Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 26


__ADS_3

Semenjak nyonya Fernandes merawat salah satu bayi kembar Tirani, beliau nampak begitu bersemangat. Hari hari menjadi terasa lebih penuh warna dengan suara tangisan seorang bayi. Rumah megah nan mewah itu sudah lama menantikan kehadiranseorang bayi sehingga dapat mewarnai rumah tersebut. Ketulusan cinta seorang nenek kepada sang cucu begitu besar, sebab sedari dulu telah merindukan sosok kehadiran cucu. Kedua orang tua Willy tersebut juga sudah tau semua latar belakang Tirani, sang ibu bayi. Mereka telah memaklumi pekerjaannya sebagai wanita malam, dari semua kebenaran yang terkumpul sebelumnya, hingga kisah pertama Tirani menjadi wanita panggilan. Semua itu terjadi akibat ulah putra mereka yang mana tidak bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Mereka juga sudah tau tidak mudah hidup di kota besar tanpa seorang pun, apa lagi hamil tanpa seorang suami pasti begitu menyiksa diri. Sejak mereka tau semua kebenaran yang ada tentu saja rasa bersalah menghantui mereka. Andai sejak awal Willy mau bercerita dan mencari wanita yang telah di nodai maka mereka tidak segan menikahkan mereka berdua.


Beberapa hari lalu mereka meminta sang putra untuk memikirkan beberapa hal termasuk menikah. Sejak dulu mereka tau bahwa Willy begitu membenci pernikahan dan tidak percaya dengan adanya ikatan pernikahan. Baginya dengan menikah justru cinta akan semakin berkurang. Jika cinta mulai berkurang maka perceraian akan terjadi dan akhir dari penikahan hanyalah luka itu yang ada dalam pikiran Willy. Namun, setelah ia menjatuhkan pilihan pada satu wanita membuat hati dan pikiran terbuka, sampai pernikahan tak lagi jadi masalah baginya.


"Ehem...." Tuan Fernandes berdehem melihat sang istri terus menimang serta menckumi sang cucu. Hampir beberapa hari ini sang istri sibuk dengan cucu barunya sampai Tuan fernandes tidak lagi di perdulikan. Meski begitu beliau sangatlah bahagia apa yang di impikan sang istri akhirnya dapat terwujud.


"Papa..." Dengan suara manja beliau berjalan ke arahnya penuh senyum. "Lihatlah cucu kita ini begitu manis dan lucu" Mencubit pipi si bayi saking gemasnya.


"Sini ma biar papa gantian gendong" Mengambil alih sang cucu dari tangan sang istri. Meski beliau adalah ketua mafia terbrsar di dunia dan paling di takuti tapi hatinya begitu lembut ketika melihat bayi tak berdosa milik putranya.


Nyonya Fernandes menatap penuh senyum, pemandangan seperti itu yang sejak dulu ingin sekali "Secepatnya kita harus menikahkan ayah dan ibu dari cucu kita ini, pa. Sudah lama sekali mama ingin melihat keluarga kita berkumpul bersama di meja makan lalu saling bercerita, duh sungguh indahnya dunia" Sambil membayangkan apa yang di harapkan menjadi kenyataan.


"Papa juga berpikir begitu, lebih baik kita siapkan rencana sebelum mereka pulang nanti. Kalau anak kita tak bisa membujuk menantu untuk menikah maka kita bisa menjebaknya dalam pernikahan atas dasar bayi ini" Senyum melebar dan lalu sebuah rencana mulai terlintas.


"Mama setuju pa sekarang juga kita persiapkan segala sesuatunya" Sambut hangat sang istri.


Beberapa jam telah berlalu sebuah rencana telah dengan matang di rencanakan. Willy beserta Tirani membawa derta sang bayi kecilnya yang baru saja pulang dari rumah sakit. Pertema kalinya ia membawa wanita pulang ke rumah kedua orang tuanya. Tentu hal tersebut mengundang banyak perbincangan hangat.


Dengan perasaan ragu Tirani melangkah masuk setelah tadi perdebatan sengit terjadi antara mereka. Awalnya Tirani tidak mau ikut dengan Willy pulang ke rumah, akan tetapi Willy mengancam jika dia tidak datang maka salah satu bayi kembarnya akan selamanya menjadi milik keluarga Fernandes. Mendengar ancaman tersebut jelas Tirani tidak akan rela, ia pun langsung setuju di bawa pulang ke rumah keluarga Fernandes.

__ADS_1


Baru saja masuk seluruh ruangan nampak gelap gulitatanpa satu pun cahaya menerangi. Tirani merasa heran kenapa ruamh sebesar itu tidak ada satu pun lampu menyala. Dengan menggendong buah hatinya ia berjalan perlahan


Willy sempat beberapa kali memanggil mana asisten rumah tangga, tapi tidak adasatu pun menyahut perintah darinya.


Tak lama kemudian terdengar suara tangis bayi sehingga reflek Tirani memanggil nama anaknya. Meski kejutan mereka hampir gagal tetapi mereka langsung putar otak. Setelah lampu menyala kedua orang tua Willy nampak mengayunkan senta api pada Tirani. Jelas Willy terkejut "Apa yang akan kalian lakukan?"


"Kami tidak sudi kamu mencintai wanita malam sepertinya, lebih baik dia lenyap dari muka bumi ini" Ucap tuan Fernandes penuh keseriusan.


Nyonya Fernandes tengah menggendong salah satu cucunya pun angkat bicara "Kami hanya ingin bayi saja tidak dengan ibunya. Ayo pa tunggu apa lagi lenyapkan dia"


Akting mereka berhasil membuat Willy murka sehingga senjata api yang di bawanya terarah tepat ke arah sang ayah "Jangan berani sentuh wanitaku atau saya tidak segan menarik pelatuk ini"


Seelah beberapa saat ketika Willy hendak menarik pelatuk tiba tiba saja para pria bertubuh kekar nampak mengepungnta dengan menodongkan senjata mereka.


Tirani semakin ketakutan kakinya eolah melemah. Willy tidak tinggal diam ia langsung meletakkan senjata kemudian memeluk Tirani dan juga sang buah hati "Kalau kalian ingin menghabisi wanitaku maka silahkan kalian juga habisi saya" Dengan terduduk mereka saling berpelukan dan mendekap erat buah hati mereka.


"Pa sudah jangan terusan drama ini kasihan mereka begitu ketakutan" Bisik nyonya Fernandes.


"Biarkan saja ma kejutan ini harus lebih penuh drama biar berkesan sempurna"

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian Tuan Fernandes nampak menghela nafas "Baiklah kalau itu mau kamu, sekarang juga habisi mereka" Titah Tuan Fernandes.


Mendenngar perintah tersebut tentu Willy semakin mengeratkan pelukan dengan memejamkan mata. Selama ini sang ayah tidak pernah main main dengan ucapannya, setiap kaliamat pasti akan terjadi.


Tirani pun hanya pasrah jika hari ini adalah akhir dari hidupnya.


Ketika mereka mulai pasrah tiba tiba terdengar suara senjata api berjatuhan. Willy berusaha membuka mata lalu melihat sekeliling, para pria berbaju hitam nampak bertepuk tangan.


"Apa maksud semua ini?" Tanya Tirani.


Willy henya bisa mengkerdikan bahu lalu menatapa kedua orang tuanya. Tak lama kemudian kelopak bunga bertaburan dari atas menimpa wajah mereka.


Sang ayah bersert ibu langsung menghampiri mereka "Kami tau kalian saling mencintai maka dari itu hari ini juga kalian menikah, atau kalian tidak akan bisa mrlihat bayi kalian lagi" Ancaman menjadi sebuah kebahagiaan yang membuat hati berdebar debar.


"Tapi...." Tiranu hendak menolak tapi Willy lebih dulu membungkam mulutnya.


"Saya tidak akan mengijinkan kamu menolak pernikahan ini" Benetapa saat mereka saling menatap dan Willy mencium bibir wanitanya di hadapan semua orang.


Semua orang turut bahagia akhirnya seorang kepala batu bisa mencair di depan wanita biasa.

__ADS_1


Tamat


Ikuti kisah selanjutnya yang akan segera rilis secepatnya. Mohon bersabar untuk S2 yang akan segera rilis. Untuk waktunya author ucapkan terima kasih.


__ADS_2