
Bab 19 Kebahagiaanku Adalah Keluarga
***
"Mas Danu kapan akan mengenalkanku pada keluargamu?" Tanya Cesa pacar Danu.
"Sabar ya Sa!, nanti kalau sudah waktunya pasti akan Mas kenalkan pada kedua orang tua Mas, tapi jangan kaget ya jika ibuku mengintrogasi kamu!" Danu mencoba menjelaskan keadaan keluarganya supaya Cesa tidak terkejut ketika berhadapan dengan ibunya nanti.
"Ya enggaklah Mas, Cesa yakin bisa mengambil hati keluarga kamu terutama ibu, dan apapun keadaannya Cesa pasti selalu menyayangi mereka ko, tenang aja!" Ujar keyakinan Cesa .
"Syukur deh, kalau seperti itu. Mas jadi tidak khawatir sama kamu. Mas khawatir perlakuan ibuku sama kepada adik iparku Salma".
"Emang ada apa dengan adik iparmu Mas?" Penasaran Cesa.
"Nanti juga kamu akan tau setelah masuk ke keluargaku, yang jelas hubungan ibu dengan menantunya tidak berjalan dengan baik. Dan Mas harap kamu akan kuat jika ibu tidak menyukaimu".
"Tenang aja Mas, kamu tak usah khawatir Cesa pasti bisa menaklukkan hati ibu".
"Syukur deh kalau gitu, yuk Mas antar pulang". Ajak Danu.
Akhirnya merekapun keluar dari cafe untuk kembali pulang, namun sebelum Danu pulang ke rumahnya menyempatkan diri mengantarkan pulang Cesa pacarnya.
***
Setelah beberapa jam Arga ditangani oleh dokter, akhirnya dokter yang menangani Arga pun keluar dari ruang IGD.
Ceklek...
Pintu dibuka oleh Dokter sambil menghela nafas lega.
Rendy langsung beringsut menanyakan keadaan sahabtnya itu.
"Bagaimana keadaan teman saya Dok?"
"Alhamdulillah dia baik baik saja sekarang, dan sudah melewati masa kritisnya" ujar Dokter.
"Namun..."
"Namun apa Dok? Tidak ada yang serius kan?" Tanya Rendy penasaran.
"Oh tidak, maksud saya walaupun pasien sudah melewati masa kritisnya tapi dalam beberapa hari ini pasien akan mengalami koma"
"Ya ampun Dok! Tapi ga akan ada hal serius yang terjadi Dok?.
"Oh enggak, walaupun banyak sekali cedera dan bekas goresan pecahan kaca tapi semua sudah ditangani dengan baik hanya saja pasien butuh menstabilkan alam bawah sadarnya dulu akibat benturan keras dikepala sehingga pasien mengalami kelumpuhan otak sementara, tapi jangan khawatir pasien pasti baik baik saja". (Maaf ya penjelasan ini berdasarkan karangan author saja, he. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan ilmu kedokteran)
"Oh gitu ! Makasih Dok!".
"Sama sama, saya permisi dulu masih banyak pasien yang barus saya tangani".
"Ya Dok silahkan!".
__ADS_1
"Alhamdulillah syukur deh kalau Arga akan baik baik saja, saya yakin kamu kuat Ga!".
Akhirnya Rendy menghela nafas lega mendengar keadaan Arga.
***
Tok tok tok...
"Mah tolong buka pintunya!"
"Papah tau mamah belum tidur, jadi papah mohon buka dulu pintunya kita ngobrol selesaikan masalah ini dengan kepala dingin" ucap Satria lagi.
Ceklek..
Akhirnya pintu kamar terbuka, dan Salma mempersilahkan suaminya masuk ke dalam.
Satria melihat ada jejak air mata di pipi isterinya sehingga Satria merasa iba.
Satria memeluk isterinya dengan hangat sambil menatap kedua mata isterinya yang sembab.
Satria mengusap jejak air mata isterinya dengan ibu jarinya.
"Mah! Untuk yang kesekian kalianya papah minta maaf! Papah akui tadi terbawa emosi karena dibakar api cemburu dan hampir saja terhasut fitnahan Cindy, tapi papah percaya ko sama mamah tidak mungkin melakukan hal di luar batas".
"Tapi boleh papah meminta penjelasan dari mamah supaya hati papah lebih tenang!"
Satria menuntun isterinya untuk duduk berdampingan di sisi tempat tidurnya.
Akhirnya Salma menceritakan kejadian yang sebenarnya dari awal sampai akhir terkecuali berciuman dengan Arga karena terbawa suasana, sampai Cindy datang marah marah melabraknya dan menyebarkan fitnah atas dirinya.
"Astagfirulloh Mah, pasti sakit sekali ya luka yang papah torehkan sampai mamah nekat melakukan hal itu" kaget Satria.
"Untung saja ada pemuda baik hati yang menolong mamah sehingga papah masih bisa memeluk mamah, papah janji dari sekarang akan menjaga perasaan mamah".
"Suatu hari jika bertemu dengan pemuda itu papah pasti akan mengucapkan terima kasih dan membalas budi karena jasanya".
"Makasih mah, sudah sudi memaafkan papah!" Tulus Satria.
"Sama sama pah, mulai dari sekarang kita harus berjuang melawan dan menyingkirkan kerikil kecil dan tajam supaya tidak menusuk keharmonisan rumah tangga kita?". Tekad Salma.
"Bener sekali mah, apapun yang terjadi kita harus bekerja sama untuk mempertahankan rumah tangga kita".
"Iya pah, makasih sudah menyayangi mamah!" Ucap Salma
Akhirnya mereka berpelukan menyalurkan kasih sayang yang akhir akhir ini tidak pernah dirasakan karena sering terjadinya perdebatan dan mereka pun merasakan kelegaan karena sudah mengungkapkan keresahan yang selama ini terpendam.
Setelah permasalahan yang terjadi selesai dengan saling memaafkan akhirnya pasangan suami isteri itu tidur dengan nyanyak.
Namun sebelumnya mereka bergumul di atas ranjang dengan sangat menggebu gebu karena akibat dari pertikaian itu mereka lupa penawarnya, dan setelah beberpa ronde akhirnya merekapun lunglai tak berdaya.
Memang benar kata pepatah setelah terjadi perselisihan diantara suami isteri maka hubungan intim adalah penawarnya dan kenikmatannya pun tiada duanya.
__ADS_1
***
Sinar mentari menerobos celah gorden kamar Satria, menandakan pagi pun telah tiba.
Namun sepasang manusia yang masih terpenjara dalam kasurnya tidak terganggu sedikitpun akibat hampir semalaman penuh mereguk kenikmatan dunia sampai kelelahan tak berdaya.
Ugh...
Akhirnya Salma yang pertama kali merenggangkan otot tubuhnya.
"Pagi pah!" Sapa Salma sambil mengecup kening suaminya.
"Em..pagi juga sayang, sudah mulai nakal ya sekarang" kekeh Satria sambil membalas kecupan Salma dengan mengecup bibir isterinya.
"Ih dasar mesum, emang belum puas ya semalaman papah segitu brutalnya, membuat badan mamah pegal semua"
"Hehe kayanya ada yang mau lagi nih, yuk mah sebelum mandi besar tanggung sekali lagi aja" goda Satria.
"Dasar otak mesum, hayu atuh" goda Salma lagi.
"Beneran sayang, papah serius mau nambah yang semalam" ucap Satria sambil menindih isterinya.
Dan tanpa ada perlawanan akhirnya merekapun kembali mereguk kenikmatan dunia sebagai sarapan paginya.
Tok tok tok...
Suara pintu kamar ada yang mengetuknya dari luar.
"Pah, Mah! Ko tumben jam segini belum bangun?, padahal sudah janji loh hari libur ini kita akan jalan jalan" teriak Rahma anak sulung mereka.
"Untung kita sudah selesai mah, jadi hasrat papah sudah tersalurkan" bisik Satria.
"Ih papah nakal".
"Iya kak, sebentar! Mamah dan papah akan siap siap dulu, kalian tunggu saja di ruang makan, jangan lupa ajak adek adek juga kak! Jawab Salma ibunya.
"Baik Pah, Mah kakak dan adek tunggu ya, awas loh jangan lama lama!" teriak Rahma lagi.
Setelah Satria dan Salma mandi dan bersiap siap, akhirnya merekapun turun dalam keadaan segar bugar terlihat dari kedua wajah itu memancarkan senyuman kebahagiaan.
Setelah mereka sampai di ruang makan, terlihat ketiga anaknya sedang tertawa dihibur bi Sumi.
Satria pun kembali merasakan kesedihan ketika melihat tiga sosok malaikat kecilnya dengan cerianya.
Karena hampir saja Satria merusak kebahagiaan ketiga malaikat kecil dan iaterinya.
Untung saja Satria cepat sadar dari kekhilafan menghianati isteri tercintanya. Jika tidak, dirinya siap siap kehilangan anak dan isterinya.
Sehingga kebahagiaan pun mereka rasakan setelahnya, namun Satria masih khawatir tentang ancaman ibu dan adiknya yang akan merusak keharmonisan keluarganya.
Namun saat ini Satria akan menikmati dulu momen kebahagiaan bersama keluarganya, masalah Nadia, ibu, dan adiknya nanti akan di fikirkannya.
__ADS_1
Bersambung...