Terjebak Cinta Sesaat

Terjebak Cinta Sesaat
Bab 14 Emosi dan Kesalahfahaman


__ADS_3

Bab 14 Emosi


"Kamu!" Kata Arga kaget karrna tiba tiba perempuan yang dijauhinya berada di hadapannya.


"Hallo sayang!"


Tanpa basa basi perempuan itu masuk ke dalam aparteman Arga tanpa disuruh masuk.


Yang membuat Arga makin terkejut, tiba tiba perempuan itu merangkulnya dengan melingkarkan tangannya dileher Arga.


Perempuan itu tanpa malu malu memagut bibir Arga yang belum sempat menghindar saking terkejutnya.


Bibir perempuan itu terus melancarkan pagutannya walaupun tidak ada perlawanan dari Arga.


Sehingga membuat perempuan itu makin liar menekankan kepala Arga semakin kuat agar pagutan bibirnya tidak terlepas.


Kesadaran Arga sudah kembali karena mendengar seseorang terbatuk.


Uhuk uhuk..


"Maaf kayanya saya harus pergi!" Kata Salma sambil memalingkan muka tidak mau melihat ke arah mereka yang sedang berciuman.


Tiba tiba Arga terkejut dan dengan sekuat tenaga mendorong perempuan itu sampai terjerembab ke atas lantai.


"Apa apaan kamu Cindy?, Beraninya kamu kurang ajar, saya tidak sudi disentuh oleh bibir murahanmu itu cuih!" Bentak Arga tak terima.


Dan perempuan itu ternyata Cindy yang dari dulu selalu mengejar ngejar Arga dan sayangnya Arga tidak sedikitpun tertarik padanya.


Walaupun Cindy sudah sering melakukan pendekatan, merayunya bahkan sampai menggodanya tapi Arga tidak menoleh sama sekali malah selalu mengabaikannya.


Cindy pun tidak pernah menyerah banyak sekali cara untuk menaklukkan Arga tapi sayang sekali selalu gagal.


Dan kejadian tersebut membuat Cindy bahagia karena sudah bisa merebut paksa ciuman Arga.


"Ga, mbak pulang dulu maaf mengganggu kalian!" Ucap Salma sambil berdiri untuk keluar dari aparteman Arga.


Namun setelah semakin mendekat ke arah perempuan itu, Salma terlonjak kaget karena perempuan itu Cindy adik iparnya.


"Cindy!" Kaget Salma.


"Mbak Salma!" Cindy pun tidak kalah kagetnya.


Namun tidak lama kagetnya Cindy langsung berdiri dan berkacak pinggang dengan raut muka memerah menahan amarah.


"OH JADI GINI KELAKUAN MBAK DIBELAKANG KAKAKKU HAH! PANTAS SAJA KAMU DICAMPAKKAN MEMANG PEREMPUAN HINA, PENGGODA, GAK TAU MALU SUDAH MENJADI BENALU DI RUMAH KAKAKKU EH MALAH SELINGKUH DENGAN PACAR SAYA, DASAR KAMU YA MBAK SUDAH MISKIN, KAMPUNGAN TIDAK BERPENDIDIKAN. PANTAS SAJA BANG SATRIA BERPALING KE WANITA LAIN, HUH EMANG YA KALAU SAMPAH PANTASNYA DI CAMPAKKAN!" bentak Cindy sambil menunjuk nunjuk muka Salma.

__ADS_1


Plak...


Salma menampar Cindy sambil berkata.


"KAMU SUDAH KETERLALUAN CINDY! CUKUP KAMU MENGHINA MBAK, MBAK TIDAK PERNAH MEREBUT PACAR KAMU ARGA. MEMANG MBAK KAMPUNGAN, MISKIN, YATIM PIATU TAPI MBAK MASIH PUNYA HARGA DIRI YANG TIDAK SUDI DI INJAK INJAK LAGI OLEH KELUARGA KALIAN. INGAT KARMA ITU PASTI DATANG" ucap Salma tidak terima dituduh merebut Arga.


"HAHAHA APA? SAYA AKAN KENA KARMA, TIDAK MUNGKIN WANITA BERPENDIDIKAN DAN KAYA RAYA SEPERTI SAYA AKAN TERHINA. DAN SATU LAGI SAYA AKAN ADUKAN KELAKUAN BEJAT MBAK KE BANG SATRIA, BIAR SEKALIAN LANGSUNG MENCERAIKAN MBAK!"


"CUKUP KAMU CINDY! JANGAN KURANG AJAR, JANGAN SOMBONG KAMU DUNIA INI BAGAI RODA YANG BERPUTAR DAN TENTUNYA SUATU SAAT KAMU DAN KELUARGAMU AKAN MERASAKAN APA YANG NAMANYA TERHINA".


"HAHAHA, JANGAN SALAH MBAK DENGAN UANG SAYA BISA MELAKUKAN APA SAJA TERMASUK MEMBUAT MBAK MENJADI GELANDANGAN, INGAT SAYA AKAN MENGADUKAN MBAK YANG SUDAH SELINGKUH DENGAN PACAR SAYA, DAN SAYA SANGAT MEMBENCI MBAK KETIKA BANG SATRIA PANIK MENCARI CARI MBAK EH YANG DISINI MALAH ENAK ENAKKAN SELINGKUH DAN BERBUAT ZINA, INGAT MBAK MASIH PUNYA SUAMI!". bentak Cindy lagi.


Melihat kejadian di hadapannya Arga mulai mengerti siap Cindy, dan mendengar cerita dari Salma Arga semakin yakin ternyata keluarga suaminya tidak pernah menyukai Salma


Dan Arga semakin yakin Salma berkata jujur karena melihat dengan mata kepalanya sendiri sifat arogan Cindy yang tidak ada sopan santunnya padahal Salma itu kakak iparnya sendiri sehingga Arga makin membenci Cindy.


"Tutup mulutmu Cindy! Jangan asal fitnah, kamu telah menuduh kakak iparmu berbuat zina dan merendahkannya, terus apa kabarmu yang mengaku ngaku jadi pacar saya bahkan sudah berani memaksa mencium saya, selalu mengejar ngejar saya bahkan sudah beberapa kali menjebak saya. Apakah itu yang disebut wanita terhormat?" Bela Arga tak terima Salma terus dihina.


"Sudahlah Ga, jangan pura pura terdzolimi! jelas jelas mbak sudah melihat kalian berciuman dihadapan mbak. Laki laki memang sama saja munafik bilangnya tidak selingkuh tidak tertarik eh ternyata digoda sedikit saja tidak bisa mengelak, kalau kamu tidak suka padanya pasti tidak akan terjadi hal hal yang menjijikan itu apalagi di hadapan orang lain. Kamu bisa saja membohongi orang lain tapi tidak dengan mbak yang sudah tau tabiat laki laki itu sama saja pengecut!". Tegas Salma yang merasa kesal karena sudah mengenal beberapa laki laki emang kelakuannya seperti itu tidak tegas.


"Eh mbak tolong jangan salah faham, saya tidak ada hubungannya dengan Cindy" bela Arga.


"Sudahlah Ga, jangan banyak alesan memang kalian sama saja!" Jawab Salma sambil melangkahkan kakinya keluar dari aparteman Arga.


"Terimakasih atas bantuannya, permisi!" Ucap Salma lagi kemudian melangkahkan kakinya ke luar dari aparteman Arga.


"PUAS KAMU HAH! SUDAH MEMBUAT KAKAK IPARMU SALAH FAHAM, EMANG YA DASAR PEREMPUAN TIDAK TAU MALU MENGEJAR NGEJAR LAKI LAKI SAMPAI SEGITUNYA". Bentak Arga.


"Cukup Ga, aku melakukan itu karena aku sangat mencintai kamu, kenapa sih kamu tidak menghargaiku walau sedikit saja? Apa kurangnya aku Ga?, cantik , pintar, berpendidikan dan kaya raya" wajah Cindy memelas agar Arga memberikan belas kasihannya.


"KELUAR!" bentak Arga.


"Ga, kamu tega ngusir aku demi mbak Salma, kamu membelanya mati matian sedangkan ke aku kamu terus menghindar, apa sih yang ada di fikiran kamu?"


"KELUAR, DENGAR TIDAK? KELUAR!".


"Oke oke aku keluar sekarang, tapi ingat Ga! Aku tidak akan menyerah sedikitpun untuk mendapatkan cintamu, aku tidak rela kamu dimiliki orang lain apalagi wanita seperti mbak Salma"


Tanpa banyak biacara Arga mendorong tubuh Cindy keluar dari unit apartemannya, setelah Cindy keluar Arga menutup pintu apartemannya secara kasar.


Brukkk...


Suara pintu tertutup dengan kasar. Argapun kembali ke sofa sambil menyandarkan punggungnya disandaran sofanya.


Huh...

__ADS_1


Arga menghembuskan nafasnya secara kasar dan tiba tiba mengingat sesuatu.


"Astaga mbak Salma! Kemana dia ya? mudah mudahan langsung pulang ke rumahanya, tapi kalau tidak?. Oh tidak tidak aku tidak mau terjadi sesuatu sama mbak Salma, ya aku harus menyusulnya" gerutu Arga.


Tiba tiba dengan perasaan panik Arga berdiri dan menyambar kunci mobilnya untuk menyusul Salma, karena fikirnya Salma masih belum jauh dari apartemannya.


Dilain tempat terlihat ketegangan sedang terjadi, yaitu antara Satria dan ketiga perempuan yang sedang berdiri dihadapannya.


"Kamu! Ngapain lagi ke sini?" Geram Satria


"Tentu saja kangen dengan kamu bang" jawab Nadia.


"Urusan diantara kita sudah selesai Nad, jadi saya mohon dengan sangat silahkan pergi dari sini!" Usir Satria.


Tiba tiba Maya menatap tajam ke arah Satria tidak terima.


"Apa? Kamu ngusir kami diri sini. Gak salah tuh seharusnya kamu bersyukur Nadia mau datang ke sini setelah kamu menghina dan mencampakkannya, DASAR LAKI LAKI BRENGSEK!"


"Apa maksud kamu? Siapa kamu beraninya ikut campur urusan saya?" Ucap Satria tidak terima.


"Urusan Nadia urusan kami, dan saya tidak terima kamu menyakiti sahabat saya" Nina ikut menimpali.


"Kalian ini semakin ngaco ya, siapa juga yang menyakiti sahabat kamu?"


"Hei Satria! Emang ya kamu laki laki munafik, sudah jelas jelas kamu menyakitinya masih saja mengelak, apa kamu tidak takut karma?" Geram Maya.


"Tunggu tunggu! saya semakin tidak mengerti maksud kalian datang ke sini untuk memaki maki saya terus menuduh saya menyakiti sahabatmu?" Belas Satria lagi.


Nadia merasa kedoknya akan terbongkar jika terus Satria menyangkalnya, Nadia pun takut kebenarannya akan terungkap karena sudah menghasut dua sahabatnya itu. Nadia menjadi gelisah sehingga dia cepat melerai pertengkaran mereka.


Hiks hiks...


"Bang! Kamu tega sekali, setelah merenggut kesucian saya kamu malah mencampakanku, kamu merayu saya sehingga mahkotaku yang sangat berharga telah kamu renggut , tapi kejamnya kamu bang setelah mendapatkan madu manisnya malah tega membuangku tanpa belas kasihan, aku sedih bang, sakit dada ini bang" raung Nadia pura pura menyedihlan.


"Gimana kalau saya hamil bang?, aku takut karena sudah telat haid bulan ini bahkan sekarang selalu merasakan mual, tolong bang jangan tinggalin aku! Abang mau kan tanggung jawab jika aku hamil?


Setelah berbicara tiba tiba Nadia tanpa aba aba memeluk Satria yang masih tercengang kaget atas penuturan Nadia.


"APA? HAMIL!"


tiba tiba datang seorang perempuan yang tidak lain adalah Salma isteri Satria.


Deg...


Satria melonjak kaget, dengan cara kasar Satria mendorong Nadia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2