Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 18


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, pintu kamar di ketuk dengan kencang "Tuan, Tuan....."


Willy baru saja selesai mandi langsung membuka pintu "Ada apa? Kenapa terlihat begitu cemas?"


"Itu Tuan bayi nona muda tidak ada di kamar. Saya juga sudah mencari nona muda tapi tidak ketemu" jelasnya sambil mengatur nafas.


"Apa? Maksud kamumereka kabur dari rumah?'


Bibi mengangguk. Sedangkan Willy langsung kembali meneutup pintu dan berusaha menghubungi Tirani. Berulang kali mencoba menghubungi tapi tidak satu pun di respon olehnya. "Beraninta dia kabur dari saya" Melempar ponsel sampai terbelah menjadi dua bagian.


Melihat wanitanya menghilang tentu saja dia tidak tinggal diam, secepat angin menerpa dedaunan secepat itu pula ia menggerakkananak buahnya demi mencari seorang wanita si kupu kupu malam. Tidak hanya berdiamdiri ia juga ikut serta mencari keberadaan Tirani. Dengan memgandalkan pencarian pada jejaring situs ia berhasil menrmukan titik terakhir Tirani berada. Untung saja Fahmi meminta Tirani membuang semua ponselnya sebelum mereka menuju persembunyian. Fahmi membawa Tirani ke rumahnya yang beradadi pusat kota.


"Selama kamu di sini keamanan kamu akan saya jamin" Ucap Fahmi sembari membawa Tirani masuk ke dalam rumah mewahnya. Rumah besar itu terasa sunyi seperti tidak berpenghuni.


Melihat sekeliling rumah "Kemana orang tua angkatmu? Kenapa rumah ini begitu sepi sekali"

__ADS_1


"Silahkan duduk dulu, biar saya ceritakan semuanya"


Setelah duduk mereka menceritakan kisah hidup Fahmu yang telah lama di tinggal pergi kedua orang tua angkatnya dalam sebuah tragedi kecelakaan pesawat. Setelah berbasa basi giliran Fahmi bertanya pasal kehidupan Tirani "Lalu kammu sendiri kenapa seperti orang kabur dari rumah? Mamang apa yang telah terjafi pada kalian?"


Keadaan memaksa Tirani membuka mulut tentang semua kebenarana yang ada. Dari latar belakang ia menjadi kupu kupu malam sampai bertemu dengan pria yang membelinya beberapa bulan lalu. Namun, Tirani belum berani bicara bahwa ternyata pria tersebut adalah ayah biologis dari kedua bayi kembarnya. Mulut serasa bungkam seperti mari rasa.


"Kalau begitu saya akan membebaskan kamu.." Bangkit sembari berjalan membelakangi Tirani "Saya akan kembalikan uang peia tersebut yang sudah keluar untukmu supaya hidupmu tidak lagi terjerat oleh belenggunya. Bahkan saya berani membayar dua kali lipat uang itu demi kamu"


Meletakkan si kembar kerena mereka sudah tertidur pulas. Tirani menghampiri Fahmi "Tidak semudah itu. Dia Willyam Fernandes, penguasa dunia. Dengan kamu mengembalikan sepuluh kali lipat uang itu maka dia tidak akan pernah mau melepaskan aku. Aku tidak ingin kamu ikut terseret dalam masalahku" Memeluk Fahmi dari belakang. Bagi Tirani Fahmi adalah sosok kakak baginya, meski begitu berbrda dengan perasaan Fahmi.


Berbalik badan lalu menyentuh wajha Tirani. Air mata berlinangan berusaha ia hentikan "Saya tidak perduli apa yang nantinya akan saya alami (Menatap dalam) Sudah lama saya menyimpan perasaan ini hanya untukmu. Saya mencintai kamu Tirani"


Ucapan Fahmi bagai gelegar untur di siang bolong. Seketika saja Tirani memundurkan langakah "Tidak, kamu tidak boleh mencinrai aku" Berbalik badan "Sungguh, aku bukan wanita yang tepat untukmu"


"Tapi menurut saya kamulah wanita yang tepat. Saya janji akan menjaga kalian dengan penuh kasih sayang."

__ADS_1


"Maaf, tapi aku hanya menganggapmu sebegai seorang kakak tidak lebih dari itu. Aku yakin di luar sana masih banyak wanita jauh lebih dariku mau menjadi kekasihmu dan ibu dari anak anakmu kelak"


"Saya mohon kasih satu kesempatan untunku mendapatkan hatimu. Apa pun bisa saya berikan untukmu, kemewahan, cinta, dan bahkan nyawa sekali pun bisa saya berikan untuk kamu" Membalikkan badan Tirani. Tatapan Fahmi menyimpan begitu banyak harapan, tapi hati Tirani masih belum bisa terbuka untuk pria lain. Sejatinya Tirani mulai menaruh hati pada Willy.


Melepas tangan fahmi "Sekali lagi maaf dalam hatiku sudah ada pria lain"


"Apakah pria itu?"


Tirani tidak berani menjawab dan hanya bisa terdiam. Jelas saja Fahmi kecewa besar "Kenapa kamu jatuh cinta pada Pria kejam seperti itu? Apa saya tidak sepadan dengannya? Apayang kamu cari darinya?"


"Kalau kamu membawaku ke mari hanya untuk memaksa hati maka aku akan pergi dari sini"


Meraih tangam Tirani "Jangan, kamu tidak boleh pergi dari sini. Oke kalau kamu belum bisa menerima cintaku, tapi saya mohom jangan pegi di luar sana pasti banyak orang mencari keberadaan kamu dan kedua bayi kembar itu" Tatapan fahmi beraluh pada kedua bayi kembar yang tertidur di atas sofa.


"Sekarang kamu bisa bawa mereka ke kamar dulu, jangan pikirkan ucapan saya tadi. Anggap saja saya tidak pernah berkata demikian"

__ADS_1


__ADS_2