Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
namanya team, rambut sama hitam tapi hati


__ADS_3

---- prov Luna ----


Aku sungguh sudah bisa membayangkan alur pekerjaan yang akan aku mulai


dengan mantap hatiku telah jatuh cinta dengan profesi ini


kemudian tiba lah saat makan siang


"Alhamdulillah sampai disini dulu iya Luna, kita siap-siap makan siang yuk" dengan meregangkan kedua tangannya khas seperti orang yang bangun tidur padahal habis bekerja kak Nisa mengajakku untuk makan siang


aku yang notabene adalah orang yang baru dan baru pertama masuk kerjaenyambutnya dengan penuh semangat


"hayo kak Luna ngikut aja iya" ucapku polos sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putihku iya walau tak putih-putih banget lah iya


"let's go" ajak kak Nisa sambil bangkit dari singgasananya yang dalam beberapa waktu kedepan akan diserahkan kepadaku


"ok" jawabku mantap


 


di kantin ---- prov author ----


kantin kantor terletak persis disebelah gedung ini hanya beda pagar namun dapat diakses dengan pintu kecil samping pagar gedung ini dan sangat dekat dengan tempat parkir karyawan


disini juga ada satu scurity yang berjaga


saat akan ke kantin dan area kantor semua karyawan wajib memakai ID card yang digantung di saku baju atau dikalungkan


karna Luna karyawan baru maka Luna diberikan kartu polos berwarna putih


disana hanya ada logo kantor alamat nomer telfon dan cetakan besar bertuliskan karyawan yang mana kartu ini harus Luna kembalikan saat akan memasuki kantor kembali


walau ini gedung baru semua sistem sudah sangat matang dan terstruktur jadi semua karyawan baik karyawan lama atau karyawan baru sangat merasa nyaman bekerja disini


selain sistemnya yang kekeluargaan tempat yang menjadi incaran karyawan adalah kantin


disini menyediakan berbagai makanan berat dan berkuah serta cemilan yang menggugah selera dan tentunya ramah dikantong para karyawan baik di bagian produksi ataupun kantor admin


Luna dan Nisa mendaratkan tubuhnya dibangku panjang yang masih kosong


"Luna kamu mau makan apa ? " tanya Nisa sambil menyodorkan menu dari kantin ini


"enaknya apa iya kak ? " Luna balik bertanya kepada Nisa


" bakso mau, enak banget tau bakso urat disini " ucap Nisa dengan wajah yang berbinar dan tangan mengacungkan dua jempol


"boleh kak tapi Luna gak pake toge iya hehe" pinta Luna


bakso adalah salah satu dari sekian banyak makanan paforit Luna tapi satu hal yang Luna tidak suka yaitu toge alias kecambah


entahlah dahulu ngidam apa sang ibu sehingga sedari kecil sampai dewasa Luna tidak bisa memakan kecambah atau tidak menyukai kecambah baik aroma dan tekstur serta rasanya


"wahh kok samaan ok deh kakak pesenin dulu iya, minum sekalian" tawar Nisa lagi kepada Luna


"boleh kak jeruk anget" jawab Luna cepat


"nahh samaan lagi, wah bisa kamu jadi adikku" celoteh Nisa sambil mencolek bahu Luna


Nisa terlihat sangat senang mendapatkan teman sefrekuensi seperti Luna


iya walaupun kedekatan mereka akan berakhir dalam hitungan hari


belum juga pesanan datang


tempat dimana Luna dan Nisa duduk didatangi beberapa orang wanita cantik dan modis


"wihhh anak baru lunakan sama siapa disini" tanya salah satu wanita yang Luna ingat bahwa wanita tersebut dibagian yang sama dengan Luna hanya beda Luna bagian retai sedangkan wanita ini di bagian wholesale


"ehh mbak raya iya, aku sama kak Nisa nih" jawab Luna ramah


"siapa say" tanya wanita disebelah raya


"biasa anak baru" jawab raya dengan menjentikkan jarinya


disini raya sangat terlihat angkuh dan memandang jijik pada Luna


"iuiwww yang dari kampung icuuu" jawab wanita dua


"yoyoiii icuu lah yang eke ceritain say" jawab raya sambil menutup mulutnya tapi tetap kegiatan ketiga wanita modis tersebut sangat terdengar ditelinga Luna


"eehh raya and the gang tumben makan kekantin, restoran apa pada tutup nih" suara wanita terdengar dari belakang punggung Luna


Luna sudah sangat mengenal suara cantik nan merdu itu milik Nisa


senior yang sedang mengajarinya cara bekerja tugas dan tanggung jawab sebagai admin sales retail di perusahaan roti Eropa ini


" eeewwww biasa aja keles mbak kita kesini mau nyapa Luna, iya enggak geng" ucap raya dengan tetap mempertahankan penampakan wajah jijiknya memandang Luna


"iya Udin Sono pergi udah selesaikan nyapanya" ucap Nisa ketus


Luna tak menyadari suasana makin panas hanya bisa tersenyum simpul dan mengangguk kepalanya

__ADS_1


"weww santai shayy kita mau minta PJ sama Luna secarakan karyawan baru dan spesial didatangkan dari kampung" ucap raya sambil memonyongkan bibirnya menunjuk Luna


"iya nihhhh lihat Luna aja santuyyy"


"Yoi yoii eehh malah elu yang kepanasan gimana dos dosa" wanita satu dan dua teman raya menujuk Luna dan Nisa bergantian


" iya elah timbang PJ doang makan siang masa minta anak baru, woii malu gajian masih lama keles" jawab Nisa kesal


belum juga sempat menjawab pernyataan Nisa


Nisa melanjutkan


"malu dong soksialitah manja Juwita minta traktiran, belum lagi nanti pas gajain minta lagi tuu" dengan nada suara yang dinaikkan satu oktaf Nisa dengan kedua tangannya dibibir seperti memberi pengumuman untuk semua orang yang ada dikantin


"iiiuuuuwww sorry Shay duit kita banyak yeeeyy, ayoo gengg kita pergi aja gatel lama-lama disini" ucapan raya dengan wajah memerah menahan kesal


sambil menghentakkan kaki ketiga wanita modis barusan pergi dari hadapan Luna dan Nisa


"kak maaf itu kak raya kan, dua cewek lain itu siapa" tanya Luna polos


"itu raya and the Kitty ahhaha" balas Nisa tertawa terbahak


beberapa karyawan yang mengunjungi kantin tersebut dibuat terkejut dan sempat memperhatikan Luna dan Nisa


pasalnya suara mereka berdua mengalahkan ramainya suara pasar


"ssttt kak malu diliatin orang" senggol Luna malu-malu


"ehh iya haha maaf maaf, itu tadi Kiki sama Titi jadi lah raya Kitty wkwwkwk kemana-mana bertiga udah kayak trio macan" ucap Nisa penuh semangat menjelaskan penampakan tiga wanita modis yang ditemui lebih tepatnya nyamperin Luna dan Nisa


"ooohh" hanya ber ohh singkat yang keluar dari mulut Luna


tak berapa lama pesanan Luna dan nisapun dihidangkan


dengan lahap dan mata berbinar Luna dan Nisa menikmati semangkok bakso super pedas dan jeruk anget yang menambah kenikmatan dalam acara makan siang pertama Luna di kantor


"wahh enak banget" Luna bersemangat memakan hidangan bakso semangkok berkuah super pedas didepannya


Nisa yang sedang khusus menikmati semangkok bakso yang tak kalah nikmat hanya menganggukkan dan memberi jempolnya kepada Luna


setelah acara makan siang yang super pedas da nikmat Luna dan Nisa bergegang kembali ke kantor


walau jam istirahat masih sangat panjang


tapi Luna dan Nisa gunakan untuk bersantai diruangan kantor yang nyaman dan berAC


"Luna kakak kasih tau iya kamu nanti kalau kakak sudah resmi resign jangan sampe kamu kalah sama raya and the Kitty iya" pesan Nisa penuh penekanan disetiao katanya kepada Luna


sambil tersenyum manis dan menampilkan gigi gingsul milik Nisa


nisapun menjelaskan bahwa raya adalah admin sales wholesale yang soksosialita dan suka merendahkan orang lain


semua dimatanya yang bernilai adalah uang dan kekuasaan


usut punya usut pernyata raya bisa masuk keperusahaan ini karna ada orang dalam alias lolos tanpa interview dan ternyata bagian kepala HRD adalah saudara ipar dari Raya


ketika raya mendengar desas desus bahwa ada pengganti admin sales Bagain retai yang berasal dari kampung dan atas rekomendasi langsung sang empunya perusahaan raya merasa tersaingi dan tak percaya jika Luna didatangkan langsung dari kampung yang jauh disana oleh sang empunya perusahaan


padahal Luna mengikuti tes dan interview online via video call dan telfon


walaupun ada sepersekian persen Luna mendapatka tiket masuk bergabung dari MR. WHY


tak membuat Luna menjadi pribadi yang besar kepala dan angkuh


malah sebaliknya Luna merasa termotivasi untuk bekerja dengan sangat baik demi menjaga kepercayaan MR. WHY dan keluarganya


teetttt tetttt


bunyi alamat menandakan waktunya jam berkejar setelah makan siang dimulai


Luna dan Nisa yang sudah mengisi amunisi perut dan mengerjakan sholat bersiap kembali untuk pertempurannya didepan layar


didalam ruangan ini hanya disekat oleh kaca yang bersifat sebagai dinding transparan yang memisahkan antar karyawan


supaya karyawan merasa nyaman dan masih tetap dapat berkomunikasi dengan teman satu team atau team lainnya


belum sempat tangan Luna memegang pulpen dan tangan Nisa menyentuk keyboard nya


ketukan dikaca mengalihkan pandangan Luna dan Nisa


terlihat lah penampakan raya didepan kaya sana


"heiii Luna gimana kerja hari pertama" tanya raya dengan tutur kata yang lembut tapi npak sekali dibuat-buat nadanya sangat berbeda dengan sikapnya yang ditampilkan di kantin tadi padahal belum genap satu jam kejadian panas tadi dikantin


"Alhamdulillah lancar kak" jawab Luna sambil melirik Nisa


Nisa yang dari tadi diam saja hanya mengangkat bahunya santai


"ehhh kamu udah diajarin pegang komputer kan, bisa pegang mose nyakan, jangan sampe salah klik Lo" kata raya sambil memenye-menyekan bibirkan dan menunjuk salah satu dari benda yang disebutkan tadi


belum sempat nisa dan Luna merespon raya menyelonong pergi dan duduk disingasananya yang sangat terlihat lebih mencolok dari tempat kerja team yang lain

__ADS_1


sangat terlihat disana bangku yang diduduki raya dibalut bulu-bulu pink


dengan mose yang menyala pink


dan layar komputer sayang sisi kiri kanan atas bawahnya ada balutan bulu-bulu pink pula sepertinya raya adalah pencinta warna pink garis keras


Luna dan Nisa terpaku dan saling pandang


pandangan mereka sangat mengandung banyak arti


entahlah hati dan pikiran Luna dan Nisa seperti baru menangkap arah pembicaraan raya yang sudah lewat beberapa menit itu


"apa dia pikir kamu gak bisa pegang komputer iya, coba nih pegang Luna, raba sekalian" ucap Nisa terkekeh geli menyadari maksud dari kata-kata raya tadi


"ohh ho oh kak Luna raba nanti komputernya bisa ketawa" balas Luna bercanda


Luna dan Nisa larut dalam tawa dan menimbulkan sedikit kegaduhan


raya yang menatap nyalang kepada mereka meletakkan jari telunjuknya di bibir pertanda bahwa memerintahkan kepada Luna dan Nisa untuk diam


dengan mendengus kesal dan hentakan kaki raya menghampiri Luna dan Nisa lagi


"hehh anak baru jangan belagu iya, berisik tau ganggu aja orang lagi...."


kringgg kringg kringgg


belum sempat meluapkan kekesalannya raya dikagetkan dengan telfon yang berdering dimeja kerjanya


otomatis raya hanya bisa memukul angin dan menunjuk wajah Luna tanpa memberi peringatan bahwa ini semua belum berakhir


Luna dan Nisa kembali dibuat cekikikan oleh kelakuan ajaib milik raya


"udin jangan diliatin nanti ngambek, kalo ngambek kan lama dia jadinya kerja gak selesai-selesai" ucap Nisa malas


"hmmm" Luna manggut-manggut tanda faham


antara faham dan membayangkan kelakuan ajaib milik teman sekantornya itu


sepertinya Luna harus bersikap sabar dan menyetok kesabaran lebih banyak lagi


supaya tidak stres dalam menghadapi teman kerja seperti raya contohnya


walau dalam hati Luna berfikir kenapa sampai segitunya raya kesal raya jika melihat Luna dan Nisa akrab


 


kegiatan setelah jam isoma (istirahat sholat dan makan) selesai Nisa melanjutkan materi yang akan disampaikan kepada Luna. tak lupa beberapa kali Luna mencatat hal yang menarik baginya dan tentunya meminta dibantu penjelasan ulang jika Luna rasa Luna belum faham dan mengerti posisi yang saat ini dirasakan oleh Luna


"nahhh Luna nanti kalau mau ngeprint kamu harus pastikan kertas yang terpasang itu kertas rangkap empat iya ...."


Nisa dengan cekatan menjelaskan dan menunjukan kertas yang dimaksud oleh Nisa kepada Luna


selama proses belajar hari ini Luna nampak sangat antusias memperhatikan dan mencatat hal-hal yang menurut Luna penting


ingin rasanya Luna mencatat semua yang dijelaskan Nisa tapi Luna faham yang terpenting adalah mengerti dulu tugas dan tanggung jawab Luna


"kamu mau coba input dan print" Nisa menyodorkan satu lembar kertas putih yang berisikan data prodak jumlah prodak dan alamat yang dituju kepada Luna


"boleh kak. mau banget ajarin iya" Luna meletakkan buku kecil dan pulpennya dengan hati riang gembira gegas Luna menyambar kertas rekapan tadi dan mulai mengetik jumlah prodak yang akan di kirim tak lupa Luna memilih mall mana yang akan dituju untuk pengiriman


dua jam Luna gunakan untuk menginput data dan mengeprint surat jalan yang akan diberikan ke Bagain pacaging jam empat sore nanti


surat jalan tersebut digunakan untuk mengecek pesanan yang akan dikirim supaya tidak terjadi kesalahan baik prodak, jumlah prodak dan tujuan yang jelas


"Luna kalau kertas retur kamu pakai kertas rangkap tiga iya jadi ....."


Nisa kembali mengingatkan Luna untuk selalu disiplin dalam bekerja supaya kita bisa pulang sesuai jam berakhirnya kerja


banyak hal positif yang Luna dapat kan dari Nisa padahal belum genap satu hari mereka bersama Luna merasa sudah sangat nyaman


dengan patuh dan serius Luna mencatat didalam memory otaknya bahwa semua hal yang diajarkan Nisa bagus untuk masa depannya dan demi kelancaran dalam bekerja


menurut Nisa tidak ada istilah lembur jika saja semua data baik Angga dan nama yang kita input itu benar dan tidak ada kesalahan


jadi alangkah enaknya jika kita memiliki waktu untuk bekerja dan punya waktu untuk keluarga


inilah yang Luna suka dari Nisa


hal baru telah Luna dapatkan hari ini


sampai tak sadar jam alarm kantor sudah mulai berbunyi tiga kali


pertanda jam pulang sudah dekat


baru akan pulang saja Luna sudah rindu bekerja apalagi sudah benar-benar pulang


aahh Luna si gadis manis yang akan menjadi seorang gadis workoholik


semua aktifitas Luna dan Nisa semua keseruan mereka tak luput dari pandangan seseorang di sudut sana


dengan gigi gemerutuk mata itu terlihat sangat kesal

__ADS_1


bersambung


__ADS_2