
***
Waktu begitu cepat berlalu dan sudah satu minggu itu Salma pergi meninggalkan rumahnya.
Salma semakin kecewa dengan suaminya karena tidak ada sedikitpun mencari keberadaanya.
Rasa kecewa dan sedih sudah tidak dirasakan Salma, dia berusaha tegar dan memasrahkan segala urusannya kepada Sang Khaliq.
Sudah seminggu Salma tidak bertemu dengan kedua anaknya, sehingga hari ini dia berniat untuk mengunjunginya.
Pertama yang Salma datangi adalah tempat anak anaknya menuntut ilmu yaitu sebuah Sekolah ternama dikota itu.
Setelah sampai di gerbang sekolah anaknya, Salma pun menunggunya dengan perasaan gelisah.
Karena Salma sudah tau jadwal pulang anak anaknya sehingga tidak begitu lama terdengar suara bel berbunyi tanda sekolah memulangkan peserta didiknya.
Kerumunan siswa pun keluar, Salma masih menunggu di depan gerbang sambil memperhatikan setiap siswa yang keluar.
Akhirnya Salma menemukan kedua anaknya yang sedang bergandengan tangan, tapi yang membuat hati Salma semakin teriris melihat keadaan anaknya yang menyedihkan.
Terlihat wajah anak anaknya diliputi kesedihan dan tubuhnyapun seakan tidak terurus.
"Sayang!" Panggil Salma.
Terlihat kedua anak itu menengok mencari sumber suara yang memanggilnya.
"BUNDA!" teriak keduanya.
"Sayang, Bunda kangen banget sama kalian".
Hiks hiks...
"Apalagi kita Bun, kangen banget, pokonya sekarang Kaka sama Abang mau ikut bunda aja!"
"Yuk nanti dilanjutin ngobrolnya, sekarang kita cari makan dulu ya? Pasti kalian sudah lapar kan?"
"Yuk Bun, kaka sudah kangen makan bersama Bunda!"
Akhirnya mereka bertiga mencari rumah makan disekitar sekolahan anaknya.
Setelah mereka duduk di meja yang sama sambil menunggu pesanannya Salma memulai obrolannya.
"Gimana keadaan rumah sayang?" Penasaran Salma.
__ADS_1
"Kabarnya buruk Bund, ayah sudah tidak sayang lagi sama kita, sekarang tidak perhatian lagi sama kita Bun, Ayah hanya menuruti semua perkataan Nenek. Semua keuangan Nenek yang mengaturnya bahkan uang jajan dan abang pun di atur Nenek, Nenek sering marah marah sama kita katanya kita ini boros suka menghambur hamburkan uang seperti Bundanya bahkan dengan teganya Nenek memotong uang jajan kita Bund" Ucap Rahma sedih
"Astagfirulloh sayang, maafin Bunda ya? Kirain mamah pergi mereka bakal sayang dan menjaga kalian" hati Salma semakin teriris mendengar penuturan anaknya.
"Tidak Bund, bahkan tante Nadia seperti ratu dirumah itu yang sudah suka nyuruh nyuruh kita melakukan pekerjaan rumah ketika Ayah sedang bekerja, bahkan kalau kita menolaknya tante Nadia sudhaa berani memukul kita Bund!".
"Terus sayang, kamu tidak mengadukan semua perlakuan tante Nadia sama Ayahmu?" Penasaran Salma.
"Sudah Bund, tapi kayaknya Ayah sudah di hasut oleh mereka deh Bund, Ayah sekarang sudah tidak percaya lagi sama kaka, katanya kaka sekarang menjadi anak nakal yang tidak menurut kepada orang tua, dan satu lagi Bund, tante Nadia kalau di depan Ayah dan Nenek sangat baik banget seperti sayang kepada anaknya sehingga membuat Ayah percaya sama tante Nadia" Rahma mengungkapkan keluh kesahnya.
"Ya Alloh sayang, baiklah setelah kita makan kita kerumah ya mengambil barang barang kalian, dan Bunda akan mengajak kalian ke tempat Bunda!".
"Beneran Bun? Makasih ya kaka dan abang bahagia banget, pokonya kita akan terus bersama Bunda".
"Iya dong sayang, walaupun kita hidup cuma berempat tapi pasti kita akan hidup bahagia".
"Eh Bund, emang benar ya tante Nadia itu akan menjadi Bunda kita juga ya? Katanya sekarang Ayah dan tante Nadia sudah menikah siri Bund kemarin lusa, dan Ayah berpesan supaya kakak memanggilnya Bunda".
Duarr...
Seperti mendengar petir disiang bolong membuat pertahanan hati Salma yang mencoba tegar hancur tanpa tersisa.
Salma meneteskan air matanya dan terisak pilu.
Setelah mereka selesai makan akhirnya mereka pergi menuju kediaman rumahnya untuk mengambil perlengkapan anaknya.
Salma sudah bertekad membawa anak anaknya sejauh mungkin sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melacak keberadaanya.
Setelah sampai dipintu gerbang rumahnya, Salma mengerutkan keningnya karena rumah itu nampak sepi.
Dengan segera tangan Salma membuka pintu utama rumahnya. Merekapun masuk ke dalam rumahnya.
Tujuan pertama masuk ke dalam rumahnya yaitu kamar anaknya untuk membawa pakaian anak anaknya yang langsung dimasukkan ke dalam koper.
Setelah semuanya merasa tidak ada yang tertinggal merekapun keluar dari kamar anaknya.
Salma mencari keberadaan bi Sumi ART nya.
"Ibu! Kemana aja bu, kenapa sih ibu harus pergi dari rumah ibu sendiri?" cerocos bi Sumi sambil memeluk majikannya. Terlihat sorot matanya nampak kesedihan seakan merasakan kepedihan majikannya.
"Tadinya saya pergi untuk menenangkan fikiran dan intropeksi diri bi, tapi ternyata Bapak kayanya sudah tidak ada itikad baik untuk memperbaiki rumah tangganya"
"Bu, setelah kepergian Ibu pokonya rumah ini menjadi semakin berantakan, Bapak sebenarnya orang baik cuma karena sering dihasut Ibu dan adiknya sehingga selalu menurut perkataannya, bahkan Nadia dengan liciknya sering menggoda dan merayu Bapak dan akhirnya Bapak pun luluh juga, mungkin karena tidak ada Ibu jadi Bapa merasa Nadia bisa menggantikkan Ibu di rumah ini".
__ADS_1
Sebenarnya mendengar penuturan bi Sumi hati Salma menjadi perih, tapi ia mencoba menutupi kesedihannya di hadapan bi Sumi.
"Ya udahlah Bi, niat Salma ke sini mau membawa anak anak pergi sejauh mungkin, oleh sebab itu Salma minta maaf sama Bibi jika selama ini Salma banyak menyusahkan bibi, jaga diri bibi baik baik ya siapa tau kita tidak bertemu lagi" ungkap Salma sambil memeluk bi Sumi sekilas nampak diwajahnya memendam kesedihan.
"Apakah harus pergi Bu, tidakkah Ibu bersabar lagi dan memperjuangkan rumah tangga Ibu?"
"Bi dengarkan aku ya! Perjuangan dalam sebuah keluarga akan berhasil jika keduanya melakukannya, tapi kalau salah satunya tidak ada niatan memperjuangkannya bagaimanapun itu tidak akan berhasil, Bi. Doakan aku ya Bi semoga Aku dengan anak anak bisa melewati masalah ini dengan sabar dan kehidupan kami selanjutnya mendapatkan sebuah kebahagiaan" Tulus Salma.
"Baiklah Bu kalau itu sudah menjadi keputusan Ibu, bibi tidak kuasa melarangnya, bibi akan menDoakan kalian semoga di luaran sana mendapatkan kebahagiaan".
"Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin"
"Eh bi mereka pada kemana ko rumah sepi banget?" Penasaran Salma.
"Oh kalau Bu Iriani dan Non Cindy mereka sedang berbelanja ke mal Bu, karena setelah mereka memegang kekuasaan mengelola keuangan kegiatan mereka hanya menghambur hamburkan uang Bapak, sedangkan Bapak kayanya gak peduli masalah itu, malah sekarang fokusnya hanya ke isteri mudanya. Nah kalau Bapa sekarang berada di kamar atas kayanya".
"Oh ya udah bi kalau gitu saya pamit dulu sama bapak ya, sekali lagi makasih ya selama ini sudah menjaga keluarga saya!".
"Sama sama Bu".
Setelah panjang lebar ngobrol dengan bi Sumi akhirnya Salma dan kedua anaknya pergi ke lantai atas untuk berpamitan pada ayahnya.
Ceklek..
Salma membuka pintu kamarnya yang ternyata tidak dikunci oleh suaminya.
Ketiga pasang mata terbelalak kaget melihat adegan yang sedang berlangsung dihapadannya.
Suara pintu yang terbuka membuat sepasang manusia itu pun merasakn terkejut yang luar biasa.
Terlihat Satria sedang menindih tubuh Nadia sambil memagut bibir Nadia dengan erotisnya.
"MAMAH! KAKA, ABANG" kaget Satria sambil berdiri dan membetulkan keadaannya yang sudah berantakan.
"OH JADI INI JANJI PALSU KAMU YANG DULU SERING DIUCAPKAN, DENGAN TIDAK MERASA BERSALAH MEMBUANG KELUARGAMU DEMI PELAKOR INI, CUIHHHH TERNYATA UCAPAN KAMU ITU HANYA KAMUFLASE BELAKA TIDAK BISA DIPERCAYA SEDIKITPUN, DAN SAMPAI KAPANPUN SAYA TIDAK AKAN PERNAH PERCAYA LAGI DENGAN KATA KATA MANISMU LAGI YANG KELUAR DARI MULUT KAMU, KAMU YANG BERJANJI TAPI KAMU YANG MENGINGKARI , KAMU LEBIH PERCAYA SAMA HASUTAN ORANG LAIN KETIMBANG ISTERIMU SENDIRI YANG SUDAH MENDAMPINGIMU SELAMA INI. KAMU LAKI LAKI BRENGSEK YANG PERNAH SAYA KENAL BAHKAN BARU SEMINGGU DITINGGAL PERGI ISTERINYA SUDAH BERANI MEMBAWA PEREMPUAN LAIN KE ATAS RANJANGNYA, CUIIHHHHH TAPI SAYA BERSYUKUR MELIHAT KEJADIAN INI SEHINGGA SAYA TIDAK MERASA BERSALAH MENINGGALKAN SEORANG SUAMI BEJAT SEPERTI KAMU, TADINYA SAYA PERGI DARI RUMAH INI UNTUK INTROPEKSI DIRI DAN MENCOBA MENERIMA KENYATAAN INI WALAUPUN PAHIT TERASA. NAMUN KAMU DENGAN TEGANYA MERUSAK KEPERCAYAAN SAYA DAN ANAK ANAK KITA, KAMU LEBIH PERCAYA MULUT MANIS PEREMPUAN BUSUK INI. KALAU KAMU MENYAKITI SAYA MUNGKIN SAYA BISA MAAFKAN TAPI KAMU SUDAH BERANI MENELANTARKAN ANAK ANAK SAYA DEMI WANITA INI. BAHKAN DENGAN TEGANYA WANITA INI SERING MEMUKUL ANAK SAYA TANPA MERASA BERSALAH SEDIKITPUN. NENEK DAN TANTENYA YANG DIANGGAP BISA MELINDUNGI ANAK SAYA TAPI JUSTRU MALAH MENABUR GARAM DI ATAS LUKANYA. DAH PARAHNYA SETIAP ANAK SAYA MERASAKAN KESEDIHAN KAMU TIDAK ADA SEDIKITPUN BERADA DISAMPINGNYA JANGANKAN MENJAGANYA PERLAKUAN DARI MEREKA YANG KAMU PERCAYAI SAJA TIDAK TAU. DAN KAMU HEI WANITA TIDAK TAU DIRI! SELAMAT YA KAMU BERHASIL MENGHANCURKAN KELUARGA SAYA DAN SILAHKAN SAJA PUNGUT BEKAS SAYA MEMANG YA SEORANG MUNAFIK AKAN BERSANDING DENGAN SEORANG MUNAFIK JUGA, DAN JULUKAN YANG PANTAS BUAT KAMU ADALAH PENGHIANAT, DAN UNTUK KAMU YAITU WANITA MURAHAN ?" suara Salma menggema diruang kamarnya, Salma merasa puas sudah mengeluarkan unke uneknya yang selama ini terpendam, apapun yang akan terjadi Salma sekarang waktunya mengeluarkan unek uneknya karena ini kesempatan terakhir untuk pergi sejauh mungkin.
"CUKUP SALMA JANGAN MENGHINA NADIA LAGI, BAGAIMANAPUN SEKARANG DIA ADALAH ISTERIKU DAN SATU LAGI SAYA TIDAK AKAN MENYESAL MENURUTI PERKATAAN IBUKU UNTUK MENIKAHI NADIA, JUSTRU SAYA BERSYUKUR BISA MENIKAHINYA KARENA SELAMA SEMINGGU INI KAMI HIDUP BAHAGIA TANPA ADA SEORANG PUN PENGGANGGU. AWALNYA SAYA MERASA BERSALAH SUDAH MENDUAKAN KAMU TAPI SETELAH MELIHAT KEHARMONISAN IBU DAN NADIA YANG SELAMA INI TIDAK DAPAT KAMU LAKUKAN MEMBUAT PEMIKIRAN SAYA TERBUKA. TERNYATA MELIHAT IBU DAN MENANTUNYA BAHAGIA ITU MERUPAKAN IMPIAN SETIAP ANAKNYA DAN SEKARANG ITU TERJADI PADAKU. APALAGI SAYA BAHAGIA NADIA AKAN MEMBERIKAN ANAK DARI DARAH DAGINGKU SENDIRI SEHINGGA ADA DAN TANPA KEHADIRAN KALIAN TIDAK BERPENGARUH SEDIKITPUN. PADA SAYA. KALAU KAMU SUDI DI MADU SILAHKAN HIDUP BERSAMAKU JIKA TIDAK MAU TERPAKSA SAYA AKAN MENTALAK KAMU SEKARANGA JUGA. SAYA SATRIA DIRLANTA PADA HARI INI DETIK HARI INI JUGA MENTALAK KAMU DENGAN TIGA TALAK SEKALIGUS DAN KAMU MULAI HARI INI SUDAH BUKAN ISTERIKU LAGI JADI SEKARANG KAMU BEBAS PERGI KEMANAPUN AJAK SEKALIAN ANAK ANAK KAMU DAN SATU LAGI SECAPATNYA SAYA AKAN URUS PERCERAIAN KITA KE PENGADILAN AGAMA !" BENTAK SATRIA BERAPI API.
JLEB...
DUARR...
Bersambung...
__ADS_1