Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 15


__ADS_3

Pada suatu hari Tirani merasa begitu bosan, lalu memutuskan untuk mengunjungi Bunda Siska. Awalnya dia hanya ingin berkunjung saja, sekedar melepas kesepian setelah beberapa minggu duduk bagaikan patung di rumah mewah seperti burung dalam sangkar emas. Tirani sedang menunggu sambil melihat beberapa temannya bersolek depan para lelaki buaya darat, mereka nampak begitu meliuk liuk indah sembari memperlihatkan kemolekan diri. Hal semacam itu tentu bukan rahasia lagi baginya "Sudah lama sekali gue nggak lihat pemandangan kaya gini...." Lirihnya sambil melipat kaki kiri bertumpu pada kaki kanan. Dres merah muda selutut sedikit menyingkap, memperlihatkan kemolekan Tirani.


"Anakku, Tirani" Datanglah Bunda siska dengan di dampingi beberapa pria tinggi besar. Dengan tangan terbuka Bunda Siska menyambut kedatangan tambang emas "Bunda sangat merindukan kamu, Tirani" Mereka pun cipika cipiki.


"Ayo silahkan duduk" Bunda Siska melihat dari ujung kaki hingga kepal seperti banyak perubahan dalam diri Tirani selama berada dalam dekapan pria bertopeng tersebut "Wah....sepertinya hidup kamu sudah makmur ya pasti kalau pengan sesuati tinggal bilang udah langsung datang deh"


"Ya, begitulah Bunda. Meski begitu aku tuh sebenarnya bosan jadi simpenan pria tidak jelas asal usulnya itu, hidup jadi tidak bebas,apa lagi kalau dia sudah marah badan bisa hancur dibuatnya" Keluh Tirani.


Menyentuh lengan Tirani "Yang penting pria itu berduit asal punya duit kamu bisa berkuasa, sayang" Uang memang tidak dapat memalakukan apa saja tapi setiap kesenangan kita berawal dati lembaran uang. Raja kehidupan bukanlah tahta melainkan harta, bagi siapa saja yang punya harta maka dialah sang raja.


Menyandarkan diri sambil melipat kedua tangan "Tapi lama lama aku bosen juga terus jadi burung dalam sangkar, tidak bisa terbang bebas harus patuh dengan satu majikan"


Bunda Siska mulai terpikir sesuatu"Begini saja mending kamu minum dulu biar moodnya membaik..." Sebelumnya Bunda Siska sudah meminta anak buahnya menyiapkan minuman khusus untuk Tirani. Di dalam minuman telah tercampur sesuatu "Minum dulu nanti kita bahas lagi, Bunda masih ada kerjaan harus pergi dulu ya" Untuk mengelabuhi mangsa harus menyiapkan umpan terlebih dulu baru bisa menangkapnya dengan mudah.


"It's oke, bunda. Aku masih ingin menghibur diri sejenak" Ucap Tirani.


Bunda Siska lalu pergi "Setelah sepuluh menit obat itu akan bereaksi padanya, nanti bawa doa ke kamar tamu baru kita. Pelanggan baru harus mendapatkan yang terbaik" senyum licik terkulas di ujung bibir Bunda Siska.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian Tirani merasa begitu pusing hingga kepala serasa sakit juga pandangan mulai berputar putar "Astaga....kenapa pusing sekali?" Sambil memijat kening.


Ketika hendak bangun tiba tiba saja Tirani jatuh pingsan. "Sekarang bawa dia ke kamar tamu istimewa kita malam ini" Titan Bunda Siska.


Dua orang pria tegap tinggi besar lalu memabawa Tirani masuk ke dalam kamar. Seorang pria gemuk berkumis lebat telah lama menunggu "Saya sudah lama menunggu" Setelah meluhat dua pria memapah seorang wanita memasuki kamar.


Bruk...


Kedua pria tersebut langsung melempar Tirani hingga jatuh dalam pelukan pria berkumis tebal tersebut. "Silahkan lakukan apa saja yang anda ingin lakukan tuan. Saya jamin anda pasti senang malam ini" Ucap bunda Siska yang beradatidak jauh dari pintu masuk.


"Saya harap kalian tidak mengecewakan saya" Jawab pria berkumis.


Sang Pria berkumis membalikkan badan Tirani dan ia begitu terkejut melihat wajah yang tidak asing baginya "Astaga, dia"


Pria berkumis tebal ternyata adalah kepala desa tempat Tirani tinggal. Di desanya Tirani terbilang wanita tertutup, tidak menyangka jika dia bekerja menjadi kupu kupu malam. Ada rasa ragu tapi uang sudah terlanjut di buang hanya untuk satu kenikmatan palsu "Saya sudah membelinya..." Tersenyum licik sembari membelai rambut sebahu Tirani. Bibir merah mengkilap membuat pria tersebut menjulurkan lidah ke samping kanan dan kiri, seolah hendak menyantap makanan lezat "Mulus juga badan nih cewek" Tangan kasarnya mulai bergerak menjamah yang tak terjangkau.


Brakkkkk...

__ADS_1


Tiba tiba saja seorang pria bertopeng mendobrak pintu kamar "Jangan pernah berani sentuh wanitaku, atau kamu akan lenyap" Seketika beberapa pria kekar muncul dari belakang dan langsung menyeret pria berkumis tebal tersebut. Sang pria berkumis sudah telanjang dada memperlihatkan perut buncitnya dan bulu lebat di sekitar dada. Kemarahan Willy begitu besar sampai dengan hanya satu tangan dia berhasil memberikan sebuah pelajaran besar. "Beri dia pelajaran berharga" Titahnya kepada anak buah.


"Ampun, ampuni saya. Saya tidak bersalah...." Rengek Pria berkumis. Namun, kemarahan Willy sudah tidak dapat di redam lagi. Tanpa kata kedua anah buahnya langsung menyeret keluar pria berkumis lalu melakukan hal yang tidak manusiawi.


Tatapan mata Willy tertuju pada Tirani yang belum sadarkan diri. Kedua tangannya langsung mengepal erat "Baru beberapa minggu saja kamu sudah berani datang ke tempat ini" Melepas jas lalu menutupi sebagain tubuh Tirani. Ia langsung membawa Tirani keluar dari tempat hiburan malam tersebut.


"Tolong tuan jangan hancurkan tempat saya" Bunda Siska bersimpuh meminta ampunan dari kekejaman kemarahan Willy.


"Ratakan tempat ini dengan tanah" Ucap Willy tanpa rasa iba sedikit pun.


"Tidak tuan jangan hancurkan tempat saya" Menyentuh kaki Willy memelas belas ampun. Namun, Willy justru semakin kesal.


"Jangan sentuh saya dengan tangan kotormu, atau kamu juga akan ikut terkubur dalam tanah" Ucapan itu membuat Bunda Siska ketakutan. Para mafia besar telah mengepung tempat hiburan malam miliknya sampai tidak ada celah untuk melarikan diri. Bunda Siska juga baru tau jika pria bertopeng tersebut adalah kelompok mafia paling di takuti sedunia.


"Sekarang kamu harus merasakan kemarahan saya" Menendang wajahBunda Siska sampai hidungnya berdarah.


Willy segera membawa Tirani naik pesawat lalu membawanya pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah sampai rumah ia menyuruh asisten runah tangga untuk mengganti pakaian Tirani. Willy paling tidak suka wanitanya di sentuh peia lain meski belum sempat melakukan apa pun, tapi membuatnya murka.


"Ganti semua bajunya sampai aroma di badannya hilang" Titah Willyam sembari beranjak pergi.


__ADS_2