
---- flashback on ----
Saat itu masa sekolah sangatlah menyenangkan
Aktifitas yang setiap hari Luna jalani dari pagi sampai siang bahkan sore hari Luna fokus kegiatan disekolah
disekolah Luna karna gedung dan ruang yang baru dibangun mengakibatkan siswa dan siswi kelas sepuluh atau satu SMA itu harus malaksanakan proses belajar dan mengajar disiang hari
Jum'at pagi seperti biasa Luna akan mendapatkan tugas menjadi pemandu senam pagi atau Jum'at sehat
Dengan mengendarai motor satu-satunya milik sang Ayah Luna melajukan motor dengan santai
Dikampung anak-anak seusia luna sudah bisa mengendarai motor sendiri
Maklum jarak sekolah yang jauh salah satu faktor yang membuat orang tua para siswa dan siswi mengijinkan anak-anaknya mengendarai motor sendiri
Jalan kampung yang asri dan tidak padat salah satu faktor pendukung anak-anak seusia Luna boleh mengendarai kendaraan sendiri
Luna mengenakan helm berwarna ungu, masker, sarung tangan dan mengenakan jaket bewarna hitam dengan **** punggung sepuluh dan tertulis nama Luna disana
Diperjalanan Luna merasa ada yang mengikuti dari belakang
Lewat kaa sepion motornya luna melihat
Ada satu motor yang pengendaranya menggunakan helm hitam dan jaket hitam
Luna masih bersikap cuek dan santai
Luna berpikir mungkin saja salah satu siswa atau siswi sepertinya yang hendak menuju sekolah
Lalu sapaan hangat dari sebelah kanan Luna mengagetkannya dan membuat Luna sedikit oleng
Aahhh gedebukkk sekk sekkk
Luna erjatuh dari atas motornya dengan posisi motor menimpa sebagian badan Luna
Motor yang barusan menyala Luna ada didepan Luna dan menepi
Dengan sigap pengendara tadi membantu Luna mengangkan body motor yang menimpa Luna
"hehe sorry mbak brow, kaget iya, ada yang sakit gak" terdengar suara laki-laki dari balik helm hitam barusan
Luna sangat mengenalnya lalu
tukkkk tuukk tukkk
"aduhhh aduhhh sakit aa aa aampun" laki-laki tadi adalah Dwi dengan sigap Dwi menghalangi tepukan dari tangan luna ke helm hitamnya
"dasar kucing garong tokek belang ngagetin aja" ucap Luna gemas dengan tetap menepuk-nepukkan tangannya pada helm Dwi diselingi cubitan-cubitan kecil di bahu dan pinggang Dwi
Dwi terkekeh dan memohon ampun
"habis kamu mau aku jemput gak mau" ucap Dwi merajuk sambil membuka helm hitamnya
Wajah yang tampan dan lembut itu sok sokan merajuk dengan memeluk helm hitam didepan dadanya
"suka-suka aku dong" ujar Luna sambil membersihkan celana dan jaketnya yang terselip beberapa rumput akibat jatuh dari motor tadi
"aku serius Luna" ucap Dwi meraih sebelah tangan Luna
Luna tahu arah pembicaraan Dwi akan kemana
tangan Luna terhenti lalu menaik lembut tangan yang digenggaman Dwi
"aku pikir-pikir dulu iya" ucap Luna halus
Luna bingung dengan kondisi yang sedang dialaminya
Satu sisi Luna dan Dwi telah bersahabat dari masa putih biru dan kini persahabatan tersebut berlanjut hingga putih abu-abu
Tapi disisi lain Luna meyakinkan dirinya
Meraba isi hatinya
Apakah rasa itu benar nyata atau hanya rasa sayang selayaknya sahabat
Dimana disaat suka dan duka masa sekolah mereka jalani bersama
dari aktifitas upacara sampai keruang belajar selalu bersama-sama
Bahkan beberapa ekstrakurikuler disekolah mereka jalani bersama
kebersamaan yang hampir empat tahun itu membuat perasaan yang nyaman
apakah nyaman sebagai sahabat atau selayak perasaan pria ke wanita dan wanita ke pria
Luna menghembuskan nafasnya pelan lalu
"Dwi" ucap Luna menatap sendu Dwi
"tolong kasih aku waktu" lanjut Luna
"berapa lama?" tanya Dwi penuh harap
Luna bergeming
matanya menatap kosong ke arah motornya yang masih belum terparkir dengan benar
"gak usah buru-buru, aku tunggu iya, hayo bangkat sekolah nanti telat masuk" ucap Dwi
Luna pun mengangguk dan mengikuti Dwi
Diperhatikannya Dwi dengan seksama
Dwi yang mengecek body motor Luna dari arah depan samping dan belakang ternyata motor Luna ada beberapa baret akibat jatuh tadi
"nanti pulang senam ikut aku sebentar iya" ucap dwi
"hmm kemana" Luna mengernyit heran
Dagu dan telunjuk Dwi mengarahkan ke body motor Luna
Luna mengikuti kemana arah telunjuk tersebut
Dengan ber Oh ria Luna faham
Barangkali Dwi mau membantu Luna menutupi baret dibody motornya
sebenarnya petugas senam ada tiga orang yang ditunjuk oleh sekolah salah satunya Luna
Dwi yang memang sengaja ingin selangkah lebih dekat dengan Luna hanya mengikuti kegiatan Luna di setiap Jumat pagi
Tetapi seperti biasa Luna selalu menolak secara halus jika Dwi menawarkan tumpangan atau jasa jemput menjemput sekolah
Luna selalu beralasan jika Dwi akan direpotkan pasalnya jarak ke sekolah dan desa Dwi lebih dekat dibandingkan rumah Luna ke sekolah
Jadi ibaratkan Dwi Dwi harus berlawanan arah dulu baru lanjut kearah sekolah
Aahhhh namanya sudah cinta sejauh apa jarak yang ditempuh akan serasa sangat dekat
Begitulah rasa yang kini dirasakan oleh Dwi
Pujangga yang sedang dimabuk cinta
Tentunya hal ini mereka tutupi dari teman-teman yang lain karna namanya sahabat jadi cinta akan menjadi bahan
candaan diantara para sahabatnya
Sesampainya disekolah Luna dan Dwi memarkirkan motornya diarea parkir yang khusus disediakan oleh sekolah
Mereka melangkah bersama dengan santai ke arah lapangan sekolah guna mengikuti aktifitas senam pagi dijumat pagi ini
terselip rasa bangga di hati Dwi
pasalnya dari jaman SMP Dwi sangat faham bahwa Luna memang sangat menggemari oleh raga baik itu senam, volly ataupun kesenian khususnya tari
Luna masih sama seperti masa putih biru
Energik dan ceria batin Dwi
Setelah aktifitas Jumat sehat telah selesai Luna dan Dwi duduk selonjoran dibawah pohon jomblo samping kantin sekolah
kenapa dibilang pohon jomblo
__ADS_1
Karna ini satu-satunya pohon yang ada dikantin dan disekolah jadilah namanya pohon jomblo
Dwi menyodorkan air mineral dan sebungkus pempek didalam plastik putih kecil pastinya beserta pasangannya iya itu cuka pempek
Luna menerimanya dengan berbinar
Langsung ditenggaknya air mineral tadi
Gleekkk gleeekkk glleekkk
Aahhh lega dahaga Luna terobati lanjut dilahapnya pempek pemberian Dwi tadi
Dengan pasti Luna melahapnya
tak ada rasa sungkan dan jaim didepan Dwi
Dwi yang melihat tingkah luna tersenyum kecil dan menggelengkan pelan kepalanya
Dwi ikut menyantap sebungkus pempek ditangannya
Setelah semua tandas Luna mengucap hamdalah dan mengucapkakan terimakasih kepada Dwi
Seolah faham bahwa lambung Luna butuh asupan pasalnya tadi pagi sebelum berangkat Luna bangun kesiangan dan hanya sempat meminum segelas teh hangat saja
"terimakasih Yee Alhamdulillah Mayan buat ganjel lambung" tunjuk Luna keperutnya dimana lambung yang sudah berisi pempek dan cuko itu berada
"dalam persahabatan tidak ada istilah terimakasih" ucap Dwi menatap lurus sambil menyedot air mineral
Luna mencibikkan bibirnya dan memulai kebisingannya
tiba-tiba terlintas kejailan Luna
Dipencetnya dengan kuat air mineral yang sedang di nikmati oleh Dwi
Sontak hal tersebut membuat air yang di dalam cup tersebut berhamburan dan menyembur ke wajah Dwi
Dwi terkejut dan belum siap dengan serangan mendadak dari Luna
Dwi pasrah wajahnya telah basah
Air didalam cup tersebut sudah kosong
Gegas Dwi buang
Dengan sedotan yang masih digigit Dwi membalas keisengan Luna
dengan meniup kan air yang disedotan
Gelak tawa antara Dwi dan Luna menghangatkan suasana kantin
Beberapa Kakak kelas yang menyaksikan keasikan mereka ikut tertawa sebagian menyoraki sorakan khas para remaja yang ceria melihat sepasang muda-mudi yang dilanda jatuh cinta
Ciee cieee swiitt swittt
Ada yang bersiul dan pula yang nyeletuk
"romantis-romantisan ni yeee"
"dek jangan pacar-pacaran di sini kasiha pohonnya cemburu habis kelamaan jomblo" ucap salah satu kakak kelas pria Luna
"hahahaha" gelak tawa membahana dikantin sekolahnya Luna dan Dwi
Luna dan Dwi yang menjadi pusat perhatianpun menoleh ke kakak kelas yang barusan nyeletuk
"ciee si kakak sama-sama jomblo gak boleh ngecengin" celetuk Luna
"aasseeemm" ujar Kakak kelas barusan sambil di iringi tawa
"bukan jomblo aku tu dek tapi selektif" ujarnya menyombongkan diri
"jangan pilih-pilih kak nanti jomblo akut bahaya" celetuk Dwi sambil cengengesan
"semprruuuullll" ucap kakak tadi lanjut menyemprotkan air mineral ke arah Dwi dan Luna
gelak tawa dan kejar-kejaran pun terjadi
Antara Luna, Dwi dan Kakak kelasnya
setelah dirasa air mineral di cupnya habis
nafas ketiganya ngos-ngosan
"dasar kalian bocah" ucap kakak kelas barusan sambil berdiri dan berlalu
Iya sempat menepuk bahu Dwi dan berkata
"Dwi jangan lupa kalau udah jadian PJnya (pajak jadian)" ucapnya sambil berlalu
Dwi tersentak dan menoleh sambil mengacungkan jempolnya
"siapp broww kita bakar ayam" ucap Dwi semangat
kakak kelas yang barusan bercanda dengan Dwi dan Luna adalah kakak sepupu Dwi
Namanya Andre umurnya selisih lebih tua dua tahun dibanding Dwi
Andre juga mengetahui perasaan Dwi sejak lama
Tetapi bila Andre membahas perasaan cinta yang dimiliki Dwi untuk Luna
Dwi selalu menghindar alasan klasik yaitu kami ini bersahabat
Padahal kenyataannya persahabatan tersebut menjadi cinta
Luna menjitak kepala Dwi sambil memanyunkan bibirnya
"dasar" ucap Luna masih bisa di dengar oleh Dwi
Luna gegas berdiri dan meninggalkan Dwi
Dwi bangkit dan mengejar Luna
"sayy tungguin" ucap Dwi sengaja menggoda Luna
Luna menoleh dan melotot
"sayy sayy emang aku sayuran" ucap Luna sambil mendelik lalu memutar kedua bola matanya dengan malas
Luna memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah
Rasa hangat menjalar ke kedua telinganya
Ada rasa malu terselip di hati Luna
Dadanya mulai berdebar jantungnya berdegup kencang
aahh rasa apa ini batin Luna
"sayur sayur" ucap Dwi disebalah Luna
Luna mengangkat tangannya lalu mengejar Dwi yang mulai berlari ke arah parkiran
Masa-masa sekolah adalah masa indah bagi sebagian orang yang sedang dilanda cinta
---- flashback off ----
dikamar kontrakan ini Dwi menatap langit-langit kamar
Raganya disini tetapi jiwanya hanyut dalam kenangan masa lalu
Diluar kontrakan rintik-rintik gerimis mulai turun
Ada sebagian orang yang percaya jika saat hujan begini akan membuat kenangan terputar kembali ehh maksud author genangan
Karna saat air hujan turun membasahi bumi
tanah yang gersang akan dibasahi oleh titik-titik air dan menguaplah rasa nyaman untuk yang memandang fokus titik-titik air itu
Membuat lamunan melayang kembali ke masa lalu
dikamar Dwi bangkit dan menatap jendela
Lalu bergumam
__ADS_1
Luna bahkan sangat menyukai hujan
Luna suka makan yang berkuah dan pedas saat hujan
Luna suka memandangi hujan
Luna suka menari dibawah rintik hujan
Luna suka jahil mau hujan atau gak hujan Luna suka jahil
Senyum terukir melengkung dibibir Dwi
Sambil menjitak kepala sendiri lalu bergeleng-geleng Dwi berusaha menepis genangan masa lalu ahh maksudnya kenangan masa lalu
hingga sampai saat ini hubungan Dwi dan Luna telah kandas selama tiga tahun lamanya tetapi rasa itu masih ada disudut hati Dwi
Namun keberanian untuk memulai lagi tidak ada
Dwi hanya mencintai dalam diam
Dwi sadar kali ini tidak ada andilnya dalam part kehidupan Luna
Saat ini adalah perjuangan cinta sahabatnya Luffy dan Luna
Bahkan menurut Dwi jika disandingkan hanya dengan nama saja. Luffy dan Dwi sudah sangat serasi
Cemburu kah?
Tentu saja ada setitik rasa cemburu
namun demi pujaan hati yang selama ini masih menyinghati hatinya Dwi berlapang dada dan selalu berdoa untuk kebahagiaan Luna
Luna memang pantas dicintai batin Dwi bermonolog
diteras depan nampak Luffy termangu memandangi rintik air hujan
Disela-sela lamunannya Dwi menepuk pundak Luffy
Dwi ikut bergabung dengan Luffy
Lalu disodorkan nya sebuah gitar kepada Luffy
Dengan lincah jari Dwi menari dibenda pipih yang namanya handphone itu mengetikan sesuatu
Lalu
"nihhh sesuai kunci gitar ini iya " ucap Dwi menyodorkan barisan lirik dan kunci gitar di layar handphonenya
G C
Rinai hujan basahi aku
Am D
Temani sepi yang mengendap
G C
Kala aku mengingatmu
Am D
Dan semua saat manis itu
G Am Em C Em C
G Am Em C D G
G C
Segala seperti mimpi
Am D
Kujalani hidup sendiri
G C
Andai waktu berganti
Am D G
Aku tetap tak 'kan berubah
Am D
Aku selalu bahagia
Bm
Saat hujan turun
Em
Karna aku dapat mengenangmu
Am D
Untukku sendiri oohh
G Am Em C D G
G C
Selalu ada cerita
Am D
Tersimpan di hatiku
G
Tentang kau dan hujan
C
Tentang cinta kita
Am D G
Yang mengalir seperti air
Dengan ditemani rintik hujan kedua pemuda yang memiliki rasa terhadap wanita yang sama menikmati alunan petikan gitar yang dimainkan oleh Luffy
Dwi menyanyi dengan lepas
Semua untaian lirik bak mewakili perasaannya saat ini
Begitu pula dengan Luffy namun bedanya kisah cinta Luffy baru saja akan di mulai
Perjuangan cintanya baru akan di uji
Dalam hati Luffy banyak sekali pertanyaan dan kekhawatiran yang berkecamuk
Akankah rasanya disambut oleh pujaan hatinya
Atau rasa ini harus kandas disini karna cinta yang bertepuk sebelah tangan
Sampai saat ini Luffy, Luna maupun Dwi belum berkomunikasi lagi sejak kejadian malam Minggu kelabu tempo hari
Jujur Dwi dan Luffy merasakan shock yang sama
Mendengar info dari Bu Wati bahwa Luna telah memiliki calon suami dikampung sana
Cara
Cara
Cara
Gimana caranya meluluhkan hati ibu Wati
Batin Luffy
__ADS_1
bersambung ----