Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 20


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Tirani kebingungan kala kedua bayi kembarnya mengalami demam tinggi. Dari semalam sampai pagi menyingsing ia terus menemani buah hatinya yang terus menerus menangis entah kenapa. Suasana rumah menjadi begitu gaduh dengan suara tangisan bayi.


Jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi,Tirani belum ssmpat cuci muka bahkan sekedar ke kamar mandi saja ia begitu tidak tega.Tidak lama kemudian datanglah Fahmi dengan membawa kompres air hangat. Dengan kasih sayang tulus ia membantu Tirani merawat salah satu bayi kembar tersebut. Untuk sesekali mereka menangis bersamaan hingga Fahmi ikut turun tangan sendiri menggendonga bayi tersebut. Entah karena merindukan sosok seorang ayah atau bagaimana di tangan Fahmisang bayi terdiam hingga tertidur pulas. Tiranu sempat terheran bagaimana bisa bayi kembarnya diam dalam gendongan orang asing yang baru beberap hari bersama mereka.


Membelai wajah sang bayi dengan lembut penuh cinta, Fahmi juga menimangnya pelan dengan bersenandung indah. Lagu tidur punuh kasih terus terucap dari mulutnya. Sempat sesekali Tirani membayangan bahwa yang sekarang berada bersamanya adalah Willy selaku ayah kandung mereka "Astaga....apa yang sedang aku pikirkan" Menggeleng kepala berusaha menepis kerinduan. Meski terasa sakit tapi hati tidak bisa berbohong bahwa semenjak mereka saling berjauhan rasa cinta justru semakin bertambah besar. Setiap kali menampik rasa cinta semakin besar pula rasa sakitnya.


"Dia sudah tidur sekarang giliran dia" Usai meletakkan salah satu bayi kembar, Fahmi juga mengambil alih bayi dalam gendongan Tirani. Dengan senang hati Tirani memberikanbayinya pada Fahmi.


Aku tau mereka pasti menemukan kehangatan dalam pelukan Fahmi. Selama ini mereka besar di tangan orang lain, bahkan dalam akta mereka tidak tertulis nama sang ayah. Semua memang salahku. Kenapa aku membiarkan mereka besar dalam rahim seorang wanita kotor sepertiku. Seharusnya mereka terlahir dari wanita baik baik yang nantinya tidak akan meninggalkan kenangan buruk semasa mereka dewasa nanti.


Meluhat bagaimana kedua putrinya tenggelam dalam lautan kasih sayang yang Fahmu berikan terhadap mereka. Tirani mengakui bahwa sedari dulu memang Fahmi paling suka dengan anak anak. Dia tau rasa mengambil hati mereka sampai jiwa seorang ayah melekat dalam dirinya.


"Eh....dia juga sudah tertidur" Mencium kening si kembar lalu meletakkan di sebalah kembaran lainnya.

__ADS_1


"Terima kasih kamu sudah membantuku menengkan mereka" ucap Tirani berkaca kaca.


Fahmi mendekati Tirani lalu mengajaknya keluar supaya obrolan mereka tidak membangunkan tidur si kembar. Sekarang mereka tengah duduk berdua di ruang tamu. Fahmi berusaha keras mendekati Tiranu dengan berbagai macam cara demi satu hal, mendapatkan cintanya.


"Kalau boleh saya mau jadi ayah dari mereka" Ucapan Fahmi tentu mengejutkan Tiranu hingga reflek dia menampik tangan Fahmj dari lengannya.


"Aku sudah bilang kalau perasaanku selama ini padamu hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih dari itu."


Menghela nafas panjang sembari berusaha menata hati "Saya tau perasaan kamu hanya sebatas itu, tapi apakah tidak ada kesempatan untukku? Mereka masih butuh sosok seorang ayah"


Kembali Fahmi harus menelan penolakan "Baiklah saya hargai keputusan kamu, kalau mulai sekarang saya tidak akan memaksakan diri memasuki kehidupan kalian. Kalau kita berjodoh Tuhan akan senanfiasa membuka jalan kebersamaan untuk kita, dan jika sebaliknya maka saya akan terus menjadi pelingdung abgi kalian. Obat saja meski di konsumsi sebentar tapi bisa meringankan penderitanya maka saya akan menjadi obat yang akan selalu kamu cari ketika kamu sedang sakit" Menyentuh lengN Tirani. Pandangan keduanya saling bertatapan untuk waktu yang lama sampai tangisan bayi kembar menyadarkan mereka.


"Aku mau lihat mereka dulu" Tirani bergegas meninggalkan Fahmu dengan seribu kekecewaan.

__ADS_1


"Arghhhh....." Menghempaskan badan di atas sofa bad. Jujur rasa kecewa akibat di tolak cinta begitu membuatnya terluka. "Sampai kapan cintaku beetepuk sebelah tangan? sudah lama cinta ini tumbuh hanya untuk dia seorang, tapi kenapa cintanya untuk orang lain" Tanpa sadar air mata mulai berjatuhan.


Tak berselang lama Tirani berlarian ke arah Fahmi dengan menggendong salah satu bayinya "Fahmi tolong antar aku ke rumah sakit, badan mereka demam tinggi" dengan wajah cemas Tirani memohon pertolongan dari Fahmi.


Melihat kondisi bayi semakin panas tentu saja mereka langsung gerak cepat. "Kamu jaga mereka ya biar saya coba cari jalur terdekat menuju ruamh sakit" melihat jalanan semakin siang semakin padat membuatnya begitu kesulitan sampai di rumah sakit.


"Sial...." memukul stir kemudi "Di depan kemacetan oanjang sekali" Meluhat bayi semakin menangis kencang, membuat Fahmu gerak cepat. Dia meminta supir pribadinya membuka pintu lalu Fahmi meminta Tirani keluar "Kalau kita tetap diam di dalam mobil maka akan menghambat waktu kita saja, lebih baik kita berjalan kaki siapa tau di depan sanaada raksi atau ojek" Sambil menggendong bayi kembar dan satu tangan mengangdeng tangan Tirani.


Tak berapa lama mereka berhasil keluar dari kemacetan dan mendepatkan angkuran umum.Terpaksa orang besar naik angkuran umum demi mendaoatkan pertolongan segsra dari medis.


Benar saja setelah sampai di ruamh sakit kedua bagi tersebut langsung di periksa Dokter. Mereka berdua nampak cemas menunggu jalannya pemeriksaan.


"Kamu harus tenang, kuatkan hatimu, yang sabar dalam menghadapi semua ini" Berusaha membetikan suntikan semangat untuk wanita yang paling di cintai.

__ADS_1


Berlinang air mata "Bagiamana aku bisa tenang sedangkan kedua buah hatiku sedang tidak baik baik saja" kaki seolah lumpuh sampai bersimpuh di atas lantai rumah sakit.


Fahmi tau bagaimana perasaan Tirani sekarang ini, ia hanya bisa menguatkan secara lahir "Yakinlah mereka akan baik baik saja" membantu Tirani berdiri lalu duduk sambil menunggu pemeriksaan dokter.


__ADS_2