Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
Luna dan Dwi


__ADS_3

---- flashback on ----


Saat itu masa sekolah sangatlah menyenangkan


Aktifitas yang setiap hari Luna jalani dari pagi sampai siang bahkan sore hari Luna fokus kegiatan disekolah


disekolah Luna karna gedung dan ruang yang baru dibangun mengakibatkan siswa dan siswi kelas sepuluh atau satu SMA itu harus malaksanakan proses belajar dan mengajar disiang hari


Jum'at pagi seperti biasa Luna akan mendapatkan tugas menjadi pemandu senam pagi atau Jum'at sehat


Dengan mengendarai motor satu-satunya milik sang Ayah Luna melajukan motor dengan santai


Dikampung anak-anak seusia luna sudah bisa mengendarai motor sendiri


Maklum jarak sekolah yang jauh salah satu faktor yang membuat orang tua para siswa dan siswi mengijinkan anak-anaknya mengendarai motor sendiri


Jalan kampung yang asri dan tidak padat salah satu faktor pendukung anak-anak seusia Luna boleh mengendarai kendaraan sendiri


Luna mengenakan helm berwarna ungu, masker, sarung tangan dan mengenakan jaket bewarna hitam dengan **** punggung sepuluh dan tertulis nama Luna disana


Diperjalanan Luna merasa ada yang mengikuti dari belakang


Lewat kaa sepion motornya luna melihat


Ada satu motor yang pengendaranya menggunakan helm hitam dan jaket hitam


Luna masih bersikap cuek dan santai


Luna berpikir mungkin saja salah satu siswa atau siswi sepertinya yang hendak menuju sekolah


Lalu sapaan hangat dari sebelah kanan Luna mengagetkannya dan membuat Luna sedikit oleng


Aahhh gedebukkk sekk sekkk


Luna erjatuh dari atas motornya dengan posisi motor menimpa sebagian badan Luna


Motor yang barusan menyala Luna ada didepan Luna dan menepi


Dengan sigap pengendara tadi membantu Luna mengangkan body motor yang menimpa Luna


"hehe sorry mbak brow, kaget iya, ada yang sakit gak" terdengar suara laki-laki dari balik helm hitam barusan


Luna sangat mengenalnya lalu


tukkkk tuukk tukkk


"aduhhh aduhhh sakit aa aa aampun" laki-laki tadi adalah Dwi dengan sigap Dwi menghalangi tepukan dari tangan luna ke helm hitamnya


"dasar kucing garong tokek belang ngagetin aja" ucap Luna gemas dengan tetap menepuk-nepukkan tangannya pada helm Dwi diselingi cubitan-cubitan kecil di bahu dan pinggang Dwi


Dwi terkekeh dan memohon ampun


"habis kamu mau aku jemput gak mau" ucap Dwi merajuk sambil membuka helm hitamnya


Wajah yang tampan dan lembut itu sok sokan merajuk dengan memeluk helm hitam didepan dadanya


"suka-suka aku dong" ujar Luna sambil membersihkan celana dan jaketnya yang terselip beberapa rumput akibat jatuh dari motor tadi


"aku serius Luna" ucap Dwi meraih sebelah tangan Luna


Luna tahu arah pembicaraan Dwi akan kemana


tangan Luna terhenti lalu menaik lembut tangan yang digenggaman Dwi


"aku pikir-pikir dulu iya" ucap Luna halus


Luna bingung dengan kondisi yang sedang dialaminya


Satu sisi Luna dan Dwi telah bersahabat dari masa putih biru dan kini persahabatan tersebut berlanjut hingga putih abu-abu


Tapi disisi lain Luna meyakinkan dirinya


Meraba isi hatinya


Apakah rasa itu benar nyata atau hanya rasa sayang selayaknya sahabat


Dimana disaat suka dan duka masa sekolah mereka jalani bersama


dari aktifitas upacara sampai keruang belajar selalu bersama-sama


Bahkan beberapa ekstrakurikuler disekolah mereka jalani bersama


kebersamaan yang hampir empat tahun itu membuat perasaan yang nyaman


apakah nyaman sebagai sahabat atau selayak perasaan pria ke wanita dan wanita ke pria


Luna menghembuskan nafasnya pelan lalu


"Dwi" ucap Luna menatap sendu Dwi


"tolong kasih aku waktu" lanjut Luna


"berapa lama?" tanya Dwi penuh harap


Luna bergeming


matanya menatap kosong ke arah motornya yang masih belum terparkir dengan benar


"gak usah buru-buru, aku tunggu iya, hayo bangkat sekolah nanti telat masuk" ucap Dwi


Luna pun mengangguk dan mengikuti Dwi


Diperhatikannya Dwi dengan seksama


Dwi yang mengecek body motor Luna dari arah depan samping dan belakang ternyata motor Luna ada beberapa baret akibat jatuh tadi


"nanti pulang senam ikut aku sebentar iya" ucap dwi


"hmm kemana" Luna mengernyit heran


Dagu dan telunjuk Dwi mengarahkan ke body motor Luna


Luna mengikuti kemana arah telunjuk tersebut


Dengan ber Oh ria Luna faham


Barangkali Dwi mau membantu Luna menutupi baret dibody motornya


sebenarnya petugas senam ada tiga orang yang ditunjuk oleh sekolah salah satunya Luna


Dwi yang memang sengaja ingin selangkah lebih dekat dengan Luna hanya mengikuti kegiatan Luna di setiap Jumat pagi


Tetapi seperti biasa Luna selalu menolak secara halus jika Dwi menawarkan tumpangan atau jasa jemput menjemput sekolah


Luna selalu beralasan jika Dwi akan direpotkan pasalnya jarak ke sekolah dan desa Dwi lebih dekat dibandingkan rumah Luna ke sekolah


Jadi ibaratkan Dwi Dwi harus berlawanan arah dulu baru lanjut kearah sekolah


Aahhhh namanya sudah cinta sejauh apa jarak yang ditempuh akan serasa sangat dekat


Begitulah rasa yang kini dirasakan oleh Dwi


Pujangga yang sedang dimabuk cinta


Tentunya hal ini mereka tutupi dari teman-teman yang lain karna namanya sahabat jadi cinta akan menjadi bahan


candaan diantara para sahabatnya


Sesampainya disekolah Luna dan Dwi memarkirkan motornya diarea parkir yang khusus disediakan oleh sekolah


Mereka melangkah bersama dengan santai ke arah lapangan sekolah guna mengikuti aktifitas senam pagi dijumat pagi ini


terselip rasa bangga di hati Dwi


pasalnya dari jaman SMP Dwi sangat faham bahwa Luna memang sangat menggemari oleh raga baik itu senam, volly ataupun kesenian khususnya tari


Luna masih sama seperti masa putih biru


Energik dan ceria batin Dwi


Setelah aktifitas Jumat sehat telah selesai Luna dan Dwi duduk selonjoran dibawah pohon jomblo samping kantin sekolah


kenapa dibilang pohon jomblo

__ADS_1


Karna ini satu-satunya pohon yang ada dikantin dan disekolah jadilah namanya pohon jomblo


Dwi menyodorkan air mineral dan sebungkus pempek didalam plastik putih kecil pastinya beserta pasangannya iya itu cuka pempek


Luna menerimanya dengan berbinar


Langsung ditenggaknya air mineral tadi


Gleekkk gleeekkk glleekkk


Aahhh lega dahaga Luna terobati lanjut dilahapnya pempek pemberian Dwi tadi


Dengan pasti Luna melahapnya


tak ada rasa sungkan dan jaim didepan Dwi


Dwi yang melihat tingkah luna tersenyum kecil dan menggelengkan pelan kepalanya


Dwi ikut menyantap sebungkus pempek ditangannya


Setelah semua tandas Luna mengucap hamdalah dan mengucapkakan terimakasih kepada Dwi


Seolah faham bahwa lambung Luna butuh asupan pasalnya tadi pagi sebelum berangkat Luna bangun kesiangan dan hanya sempat meminum segelas teh hangat saja


"terimakasih Yee Alhamdulillah Mayan buat ganjel lambung" tunjuk Luna keperutnya dimana lambung yang sudah berisi pempek dan cuko itu berada


"dalam persahabatan tidak ada istilah terimakasih" ucap Dwi menatap lurus sambil menyedot air mineral


Luna mencibikkan bibirnya dan memulai kebisingannya


tiba-tiba terlintas kejailan Luna


Dipencetnya dengan kuat air mineral yang sedang di nikmati oleh Dwi


Sontak hal tersebut membuat air yang di dalam cup tersebut berhamburan dan menyembur ke wajah Dwi


Dwi terkejut dan belum siap dengan serangan mendadak dari Luna


Dwi pasrah wajahnya telah basah


Air didalam cup tersebut sudah kosong


Gegas Dwi buang


Dengan sedotan yang masih digigit Dwi membalas keisengan Luna


dengan meniup kan air yang disedotan


Gelak tawa antara Dwi dan Luna menghangatkan suasana kantin


Beberapa Kakak kelas yang menyaksikan keasikan mereka ikut tertawa sebagian menyoraki sorakan khas para remaja yang ceria melihat sepasang muda-mudi yang dilanda jatuh cinta


Ciee cieee swiitt swittt


Ada yang bersiul dan pula yang nyeletuk


"romantis-romantisan ni yeee"


"dek jangan pacar-pacaran di sini kasiha pohonnya cemburu habis kelamaan jomblo" ucap salah satu kakak kelas pria Luna


"hahahaha" gelak tawa membahana dikantin sekolahnya Luna dan Dwi


Luna dan Dwi yang menjadi pusat perhatianpun menoleh ke kakak kelas yang barusan nyeletuk


"ciee si kakak sama-sama jomblo gak boleh ngecengin" celetuk Luna


"aasseeemm" ujar Kakak kelas barusan sambil di iringi tawa


"bukan jomblo aku tu dek tapi selektif" ujarnya menyombongkan diri


"jangan pilih-pilih kak nanti jomblo akut bahaya" celetuk Dwi sambil cengengesan


"semprruuuullll" ucap kakak tadi lanjut menyemprotkan air mineral ke arah Dwi dan Luna


gelak tawa dan kejar-kejaran pun terjadi


Antara Luna, Dwi dan Kakak kelasnya


setelah dirasa air mineral di cupnya habis


nafas ketiganya ngos-ngosan


"dasar kalian bocah" ucap kakak kelas barusan sambil berdiri dan berlalu


Iya sempat menepuk bahu Dwi dan berkata


"Dwi jangan lupa kalau udah jadian PJnya (pajak jadian)" ucapnya sambil berlalu


Dwi tersentak dan menoleh sambil mengacungkan jempolnya


"siapp broww kita bakar ayam" ucap Dwi semangat


kakak kelas yang barusan bercanda dengan Dwi dan Luna adalah kakak sepupu Dwi


Namanya Andre umurnya selisih lebih tua dua tahun dibanding Dwi


Andre juga mengetahui perasaan Dwi sejak lama


Tetapi bila Andre membahas perasaan cinta yang dimiliki Dwi untuk Luna


Dwi selalu menghindar alasan klasik yaitu kami ini bersahabat


Padahal kenyataannya persahabatan tersebut menjadi cinta


Luna menjitak kepala Dwi sambil memanyunkan bibirnya


"dasar" ucap Luna masih bisa di dengar oleh Dwi


Luna gegas berdiri dan meninggalkan Dwi


Dwi bangkit dan mengejar Luna


"sayy tungguin" ucap Dwi sengaja menggoda Luna


Luna menoleh dan melotot


"sayy sayy emang aku sayuran" ucap Luna sambil mendelik lalu memutar kedua bola matanya dengan malas


Luna memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah


Rasa hangat menjalar ke kedua telinganya


Ada rasa malu terselip di hati Luna


Dadanya mulai berdebar jantungnya berdegup kencang


aahh rasa apa ini batin Luna


"sayur sayur" ucap Dwi disebalah Luna


Luna mengangkat tangannya lalu mengejar Dwi yang mulai berlari ke arah parkiran


Masa-masa sekolah adalah masa indah bagi sebagian orang yang sedang dilanda cinta


---- flashback off ----


dikamar kontrakan ini Dwi menatap langit-langit kamar


Raganya disini tetapi jiwanya hanyut dalam kenangan masa lalu


Diluar kontrakan rintik-rintik gerimis mulai turun


Ada sebagian orang yang percaya jika saat hujan begini akan membuat kenangan terputar kembali ehh maksud author genangan


Karna saat air hujan turun membasahi bumi


tanah yang gersang akan dibasahi oleh titik-titik air dan menguaplah rasa nyaman untuk yang memandang fokus titik-titik air itu


Membuat lamunan melayang kembali ke masa lalu


dikamar Dwi bangkit dan menatap jendela


Lalu bergumam

__ADS_1


Luna bahkan sangat menyukai hujan


Luna suka makan yang berkuah dan pedas saat hujan


Luna suka memandangi hujan


Luna suka menari dibawah rintik hujan


Luna suka jahil mau hujan atau gak hujan Luna suka jahil


Senyum terukir melengkung dibibir Dwi


Sambil menjitak kepala sendiri lalu bergeleng-geleng Dwi berusaha menepis genangan masa lalu ahh maksudnya kenangan masa lalu


hingga sampai saat ini hubungan Dwi dan Luna telah kandas selama tiga tahun lamanya tetapi rasa itu masih ada disudut hati Dwi


Namun keberanian untuk memulai lagi tidak ada


Dwi hanya mencintai dalam diam


Dwi sadar kali ini tidak ada andilnya dalam part kehidupan Luna


Saat ini adalah perjuangan cinta sahabatnya Luffy dan Luna


Bahkan menurut Dwi jika disandingkan hanya dengan nama saja. Luffy dan Dwi sudah sangat serasi


Cemburu kah?


Tentu saja ada setitik rasa cemburu


namun demi pujaan hati yang selama ini masih menyinghati hatinya Dwi berlapang dada dan selalu berdoa untuk kebahagiaan Luna


Luna memang pantas dicintai batin Dwi bermonolog


diteras depan nampak Luffy termangu memandangi rintik air hujan


Disela-sela lamunannya Dwi menepuk pundak Luffy


Dwi ikut bergabung dengan Luffy


Lalu disodorkan nya sebuah gitar kepada Luffy


Dengan lincah jari Dwi menari dibenda pipih yang namanya handphone itu mengetikan sesuatu


Lalu


"nihhh sesuai kunci gitar ini iya " ucap Dwi menyodorkan barisan lirik dan kunci gitar di layar handphonenya


G                                C


Rinai hujan basahi aku


Am                                     D


Temani sepi yang mengendap


G                                 C 


Kala aku mengingatmu


               Am                D


Dan semua saat manis itu


G Am Em C Em C


G Am Em C D G


G                             C


Segala seperti mimpi


Am                           D


Kujalani hidup sendiri


   G                         C


Andai waktu berganti


        Am   D                  G


Aku tetap tak 'kan berubah


Am D


Aku selalu bahagia


Bm


Saat hujan turun


Em


Karna aku dapat mengenangmu


Am D


Untukku sendiri oohh


G Am Em C D G


G C


Selalu ada cerita


Am D


Tersimpan di hatiku


G


Tentang kau dan hujan


C


Tentang cinta kita


Am D G


Yang mengalir seperti air


Dengan ditemani rintik hujan kedua pemuda yang memiliki rasa terhadap wanita yang sama menikmati alunan petikan gitar yang dimainkan oleh Luffy


Dwi menyanyi dengan lepas


Semua untaian lirik bak mewakili perasaannya saat ini


Begitu pula dengan Luffy namun bedanya kisah cinta Luffy baru saja akan di mulai


Perjuangan cintanya baru akan di uji


Dalam hati Luffy banyak sekali pertanyaan dan kekhawatiran yang berkecamuk


Akankah rasanya disambut oleh pujaan hatinya


Atau rasa ini harus kandas disini karna cinta yang bertepuk sebelah tangan


Sampai saat ini Luffy, Luna maupun Dwi belum berkomunikasi lagi sejak kejadian malam Minggu kelabu tempo hari


Jujur Dwi dan Luffy merasakan shock yang sama


Mendengar info dari Bu Wati bahwa Luna telah memiliki calon suami dikampung sana


Cara


Cara


Cara


Gimana caranya meluluhkan hati ibu Wati


Batin Luffy

__ADS_1


bersambung ----


__ADS_2