Terjebak Cinta Sesaat

Terjebak Cinta Sesaat
Bab 15 Sakit Tapi Tidak Berdarah


__ADS_3

Bab 15 Sakit Tapi Tidak Berdarah


"APA HAMIL?" tiba tiba Salma datang ketengah tengah mereka yang sedang bersitegang.


"Oh jadi ini selingkuhan kamu Satria?" Cibir Maya.


"Apa maksud kamu?" Heran Satria yang menjadi geram akan pertanyaan Maya.


"Hahaha kamu jangan mengelak Satria, saya sudah tau semuanya karena Nadia sudah menceritakan kelakuan burukmu kepada saya kenapa kamu mencampakkan Nadia setelah menodainya eh ternyata punya selingkuhan, cuihhh mata kamu buta Satria milih selingkuhan yang sudah tua!" Sinis Maya.


"Apa maksud kamu? Siapa kamu yang berani merendahkan suami saya" tanya Salma.


"Kamu tidak perlu tau siapa saya, yang pasti saya tidak terima sahabat saya disakiti bajingan ini, dan siapa kamu beraninya mengakui laki laki bajingan ini sebagai suamimu" ejek Maya lagi.


Nina yang bisa mengontrol emosi dengan baik ikut menimpali omongan sahabatnya.


"Begini mbak, saya datang ke sini beserta sahabat saya Nadia ingin meminta pertanggung jawaban atas yang Satria lakukan" .


Salma melirik ke arah Satria dan menatapnya dengan tajam.


"Apa maksudnya ini pah?" Tanya Salma.


"Emm anu mah, kita duduk dulu yuk kita bicarakan secara kepala dingin" jawab Satria.


"Dan kalian silahkan pergi dari rumah ini! dan kalian harus ingat Salma bukan selingkuhanku tapi dia isteriku, jadi kalian jangan suka mengarang cerita kalau tidak tau kebenarannyan" tunjuk Satria kepada 3 perempuan itu yang masih berdiri dihadapannya.


"Oh kebetulan kalau gitu, berarti kamu sudah menghianati isterimu! Huh kalau saya jadi kamu aku gak sudi disentuh tangannya jijik" Maya bergidik.


"Sudah sudah! Kamu diam dulu maya kita pergi, malu tau datang ke rumah orang marah marah eh ternyata kita yang salah lagi menuduh isterinya selingkuhannya" tegas Nina yang merasakan malu atas sikapnya tadi.


"Alahhh gak usah malu, saya belum puas memperlakukan laki laki brengsek ini yang sudah menyakiti sahabat kita" jawab Maya penuh kebencian.


"KELUAR KALIAN SEMUA! SEBELUM SAYA MENYERET KALIAN KE JALANAN!" bentak Satria geram melihat tingkah laku mereka.


"Oke kami pergi, dan ingat urusan kita belum selesai, yuk Nad, Nin kita pergi dari rumah ini" ajak Maya.


Mereka bertigapun pergi meninggalkan rumah Satria.


Sepeninggalan ketiga perempuan itu, Salma terduduk lesu dan tak terasa meneteskan air matanya.


"Mah kemana saja? Papah sudah keliling ke semua tempat mencari mamah tapi tidak ketemu juga, syukurlah mamah baik baik saja, papah bahagia banget. Maafin papah ya mah atas kejadian di mal itu yang tidak membela mamah, tapi percayalah papah sangat mencintai mamah dan kalian sangat berharga dikehidupan papah"


"Mah, bicaralah! Marahi papah jika itu membuat mamah memaafkan papah. Papah berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi" bujuk Satria.


Akhirnya Salma menoleh ke Arah Satria


"Pah coba jelaskan apa maksud semua ini!"


Tiba tiba Satria memeluk Salma dan berkata dengan lirih


"Mah! Papah akui banyak kesalahan pada mamah tapi itu semua kekhilafan dan kebodohan papah" Satria menjeda omongannya.

__ADS_1


"Sebenarnya papah mau berterus terang sama mamah, tapi papah takut mamah akan membenci dan meninggalkan papah, dan papah tidak mau mamah meninggalkan papah karena hidup tidak akan ada artinya lagi" sesal Satria.


"Sebenarnya mamah sudah tahu papah berhianat, sewaktu tengah malam itu papah teleponan dengan seseorang entah siapa tapi kelihatannya kalian sangat mesra, tapi mamah tidak percaya begitu saja sebelum ada bukti yang jelas. Tapi setelah pergi ke kantor papah, mamah semakin tau bahwa perempuan selingkuhan papah itu Nadia dan mamah juga mendengar percakapan dan kelakuan kalian di ruangan papah. Apa salah dan kurangnya mamah pah? Memang mamah bukan wanita karir yang membantu penghasilan seorang suami, mamah sudah tua yang tidak sexy lagi seperti Nadia. Tapi apakah janji papah sudah lupa? Memohon mohon kepada mamah pada waktu itu dan berjanji untuk membahagiakan mamah dan tidak akan menghianatinya, tapi buktinya sekarang apa, kalau memang mamah sudah tidak berharga buat papah lagi tolong bicara sama mamah, jangan buat perasaan mamah hancur lebur seperti sekarang ini dan satu lagi janga buat kepercayaan mamah sirna seketikax beber Salma dengan deraian airmata.


Satria tidak bisa mengendalikan penyesalannya, diapun langsung berlutut dan memeluk paha Salma.


"Mah jangan bicara seperti itu, mamah sudah sempurna bagi papah tidak ada kekurangan sedikitpun. Pada waktu itu papah hanya iseng untuk berteman dengan seorang perempuan dan kebetulan perempuan itu sangat licik sehingga apapun bisa dilakukannya termasuk merayu dan menggoda papah, papah hanya manusia biasa mah sehingga tergoda bujuk rayuan Nadia, papah akuin papah salah papah khilaf pada waktu itu, tapi percayalah pada papah tidak ada wanita di dunia ini yang sangat papah cintai setelah ibu yaitu mamah"


"Pah, tadinya kenapa mamah membiarkan papah melakukan penghianatan itu dan mamah tidak menegur papah karena mamah percaya sama papah tidak akan melakukan hal yang di luar batas, dan mamah tidak mau mempermalukan papah di depan Nadia. Dan mamah menunggu papah menyadari kesalahannya sendiri dan kembali kepada keluarga" isak Salma.


"Mah, setelah kejadian itu setiap hari papah dilanda ketakutan yang luar biasa bayangan mamah akan meninggalkan papah selalu menghantui setiap saat, dan papah akan menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa sepengetahuan mamah sehingga keluarga kita baik baik saja" beber Satria.


"Tapi satu lagi mamah mohon papah menjawab dengan jujur?"


Deg...


Satria merasakan perasaan yang tidak enak.


"Pertanyaan apa?" Gugup Satria.


"Apakan benar papah sudah merenggut kesucian gadis itu?" Salma menatap tajam kepada suaminya.


"Em anu, itu mah, waktu itu papah khilaf tergoda bujuk rayuan Nadia" Satria tidak mau menjawab dengan jujur bahwa Nadia yang pertama kali menindih tubuhnya seakan memperkosa dirinya sehingga Satria pun terbuai dengan keadaan tersebut.


Dan Satria juga yakin walau berkata jujur tidak akan ada orang yang mempercayainya, karena dimanapun laki laki selalu akan jadi tersangka.


Salma membelalakan matanya sambil melepaskan rengkuhan suaminya dan tanpa bicara langsung pergi ke kamarnya meninggalkan suaminya yang masih berlutut di atas lantai.


Arghhhhhhh....


Dilain tempat Arga masih berkeliling dijalanan untuk mencari Salma yang dikira tidak jauh dari apartemannya, tapi ternyata tidak ada bayangannya sedikitpun.


Arghhhh....


"Kemana kamu mbak, pergi gitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan dariku dulu, pasti kamu sakit hati dan salah faham"


"Aku tidak ada hubungannya dengan Cindy bahkan sekarang aku sangat membencinya"


"Mudah mudahan kamu tidak melakukan hal nekat itu lagi, dan kalau hal itu terjadi saya tidak akan memaafkan diriku sendiri" rutuk Arga sambil memukul setir mobilnya.


"Aku lupa lagi, tadi tidak menanyakan alamat rumahnya bahkan nomor ponselnyapun aku gak tau, jadi harus mencari kemana lagi?"


"Eh iya aku lupa, sekarang saya harus meminta bantuan Rendy untuk melacak keberadaan mbak Salma, tapi gimana caranya" Arga merenung.


"Oh tadikan Cindy bilang mbak Salma itu kakak iparnya berarti dia menikah dengan kakak Cindy, yes akhirnya aku menemukan ide".


Arga meraih ponselnya disaku celananya kemudian menghubungi Rendy sahabat baiknya.


Tut...


Panggilan terhubung.

__ADS_1


"Hallo Ga ada apa? Tumben tumbenan nih menghubungi sahabatmu yang tampan ini" canda Rendy.


"Hahaha tampan dari hongkong, tampanan juga aku kemana mana kali" jawab Arga.


"Hahaha iya iya, aku akui memang kamu itu tampan tapi sayang sekali ketampananmu itu mubazir tidak laku laku"


"Ssttt sialan kamu Ren, ingat ya bukannya aku tidak laku tapi masih belum ada yang cocok"


"Hahaha terus cewek yang suka ngejar ngejar kamu itu loh Cindy yang sexy kenapa kamu gak terima saja lumayan loh buat menghangatkan ranjangmu. Ups" goda Rendy.


"Hahaha Sialan, emangnya aku cowok apaan, aku itu cowok tampan, baik hati tidak seperti kamu cowok mesum!" Ejek Arga.


"Hahaha iya iya aku akui kamu memang cowok cerdas , tampan, baik hati dan tidak sombong tapi sayangnya senjatanya tidak pernah digunakan. Ups..." Kekeh Rendy.


"Sudah sudah, ngomong sama kamu itu tidak akan da ujungnya"


"Eh ngomong ngomong ada apa Ga ko tiba tiba kamu menghubungiku?" Tanya Rendy penasaran.


"Em gini Ren, aku punya tugas buat kamu, mau kan bantu aku?"


"Tentu dong saya pasti akan membantu sahabatku yang tampan ini, terus apa yang harus aku lakukan?"


"Gini Ren tolong selidiki ya keluarga Cindy!, Kamu tau kan Cindy?"


"Iya saya tau, terus terus?"


"Nah itu dia, kamu selidiki siapa saja keluarganya dan selidiki juga yang namanya Salman".


"Oh aku ngerti sekarang jangan jangan kamu mengincar salah satu keluarga Cindy ya? Ayo ngaku Ga!" Goda Rendy lagi.


"Pokonya kamu selidiki secepatnya, kalau sudah dapat informasinya cepat kabari aku ya?"


"Siap siap...tenang aja pasti beres kalau sudah ditangan Rendy mah, eh tapi kalau boleh tau emang ada apa Ga?"


"Ceritanya panjang, nanti kalau sudah waktunya pasti saya akan ceritakan semuanya sama kamu Rend, sekarang fokus dulu cari informasi sebanyak banyaknya tentang keluarga Cindy terutama tentang Salma!"


"Oke siap bos, nanti secepatnya saya akan kirim email tentang keluarga Cindy terutama yang namanya Salma itu"


Brakkkkk


Brakkkkk


"Hallo Ga! Ada apa?"


"Jangan bercanda kamu Ga, kamu dimana? Kamu kenapa?" Rendy menjadi cemas setelah mendengar benturan keras sebuah mobil.


"Ren, Ren saya saya"


Tut...


Tiba tiba ponsel Rendy terpustus.

__ADS_1


"Hallo, hallo Ga, Ga!".


Bersambung...


__ADS_2