Terjebak Cinta Sesaat

Terjebak Cinta Sesaat
Bab 16 Makin Memanas


__ADS_3

Bab 16 Makin Memanas


Terlihat Cindy tegesa gesa memasuki rumahnya dalam keadaan penuh amarah.


Bruk...


Pintu rumah ditutup kembali dengan kasar sehingga mengagetkan penghuni yang sedang berkumpul di ruang tamu keluarganya.


"Ibu!" Teriak Cindy memanggil nama ibunya Iriani.


Setelah berhadapan dengan ibunya tiba tiba Cindy menubruk ibunya dengan memeluknya sangat erat sambil sesenggukkan.


Melihat kejadian itu, ayahnya Dilan mendekati anaknya dan bertanya dengan aura kebapaannya.


"Kenapa kamu nak? Ko pulang pulang menangis"


Hiks hiks...


"Ibu, Ayah saya sakit hati sama mbak Salma"


"Salma lagi Salma lagi emang apalagi yang dilakukan perempuan tidak punya malu itu?" Geram Iriani.


"Sudahlah mah!, kita dengarkan dulu penjelasan Cindy jangan ikutan marah gitu, tidak baik apalagi didepan anak kita" bijak Dilan suaminya.


"Alahhh papah gak tau aja kelakuan menantu kesayanganmu itu terhadap anak kita Satria" cibir Iriani.


Dilan semakin penasaran apa yang dikatakan isterinya lalu menanyakan kembali kepada isterinya.


"Emang apa yang dilakukan Salma kepada Satria? Papah yakin Salma tidak akan melakukan hal hal yang merugikan suaminya, malahan papah liat selama ini Salmalah yang selalu sabar menghadapi sifat egois mamah dan bahkan Salma sering membantu pekerjaan suaminya di kantor". Dilan mencoba menjelaskan dengan bijak.


"Duh papah ini selalu membela Salma, apa sih yang spesial dari perempuan itu sudah miskin menjadi benalu pula dikeluarga kita. Tadi di mal mamah melihat Salma menuduh suaminya selingkuh padahal kalau menurut mamah wajar Satria selingkuh apalagi selingkuhannya itu lebih muda masih fresh lagi, tapi tenang! mamah sudah menyarankan pada anak kita untuk segera menceraikannya kalau tidak mau ya terpaksa harus mau di madu, biar tau rasa mana ada yang mau sama janda tua kaya Salma" ucap Iriani sambil berapi api.


"Hus mah! Jangan bicara sembarangan tidak baik, ingat mah Salma itu menantu kita yang sudah mendampingi Satria mulai dari nol untuk membangun perusahaannya dan Alhamdulillah perusahaan mereka semakin berkembang pesat sekarang" Dilan mencoba memberi pengertian kepada Iriani.


"Dan satu lagi seharusnya kita sebagai orang tua harusnya tidak ikut campur terhadap keluarga mereka biarkan mereka menyelesaikannya sendiri, dan kota sebagai orang tua seharusnya selalu mendo'akan yang terbaik buat mereka agar keluarganya tetap harmonis!".

__ADS_1


"Duh papah gimana sih sudah jelas jelas menantu kampunganmu itu tidak punya pendidikan, tapi papah selalu memujinya seakan berjasa terhadap anak kita. Salma kan cuma tumpang kaki dirumah sambil menghamburkan uang suaminya faktanya dia cuma memberikan sebagian gaji suaminya sedikit, kan seharusnya gaji Satria itu full dikasih ke mamah, Salma itu sisa dari belas kasihan kita pah" ucap Iriani tak terima.


"Astagfirulloh ngucap mah, Satria itu berkewajiban menafkahi isteri dan anaknya, kalau bukan Satria siapa lagi yang akan memberi keluarganya makan, sedangkan mamah kan ada yang menafkahi yaitu papah memang kurang ya uang yang selama ini papah berikan?"


"Itu beda pah, mamah juga mau diberikan uang lebih oleh anak kita itung itung sebagai balas budi, kan kita yang selama ini memberi makan terus menyekolahkan Satria setinggi tingginya. Jadi wajar dong ketika Satria sukses mamah menikmati hasil jerih payahnya" Iriani tak mau kalah.


Karena Dilan sudah tau gimana watak isterinya walaupun diberi penjelasan panjang kali lebar pun tetap tidak akan pernah faham dan tidak mau mengerti keadaan orang lain.


Sehingga diam sangat terbaik bagi Dilan untuk sekarang ini.


Lalu Dilan menoleh kepada Cindy


"Nak, coba jelaskan ada apa sebenarnya?"


"Pak, Bu ternyata selama ini mbak Salmalah yang telah berselingkuh. Bahkan dia tega merebut pacar adiknya sendiri, memang ya dasarnya orang yang tidak berpendidikan yang bisanya cuma merayu orang kaya, kan sudah beberapa kali Cindy bilang kepada bang Satria buat apa mempertahankan wanita seperti itu masih tetep saja bang Satria mempertahankannya, ck...buktinya dugaan kita benar bu mbak Salma itu bukan perempuan baik baik" Cindy mencoba memprovokasi kedua orang tuanya supaya mereka simpati dan percaya omongannya.


"Tuh kan apa yang Mamah bilang Pah, benerkan? Memang menantu kesayanganmu itu perempuan gak bener masa pacar adik iparnya sendiri diembat dasar perempuan gatel, tak tau diri" cibir Iriani.


"Hati hati kalau bicara Mah jangan sampai menuduh yang belum tentu terbukti kebenarannya bisa bisa itu jadi fitnah!" Bela Dilan.


"Huh susah ya ngomong sama papah, sudah jelas jelas Salma itu bersalah masih saja dibela, sekarang gini deh biar ini menjadi urusan mamah. Papah diam saja jangan ikut campur urusan mamah!"


Sepeninggalan suaminya, Iriana semakin leluasa untuk mengatur rencananya bersama Cindy.


"Udahlah sayang jangan sedih lagi! sekarang turuti kata mamah, kita pergi ke rumah Satria kita labrak perempuan tidak tau malu itu, biar kakakmu segera menceraikannya. Ibu gak sudi punya memantu seperti dia dimana harga diri keluarga kita kalau colega perusahaan kita mengetahui kelakuan buruknya".


Merekapun berpelukan dan sudah menyiapkan rencana dengan matang untuk mengeluarkan Salma dari keluarganya.


***


Ceklek...


pintu kamar pribadi mereka dibuka, Satria melihat isterinya sedang duduk di sisi kasurnya sambil terus menangis.


Satria mendekati isterinya dan langsung memeluknya.

__ADS_1


"Mah, maafin papah ya! sebenarnya waktu itu papah gak sengaja melakukan itu, bahkan awalnya memberontak tapi Nadia mengancam papah akan berteriak minta tolong kepada tetangganya bahwa kalau papah tidak menuruti kemauannya maka papah akan dituduh memperkosa Nadia karena menurutnya walaupun papah membela diri tidak akan ada yang mempercayainya, papah tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauannya, dan benar saja sahabat Nadiapun terhasut dan menyudutkan papah, bahkan mamah sendiri juga pasti percaya kebohongan Nadia".


"Memang itulah kebodohan papah yang tidak tegas terhadap Nadia nah, bahkan terjerumus nafsu sesaat sehingga dapat menghancurkan keluarga kita, oleh karena itu papah mohon dengan tulus maafin papah! Papah janji tidak akan terjebak lagi cinta sesaat dengan perempuan manapun" mohon Satria dengan mengiba.


Mendengar penuturan suaminya dengan ketulusannya, Salma pun merasa tergugah dan membalas pelukan suaminya.


"Pah, sebenarnya dada mamah masih sakit banget mendengar papah teleponan mesra dengan perempuan lain apalagi sampai kalian melakukan perbuatan di luar batas itu, tapi mamah hanya manusia biasa yang tidak mampu mengendalikan emosi, bahkan Tuhan saja memaafkan kesalahan umatNya, masa mamah yang hanya manusia biasa tidak bisa memaafkan papah".


"Coba bayangkan pah, jika posisi kita dibalik apakah papah tidak akan sakit hati jika mamah berkhianat dari papah, bahkan mamah berbagi ranjang dengan laki laki lain, coba papah bayangkan!". Ucap Salma.


"Tidak mah, itu tidak boleh terjadi mamah itu milik papah selamanya dan tidak boleh ada yang bisa menyentuhnya walau seujung kuku pun, memang papah akui egois tidak membiarkan itu terjadi tapi papah tidak mau milik papah direnggut oleh orang lain" Geram Satria.


"Jadi papah tau kan rasanya dikhianati itu seperti apa, jadi mulai sekarang papah harus lebib hati hati lagi jangan sampai tergoda bujuk rayuan perempuan lain, kali ini mamah memaafkan papah tapi tidak lain kali jika semua itu terjadi lagi mamah tidak akan memberi kesempatan lagi kepada papah!"


"Baik mah, papah janji akan menepati janji papah. Dan satu lagi papah mohon maafkan papah atas kejadian waktu di mall itu, papah akui lepas kontrol terbawa suasana. Papah gak mau kalian wanita yang paling papah sayangi bertengkar!" Mohon Satria lagi.


"Iya pah gak apa apa ko mamah faham, mamah sudah tau sifat ibu seperti apa dan pasti papah sebagai anaknya akan membela ibunya sampai kapanpun, cuma mamah berpesan kalau ada kejadian apapun papah harus lebih dewasa dalam menyikapinya jangan mudah terhasut dan cari tau kebenarannya dulu, sebelum penyesalan itu datang!"


"Iya mah papah janji mulai dari sekarang akan menyikapi semuanya dengan bijaksana". Tutur Satria sambil mengerutkan pelukannya dengan erat.


Satria bersyukur kali ini isterinya mau memaafkan atas kesalahannya, dan Satria berjanji akan selalu menepati janjinya.


Satria tidak mau rumah tangga yang telah dibina dengan susah payah hancur begitu saja karena adanya orang ketiga.


Dari mulai sekarang Satria bertekad akan memperjuangkan keluarganya walau nyawa sebagai taruhannya.


"SALMA! SALMA! KELUAR KAMU!" teriak seseorang sehingga mengagetkan mereka yang sedang berpelukan.


"Mah kayanya itu suara ibu, ada apa ya? malam malam begini datang ke rumah kita? Yuk kita liat apa yang terjadi" Ajak Satria.


"Ingat pah mulai dari sekarang kita harus menghadapi semua masalah ini secara bersama sama!".


"Iya mah, papah setuju".


"SALMA! KELUAR KAMU!"

__ADS_1


"MBAK MBAK JANGAN SEMBUNYI DONG! KELUAR"


Bersambung...


__ADS_2