Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
rencana pertemuan


__ADS_3

dengan senyum-senyum dan segera mensejajarkan dirinya dihadapan Luffy


Anik tersenyum simpul dan bergeleng-geleng kepala menandakan bahwa Anik baik-baik saja


Anik yang merasa diperhatikan dan dikhawatirkan mendadak menjadi bisu lidahnya pun kelu


hanya sekedar menjawab iya aku baik-baik saja pun tak mampu Anik ucapkan


padahal sejak pertama anik lah yang memancing Luffy supaya bisa dekat dengannya


setelah insiden yang disengaja oleh Anik


Luffy dan Anik pun telah sampai di kantin karyawan di mana di sana telah berkumpul teman-teman lain yang juga mengikuti pelatihan di perusahaan ini


"kamu mau pesan apa" tanya anik malu-malu


"es teh manis mie ayam bakso Bu satu iya" ucap Luffy langsung kepada si ibu kantin


Anik hanya dapat berdehem dengan respon yang diberikan oleh Luffy


padahal tadi sudah ada kemajuan batin Anik


"Bu saya sama iya" unjuk Anik segera kepada ibu kantin takut nanti pesanannya datang tidak berbarengan dengan pesanan Luffy


Luffy dan Anik duduk dalam diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing


sesaat setelah memesan pesanan Luna datang


Anik da Luffy makan dalam keadaan saling diam menikmati makanan yang tersaji didepan mereka berdua


dengan nampak lahap Luffy menikmati mie ayam bakso di hadapannya


"kamu lahap banget, ini kesukaan kamu iya" Anik berusaha membuka obrolan kembali


merasa belum mendapatkan respon karna Anik lihat dimulut Luffy masih tersimpan banyak mie dan bakso


pasti suling tiba-tiba langsung menelan segitu banyaknya batin Anik


tanpa menunggu jawaban dari Luffy Anik melanjutkan


"aku suka banget makan mie ayam bakso apa lagi kalo makannya bareng orang yang bikin kita nyaman" lirikan maut dari Anik kepada Luffy


Luffy yang sudah menelan mie ayam bakso dimulutnya pun respon ucapan Anik satu persatu


"iya suka, hmm bener itu" jawab Luffy tersenyum simpul


Luffy sedang mengingat kenangan masa lampau saat sekolah dahulu


Luna sering kali mengajak Dwi dan Luffy sekedang makan mie ayam bakso atau mie ayam super pedas


tentunya Dwi dan juga dirinya mendapatkan traktiran dari Luna


karna walau masih bersekolah Luna sering mendapat kan job menari entah itu menyambut pengantin, menyambut bupati bahkan gubernur, tentunya semua hobynya itu menghasilkan pundi-pundi rupiah


untuk anak muda seumura mereka apa lagi status sebagai pelajar itu merupakan suatu hal yang sangat bagus dan prestasi yang patus diacungi oleh dua jempol


melihat respon dari Luffy yang tersenyum simpul dan menampilkan wajah merah merona tiba-tiba membuat hati anik menghangat dan ada desiran aneh didada


padahal kenyataannya senyuman Luffy barusan karna Luffy sedang mengingat sahabatnya Luna gadis polos apa adanya dari kampung sebelah


andai Anik tau betapa kecewa hatinya


sepertinya Anik menjadi tentara yang kalah sebelum berperang


"heii senyum-senyum sendiri gak bagi-bagi" senggol sikut Anik kepada tangan Luffy


Luffy yang mengadari hal tersebut menjadi salah tingkah


bagaikan maling yang tertangkap basah Luffy menggaruk telinganya yang tak gatal


"hehehe" hanya kekehan yang keluar dari mulut Luffy


setelah acara makan siang bersama selesai


Luffy dan Anik beserta kawan-kayan satu pelatihan kembali menuju ruang pelatihan guna mengikuti materi pelatihan selanjutnya tentunya dengan trainer yang berbeda sesuai dengan materi yang akan dibawakan


--- ----


sementara itu di tempat lain


Luna sedang menikmati makan siang buatannya


Luna kini rajin membawa bekal pasalnya sang ibunda berada di jakarta untuk beberapa waktu kedepan


terkadang Luna memakan bekalnya dimeja kerja atau dikantin bersama team yang lain


tapi terkadang Luna makan siang dirumah dengan alasan mau menemani sang ibu


Luna takut sang ibu akan kebosanan hanya sibuk dikontrakan dan perdapuran setiap harinya


Luna tersedak air minum yang sedang iya minum


dengan memukul dadanya Luna berusaha menetralisir batuknya


tepukan dibelakang punggungnya membantu Luna menetralisir batuknya tadi


lalu


"maaf neng Abang cuma mau bantuin, kasihan amat anak gadis orang keselek daging Lo " ucap salah satu chef junior di tempat Luna bekerja


"ehhh chief ini keselek air putih" sambil menyodorkan minum putih didalam Tupperware milik Luna


sejenak mereka terdiam lalu


pecahlah ketawa mereka berdua


ada-ada saja tersedak karna air putih aahh bikin malu saja batin Luna


Waja Luna memerah bak kepiting rebus

__ADS_1


segera Luna mengelap bibirnya yang sempat basah dan jilbabnya yang terciprat air


"makanya kalau makan bagi-bagi" canda chef Agus kepada Luna


chef Agus adalah pria sigle incaran para SPG , OB dan bagian office


chef Agus yang memiliki perawakan putih, kulit sawo matang yang bersih, wajah sedikit kearab-araban dan hidung mancung mampu membius para kaum hawa


walau dengan ketampanan yang lebih dari standar menurut para wanita di kantornya


Luna merasa chef Agus adalah orang yang bijak, terkadang kocak dan sudah Luna anggap sebagai kakak laki-laki


Luna pertama bertemu dengan chef Agus saat menghandle orderan dari bagian wholesale dimana saat itu raya izin tidak masuk kerja


tentunya tanpa izin tetapi karna bagian HRD adalah keluarganya atau lebih tepatnya calon keluarganya makan disini raya diperlakukan berbeda


bukan hanya Luna yang merasakan hal itu karyawan yang lainpun terkadang dibuat kesal oleh raya yang terkadang menyepelekan orderan dari seseorang via telfon


raya merasa mereka hanya memesan karna da promo diskon


orang yang kaya tidaklah akan melakukan hal memalukan seperti itu penjelasan raya jika ditegur oleh luna atau chef yang bertugas agar raya berubah menjadi lebih baik lagi dalam memenuhi pesanan pelanggan


padahal jika jalan-jalan di mall dan dibutuk kesukaan raya apa bila ada pajangan yang bertuliskan for sale buy two get one free


raya akan bergegas memburu barang tersebut


raya bak tidak bercermin kepada diri sendiri apa yang iya benci tetapi kebalikan malah raya pula yang hobi melakukannya


"buru-buru amat makannya, emang mau kemana" cecar chef Agus


"takut diminta sama chef jadi buru-buru"


"kan chef gak punya air didalam Tupperware warna ungu" balas Luna tak kalah bercanda kepada chef Agus


"iiuuutt busyet bisa dikira janda dong gua neng" chef Agus sambil memukul jidatnya yang tak pusing dan tak ada pula nyamuk disana


ruangan Luna terdengar ramai oleh dua manusia yang berbeda kelamin tapi bersatu dalam candaan receh yang membuat mengocok perut mereka sendiri


"eehh Luna besok ada acara gak, anak-anak pada mau main ke kosan lu, bisa kali makan-makan pempek gitu" sambil menaik turun kan alisnya chef Agus merayu Luna agar mau menerima beberapa teman produks dan pacaging yang hendak bersilaturahmi


"gak ada chef besok Sabtu gak keburu buat pempek chef, Minggu aja gimana" tolak Luna halus dan mengusulkan untuk mengganti hari berkunjung


"bilang aje lu mau malmingan alias malam mingguan kayak orang-orang kan, aaahh alasan aja luu tepung terigu" ucap chef Agus


belum sempat Luna menjabat


mbak ati kepala OB datang dan menyambar obrolan hangat mereka


"iya nihhh bisa aee mbak Luna nolaknya, dasar cuka pempek" sambil mengibas-ngibaskan kemocengnya


"wihhh main kroyokan iya, udah kayak air hujan aja nih berdua" balas Luna sambil memonyongkan bibirnya


"apaan tu air hujan" jawab mbak Atik dan chef Agus bersama


"iya air hujan berani turunnya rame-rame, sini coba hayo sendir-sendiri" sambil mengepalkan kedua tinjunya Luna bak seorang petinju menantang lawannya


"wweeeiiii ngeriiii orang Kito galo ngamuk" chef Agus mengibaskan tangannya


tawapun kembali pecah diruangan Luna


setela puas tertawa dan mengkondisikan perut masing-masing akhirnya disepakati bahwa hari Minggu jam makan siang anak-anak tempat terja luna akan berkunjung bersilaturahmi


ini salah satu cara luna dan chef Agus mengenalkan teman-teman kerjanya kepada ibunda Luna


pasalnya bag Ucok banyak bercerita kepada chef Agus untuk membawa pengaruh atau lingkungan positif untuk Luna


siapa sang ibunda tenang mempercayakan Luna diperantauan


chef Agus adalah salah satu chef yang dewasa dan agamis tidak seperti bang Ucok yang sedikit urakan


walau begitu kedua pria yang sudah Luna anggap sebagai kakak ini memiliki niat dan hati yang baik


mereka tulus menjaga Luna seperti menjaga adik perempuannya sendiri


-----


dreett dreettt dreett


dering handphone Luna bergetar menandakan ada pesan masuk


klik dengan saku klik Luna membuka pesan tersebut


"assalamualaikum mbak brow besok kami main Yau malam mingguan oi" pengirim Dwi


"wokeh siape Bai boy" Luna


(ok siapa aja boy)


"diriku dan dirinya sajo" Dwi


"okay siap" balas Luna


"nak dibawe ke pedie"


(mau dibawakan apa) tawaran dari Dwi


"es duren kocok enak boy"


"siap mbak broww laksanakan" balasan dari Dwi


Luna meletakkan handphone kembali ke nakas kerjanya


kembali kelayar komputer didepan Luna


sepersekian detik fokus Luna kembali ke handphonenya


"assalamualaikum mbak brow besok kami main ye" pesan dari Luffy


"okay jangan lupe hantaran es duren kocok yang banyak ye" balas Luna dengan bercanda diiringi emoticon mata berkedip

__ADS_1


disebrang sana Luffy memandangi handphone nya dengan senyum sumringah dan hati membuncah


walau Luffy tau Luna gemar sekali bercanda tapi dibalik candaannya itu Luffy mengaminkan semua perkataan baik yang dilontarkan Luna


Luffy berharap dengan mengaminkan sesuatu hal yang baik akan diaminkan juga oleh malaikat dan dicatat di kerajaan langit Allah dan akan segera dikabulkan


beberapa kata sudah diketok Luffy namun kembali Luffy halus dan mengitik lagi halus lagi


Luffy menghembuskan nafasnya yang tertahan lalu


klik send -- mengirim ---


tak berselang lama status pesnanya terkirim


dengan mata melotot Luffy kalang kabut dan berdiri dari tempat duduk nya


semua mata diruangan itu memandang Luffy


Luffy yang belum sadar akan tatapan lara teman satu teamnya masih terpaku pada layar handphone nya


lalu sesat kemudian


Luffy dikejutkan dengan pintu yang terbuka


semua mata teralihkan ke pintu tersebut


sosok laki-laki berwibawa masuk dan mengucap salam pembuka pertanda materi selanjutnya akan dibawakan olehnya


dengan susah payah luffy meneguk air liurnya sendiri dan dengan tenang menyimpan handphone tak lupa mode silent iya pilih agar tak mengganggu jalannya pelatihan kali ini


sebab Luffy suda mendengar desas desus bahwa bapak satu ini terkenal tegas dan pelit kaan nilai


bapak satu ini tidak akan memberikan nilai yang bagus kepada karyawan pelatihan yang tidak disiplin dan tidak memperhatikan materinya dengan baik


---------


diruang kantor Luna masih disibukkan dengan setumpuk surat jalan yang barusan saja datang dan diberikan oleh mbak Atik head OB


"mbak Luna mata nya gak jereng liat segitu banyaknya faktur" tanya mbak Atik disela kesibukannya


"insyaAllah enggak mbak, malah seneng temanan sama angka dari pada enggak punya temen, kan kayak uji nyali" jawab Luna masih fokus dengan faktur dan layar komputernya


"yaa Ela sendirian dong, kalo udah gak kuat lambaikan tangan ke kamera ye mbak Luna" colek mbak Atik diiringi tawa hehehe khasnya mbak atik yang mengakibatkan kembang kempis perut endutnya


"hahahaha disebalah sini ada penampakan, ratu dari khayangan" tunjuk luna sambil memejamkan mata khas sekali suatu acara uji nyali yang bertema horor


untuk kesekian kalinya mereka tertawa bersama


suasana kantor yang sangat nyaman membuat Luna tidak pernah merasa terbebani dengan pekerjaannya


walau Luna memegang sebanyak tiga puluh dua cabang yang setiap harinya harus dikontrak via data faktur, Luna juga harus menjalin komunikasi dengan SPG yang bertugas di outlet/cabang terpilih yang disaa ditempatkan masing-masing satu SPG


---------


ditempat lain


Luffy merasa sedikit khawatir pasalnya SMS yang Luffy kirim sampai sekarang belum juga ada balasan


dipandanginya kembali handphone nya


dilayar itu terteranyata pesan yang Luffy kirim sejak tadi


"Jangan kan es duren kocok, seperangkat alat sholat dibayar tunai Bae insyaAllah aku sanggup mbak brow" begitu kira-kira isi pesan yang dikirim oleh Luffy kepada Luna


baru kali ini Luffy cemas menantikan balasan dari Luna


padahal dahulu ketika masa sekolah candaan seperti ini terdengar biasa saja


tapi kali ini entah kenapa berbeda


Luffy menebak-nebak alasan apa yang membuatnya tidak membalas pesan dari Luffy apakah Luna ilfill bahasa gaulnya


mendadak Luffy kembali kemas


ia meremas rambutnya yang panjangnya tak seberapa itu


sambil mondar-mandir bak setrikaan berjalan Luffy menatap layar handphone


jika bertemu


apa yang akan Luffy sampaikan pada Luna nanti bila Luna membahas pesannya yang satu itu


dreetttt dteeeertt dtrreeeet


klik klik gegas Luffy membaca barisan huruf di layar handphone


sejenak dan terpaku


nafaspun luffy tahan


dunia seakan berhenti berputar


mendadak Luffy jingkrak-jingkrak tak karuan


bak orang yang habis menang lotre Luffy mengepalkan tangan dan bersorak yes yes yes


jika saja ada teman yang melihat kelakuan Luffy pastilah akan menggelengkan kepala secara kelakuan Luffy pastilah membuat orang sekitarnya terheran hanya karna sebaris pesan yang barusan dibacanya membuat Luffy mengungkapkan dengan expressi yang berlebihan


handphone Luffy tersimpan cantik disaku celana Jean nya


lalu Luffy ke bagian pengawas mes guna mengajukan izin keluar untuk kepentingan menjenguk keluarga


begitulah alasan yang dibuat Luffy di kolom izin


dimest ini memiliki peraturan apa bila selesai jam training


karyawan di wajibkan kembali ke kamar masing-masing tetapi apa bila ada keperluan hendak keluar sekedar ke kantin atau membeli perlengkapan pribadi disarankan memberi laporan dan izin ke pusat pengawas supaya para karyawan tertib dan nyaman


kira-kira apasih jawaban SMS atau pesan dari Luna

__ADS_1


yokkk kepoin dan tungguin episode selanjutnya iya kakak manis e


bersambung....


__ADS_2