Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
bertemu kembali


__ADS_3

Setelah kepulangan sang ibu ke kampung halaman Luna tidak lantas langsung kembali ke kontrakan


kaki Luna melangkah menuju trans bus jakarta


diloket admin Luna menyerahkan kartu flasnya guna mengisi saldo untuk pembayaran ongkos menaiki busway


maklum walau dulu Luna sempat merantau selama kurang lebih satu tahun dijakarta Luna hampir tidak pernah menaiki trans bus jakarta dikarenakan sibuk bekerja dan bekerja


"mbak boleh isi dua puluh ribu rupiah ? " tanya Luna


" boleh kak, saya bantu iya "


Luna menyodorkan kartunya


dan membayar ke admin yang melayaninya


setelah transaksi berhasil Luna berjalan santai ke arah pintu koridor nomer satu


Tujuan Luna adalah salah satu mall di Jakarta barat


Setelah bus yang ditunggu tiba Luna membawa dirinya memasuki bus tersebut


Karna di di jam tiga sore hari seperti ini lebih banyak penumpang yang turun dari pada naik ke arah salah satu mall dijakarta barat


Luna menyenderkan bahunya di kursi penumpang dengan helaan nafas panjang Luna menatap ke arah luar


Perjalanan Luna ditemani pemandangan hilir mudik mobil dan motor yang memiliki kesibukan masing-masing


Karna ini hari Sabtu tentunya makin banyak penikmat jalan raya yang keluar guna mencari hiburan entah itu ke mall atau sekedar ke cafe ngopi bareng teman-teman


sama halnya dengan Luna


dijalan tadi saat akan mengantar sang ibu


teman satu sekolahnya dahulu menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu dan nongkrong bareng


"cin kamu ada waktu enggak, ketemu lah hayo" pesan singkat dilayar handphone Luna terpampang nyata


"ada dong, ketemu dimana ? Aku belum terlalu faham jakarta Lo " ujar Luna jujur


"posisi sekarang kamu dimana ? " atin


"aku di terminal kalideres ini" Luna


"iya Udin gampil lah naik busway aja, nanti turun di Grogol, trus transit ke arah CP iya atau taman an#grek" arahan dari atin


Degggg


Luna membaca ulang arahan sang teman


Ada sedikit rasa malu dihatinya ketika membaca mall taman ang#rek


pengalaman interview pertamanya disana


Tak lama senyum tersungging dibibir Luna


Gegas Luna membalas pesan sahabatnya tadi


"okay siap kapten" pesan balasan dari Luna telah terkirim


Luna mengikuti instruksi dari sahabatnya kemana dia harus berhenti


Kemana dia harus naik kembali


Tak lupa Luna menanyakan arah kepada petugas yang ada


sebab Luna tak akan malu bertahya supaya tak sesat dijalan


peribahasa nya kan jelas sudah mengajarkan bagaimana sikap kita jika kita malu-malu maka akan tersesat


Tak ada salahnya bertanya jika memang kita tidak mengetahui suatu hal


Itulah batin Luna


Setelah sampai di tempat tujuan Luna kembali bertanya ke petugas yang ada di bagian casir/pintu masuk ke ruang tunggu penumpang


"permisi mbak maaf mau tanya" ucap Luna


"oh iya kak boleh, ada yang bisa saya bantu ? " ucap petugas ramah


"saya mau ke mall CP jalannya arah mana iya ? " ucap Luna sopan


"oh dari sini kka lurus naik keatas belok kekiri iya, pas didepan sana mall CP, pintu masuk ada di sebelah kanan gedung iya" jawaban panjang lebar dari petugas bus


"baik lah terimakasih banyak mbak " ucap Luna sopan


Luna membawa langkahnya ke arah yang di sebutkan oleh petugas tadi


Lalu setelah sampai di ujung jalan tepat didepan gedung mall yang indah berdiri kokoh dan tinggi menjulang itu


Luna merogoh saku celana nya dan memencet deretan nomer


Tuttt tuttt tuttt


Panggilan pertama tidak diangkat


Luna tak putus harapan Luna kembali menelfon nomer yang tertera dilayar handphone nya


Tepat dipanggilan ke tiga telfon dari Luna diangkat


Suara merdu dari telfonnya terdengar sedikit berbisik namun masih dapat didengar


"cin kamu dimana, klo udah sampe mall tunggu di taman air mancur iyaw, aku lagi ada perlu dikit lagi, ok ok" suara Atin dari telfon tanpa menunggu balasan dari Luna sambungan telfonpun mati


dasar ababil masih aja suka langsung matiin telfon ucap Luna dalam hati


salah satu sahabat kecilnya ini memang kocak sekali hobinya mematikan telfon terlebih dahulu, walaupun bukan Atin yang menelfon duluan


gegas Luna menyusuri halaman depan mall yang sangat rapi dan bersih


Disetiap pinggiran pejalan kaki ada hiasan seperti permen bola besar sekali dan tentunya tertata rapi, begitupun dinding mall yang terdiri dari barisan kaca tembus pandang yang menampilkan indahnya dalam mall


Belum juga masuk kedalam sudah terlihat sangat menarik untuk Luna jelajahi


Maklum dahulu ketika Luna pertama kali merantau


Luna tak sempat dan hampir tak ada waktu untuk sekedar keliling mall tanpa belanja


Kini sampailah Luna di taman yang di sampaikan oleh Atin tadi


taman di tengah malam batin Luna


Berjejer pepohonan rindang dan tepat ditengah taman ada air mancur yang lumayan besar


Belum lagi disekelilingnya tertata rapi lampu-lampu tembak yang pasti akan menyala dimalam hari


Luna jadi penasaran bagaimana indahnya pemandangan taman ini jika malam tiba

__ADS_1


Luna gegas mengambil tempat duduk yang menurut Luna merupakan tempat yang strategis dan bisa melihat sekeliling taman


Luna mengarahkan kamera handphone nya ke beberapa sudut yang indah dan menarik


satu dua tiga foto telah Luna ambil


lalu Luna cek satu persatu dari semua foto tadi


Lalu Luna kembali mengulangi mengambil foto dengan sudut yang berbeda


Cekrek


Cekrek


Cekrek


Banyak sudah foto yang Luna dapatkan


Luna memandang tampilan gambar di handphone nya dan tersenyum


Luna memilih satu foto dan meluncur ke aplikasi biru untuk meng-upload hasil gambarnya


Tanpa caption dan teks Luna hanya meng-upload gambar yang ia dapat barusan


postingan berhasil


Luna tersenyum manis lalu menghembuskan nafas dengan berat


Luna mulai bosan menunggu


Ingin rasanya menelfon sahabat nya kembali tetapi luna takut mengganggu


Sampai akhirnya suara terdengar dibalik punggung Luna


"Luna, lun, hei" suara seorang pria muda memanggil Luna


Luna gegas menoleh dan memfokuskan penglihatannya


"Dwi" ucap Luna spontan


Ternyata suara itu berasal dari Dwi


Dengan kening mengkerut dan masih mode melongo Luna berfikir bagaimana bisa Dwi ada disini


" hei, bengong aja Salim dulu sama yang lebih tua " ujar Dwi sambil meraih tangan Luna dan tahu apa yang terjadi


Dwi Salim kepada Luna dengan penuh rasa takjim


"dikira aku udah tuir apa" Luna spontan menarik tangannya dan mendaratkan cubitan dan pukulan ke bahu Dwi


"aduh ampun Mak, ampun, maaf gak akan nakal lagi janji Mak" ucap Dwi sambil memberi simbol peace ditangannya


Luna mulai fokus dan mengikuti drama yang dibuat oleh Dwi


"kan udah Mak bilang jangan nakal, jangan ngintilin Mak ke warung, Mak tu mau ngutang bukan jajan, hahaha" drama Luna


Luna dan Dwi spontan tertawa bersama


" udah dibilang jangan ikut masih aja nutul iya Mak" ucap Dwi


"apa itu nutul hahaha" tanya Luna sok tidak faham


* nutul bahasa Palembang menyusul *


" nutul itu sejenis kucing besar Mak" ucap Dwi sambil membenarkan posisi duduknya


" itu macan tutul " gubraakkkkk Luna menapok pelan jidatnya


"sejak kucing mengeong, ayam berkokok, awan mendung hari mau ? " tanya Luna ke Dwi


" harimau mengaum " jawab Dwi


"salah" Luna sambil menyilangkan kedua tangannya


" harimau lapar, harimau minum, harimau apa iya hehe nyerah deh " Dwi menggaruk belakang lehernya yang tak gatal


"kucing mengeong, ayam berkokok, awan mendung hari mau hujan " ucap Luna sambil telunjuk yang mengarah keatas langit


Pandangan lunapun menatap lurus keatas


begitupula dengan Dwi yang berada disebelah Luna


Sesaat Dwi melihat telunjuk Luna yang mengarah kelangit lalu Dwi palingan pandangannya ke wajah manis Luna


Senyum mengembang di sudut bibir Dwi


Terpancar binar bahagia dimatanya


Saat Luna mengalihkan pandangannya dari langit ke arah Dwi


mata bertemu mata, senyum sama-sama mengembang dari dua remaja Yang dahulu kala pernah menjalin hubungan percintaan dan harus kandas oleh terhalang restu orang tua


beberapa sahabat dekat Luna dan Dwi yang mengetahui hubungan mereka berdua sampai sekarang sering sekali memberi masukan dibalut bercandaan agar mereka berdua rujuk alias balikan tetapi hanya dibalas tawa dan candaan balik oleh Luna dan Dwi


Kini mereka adalah sahabat tapi cinta itulah yang kadang mereka sampaikan kepada teman-temannya


Teman-temannya pun tak berkomentar lagi jika duo sobat ini sudah dalam mode membalas candaan mereka


"ciee cieee Pepet terus boy" suara merdu milik Atin mengagetkan Luna dan Dwi


"kang bajai kali dipepet " jawab Dwi


Hahah


Hahaha


Hahaha


Gelak tawa dari keempat remaja kini meramaikan taman di mall ini


"Luna sehat " tanya luffy


Luffy bingung memulai percakapan dari mana


Hanya kata itu yang terlintas di benaknya


Luffy yang biasa nyaman dan jadi dirinya sendiri didepan Luna kini malah tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapa Luffy takut salah dalam kata


Luffy ingin menyampaikan maksud hati tetapi luffypun sadar tidak baik jika Luffy terlalu terburu-buru dalam mengungkapkan rasa


Secara didepan matanya kini


Luffy melihat sepertinya rasa yang dimiliki oleh Dwi dan Luna masih sangat besar


Seperti yang terlihat kini


Mereka sangat nyambung dan kompak jika bersama

__ADS_1


"emg Luna sakit boy" tanya Atin


"kayaknya iya nih sakit" lanjut Dwi


Luna, Atin dan Luffy memandang Dwi secara bersamaan dan kompak mereka bertanya


"emg sakit apa"


"kanker" ujar Dwi menaik turunkan alisnya


Hmmm dasar jahilnya keluar


"Yee itu mah kamu aja keles" ujar Luna dan Atin bersamaan


"lah kok kalian tahu" tanya Dwi sungguh-sungguh


"iya tahu lah kan tanggal tua jadi kanker"


"alias kantong kering" ucap Luna dan Atin bersemangat


Hahaha


Hahaha


Sereceh ini memang bercandaan ala anak rantau


Saat tanggal gajian mereka akan semangat empat lima dalam membagi hasil keringat yang didapat


Seperti para perantau pada umumnya


Uang gaji yang didapat akan dibagi-bagi sampe hampir habia


Untuk kontrakan


Untuk air


Untuk listrik


Untuk paketan


Untuk mengirim emak bapak dikampung


Untuk ongkos pulang pergi kerja


Dan pasti yang utama urusan makan


dalam urusan yang satu ini kudu kusti harus dan wajib dipikirkan secara matang dan dicukup-cukupkan sampe tanggal sakral itu tiba lagi


Yaitu tanggal gejongan alias gajihan


"udah tahu kantong kering alias bokek ngajak main ke mall" ujar Dwi


"lah iya yakkk" tepok jidat si Atik dengan gaya kocaknya


"ke kotu aja yuk lagi free semuakan" usul Luffy


"ciee gaya nya free free an segala Alhamdulillah iya kita makin nambah kosa kata Inggris untuk confersesion " ucap Atin sambil menangkupkan kedua telapak tangan


"yoii, okay lah klo begicu lesgooo on the way " balas Luna


"go go go power rangers " ucap Dwi dan Luffy spontan


"eehh sek sek sek kita ke kotu naik apa boy, mau naik busway apa gimana? " ucap Atin menyadarkan Luna


Luna yang belum faham jalanan Jakarta jadi ikut manggut-manggut tanda faham kemana arah pertanyaan Atin


"gampil Kita kan bisa bonceng-boncengan naik motor" ucap Dwi


"yoii, payo luna samo aku bae gek ye, aku icak icak nyo jadi pemandu jalan"


"yoiii, hayo Luna sama aku aja nanti iya, aku pura-puranya jadi pemandu jalan"


tawar Luffy penuh harap


"okay siap bos, asak ke gratis ye, maklum lah tanggal tuirrr"


"okay siap bos, asalkan gratis iya, maklum lah tanggal tua"


Jawab Luna berbinar


hasil kesepakatan bersama didapatkan kotu adalah tujuan keempat remaja perantau yang kini sedang dalam perjalanan dengan formasi


Luna dan Luffy


Dwi dan Atin


Masing-masing mengendarai kendaraan roda dua yang berplatkan BG tentu motor dari kampung yang dibawa oleh Dwi dan Luffy agar memudahkan aktifitas Dwi dan Luffy


Maklum laki-laki lebih akan cepat tanggap dan hafal jalanan dibandingkan perempuan


kebanyakan perempuan walaupun memegang map di tangan tetap saja pada kenyataannya akan menuju jalan yang salah alias kesasar


entahlah kenala bisa seperti itu mungkin perempuan memang ditakdirkan untuk ikut kemana arah sang imam melangkah


Diperjalanan menuju kotu Luna sedikit heran dan was-was


kenapa Luffy dan Dwi sangat berani mengedarai roda dua ini di ibu kota yang jelas -jelas jalanannya sangat membingungkan dan tentunya banyak petugas di jalan-jalan tertentu


dan berbagai pertanyaan yang lainnya tetapi mengingat kondisi Luffy yang sedang fokus berkendara Luna mengurung kan niatnya


Aah nanti aja aku tanya


Batin Luna


Sepanjang perjalanan Luna tak henti-hentinya memandang kekiri dan kekanan guna menghafal jalan


Siapa tahu lain waktu Luna berkesempatan untuk mengunjungi kotu lagi batin Luna


Setelah lampu merah Grogol perjalan lurus terus luna mulai menghitung danenandai perjalanannya


Setelah itu ketemu perempatan besar banget batin Luna


Aduhh baru sampe sini alamat nyasar lah


Lalu berbelok kekanan


Lalu lurus ahhh gimana ini nanti aku tanya ajalah sama Luffy batin Luna


perjalan kali ini bebas hambatan alias tidak macet padahal jika Luna lihat di TV-TV berita jalanan ibu kota pasti isinya tentang kemacetan panjang dan macet parah


Mungkinkah ini rejeki anak rantau batin Luna


Akhirnya bisa lihat kita tua


Kira-kira disana ada apa aja iya batin Luna


Sepanjang perjalanan Luna sibuk dengan isi otaknya yang kebanyakan berisi pertanyaan tentang jalanan ibu kota, kota tua, suasananya dan masih banyak yang lainnya

__ADS_1


Semoga dengan berkumpul bersama teman dan sahabat seperjuangan dari kampung asal Luna berada sedikit mengurangi rasa rindunya akan kampung halaman terutama rindu dengan kedua orang tuanya


**** bersambung ****


__ADS_2