Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
bercanda tetapi serius


__ADS_3

Sepulang dari bekerja


Luna langsung pulang dan membersihkan diri, mengganti baju nya dengan baju tidur Dora Emon berwarna biru


tak lupa menyapa ibunya dan menanyakan kesibukan ibunya hari ini


Luna menyampaikan jika malam Minggu akan ada teman masa sekolahnya berkunjung


Luna menjelaskan siapa saja temannya itu


sedikit banyak ibu Wati mengenal dua orang pemuda yang memang sudah dekat sejak masa sekolah dahulu


ibu Wati menyambut baik niatan kedua pemuda tadi


ibu Wati sudah menganggap mereka berdua seperti anak sendiri jadi tak perlu bersusah payah membujuk ibu Wati untuk menerima tamu dari Luna


tak lupa Luna juga memberitahukan kepada ibunya bahwa teman-teman kantor ingin bersilaturahmi di hari Minggu


dan keinginan teman-temannya yang mau mencicipi pempek khas buatan asli dari orang yang tinggal di Palembang langsung


ibu watipun menyanggupi dan mengajak esok hari membeli kebutuhan untuk membuat pempek


tetapi Luna mengusulkan kepada ibunya untuk membeli keperluan membuat pempek sehabis magrib saja


mereka akan ke mall terdekat sekaligus mencuci mata


karna jika Luna mengajak ibu Wati di hari Sabtu atau Minggu


pengunjung mall lebih banyak dua kali lipat dari hari biasanya


Bu watipun menyetujui usul sang anak


 


magrib pun tiba setelah menunaikan sholat magrib dan membaca beberapa baris Al-Quran


Luna bersiap untuk membawa ibunya berbelanja di mall


sesaat sebelum Luna memanggil ibunya


Luna menyambar handphone yang sedari tadi belum Luna sentuh sejak pulang kerja


pesan masuk sudah dari tadi siang


Luna klik dan membacanya


"Jangan kan es duren kocok, seperangkat alat sholat dibayar tunai Bae insyaAllah aku sanggup mbak brow"


pengirim Luffy


dengan cengengesan Luna mengetik balasannya tanpa menunggu lama pesanpun statusnya terkirim


"Sah Sah Sah para saksi "


hanya kata sah sebanyak tiga kali dan dilanjutkan para saksi Luna balas kepada luffy


disertakan emoticon tepuk tangan sebanyak tiga kali pula


pesan sesingkat itu mampu membuat Luffy di ujung sana jingkrak-jingkrak tak karuan


bak orang yang habis menang lotre Luffy mengepalkan tangan dan bersorak yes yes yes


sebencanda itu Luna dan Luffy tetapi mereka tidak tahu akan hal-hal diluar kuasa mereka berdua


ketika candaan niatan baik mereka dicatat dilangit dan diaminkan oleh para malaikat


Alalh pemilik semesta dapat dengan sekejab saja akan mengabulkan doa baik itu


disini jika Allah sudah berkehendak apa yang terjadi maka terjadilah


Kun fayakun kalimat sakti yang hanya di miliki oleh Allah


Surat Yasin ayat ke-82 mengandung arti mengenai penjelasan Kun Fayakun, bahkan mungkin kalimat tersebut sudah cukup sering Anda bacakan ketika mengaji surat ini.


إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ


Inna ma amruhu iza arada syai'an ay yaqula lahu kun fa yakun.


Artinya: "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah! maka terjadilah ia'".


Kun Fayakun artinya masih tetap sama dan mutlak dalam Alquran. Selain tertera pada Surat Yasin ayat 82, kun fayakun juga tertera di ayat dalam surat-surat lainnya, seperti berikut:




QS An-Nahl ayat 40




QS Al-Mu'min ayat 68




QS Maryam ayat 35




QS Al-Baqarah ayat 117




QS Al-Imran ayat 59




Dari potongan ayat-ayat di atas


dapat disimpulkan bahwa kun fayakun artinya adalah menunjukkan kebesaran Allah SWT, bahwa semua yang Allah kehendaki akan benar terjadi sekalipun hal itu mustahil bagi manusia yang tidak mampu menguasainya


begitupun nasip Luna dan Luffy


baik rejeki, jodoh, mau dan umur semua kuasa Tuhan


jika Tuhan sudah menghendaki tidak ada satu hal apapun didunia ini dapat mencegahnya


 


di dalam mall Luna dan ibu Wati mendorong troli ke bagian daging segar


ibu Wati dan lun amencari ikan tenggiri ciri khas ikan yang digunakan untuk pembuatan pempek Palembang


setelah berputar-putar beberapa saat dan menanyakan kepada petugas yang berjaga d stand daging Luna dan ibu Wati harus menerima kenyataan bahwa ikan yang dicari tidak tersedia


dengan kecewa Luna berkata kepada ibu Wati


"iyaa Buu gimana ikannya gak ada" dengan lesu Luna bertanya


"gak apa-apa lun kita pakai ikan laut yang lainnya aja" ucap Bu Wati menenangkan Luna


"emang bisa Bu" dengan terheran Luna bertanya


pasalnya Luna memang orang Palembang lahir dan dibesarkan disana tapi untuk masalah perdapuran Luna masih ditahap enol besar


"bisa sayang walau beda rasa tapi dijamin jos gandos" jempol ibu Wati meyakinkan Luna


"okay lah kalo begicu" jawab luna tak mau kalah mau kalah menunjukkan jempolnya


setelah selesai membeli beberapa keperluan untuk pembuatan pempek dan cuka nya


Luna dan ibu Wati menuju salah satu resto makanan cepat saji

__ADS_1


saat makan kedua wanita berbeda generasi tersebut ingat kepada sang Ayah yang ada dikampung


"coba Bapak bisa ikut kesini iya Bu" ucap Luna sendu


ibu wati menatap Luna seraya tersenyum


kemudian ibu Wati rengkuh tubuh Luna


dipeluknya dengan penuh kasih dan dielusnya punggung sang anak


"Luna kangen bapak ? " tanya Bu Wati sambil melepaskan pelukannya


ditatapnya dua manik bening sang anak


tersirat begitu besar kerinduan disana


disela anggukan kepala Luna


ada bulir bening yang ditahan agar tak tumpah ditempat umum


"nanti kita telfon bapak iya" ucap ibu Wati sambil mengelus pundak sang anak


lagi-lagi Luna hanya mengangguk kan kepalanya


setelah bermelow dan berbelanja Luna dan Bu Wati merasa sudah cukup untuk hari ini


dan memutuskan untuk kembali kerumah


dengan mengendarai angkot atau angkutan umum Luna dan Bu Wati tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai dirumah


sesampainya dirumah


Bu Wati gegas meng eksekusi


pempek khas Palembang


tentunya dengan ikan yang berbeda


karna di mall tadi tidak tersedia ikan tenggiri


salah satu bahan yang digunakan untuk pembuatan pempek


"Bu bagi resep bikin pempeknya boleh ?" dengan senyum tersungging lebar Luna meminta resep pembuatan pempek khas Palembang pada sang ibu


"jangan kan resep, kali ini Luna harus ikut bikin loo" sahut sang ibu


kemudian sang ibu mulai menerangkan bahan-bahan serta tak lupa cara pembuatan pempek khas Palembang


bahan-bahan


2 kg Daging Ikan Tenggiri (atau diganti jenis ikan laut yang lain)


2 kg Tepung Sagu, merk Sagu Tani


1 btr Telur Ayam


1 sdm Bawang Putih goreng


4 btr Telur, untuk buat pempek kapal selam


secukupnya Garam dan Gula


cara pembuatan


Langkah ke 1


Haluskan bawang putih goreng, garam dan gula.


Langkah ke 2


Campur daging ikan tenggiri dan bumbu. Aduk-aduk sambil koreksi bila ad tulang yg tertinggal.


Langkah ke 3


Masukan sedikit air hingga adonan seperti bubur ikan. Lalu tambahkan 1 butir telur ayam. Aduk-aduk lagi hingga merata.


Langkah ke 4


Koreksi rasa. Lalu tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sampai 1 kg tepung. Aduk rata. Jangan diuleni.


Bentuk adonan seperti kapal selam, lenjer dll. Saat membentuk taburkan tepung ke tangan dan talenan agar tidak lengkat. (Biasany proses ini baru diuleni, biar ga alot)


Langkah ke 6


Rebus pempek dalam air mendidih yg sudah diberi sedikit minyak dan garam. Bila sudah mengapung, angkat. (Untuk kapal selam, tunggu agak lama agar matang dalamnya).


dengan cermat Luna mencatat semua bahan dan cara pembuatan tak lupa dengan cekatan membantu ibu Wati membuat pempek khas Palembang yang akan disuguhkan kepada para tamu yaitu team atau teman kerja Luna


"kalau cukanya Bu? "


tanya Luna dengan mode serius


"kamu siapkan bahan-bahannya ...."


Bahan-bahan yang harus disiapkan


500 gram gula merah


500 ml air


3 sendok makan asam jawa


1 sendok makan ebi sangrai, haluskan


1 sendok teh gula pasir


1/2 sendok teh garam


Bumbu Halus


10 siung bawang putih


10-20 buah cabai rawit


3 buah cabai merah keriting


cara pembuatan




Rebus air bersama gula merah hingga larut sepenuhnya. Setelah itu angkat dan saring airnya.




Rebus kembali larutan gula merah bersama bumbu halus, garam, gula pasir, ebi yang sudah dihaluskan dan asam jawa.




Masak dengan api kecil sampai airnya sedikit menyusut.




Jika cuko sudah mencapai kekentalan yang diinginkan, segera angkat dari kompor




Saring cuko, kemudian tempatkan di wadah. Jika sudah dingin, tutup rapat dan masukkan ke dalam lemari es



__ADS_1


dikarenakan Luna belum memiliki lemari es


maka cuko pempek hanya di simpan di dalam wadah yang digunakan untuk merebus tadi da ditutup rapat


pesan sang ibu besok pagi-pagi sekali cukonya harus dipanaskan kembali


biar makin mantap saat disantap bersama pasangannya pempek kapal selam atau pempek lenjer dan gorengpun bisa


dengan telaten dan perasaan yang bahagia Luna dan sang ibu telah menyelesaikan pempek khas dari daerah asalnya


Luna yang pada dasarnya anak gadis semata wayang bisa dihitung dengan jari bila masuk dapur untuk membuat masakan atau makanan untuk sang ibu dan bapak


kalau hanya sekedar memasak nasi dan menumis Luna jagonya


tetapi jika berhubungan dengan pempek adon mengadon Luna belum faham betul


tapi jika membentuk pempek menjadi lenjer atau pastel jangan ditanya


denga tutup mata bentuk pempek pastel dapat dengan mudah Luna bentuk


disini Luna jagonya


keseruan di dapur dengan sang ibu Luna sangat manfaatkan dengan baik


karna moment seperti ini tidak akan terulang kembali apa lagi bila nanti sang ibu bertolak kembali ke kampung halaman


banyak wejangan dan obrolan yang Luna dapatkan dari sang ibu


Luna berharap kejadian pahit beberapa tahun lalu tidak akan terulang kembali


semoga sang ibu benar+benar mengenal karakter sang anak


bagaimanapun tidak ada seorang ibu yang menginginkan keburukan bagi sang anak


begitupula sang anak


sangat menginginkan kebahagiaan untuk sang ibu


contoh kecil berbakti dan menjadi anak yang Sholeh


dibalik keseruan hari ini


sebenarnya ada hal penting yang ingin Bu Wati sampaikan tetapi mengingat bahwa anaknya baru saja bergabung dengan perusahaan dimana tanda tangan kontrak mengharuskan terikat dengan pekerjaan


selama satu tahun kedepan tidak adanya pernikahan


makan kata yang ingin Bu Wati ungkapkan rasanya hanya sebatas tenggorokan saja


melihat kerehasan yang ditampilkan sang ibunda


Luna dengan kepekaannya pun memberanikan diri bertanya


"Buu, ibu kok sepertinya gelisah, ada yang bisa Luna bantu ?" ucap Luna lembut


"ibu gak apa-apa nak" tolak sang ibu


Luna sempat mendengar helaan nafas kecil dari sang ibu


yang menandakan ada sesuatu hal yang sang ibunda simpan


tetapi apa


Luna bertanya-tanya dalam hatinya


Luna menepis segala kekhawatirannya dengan mulai bercerita tentang teman-teman dikantor


mengalirlah cerita demi cerita


dari bibir Luna


lalu...


"teman sekantormu sudah menikah semua lun?" tanya sang ibu tiba-tiba


"hmm sebagian sudah punya anak Bu, kalau yang baru-baru kayak Luna masih jomblo semua " Luna tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya


"ingat umur iya nak" ucap ibu Wati santai namun ada getaran dikalimatnya


"hmm" Luna terlonjak kaget ada apa dengan sang ibu yang tiba-tiba saja membahas umur dan menanyakan perihal pernikahan teman-teman kerjanya


apakah sang ibu menginginkan pernikahan dari sang anak


aahh rasanya Luna tak sanggup membayangkan untuk menikah diusia muda


banyak hal yang ingin Luna capai


salah satunya membahagiakan kedua orang tuanya dengan hasil kerja kerasnya


"Bu lunaka baru sembilan belas tahun masih sangat muda dan kinyis-kinyis" Luna mencoba bercanda demi mencairkan suasana yang sedikit mulai tegang


hawa dingin sangat Luna rasakan disekitar Luna


menjalar ketengkuk dan tangannya


Luna sangat takut kalimat ampuh sang ibu keluar


misalnya meminta Luna untuk segera menikah


Luna rasa kalimat itu sangat horor


"di kampung kita gadis seusiamu sudah punya anak dua sayang" ucap sang ibu tegas


Luna menelan slavianya dengan susah payah


bibirnya mulai kelu


hayo otak berpikir ucap Luna di dalam hati


"Luna belum siap Bu" lirih Luna


"lagian Luna belum punya calon, Luna mau bahagiain ibu dan bapak dulu" lanjut Luna dengan nada yang lebih ceria


"ibu sama bapak akan bahagia kalau kamu sudah punya pendamping yang akan mampu menjaga dan membahagiakanmu nak" ucap sang ibu serius


kegiatan ibu dan anak didapur memmndadak hening seketika


wahhh horor banget ini batin Luna


aduh udah kayak uji nyali


kenapa tiba-tiba ibu bahas masalah pernikahan sih


padahal ibu dan bapak orang yang santui alias santai


apalagi masalah pendamping hidup


"kalau sudah ketemu dengan orang yang tepat Luna akan kenalkan sama ibu dan bapak iya" ucap Luna bersungguh-sungguh


"kalau ibu dan bapak sudah punya calon untukmu apa kamu mau ikut pulang ke kampung" tanya Bu Wati dengan mode seratus ribu persen serius


Luna menatap sang ibu


nyalinya menciut tetapi keinginan dihati Luna lebih besar untuk menolak segala macam perjodohan


menikah hanya sekali Luna sangat berharap dapat menikahi seorang lelaki pilihan hatinya


dengan bonus restu kedua orang tuanya


tetapi apa ini barusan yang Luna dengar


apakah sang ibu dan ayah benar-benar telah memiliki calon suami untuk Luna


ataukah hanya pertanyaan pancingan biasa saja yang terkadang diucapkan orang tua kepada anaknya supaya sang anak memberitahukan hal sebenarnya apakah sudah memiliki tambatanh hahti sendiri ataukah


benar-benar jomblo Wati


apakah Luna akan menikah muda dan mendapatkan suami pilihan orang tuanya


atau Luna masih berpetualang menunggu cinta sejatinya


khayalan anak perawan tak jauh-jauh dari hal cinta sejati

__ADS_1


cinta suci dan hal-hal romantis lainnya


---- bersambung ----


__ADS_2