
Sepulang dari bekerja
Luna langsung pulang dan membersihkan diri, mengganti baju nya dengan baju tidur Dora Emon berwarna biru
tak lupa menyapa ibunya dan menanyakan kesibukan ibunya hari ini
Luna menyampaikan jika malam Minggu akan ada teman masa sekolahnya berkunjung
Luna menjelaskan siapa saja temannya itu
sedikit banyak ibu Wati mengenal dua orang pemuda yang memang sudah dekat sejak masa sekolah dahulu
ibu Wati menyambut baik niatan kedua pemuda tadi
ibu Wati sudah menganggap mereka berdua seperti anak sendiri jadi tak perlu bersusah payah membujuk ibu Wati untuk menerima tamu dari Luna
tak lupa Luna juga memberitahukan kepada ibunya bahwa teman-teman kantor ingin bersilaturahmi di hari Minggu
dan keinginan teman-temannya yang mau mencicipi pempek khas buatan asli dari orang yang tinggal di Palembang langsung
ibu watipun menyanggupi dan mengajak esok hari membeli kebutuhan untuk membuat pempek
tetapi Luna mengusulkan kepada ibunya untuk membeli keperluan membuat pempek sehabis magrib saja
mereka akan ke mall terdekat sekaligus mencuci mata
karna jika Luna mengajak ibu Wati di hari Sabtu atau Minggu
pengunjung mall lebih banyak dua kali lipat dari hari biasanya
Bu watipun menyetujui usul sang anak
magrib pun tiba setelah menunaikan sholat magrib dan membaca beberapa baris Al-Quran
Luna bersiap untuk membawa ibunya berbelanja di mall
sesaat sebelum Luna memanggil ibunya
Luna menyambar handphone yang sedari tadi belum Luna sentuh sejak pulang kerja
pesan masuk sudah dari tadi siang
Luna klik dan membacanya
"Jangan kan es duren kocok, seperangkat alat sholat dibayar tunai Bae insyaAllah aku sanggup mbak brow"
pengirim Luffy
dengan cengengesan Luna mengetik balasannya tanpa menunggu lama pesanpun statusnya terkirim
"Sah Sah Sah para saksi "
hanya kata sah sebanyak tiga kali dan dilanjutkan para saksi Luna balas kepada luffy
disertakan emoticon tepuk tangan sebanyak tiga kali pula
pesan sesingkat itu mampu membuat Luffy di ujung sana jingkrak-jingkrak tak karuan
bak orang yang habis menang lotre Luffy mengepalkan tangan dan bersorak yes yes yes
sebencanda itu Luna dan Luffy tetapi mereka tidak tahu akan hal-hal diluar kuasa mereka berdua
ketika candaan niatan baik mereka dicatat dilangit dan diaminkan oleh para malaikat
Alalh pemilik semesta dapat dengan sekejab saja akan mengabulkan doa baik itu
disini jika Allah sudah berkehendak apa yang terjadi maka terjadilah
Kun fayakun kalimat sakti yang hanya di miliki oleh Allah
Surat Yasin ayat ke-82 mengandung arti mengenai penjelasan Kun Fayakun, bahkan mungkin kalimat tersebut sudah cukup sering Anda bacakan ketika mengaji surat ini.
إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Inna ma amruhu iza arada syai'an ay yaqula lahu kun fa yakun.
Artinya: "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah! maka terjadilah ia'".
Kun Fayakun artinya masih tetap sama dan mutlak dalam Alquran. Selain tertera pada Surat Yasin ayat 82, kun fayakun juga tertera di ayat dalam surat-surat lainnya, seperti berikut:
QS An-Nahl ayat 40
QS Al-Mu'min ayat 68
QS Maryam ayat 35
QS Al-Baqarah ayat 117
QS Al-Imran ayat 59
Dari potongan ayat-ayat di atas
dapat disimpulkan bahwa kun fayakun artinya adalah menunjukkan kebesaran Allah SWT, bahwa semua yang Allah kehendaki akan benar terjadi sekalipun hal itu mustahil bagi manusia yang tidak mampu menguasainya
begitupun nasip Luna dan Luffy
baik rejeki, jodoh, mau dan umur semua kuasa Tuhan
jika Tuhan sudah menghendaki tidak ada satu hal apapun didunia ini dapat mencegahnya
di dalam mall Luna dan ibu Wati mendorong troli ke bagian daging segar
ibu Wati dan lun amencari ikan tenggiri ciri khas ikan yang digunakan untuk pembuatan pempek Palembang
setelah berputar-putar beberapa saat dan menanyakan kepada petugas yang berjaga d stand daging Luna dan ibu Wati harus menerima kenyataan bahwa ikan yang dicari tidak tersedia
dengan kecewa Luna berkata kepada ibu Wati
"iyaa Buu gimana ikannya gak ada" dengan lesu Luna bertanya
"gak apa-apa lun kita pakai ikan laut yang lainnya aja" ucap Bu Wati menenangkan Luna
"emang bisa Bu" dengan terheran Luna bertanya
pasalnya Luna memang orang Palembang lahir dan dibesarkan disana tapi untuk masalah perdapuran Luna masih ditahap enol besar
"bisa sayang walau beda rasa tapi dijamin jos gandos" jempol ibu Wati meyakinkan Luna
"okay lah kalo begicu" jawab luna tak mau kalah mau kalah menunjukkan jempolnya
setelah selesai membeli beberapa keperluan untuk pembuatan pempek dan cuka nya
Luna dan ibu Wati menuju salah satu resto makanan cepat saji
__ADS_1
saat makan kedua wanita berbeda generasi tersebut ingat kepada sang Ayah yang ada dikampung
"coba Bapak bisa ikut kesini iya Bu" ucap Luna sendu
ibu wati menatap Luna seraya tersenyum
kemudian ibu Wati rengkuh tubuh Luna
dipeluknya dengan penuh kasih dan dielusnya punggung sang anak
"Luna kangen bapak ? " tanya Bu Wati sambil melepaskan pelukannya
ditatapnya dua manik bening sang anak
tersirat begitu besar kerinduan disana
disela anggukan kepala Luna
ada bulir bening yang ditahan agar tak tumpah ditempat umum
"nanti kita telfon bapak iya" ucap ibu Wati sambil mengelus pundak sang anak
lagi-lagi Luna hanya mengangguk kan kepalanya
setelah bermelow dan berbelanja Luna dan Bu Wati merasa sudah cukup untuk hari ini
dan memutuskan untuk kembali kerumah
dengan mengendarai angkot atau angkutan umum Luna dan Bu Wati tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai dirumah
sesampainya dirumah
Bu Wati gegas meng eksekusi
pempek khas Palembang
tentunya dengan ikan yang berbeda
karna di mall tadi tidak tersedia ikan tenggiri
salah satu bahan yang digunakan untuk pembuatan pempek
"Bu bagi resep bikin pempeknya boleh ?" dengan senyum tersungging lebar Luna meminta resep pembuatan pempek khas Palembang pada sang ibu
"jangan kan resep, kali ini Luna harus ikut bikin loo" sahut sang ibu
kemudian sang ibu mulai menerangkan bahan-bahan serta tak lupa cara pembuatan pempek khas Palembang
bahan-bahan
2 kg Daging Ikan Tenggiri (atau diganti jenis ikan laut yang lain)
2 kg Tepung Sagu, merk Sagu Tani
1 btr Telur Ayam
1 sdm Bawang Putih goreng
4 btr Telur, untuk buat pempek kapal selam
secukupnya Garam dan Gula
cara pembuatan
Langkah ke 1
Haluskan bawang putih goreng, garam dan gula.
Langkah ke 2
Campur daging ikan tenggiri dan bumbu. Aduk-aduk sambil koreksi bila ad tulang yg tertinggal.
Langkah ke 3
Masukan sedikit air hingga adonan seperti bubur ikan. Lalu tambahkan 1 butir telur ayam. Aduk-aduk lagi hingga merata.
Langkah ke 4
Koreksi rasa. Lalu tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sampai 1 kg tepung. Aduk rata. Jangan diuleni.
Bentuk adonan seperti kapal selam, lenjer dll. Saat membentuk taburkan tepung ke tangan dan talenan agar tidak lengkat. (Biasany proses ini baru diuleni, biar ga alot)
Langkah ke 6
Rebus pempek dalam air mendidih yg sudah diberi sedikit minyak dan garam. Bila sudah mengapung, angkat. (Untuk kapal selam, tunggu agak lama agar matang dalamnya).
dengan cermat Luna mencatat semua bahan dan cara pembuatan tak lupa dengan cekatan membantu ibu Wati membuat pempek khas Palembang yang akan disuguhkan kepada para tamu yaitu team atau teman kerja Luna
"kalau cukanya Bu? "
tanya Luna dengan mode serius
"kamu siapkan bahan-bahannya ...."
Bahan-bahan yang harus disiapkan
500 gram gula merah
500 ml air
3 sendok makan asam jawa
1 sendok makan ebi sangrai, haluskan
1 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh garam
Bumbu Halus
10 siung bawang putih
10-20 buah cabai rawit
3 buah cabai merah keriting
cara pembuatan
Rebus air bersama gula merah hingga larut sepenuhnya. Setelah itu angkat dan saring airnya.
Rebus kembali larutan gula merah bersama bumbu halus, garam, gula pasir, ebi yang sudah dihaluskan dan asam jawa.
Masak dengan api kecil sampai airnya sedikit menyusut.
Jika cuko sudah mencapai kekentalan yang diinginkan, segera angkat dari kompor
Saring cuko, kemudian tempatkan di wadah. Jika sudah dingin, tutup rapat dan masukkan ke dalam lemari es
__ADS_1
dikarenakan Luna belum memiliki lemari es
maka cuko pempek hanya di simpan di dalam wadah yang digunakan untuk merebus tadi da ditutup rapat
pesan sang ibu besok pagi-pagi sekali cukonya harus dipanaskan kembali
biar makin mantap saat disantap bersama pasangannya pempek kapal selam atau pempek lenjer dan gorengpun bisa
dengan telaten dan perasaan yang bahagia Luna dan sang ibu telah menyelesaikan pempek khas dari daerah asalnya
Luna yang pada dasarnya anak gadis semata wayang bisa dihitung dengan jari bila masuk dapur untuk membuat masakan atau makanan untuk sang ibu dan bapak
kalau hanya sekedar memasak nasi dan menumis Luna jagonya
tetapi jika berhubungan dengan pempek adon mengadon Luna belum faham betul
tapi jika membentuk pempek menjadi lenjer atau pastel jangan ditanya
denga tutup mata bentuk pempek pastel dapat dengan mudah Luna bentuk
disini Luna jagonya
keseruan di dapur dengan sang ibu Luna sangat manfaatkan dengan baik
karna moment seperti ini tidak akan terulang kembali apa lagi bila nanti sang ibu bertolak kembali ke kampung halaman
banyak wejangan dan obrolan yang Luna dapatkan dari sang ibu
Luna berharap kejadian pahit beberapa tahun lalu tidak akan terulang kembali
semoga sang ibu benar+benar mengenal karakter sang anak
bagaimanapun tidak ada seorang ibu yang menginginkan keburukan bagi sang anak
begitupula sang anak
sangat menginginkan kebahagiaan untuk sang ibu
contoh kecil berbakti dan menjadi anak yang Sholeh
dibalik keseruan hari ini
sebenarnya ada hal penting yang ingin Bu Wati sampaikan tetapi mengingat bahwa anaknya baru saja bergabung dengan perusahaan dimana tanda tangan kontrak mengharuskan terikat dengan pekerjaan
selama satu tahun kedepan tidak adanya pernikahan
makan kata yang ingin Bu Wati ungkapkan rasanya hanya sebatas tenggorokan saja
melihat kerehasan yang ditampilkan sang ibunda
Luna dengan kepekaannya pun memberanikan diri bertanya
"Buu, ibu kok sepertinya gelisah, ada yang bisa Luna bantu ?" ucap Luna lembut
"ibu gak apa-apa nak" tolak sang ibu
Luna sempat mendengar helaan nafas kecil dari sang ibu
yang menandakan ada sesuatu hal yang sang ibunda simpan
tetapi apa
Luna bertanya-tanya dalam hatinya
Luna menepis segala kekhawatirannya dengan mulai bercerita tentang teman-teman dikantor
mengalirlah cerita demi cerita
dari bibir Luna
lalu...
"teman sekantormu sudah menikah semua lun?" tanya sang ibu tiba-tiba
"hmm sebagian sudah punya anak Bu, kalau yang baru-baru kayak Luna masih jomblo semua " Luna tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya
"ingat umur iya nak" ucap ibu Wati santai namun ada getaran dikalimatnya
"hmm" Luna terlonjak kaget ada apa dengan sang ibu yang tiba-tiba saja membahas umur dan menanyakan perihal pernikahan teman-teman kerjanya
apakah sang ibu menginginkan pernikahan dari sang anak
aahh rasanya Luna tak sanggup membayangkan untuk menikah diusia muda
banyak hal yang ingin Luna capai
salah satunya membahagiakan kedua orang tuanya dengan hasil kerja kerasnya
"Bu lunaka baru sembilan belas tahun masih sangat muda dan kinyis-kinyis" Luna mencoba bercanda demi mencairkan suasana yang sedikit mulai tegang
hawa dingin sangat Luna rasakan disekitar Luna
menjalar ketengkuk dan tangannya
Luna sangat takut kalimat ampuh sang ibu keluar
misalnya meminta Luna untuk segera menikah
Luna rasa kalimat itu sangat horor
"di kampung kita gadis seusiamu sudah punya anak dua sayang" ucap sang ibu tegas
Luna menelan slavianya dengan susah payah
bibirnya mulai kelu
hayo otak berpikir ucap Luna di dalam hati
"Luna belum siap Bu" lirih Luna
"lagian Luna belum punya calon, Luna mau bahagiain ibu dan bapak dulu" lanjut Luna dengan nada yang lebih ceria
"ibu sama bapak akan bahagia kalau kamu sudah punya pendamping yang akan mampu menjaga dan membahagiakanmu nak" ucap sang ibu serius
kegiatan ibu dan anak didapur memmndadak hening seketika
wahhh horor banget ini batin Luna
aduh udah kayak uji nyali
kenapa tiba-tiba ibu bahas masalah pernikahan sih
padahal ibu dan bapak orang yang santui alias santai
apalagi masalah pendamping hidup
"kalau sudah ketemu dengan orang yang tepat Luna akan kenalkan sama ibu dan bapak iya" ucap Luna bersungguh-sungguh
"kalau ibu dan bapak sudah punya calon untukmu apa kamu mau ikut pulang ke kampung" tanya Bu Wati dengan mode seratus ribu persen serius
Luna menatap sang ibu
nyalinya menciut tetapi keinginan dihati Luna lebih besar untuk menolak segala macam perjodohan
menikah hanya sekali Luna sangat berharap dapat menikahi seorang lelaki pilihan hatinya
dengan bonus restu kedua orang tuanya
tetapi apa ini barusan yang Luna dengar
apakah sang ibu dan ayah benar-benar telah memiliki calon suami untuk Luna
ataukah hanya pertanyaan pancingan biasa saja yang terkadang diucapkan orang tua kepada anaknya supaya sang anak memberitahukan hal sebenarnya apakah sudah memiliki tambatanh hahti sendiri ataukah
benar-benar jomblo Wati
apakah Luna akan menikah muda dan mendapatkan suami pilihan orang tuanya
atau Luna masih berpetualang menunggu cinta sejatinya
khayalan anak perawan tak jauh-jauh dari hal cinta sejati
__ADS_1
cinta suci dan hal-hal romantis lainnya
---- bersambung ----