Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 25


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu setelah melakukan tranfusi darah, Willy merasa iba terhadap bayi kembarnya. Ingin sekali menggendong tapi rasa trauma kerap kali menyiksa, hingga pada akhirnya ia memutuskan menemhi kedua sahabatnya untuk meminta bantuan, agar trauma dalam dirinya hilang. Kedua sahabatnya memberi saran untuk bertemu salah satu psikiater ternama, suapaya bisa membantunya mengurangi rasa ketakutan berlebih akan hal hala berkaitan dengan bayi. Benar saja setelah melakukan beberapa kali pertemuan ia menjadi jauh lebih baik. Dengan melakukan trauma hiling ia menjadi jauh lebih baik lagi. Suara suara bayi tidak lagi membuat kepala sakit.


Kunci kesembuhan adalah keinginan. Jika seseorang ingin benas dari trauma yang di derita maka perkuat keinginan untuk sembuh. Trauma memang bukan hal sepele, bisa membuat seseorang menjadi lemah dan panik dalam waktu waktu tertentu. Meski begitu rasa cemas ketakutan berlebih bisa di tangani dengan perlahan atas dasar keinginan kuat. Seperti yang Willy lakukan sekarang. Sebagai seorang ayah tentunya ingin sekali memeluk, menghabiskan waktu, dan sekedar bercanda ria.


Hampir setiap jam mendengarkan suara suara bayi dan melihat foto bayi kembarnya sehingga perlahan rasa sakit pada kepalanya berangsur membaik. Tidak hanya itu ia juga di ajak ke panti asuhan untuk bertemu pada anak anak yang sebagian masih balita. Awalnya ia menolak tapi kedua sahabatnya terus memberinya dukungan mental sampai ia setuju dan mendekatkan diri kepada anak anak.


Sejauh pantauan psikiater dalam waktu singkat ia bisa melawan rasa takutnya sendiri dan menjadi jauh lebih baik. Kunci dari semua hal adalah kemauan tinggi, jadi setiap ada kemauan pasti akan ada jalan.


"Kenapa kamu hanya diam saja? Apakah kamu mempertimbangkan pria tadi itu?" Hampir sepuluh menit mereka bersama masih belum ada satu kata keluar dari mulut Tirani. Semenjak Willy menyatakan niat untuk menikahinya mulut seolah terkunci rapat.


Menatap dalam kedua netrasang pria. Dalam hati ia tidak menyangka bahwa pria bertopeng yang selama ini ia cari, sebagai orang paling bertanggung jawab atas hioangnya kesucian, ternyata adalah jodoh yang telah di siapkan Tuhan.

__ADS_1


Pandangan berlaih pada snag buah hati "Menikah bukan solusi terbaik dari semua masalah" Berjalan mendekati ranjang di mana buah hatinya terbaring kemah. Membelai perlahan wajah polos sang bayi "Biarlah aku menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka. Toh selama ini aku bisa melewati segala hal tanpa seorang pun di sisiku. Lebih baik jangan mengharap hal lebih dariku karena kita tidak akan psrnah bersatu"


Willy merasa kesal sehingga kedua tangan terlihat mengepal erat juga guratan kasar pada dahi begitu terlihat jelas "Tidal bisakah kamu memikirkan masa depan mereka? Denganku kalian bisa hidup bahagia"


"Apa jaminan kamu?" Seketika saj Tirani berbalik badan. Nanar matanya begitu lemah di tambah kedua netra berkaca kaca seolah menceritakan rasa sakitnya.


"Cinta" Menyentuh kedua sisi lengan Tirani lalu menatapnya dalam. Mendengar kaliamat itu tentu hati Tirani melemah sampai air mata meloloskan diri. Sigap Willy menyeka air matanya "Jikalau saya tau lebih awal jika kamu mengandung anakku, maka sejak dulu saya akan bertanggung jawab. Setelah malam itu jujur saya begitu terbebani dengan rasa bersalah." Melepaskan tangan dati bahu Tirani lalu berbalik badan berjalan menuju jendela "Baru setelah hampir dua tahun saya bisa menemukan keberadaan kamu. Pada awalnya saya tidak mau kamu menganali saya sehingga saya selalu memakai topeng. Pada suatu hari entah kenapa rasa suka saya terhadap pelayanan kamu semakin menggebu dan saya memutuskan untuk memiliki kamu satu satunya" Kembali membayangkan kisah mereka dari saat pertama kali bertemu sampai terjerat cinta di atas ranjang.


"Apa pun alasan kamu, aku tidak akan mau meniKh dengan kamu"


Dengan mulut tersumpal Tirani berusaha memberontak agar tidak terjadi hal apa pun antara mereka.

__ADS_1


"Emmmmmmm...." Suara mukut tersumpal.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata melihat kejadian mereka, dia adalah Fahmi. Betapa hancur dan berkepingnya hati Fahmi ketika melihat sendiri bagaimana wanita yang selama ini di cintai bercumbu dengan pria lain. Sedari awal seharusnya dia tau bahwa cinta masa kecil tidak akan pernah bisa menjadi cinta seumur hidup, sebab takdir Tirani bukan dengannya.


Tak berapa lama Willy melihat Sosok Fahmi berdiri di depan pintu dengan kedua tangan mengepal dan mata berkaca kaca. Fahmi tau jelas jika hati fahmi begitu terluka.


Saya akan perlihatkan padanya jika Tirani hanya milik Willyam Fernandes. Akan saya perjrlas setatus kami sekarang....


Fahmi tidak kuasa melihat semua adegan tersebut terlalu lama, sehingga ia memutuskan kembali menutup pintu. Langkah kaki terasa berat, hati pun terluka.


"Ternyata dia bukan jodohku" Fahmi tidak lagi perduli orang melihatnya seperti apa, yang jelas hatinya begitu sakit. Dengan rasa kecewa ia meninggalkan rumah sakit beserta cinta masa kecilnya.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran ia langsung masuk mobil "Dunia telah banyak mempermainkan hatiku" Mendongak sambil mengacak rambut.


"Aarrggghhhhhhhhh....." Amarahnya meluap luap sampai stir kemudi berulang kali menjadi sasaran kemarahannya.


__ADS_2