yang tersenyum simpul dan menampilkan wajah merah merona tiba-tiba membuat hati anik menghangat dan ada desiran aneh didada
padahal kenyataannya senyuman Luffy barusan karna Luffy sedang mengingat sahabatnya Luna gadis polos apa adanya dari kampung sebelah
andai Anik tau betapa kecewa hatinya
sepertinya Anik menjadi tentara yang kalah sebelum berperang
"heii senyum-senyum sendiri gak bagi-bagi" senggol sikut Anik kepada tangan Luffy
Luffy yang mengadari hal tersebut menjadi salah tingkah
bagaikan maling yang tertangkap basah Luffy menggaruk telinganya yang tak gatal
"hehehe" hanya kekehan yang keluar dari mulut Luffy
setelah acara makan siang bersama selesai
Luffy dan Anik beserta kawan-kayan satu pelatihan kembali menuju ruang pelatihan guna mengikuti materi pelatihan selanjutnya tentunya dengan trainer yang berbeda sesuai dengan materi yang akan dibawakan
--- ----
sementara itu di tempat lain
Luna sedang menikmati makan siang buatannya
Luna kini rajin membawa bekal pasalnya sang ibunda berada di jakarta untuk beberapa waktu kedepan
terkadang Luna memakan bekalnya dimeja kerja atau dikantin bersama team yang lain
tapi terkadang Luna makan siang dirumah dengan alasan mau menemani sang ibu
Luna takut sang ibu akan kebosanan hanya sibuk dikontrakan dan perdapuran setiap harinya
Luna tersedak air minum yang sedang iya minum
dengan memukul dadanya Luna berusaha menetralisir batuknya
tepukan dibelakang punggungnya membantu Luna menetralisir batuknya tadi
lalu
"maaf neng Abang cuma mau bantuin, kasihan amat anak gadis orang keselek daging Lo " ucap salah satu chef junior di tempat Luna bekerja
"ehhh chief ini keselek air putih" sambil menyodorkan minum putih didalam Tupperware milik Luna
sejenak mereka terdiam lalu
pecahlah ketawa mereka berdua
ada-ada saja tersedak karna air putih aahh bikin malu saja batin Luna
Waja Luna memerah bak kepiting rebus
__ADS_1
segera Luna mengelap bibirnya yang sempat basah dan jilbabnya yang terciprat air
"makanya kalau makan bagi-bagi" canda chef Agus kepada Luna
chef Agus adalah pria sigle incaran para SPG , OB dan bagian office
chef Agus yang memiliki perawakan putih, kulit sawo matang yang bersih, wajah sedikit kearab-araban dan hidung mancung mampu membius para kaum hawa
walau dengan ketampanan yang lebih dari standar menurut para wanita di kantornya
Luna merasa chef Agus adalah orang yang bijak, terkadang kocak dan sudah Luna anggap sebagai kakak laki-laki
Luna pertama bertemu dengan chef Agus saat menghandle orderan dari bagian wholesale dimana saat itu raya izin tidak masuk kerja
tentunya tanpa izin tetapi karna bagian HRD adalah keluarganya atau lebih tepatnya calon keluarganya makan disini raya diperlakukan berbeda
bukan hanya Luna yang merasakan hal itu karyawan yang lainpun terkadang dibuat kesal oleh raya yang terkadang menyepelekan orderan dari seseorang via telfon
raya merasa mereka hanya memesan karna da promo diskon
orang yang kaya tidaklah akan melakukan hal memalukan seperti itu penjelasan raya jika ditegur oleh luna atau chef yang bertugas agar raya berubah menjadi lebih baik lagi dalam memenuhi pesanan pelanggan
padahal jika jalan-jalan di mall dan dibutuk kesukaan raya apa bila ada pajangan yang bertuliskan for sale buy two get one free
raya akan bergegas memburu barang tersebut
raya bak tidak bercermin kepada diri sendiri apa yang iya benci tetapi kebalikan malah raya pula yang hobi melakukannya
"buru-buru amat makannya, emang mau kemana" cecar chef Agus
"takut diminta sama chef jadi buru-buru"
"kan chef gak punya air didalam Tupperware warna ungu" balas Luna tak kalah bercanda kepada chef Agus
"iiuuutt busyet bisa dikira janda dong gua neng" chef Agus sambil memukul jidatnya yang tak pusing dan tak ada pula nyamuk disana
ruangan Luna terdengar ramai oleh dua manusia yang berbeda kelamin tapi bersatu dalam candaan receh yang membuat mengocok perut mereka sendiri
"eehh Luna besok ada acara gak, anak-anak pada mau main ke kosan lu, bisa kali makan-makan pempek gitu" sambil menaik turun kan alisnya chef Agus merayu Luna agar mau menerima beberapa teman produks dan pacaging yang hendak bersilaturahmi
"gak ada chef besok Sabtu gak keburu buat pempek chef, Minggu aja gimana" tolak Luna halus dan mengusulkan untuk mengganti hari berkunjung
"bilang aje lu mau malmingan alias malam mingguan kayak orang-orang kan, aaahh alasan aja luu tepung terigu" ucap chef Agus
belum sempat Luna menjabat
mbak ati kepala OB datang dan menyambar obrolan hangat mereka
"iya nihhh bisa aee mbak Luna nolaknya, dasar cuka pempek" sambil mengibas-ngibaskan kemocengnya
"wihhh main kroyokan iya, udah kayak air hujan aja nih berdua" balas Luna sambil memonyongkan bibirnya
"apaan tu air hujan" jawab mbak Atik dan chef Agus bersama
"iya air hujan berani turunnya rame-rame, sini coba hayo sendir-sendiri" sambil mengepalkan kedua tinjunya Luna bak seorang petinju menantang lawannya
"wweeeiiii ngeriiii orang Kito galo ngamuk" chef Agus mengibaskan tangannya
tawapun kembali pecah diruangan Luna
setela puas tertawa dan mengkondisikan perut masing-masing akhirnya disepakati bahwa hari Minggu jam makan siang anak-anak tempat terja luna akan berkunjung bersilaturahmi
ini salah satu cara luna dan chef Agus mengenalkan teman-teman kerjanya kepada ibunda Luna
pasalnya bag Ucok banyak bercerita kepada chef Agus untuk membawa pengaruh atau lingkungan positif untuk Luna
siapa sang ibunda tenang mempercayakan Luna diperantauan
chef Agus adalah salah satu chef yang dewasa dan agamis tidak seperti bang Ucok yang sedikit urakan
walau begitu kedua pria yang sudah Luna anggap sebagai kakak ini memiliki niat dan hati yang baik
mereka tulus menjaga Luna seperti menjaga adik perempuannya sendiri
-----
dreett dreettt dreett
dering handphone Luna bergetar menandakan ada pesan masuk
klik dengan saku klik Luna membuka pesan tersebut
"assalamualaikum mbak brow besok kami main Yau malam mingguan oi" pengirim Dwi
"wokeh siape Bai boy" Luna
(ok siapa aja boy)
"diriku dan dirinya sajo" Dwi
"okay siap" balas Luna
"nak dibawe ke pedie"
(mau dibawakan apa) tawaran dari Dwi
"es duren kocok enak boy"
"siap mbak broww laksanakan" balasan dari Dwi
Luna meletakkan handphone kembali ke nakas kerjanya
kembali kelayar komputer didepan Luna
sepersekian detik fokus Luna kembali ke handphonenya
"assalamualaikum mbak brow besok kami main ye" pesan dari Luffy
"okay jangan lupe hantaran es duren kocok yang banyak ye" balas Luna dengan bercanda diiringi emoticon mata berkedip
__ADS_1
disebrang sana Luffy memandangi handphone nya dengan senyum sumringah dan hati membuncah
walau Luffy tau Luna gemar sekali bercanda tapi dibalik candaannya itu Luffy mengaminkan semua perkataan baik yang dilontarkan Luna
Luffy berharap dengan mengaminkan sesuatu hal yang baik akan diaminkan juga oleh malaikat dan dicatat di kerajaan langit Allah dan akan segera dikabulkan
beberapa kata sudah diketok Luffy namun kembali Luffy halus dan mengitik lagi halus lagi
Luffy menghembuskan nafasnya yang tertahan lalu
klik send -- mengirim ---
tak berselang lama status pesnanya terkirim
dengan mata melotot Luffy kalang kabut dan berdiri dari tempat duduk nya
semua mata diruangan itu memandang Luffy
Luffy yang belum sadar akan tatapan lara teman satu teamnya masih terpaku pada layar handphone nya
lalu sesat kemudian
Luffy dikejutkan dengan pintu yang terbuka
semua mata teralihkan ke pintu tersebut
sosok laki-laki berwibawa masuk dan mengucap salam pembuka pertanda materi selanjutnya akan dibawakan olehnya
dengan susah payah luffy meneguk air liurnya sendiri dan dengan tenang menyimpan handphone tak lupa mode silent iya pilih agar tak mengganggu jalannya pelatihan kali ini
sebab Luffy suda mendengar desas desus bahwa bapak satu ini terkenal tegas dan pelit kaan nilai
bapak satu ini tidak akan memberikan nilai yang bagus kepada karyawan pelatihan yang tidak disiplin dan tidak memperhatikan materinya dengan baik
---------
diruang kantor Luna masih disibukkan dengan setumpuk surat jalan yang barusan saja datang dan diberikan oleh mbak Atik head OB
"mbak Luna mata nya gak jereng liat segitu banyaknya faktur" tanya mbak Atik disela kesibukannya
"insyaAllah enggak mbak, malah seneng temanan sama angka dari pada enggak punya temen, kan kayak uji nyali" jawab Luna masih fokus dengan faktur dan layar komputernya
"yaa Ela sendirian dong, kalo udah gak kuat lambaikan tangan ke kamera ye mbak Luna" colek mbak Atik diiringi tawa hehehe khasnya mbak atik yang mengakibatkan kembang kempis perut endutnya
"hahahaha disebalah sini ada penampakan, ratu dari khayangan" tunjuk luna sambil memejamkan mata khas sekali suatu acara uji nyali yang bertema horor
untuk kesekian kalinya mereka tertawa bersama
suasana kantor yang sangat nyaman membuat Luna tidak pernah merasa terbebani dengan pekerjaannya
walau Luna memegang sebanyak tiga puluh dua cabang yang setiap harinya harus dikontrak via data faktur, Luna juga harus menjalin komunikasi dengan SPG yang bertugas di outlet/cabang terpilih yang disaa ditempatkan masing-masing satu SPG
---------
ditempat lain
Luffy merasa sedikit khawatir pasalnya SMS yang Luffy kirim sampai sekarang belum juga ada balasan
dipandanginya kembali handphone nya
dilayar itu terteranyata pesan yang Luffy kirim sejak tadi
"Jangan kan es duren kocok, seperangkat alat sholat dibayar tunai Bae insyaAllah aku sanggup mbak brow" begitu kira-kira isi pesan yang dikirim oleh Luffy kepada Luna
baru kali ini Luffy cemas menantikan balasan dari Luna
padahal dahulu ketika masa sekolah candaan seperti ini terdengar biasa saja
tapi kali ini entah kenapa berbeda
Luffy menebak-nebak alasan apa yang membuatnya tidak membalas pesan dari Luffy apakah Luna ilfill bahasa gaulnya
mendadak Luffy kembali kemas
ia meremas rambutnya yang panjangnya tak seberapa itu
sambil mondar-mandir bak setrikaan berjalan Luffy menatap layar handphone
jika bertemu
apa yang akan Luffy sampaikan pada Luna nanti bila Luna membahas pesannya yang satu itu
dreetttt dteeeertt dtrreeeet
klik klik gegas Luffy membaca barisan huruf di layar handphone
sejenak dan terpaku
nafaspun luffy tahan
dunia seakan berhenti berputar
mendadak Luffy jingkrak-jingkrak tak karuan
bak orang yang habis menang lotre Luffy mengepalkan tangan dan bersorak yes yes yes
jika saja ada teman yang melihat kelakuan Luffy pastilah akan menggelengkan kepala secara kelakuan Luffy pastilah membuat orang sekitarnya terheran hanya karna sebaris pesan yang barusan dibacanya membuat Luffy mengungkapkan dengan expressi yang berlebihan
handphone Luffy tersimpan cantik disaku celana Jean nya
lalu Luffy ke bagian pengawas mes guna mengajukan izin keluar untuk kepentingan menjenguk keluarga
begitulah alasan yang dibuat Luffy di kolom izin
dimest ini memiliki peraturan apa bila selesai jam training
karyawan di wajibkan kembali ke kamar masing-masing tetapi apa bila ada keperluan hendak keluar sekedar ke kantin atau membeli perlengkapan pribadi disarankan memberi laporan dan izin ke pusat pengawas supaya para karyawan tertib dan nyaman
kira-kira apasih jawaban SMS atau pesan dari Luna
__ADS_1
yokkk kepoin dan tungguin episode selanjutnya iya kakak manis e
bersambung....