Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 08


__ADS_3

"Akhirnya semua sudah terbalaskan...." Membuang senjata api dalam gengamannya lalu menghempaskan diri di atas ranjang "Kenapa saya terus memikirkan wanita itu...." Ia pun segara membuka laptop lalu melihat Tirani sudah berada di kamar tengah tidur pulas.


Tiba tiba saja ia mendapat telepon dari seseorang "Kamu sudah yakin bahwa anak itu milik wanitaku?" Ucapnya sembari mengerutkan alis.


"Benar, bos. Saya mendapat informasi langsung dari suster bayi kembar itu" Beberapa waktu lalu Ibu Siti di datangi tiga pria bertubuh tinggi besar. Beliau nampak ketakutan melihat wajah seram mereka, dengan satu kali pertanyaan Ibu Siti langsung memberutahu bahwa kedua bayi kembar tersebut benar milik Tirani si wanita kupu kupu malam.


Setelah mendapan banyak bukti mereka bertiga percaya bahwa benar kedua bayi kembar tersebut adalah anak kandung Tirani.


"Saya harus tanya langsung tentang masa lalu Tirani kepadanya" Setelah menghubungi Bunda Siska, Pria bertopeng mendapat jawaban berbeda. Beliau menyangkal hal tersebut dan langsung membantah semuanya. Bunda Siska mengatakan bahwa Tirani belum menikah tapi ia tidak menyebutkan bahwa Tirani belum pernah melahirkan.


"Jangan sampai anda membohongi saya atau saya akan menghancurkan bisnis anda beserta semua anak asuh anda" ancamnya.


Mengingat Pria bertopeng memiliki banyak pengaruh besar dalam bisnisnya, maka Bunda Siska hanya bisa mengarang cerita bahwa Tirani adalah seorang jandi. "Sejak suaminya selingkuh dengan wanita lain dia hidup seorang diri ketika hamil besar. Dan ketika dia melahirkan sempat meminta tolong sama saya untuk membayar biaya persalinan. Jadi sejak itulah Tirani menjadi anak asih saya" Jelas Bunda Siska.


"Saya tidak pernah main main dengan ucapan saya ini. Ketika saya berkata A maka akan terjadi hal serupa, kalau suatu saat nanti anda ketahuan membohongi saya maka lihat saja bisnis anda bakalan hancur di tangan saya" Tegasnya kembali.


"Saya tidak berbohong, itu yang saya tau darinya"

__ADS_1


Meremas tepian ranjang "Sialan....." Saking kesal ponsel mewahnya menjadi sasaran sampai hancur berantakan.


"Berani sekali dia menutupi identitasnya dari saya. Ternyata dia bersetatus janda....." sekarang tidak hanya ponsel saja melainkan sebuah kaca juga menjadi sasaran kemarahannya. "Bagaimana bisa saya berurusan dengan seorang janda? Saya juga paling membenci suara bayi" Meraih bantal dan melemparnya hingga berserakan ke segala arah.


Sejarah telah mengingatkan dia pada sebuah kejadian buruk di mana seorang wanita melahirkan lalu meninggal depan matanya. Wanita itu adalah kekasihnta dulu, karena melahirkan seorang bayi akhirnya wanita itu meninggal dan bayi tersebut tidak lama ikut meninggal. Dari kejadian itu membuatnya begitu membenci para bayi tak berdosa.


"Willy.....Apa apaan ini?" seorang wanita paruh baya tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Melihat seisi kamar bagaikan kapal pecah membuat beliau menggeleng kepala "Begilah kalau kamu tidak segera menikah, runah jadi nggak keurus begini" Cecar sang ibunda tanpa melihat kondisi hati putranya.


Ya, Willyam Fernandes, anak dari pengusaha paling berpengaruh di dunia. Dia adalah anak satu satunya keluarga Fernandes yang masih hidup. Willyam adalah sosokpria pertopeng yang selama ini tidak pernah memperlihatkan wajah aslinya kepada siapa pun juga. Ketika menghadapi lawan ia selalu menggunakan topeng sehingga lawan mainnya tidak bisa melihat wajah asli di balik topeng tersebut.


"Mama? Kenapa mama bisa sampai di sini?" Bergegas menghampiri sang ibunda yang tengah berdiri menatapnya tajam. Mata elang itu terus memeberinya serangan "Mama sudah bilang sama kamu jangan pernah ikuti jejak papa kamu, sudah cukup mama kehilangan Alex, tapi sekarang mama tidak akan membiarkan kamu mengambil jalan seperti kakak kamu itu" Tagasnya sembari terus berusaha memperingati sang putra. Benerapa tahun lalu beliau kehilangan kembaran Willyam yang tewas akibat serangan dari orang tak di kenal.


Sang ibunda langsung duduk di tepi ranjang"Mama tau kamu jauh lebih kuat dari kakak kamu, tapi mama juga ingin punya menantu dan cucu dari kamu secepatnya"


Mendengar ucapan sang ibu membuatnya mengepalkan kedua tangan "Kalau kedatangan mama hanya untuk menanyakan hal itu maka terpaksa saya harus mengusir mama dari kamar saya"


Nyonya Fernandes tentu marah "Oh....jadi kamu mau mengusir mama kamu sendiri? Oke kalau begitu mama akan pergi dari sini" Tidak hanya Willyam saja berkrpala batu, nyatanya sang ibu juga mempunyai sifat yang sama persis.

__ADS_1


Berusaha meraih tangan beliau, akan tetapi percuma jika beliau sudah marah atau tersinggung maka tidak akan mudah bagi Willyam untuk membujuknya "Maksud saya bukan seperti itu, ma. Saya hanya butuh waktu untuk semua keinganan mama" Percuma saja sang ibu tidak menggubris ucapannya.


Sejak dulu Willy paling benci yang namanya pernikahan, baginya cinta tidak butuh ikatan apa pun. Cinta bisa hidup tanpa harus memiliki begitulah prinsip hidupnya. Willy sangat membenci pernikahan, karena dengan menikah rasa cinta semakian berkurang, di tambah lagi jika sudah memiliki anak tentu cintanya harus terbagi.


"Selamanta saya tidak akan pernah mau mengikat diri pada pernikahan" Ucap Willy tanpa rasa bimbang. Kalau saja dia mau menikah sudah ssjak dulu menikahi kekasihnya tanpa harus kehilangan nyawa sang kekasih. Kebencian tentang pernikahan membuatnya begitu tidak ingin menikahi siapa pun.


Di sisi lain Tirani terbangun mendengar suara dering ponselnya "Siapa sih ganggu saja..." menggeliat malas mencari letak ponselnya berada. Kedua mata setengah merem setengah melak "Berisik sekali...." Ketika melihat nama Bunda Siska di kayar ponselnya segera ia membulatkan mata besar besar "Astaga Bunda Siska, ada masalah apa ya...."


Bunda Siska menjelaskan padanya bahwa pria yang membelinya sudah tau identitasnya. "Lebih baik kamu jujur saja sama dia sebelum dia murka kepada kita" Ucap Bubda Siska.


Serasa seluruh badan Tirani menjadi gemetaran. Ia sangat takut jika nanti Willyam datang lalu membuatnya membayar kebohongan itu. "Terus saya harus bagaimana Bun? Seperti janji Bunda sebelumnya anakku tidak boleh sampai terusik oleh orang lain" Sebuah janji di mana Bunda Siska berkata jika selama Tirani bekerja dengan baik maka dia akan menjamin keselamatan buah hatinya.


"Kamu tenang saja Bunda sudah jelaskan sama dia, seperti sih dia tidak keberatan" Jelasnya lagi.


Tirani mengira bahwa Willyam tidak akan mempermasalahkan identitasnya, selama dia bisa memenuhi semua keinginan Pria tersebut.


Tak berapa lama kemudian ponsel satunya berdering, tertukis nama Tuanku "Pasti dia akan marah besar..." Tirani tidak berani mengangkat telepon itu dan memutuskan untuk menutup telinganya menggunakan sebuah bantal.

__ADS_1


"Oh jadi kamu mau bermain main dengan saya" dari pantauan Cctv Willyam bisa mengatahui semua yang di lakukan Tirani. "Saya harus memberinya pelajaran karena sudah mengabaikan telepon dan juga telah membohongi saya" Sekarang Willy tidak bisa mengunjungi Tirani sebab masih ada banyak tugas harus dia selesaikan.


__ADS_2