Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua

Teman Tapi Menikah - Restu Orang Tua
aku dan pekerjaanku (cintaku)


__ADS_3

mobil bus yang ditumpangi oleh Luna membawanya ke tempat yang dituju


setelah sampai di terminal bus kota jakarta barat


Luna bersiap mencari tempat lokasi yang sudah ditentukan untuk pertemuan dengan driver yang akan menjemput Luna


drrreeet dddrreeeet dering handphone terdengar nyaring dari handphone Luna


gegas Luna mengangkat telfon tersebut dan terdengar arahan dari sebrang telfon


"halo assalamualaikum" tanya Luna


"...."


"iya bang"


"...."


"hmm faham"


"...."


"baik siap, Luna otw iya" tutt telfon telah dimatikan oleh Luna dan bergerak Luna menuju tempat pertemuan


sesampainya ditempat tujuan


pos polisi di dekat lampu merah depan terminal


Luna


mengirim pesan singkat kepada nomer yang barusan menelfon Luna


"bang Luna pakai baju dan jaket hitam ada koper warna hitam, Luna berdiri didekat pos polisi iya" send dan terkirim


sesaat ada balasan dari SMS yang luna kirim


"ok de. tunggu Abang pakai mobil box kantor warna putih ada logo nama kantor iya " balasan dari SMS Luna


tak lama kemudian mobil yang disebutkan persis ada dihadapan Luna dengan kecepatan sedang dan kaca mobil pun dibuka


"dek Luna hayoo buruan masuk bentar lagi lampu hijau" ucap seorang pria dari dalam mobil


"ehh bang udah sampe, iya siap" gegas Luna mendaratkan diri ke bangku kemudi depan


koperlunapun yang berukuran sedang Luna masukkan di bangku depan


karna mobil box milik kator hanya ada dua bangku untuk kemudi dan penumpang


"gimana kabarmu de?" tanya bang Ucok kepada Luna


"Alhamdulillah baik bang, bang ucok sendiri gimana?" balas Luna


bang Ucok adalah salah satu driver yang bekerja di resto Eropa yang sudah lama Luna kenal


Luna sudah menganggap bang Ucok seperti saudara sendiri begitupula bang Ucok menganggap Luna selayaknya adik perempuan


"Alhamdulillah luar biasa sehat, btw selamat bergabung lagi di perusahan ini iya" ucap bang Ucok dengan penuh ketulusan mengucapkan selamat kepada Luna


selain senang karna memiliki partner kerja lagi dan bonus sudah lama kenal bag Ucok merasa sangat bahagia karna adik kecil yang ia kenal sebagai wanita muda yang tanggung dan tulus akan membawa warna baru di perusahaan nanti


disepanjang perjalanan menuju kontrakan yang disediakan oleh perusahaan


bang Ucok sedikit banyak menceritakan perkembangan perusahaan kini kepada Luna


pasalnya dahulu Luna bekerja di resto Eropa penempatan Kemang Jakarta Selatan, kini Luna akan bekerja di bagian office yang baru selesai dibangun ditanah milik perusahaan sendiri yang berlokasi di Tangerang Selatan


selain memiliki resto kini perusahaan yang dipimpin oleh MR. WHY merambah ke dunia sales and retail


yang memproduksi dan menyediakan proda roti Eropa, dissert dan cake


tentunya team yang menempati posisi masing-masing adalah team yang profesional pada bidangnya dan tidak diragukan lagi kemampuannya


karna Luna sempat mengenyam les/pendidikan dalam bidang komputer dan internet, serta berbekal pakelaring dari MR. WHY tentunya Luna memiliki nilai tersendiri dan dapat diterima diperusahaan ini


tak memakan waktu lama untuk dapat mencapai kontrakan yang dikhususkan untuk karyawan


karna suasana jalan pagi ini tidak begitu padat dan tidak macet sama sekali


Luna yang sedari tadi tak sengaja terlelap dibangku penumpang dikejutka dengan suara laki-laki yang memanggilnya


"astaghfirullah kita sudah sampai bang" tanya Luna dengan muka batalnya dan mengucek kedua matanya menggunakan tangannya


"iyee boss, capek banget kayaknya de, jauh banget iya jalannya dari kampung, iya Udin kalo begicu lanjut istirahat dikontrakkan aja gih" ucap bang Ucok


dengan gaya khasnya bola berbicara


iya bang Ucok orang yang terkadang usil dan jail sangat nyaman berbicara apa adanya dan nyablak apa bila didekat Luna dan teman-teman yang sudah mengenalnya dengan sangat baik


"hehehe baik bang siap 86" Luna mengiyakan dan gegas turun dari mobil dan menuju kontrakan yang di tunjuk oleh bang Ucok tadi


lelah sudah pasti dirasakan oleh Luna tapi semua itu tak iya khawatirkan karna pasalanya Luna tela selamat sampai ditujuan


sesampainya dipintu dikontrakan Luna menggaruk kepalanya yang tak gatal dan berbalik badan


"bang Ucok ini kunci kontrakannya mana" tanya Luna polos


"hahaha iye sorry sorry Abang lupa bilang, nohh ada dibawah keset kaki" jawab bang Ucok santai sambil memonyongkan bibir

__ADS_1


setelah itu bang Ucok menjelaskan peraturan kontrakan dan siapa saja yang tinggal di sebelahnya, kemudian tanpa aba-aba bang Ucok langsung ngacir entah kemana


setelah dirasa Luna bang Ucok tidak ada dipandangan mata


lunapun hanya dapat celingak celinguk kekiri dan kekanan bingung mencari keberadaan bang Ucok


ditengah kebingungannya dilihatnya ada seorang gadis manis dan sudah sangat cantik menggunakan seragam dengan ada logo perusahaan yang sama dimana Luna bekerja


"mbak orang baru iya" tanya sang gadis cantik tersebut


"iya mbak perkenalkan saya Luna, baru sampai pagi ini" sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tanda perkenalan dengan gadis tadi


"saya Novia, saya tinggal disebelah mbak, nanti lanjut lagi iya saya sudah mau berangkat nih" ucap gadis yang baru dikenal Luna dengan nama Novia


"iya mbak ditunggu iya, hati-hati dijalan" jawab Luna tulus


---- prov Luna ----


setelah aku berkenalan dengan gadis cantik yang memperkenalkan dirinya bernama Novia aku memutuskan untuk kembali masuk ke kontrakan dan hendak menutup pintu karna ku pikir mungkin bang Ucok sudah pulang atau kembali bekerja


tinn tinn tinn


terdengar klakson mobil dari luar kontrakan


dengan tergesa aku membuka sedikit gordeng jendela dan mengintip


ternyata mobil box yang dikemudikan bang Ucok tadi telah sampai lagi didepan kontrakan ku


kireettt dreettt


pintu ku buka dan belum sempat aku menyapa bang Ucok, bang Ucok telah terlebih dahulu menyodorkan bungkusan yang mengeluarkan aroma semriwingggg


aahhh aroma ini langsung membuat perutku otomatis berbunyi kriukk kriiuukk menandakan bahwa perut ini mulai minta diisi


"nih dek makan dulu, nasi uduk depa gang Mpok leha, enak murah dan banyak kalo butuh bantuan lain infoin Abang atau anak sebelah aja" setelah menyodorkan kresek tadi akupun mengucapkan terimakasih dan bang Ucok dengan langkah seribunya berpamitan hendak kembali bekerja mengantar prodak dari perusahaan ke mall-mall besar di jakarta


dengan penuh syukur aku mengucapkan doa dan hamdalah karna hari pertama dipertemukan kembali orang-orang baik dari masa lalu dan hampir lupa jika aku belum mengabari ibu dan bapak dikampung


dengan santai tapi pasti aku memdeal nomer dihendphone ku


beberapa kali berdering


tapi tak ada jawaban dari sebrang sana


tak putus asa aku kembali menelfon nomer ibuku


hingga panggilan ke empat telfonku diangkat oleh ibu


"assalamualaikum Bu"


"waalaikumsalam iya nak. gimana sudah sampe kamu?" tanya ibu ada nada terdengar sedikit khawatir disana


aku tidak mau menumpang dirumah keluarga demi menghindari hal-hal yang diluar prediksi


dan tidak mau merusak talisilaturahmi antar keluarga


aku khawatir jika kejadian yang menimpaku setahun yang lalu terulang kembali


walaupun pasti tidak semua keluarga begitu


"Alhamdulillah Bu Luna sudah sampe, ibu sama bapak sehat sehat iya disana, Luna bakalan kangen banget" ucapku tulus


dari telingaku menangkap sendu suara ibu


apa ibu menangis ahh rasanya ingin ku peluk tubuh ibu tapi semua ini demi masa depan lebih baik


demi mencairkan suasana aku bercerita kepada ibu mengenai perjalananku dan suasana kontrakan ku


aku bersyukur dapat kembali menginjakkan kaki disini dan bekerja bersama orang-orang baik


aku berjanji kepada ibu setelah aku melewati masa percobaan tiga bulan


aku memiliki niat untuk mengajak ibu dan bapak liburan atau sekedar berkunjung kesini guna mengetahui tempatku bekerja dan tinggal demi menghindari salah faham atau fitnah dikemudian hari


jujur aku masih merasakan sakit dan sedikit trauma, mentalku sepat down dan air mataku tak hentinya menetes jika mengingat pengalaman pertamaku diperantauan


bukan karna lingkungan pekerjaan atau teman sekantor tetapi lebih ke perlakuan keluarga dari pihak ayah yang membuatku sungguh sangat trauma


setelah puas bercerita dan menanyakan keadaan bapak telfonpun aku akhiri


aku bersiap untuk menata baju-bajuku dan keperluanku didalam ruang kontrakan ini


kontrakan ini cukup luas


ada teras didepan, ruang tamu tersedia satu kamar, dapur dan kamar mandi


aku tak henti-hentinya bersyukur atas kemudahan yang aku dapatkan


semoga ini semua menjadi awal yang lebih baik


setela selesai menata isi koperku yang hanya sedikit dan tak seberapa banyak


aku merebahkan diri dikasur lantai yang lumayan empuk


"sepertinya aku butuh sprei sarung bantal dan peralatan memasak, hmm untuk sementara jika aku lapar jalan ninjaku adalah lari ke warteg Mpok leha aja aahh" batinku sambil senyum-senyum


----------

__ADS_1


pagi ini ku sambut dengan penuh semangat


setelah selesai sarapan nasi uduk Mpok leha dan beramah tamah diwarung nasi uduk ujung gang itu aku bersiap untuk menyambut profesi baruku sebagai admin sales retail di sebuah kantor di Pamulang


kantor yang beroperasi mulai jam tujuh itu mulai dipadati oleh karyawan yang akan memulai harinya mencari rejeki


aku dengan langkah mantap menuju gerbang kantor menyapa scurity dan menjelaskan nama dan tujuanku


aku disambut baik oleh bapak scurity yang bernamakan pak Jajang


jika kulihat perawakannya mirip dan seumuran dengan bapakku iya pak ajan cinta pertamaku


aahh baru juga mau dua hari belum genap aku sudah sangat merindukan kedua orang tuaku


tak banyak pintaku pada Tuhan semoga mereka berdua orang tuaku ibu Wati dan bapak ajan diberikan kesehatan keselamatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT dan tentunya selalu berbahagia


dengan langkah mantap aku menuju ruang karyawan dan disambut oleh ibu Sifa sepertinya staf HRD


"Luna iya, ayo ikut saya" sapa ibu Sifa dengan ramah


"iya Bu saya Luna, baik Bu"


aku mengekori ibu Sifa bagai anak ayam yang dibimbing sang ibu untuk ikut mencari rejeki


atau sekedar memberitahu caranya mencari makan


setelah sampai di suatu mesin yang tertempel didinding


aku diperkenalkan oleh Bu Sifa dan dijelaskan kegunaan alat tersebut


karna aku masih masa percobaan tiga bulan maka absensiku akan dicatat secara manual dahulu jika suda kontrak minimal enam bulan atau satu tahun akan dibuatkan id karyawan begitu kira-kira penjelasan dari ibu Sifa


aku diajak berkeliling mengenal seluk beluk ruangan kantor dan seisinya


ruangan produksi roti, dissert dan cake


ruangan pacaging


ruangan gudang


semua menjadi satu digeding ini


gedung yang terdiri dari tiga lantai ini sangat proporsional untuk pembagian ruangan dan area kerja ini menurut pendapatku


tiba di ruangan kantor aku disambut baik oleh teman-teman satu team di ruangan dan team ini tak aku temukan teman seniorku yang bekerja di tahun pertama aku bergabung


tapi sejauh ini semua bersikap Baim padaku


sedangkan diruang produksi beberapa senior aku temukan yaitu chef Ahmad dibagian pastry and cake


chef hiji di bagian breas atau perotian


ahhh semua masih terlihat sama dibeberapa bagian


-------


diruangan kantor hari pertama aku mulai bekerja


aku didampingi oleh kak Nisa yang memegang bagian admin sales retai


kak Nisa akan membantuku selama kurang lebih lima belas hari atau sampai tutup buku akhir bulan karna kak Nisa ternyata akan resign dari kantor ini


"kak Nisa mohon batuan dan bimbingannya iya" ucapku tulus


"siapp santai aja de, kakak akan bantu kamu sampe jago" ucap kak Nisa terlihat sangat tulus dan sambil mengacungkan dua jempolnya


"ok baik lah perkenalan pertama kita sama semua hal yang menjadi tanggung jawab dan tugas kami iya Luna jadi begini ...."


kak Nisa memulai penjelasannya mengenai semua hal yang akan dilimpahkan kepadaku


waktu yang ada aku gunakan untuk benar-benar mendengarkan penjelasan kak Nisa dan belajar memahaminya supaya penjelasan dari kak Nisa tidak sia-sia


"kak Nisa maaf boleh aku sambil catat poin-poin yang penting atau garis besarnya" izin ku kepada kak Nisa


aku menyadari untuk pekerjaan kantoran seperti ini aku belum memiliki pengalaman tapi aku sangat serius yakin bahwa aku bisa dan mampu


demi kelancaran ku nanti bekerja aku berinisiatif untuk mencatat poin-poin penting sebagai admin sales retail


"ohh boleh banget kamu catet aja iya bagian mana menurut kamu harus dicatat" imbuh kak Nisa berbinar


kak Nisa orang yang sabar sejauh ini aku lihat


iya menjelaskan dengan bahasa yang simpel dan sesuai apa yang dikerjakan


aku mulai mencatat poin-poin dari aku mulai masuk pagi hari lalu apa yang aku aku lakukan dahulu kemudian kelangkah-langkah selanjutnya


sampai di tahapan akan pengimputan data seperti surat jalan untuk produk roti, pastry dan cake


ditekan kan oleh kak Nisa bahwa pengimputan nama jenis barang dan kode tidak boleh salah sebab akan mempengaruhi bagian produksi dan pengiriman barang


jadi disini poin penting diberikan oleh kak Nisa bahwa menjadi admin sales retail itu adalah ujung tombaknya perusahaan karna prodak bisa keluar atau dikirim jika admin sales-nya benar dalam pengimputan


lembar surat retur pun harus selalu disertakan bila mengirim ke mall atau cabang-cabang toko roti lainnya sebab akan ada prodak yang dikembalikan ke kantor jika masa berlaku nya akan habis


aku sungguh sudah bisa membayangkan alur pekerjaan yang akan aku mulai


dengan mantap hatiku telah jatuh cinta dengan profesi ini

__ADS_1


kemudian tiba lah saat makan siang -------


bersambung iya Mak lanjut ke episode berikutnya


__ADS_2