
Beberapa hari kemudian, Willy bisa menemukan keberadaan bayi kembar Tirani, sebab sedari tadi ia mengikuti mobil yang membawa Tirani. Hari Iini Tirani mendapat ijin darinya untuk libur, tapi diam diam dia malah mengikuti kemana pun Tirani pergi. Sejak Willy merasa bersalah ia sedikit memberi kebabasan kepada Tirani supaya mengurangi sedikit rasa bersalahnya.
Dengan mengendarai mobil mewah, Willy tidak membiarkan mobil yang membawa Tirani lepas dari pantauan"Sebenarnya dia mau kemana?" Sejak satu jam lebih ia mengikuti taksi online yang membawa Tirani.
"Ibu Siti tunggu saya di sana ya...."Saat ini kebetulan Ibu Siti membawa si kembar ke sebuah taman tidak jauh dari rumah.
Tak berapa lama sampailah Tirani di tempat ibu siti dan kedua bayi kembarnya berada "Maaf ya bu sedikit lama menunggu tadi saya mampir beli perlengkapan si kembar dulu" Terlihat Tirani membawa behjtu banyak keperluan bayinya, dari susu, popok, dan kebutulan lain seperti pakaian bayi.
"Dan ini gaji ibu sudah saya tambahi sebagai ucapan terima kasih dari saya karena ibu sudah merawat si kembar dengan baik"
Ibu Siti menerima gajinya untuk kesekian kali "Astaga, ini kebanyakan mbak." Total gaji berkisah lima juta lebih, jika biasanya beliau hanya di gaji sekitar tiga jutaan, tapi sekarang menerima lima juta lebih sekian.
Tirani menyentuh lengan beliau "Tidak apa apa, Bu. Berintung saya dapat banyak bonus bulan ini, jadi bisa kasih lebih ke ibu Siti."
"Sudah tugassaya menjagasi kembar, mbak. Lebih baik mbak Rani simpan uangnya buat masa depan si kembar nanti" beliau hanya mengambil gajinya saja selebihnya beliau kembalikan pada Rani "Ibu ambil gaji ibu saja untuk bonusnya ibu kembalikan, mbak. Ibu sudah sangat berterima kasih kepada mbak Rani yang sudah mempercayai saya merawat mereka (Manatap si kembar yanbg beradasi kereta dorong) saya sudah menganggap kalian seperti keluarga sendiri, jadi hangan di perhitungkan masalah kemarin"
Beruntung Tirani bisa mendapatkan pengasuh sebaik Ibu Siti, meski begutu Tiranu tetap todak mau menerima uang yang telah ia berikan kepada ibu Siti "Saya tidak akan mengambil kembali uanbg itu, lebih baik ibu simpan untuk membeli keperluan ibu. Dan untuk dua hari kedepan saya akan merawat si kembar"
Ibu Sitk terkejut "Tumben mbak Rani libur? Apa uang ini maksudnya gaji terakhir saya begitu? Mbak Rani mau memecat saya? Memang apa salah saya mbak?" Ibu Siti sudah ketakutan semisal dia harus berhrnti bekerja pasti dia begitu merindukan sosok si kembar.
Rirani tersenyum "Saya hanya cuti dua hari saja bu selebihnya saya masih akan menitipkan mereka sama ibu Siti. Kalau bukan ibu siapa yang akan menjaga mereka dengan baik, sebaik ibu Siti"
__ADS_1
Ibu Siti terharu dan langsung memeluk Tirani "Terima kasih banyak ya mbak sudah mempercakan mereka sama saya"
"Justru saya banyak berterima kasih kepada ibu Siti."
Dari kejauhan Willy melihat wanitanya begitu tersenyum bahagaia sembari menciumi kedua bayi kembarnya tersebut. Tanpa sadar senyumnya ikut melebar sampai suatu ketika dia sadar sesuatu, bayi itu menangis hingga membuat kepalanya begitu sakit. Kedua tangan menutup telinga "Aaaaa.....sakit" Entah kejadian seperti apa yang telah dia alami sampai trauma membuatnya sakit kepala.
"Sayang, mama punya sesuatu untuk kamu" Mengeluarkan dua boneka tady bear untuk kedua buah hatinya. "Bagiamana kalian suka tidak?" Sembari memainkan boneka tersebut.
"Lihat deh mbak mereka tersenyum lho, pasti mereka suka sama hafiah dari mamanya" Ucap Ibu Siti sambil melihat senyum di wajah si kembar.
Tirani begitu senang sampai membuatnya terharu. Di ciuminya kedua bayi kembar tersebut dengan penuh kasih sayang "Apa pun akan saya berikan kepada mereka asalnya bahagia selalu menyertai hidup mereka, bu."
"Tirani.....benar itu Tirani" Seorang pria melihat Tirani dengan seorang wanita tengah menggendong dua bayi sekaligus. "Dia menggendong bayi?" Fahmi begitu penasaran sehingga ia segera turun dari mobil kemudian menghampiri mereka.
Ibu Siti mengira Fahmi adalah ayah biologis si kembar jadi beliau memutuskan untuk .eninggalkan mereka sejenak "Kalau begitu saya pergi dulu ya mbak Rani"
Tirani mengangguk kepala lalu beliau perlahan menjauhi mereka. Menurut beliau memberi peluang kebersaman berharap mereka bisa kembali bersama merewat kedua buah hati mereka, meski pada dasarnya Bayi kembar bukanlah mulik Fahmi.
"Mereka ini....." Menatap kedua bayi yang saat ini tengan tertidur "Anak siapa?" Sembari duduk dekat Tirani.
Tirani menundukkan pandangan "Ya, mereka adalah anakku"
__ADS_1
Sontak saja Fahmi terkejut "Apa? Jadi benar pria di mall kala itu adalah ayah dari anak anakmu ini? Dia adalah suami kamu?" Berusaha menerima kenyataan bahwa wanita yang dia sukai telah bersuami, bahkan mempunyai dua bayi sekaligus.
"Bukan, dia bukan suamiku." Ucap Tirani memberi penjelasan, namun dia belum berani memgungkap siapa sebenarnya Pria itu.
"Lalu...." Fahmi semakin tidak faham lagi akan jawaban Tirani, kalau pria itu bukan suaminya lalu kenapa dia berlagak seperti seorang suami.
Menarik nafas panjang "Aku belum menikah, anak ini lahir tanpa seorang ayah" kedua mata berkaca kaca.
"Ha....maksudnya gimana?"
"Karena kamu sudah terlanjur tau tentang anakku, maka baiklah akan aku ceritakan semua detail kejadian pada malam itu. Ketika aku baru saja sampai di kota tiba tiba ada seorang Pria menyeretku masuk ke dalam mobil, dia merenggut kesucianku" Berhrnti sejenak karena air mata mulai berjatuhan "Malam itu hidupku terasa hancur, kehormatan sekali gus harga diriku telah ternodai okeh orang tak di kenal. Bahkan sampai sekarang aku tidak tau siapa sosok Pria tersebut."
"Apa? Jadi kedua bayi itu adalah milik saya?" Tanpa sepengetahuan Tirani, Willy mendengar semua percakapan mereka. Perlahan langkahnya mulai menjauh "Tidak mungkin, tidak mungkin bayi itu anak saya" Berusaha keras menampik kenyataan yang ada.
Fahmi semakin terkejut mendapat pengakuan menyeramkan dari wanita yang selama ini ia cintai "Kalau pria itu bukan anak dari bayi ini, lalu dia itu siapa?"
Pertanyaan itu membubgkam mulut Tirani. Mana mungkin dia membatakan kebenarannya. Seekor kupu kupu terbang tidak akan menceritakan bagaimana dia berproses. Biarlah kupu terbang tanpa melihat bagaimana perjalanan masa lalunya.
"Dia....." Tirani bingung harus menjawab seperti apa sehingga dia terpaksa berbohong "Dia adalah kekasihku"
Deg....
__ADS_1
Bagaikan tertusuk anak panah, begitu menyakitkan mendengar ucapan Tirani. Namun, Fahmi menyadari bahwa waktu telah merubah segalanya, yang dulu adalah miliknya sekarang tidak akan lagi bisa termiliki.