Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 19


__ADS_3

"Oh jadi anak itu bisa hamilin manusia juga, tak pikir bisanya cuma bunuh orang" Nyonya Fernandes baru saja membaca pesan singkat dari orang suruhannya yang ternyata juga bekerja pada Willy. Ia mendapat kabar bahwa putranya memiliki bayi kembar dari seorang wanita muda nan cantik. Meski begitu Nyonya Fernandes merasa senang juga heran, selama ini sang putra tidak sekali pun membahas tentang hubungan spesial dengan wanita mana pun, lalu sekarang terdengar kabar putranya mempunyai bayi kembar, tentu sangat mengejutkan.


"Saya tidak menyangka akhirnya bisa menjadi seorang nenek juga" Senyum terkulas indah di bibir manisnya.


Sudah lama sekali beliau menantikan seorang cucu dari putra satu satunya itu, setiap kali di suruh menikah pasti selalu menolak giliran sekarang tau tau sudah punya anak. Sebagai seorang ibu jelas beliau khawatir dengan putranya yang tak kunjung berjodoh. Setiap kali di singgung masalah menikah pasti adasaja alasan untuk mengelak. Usia Willy sekarang sudah hampir memasuki kepala empat, tapi dia masih sendiri. Sejak remaja dia begitu tidak tertarik dengan masalah asmara, karena dunianya adalah dunia mafia. Waktu remaja sang ayah sudah mengenalkan kerasnya hidup padanya sehingga sifat dasar keras dan tegas menjadi pondasi dasar dalam hidupnya. Cinta baginya hanya buang waktu dan tenaga. Ketika seseorang telah jaruh cinta sekuat apa pun orang tersebut maka akan lemah di tangan sang maha cinta.

__ADS_1


"Mama kenapa senyum senyun begitu? Memangnya ada kabar baik apa?" Tuan Fernandes selaku suami langsung bertanya pasal perubahan sikap sang istri. Beliau tengah menikmati secangkir kopi dan terpokus membaca kabar terkini dari ponsel miliknya.


Duduk tepat di sebelah sang suami "Mama punya kabar gembira untuk kita, pa." Sambil bersandar pada bahu sang suami.


"Kabar kembira? Apa itu? Jangam bilang kalau mama mau beli tas lagi"

__ADS_1


Uhuk, uhuk....


Seketika sajaTuan Fernandes tersedak mendengar putranya memiliki anak "Bicara apa mama ini? Bagaimana dia bisa punya anak? pacar saja tidak punya. Mama jangan ngarang cerita deh, atau mama kemakan berita hoax dari sosial media lagi, ya?" Sebagai orang terpandang jelas banyak berita miring tentang keluarga mereka. Sudah jadi resiko bagi para pengusaha kaya sedikit diam begitu banyak hoax menyebar. Namanya juga media ada saja berita bermunculan hanya demi meraup keuntungan pribadi.


Sang istri menepuk punggung suaminya "Pelan pelan pa kalau minum, jadi keselek, kan. Lagian mama tidak bohong barusan orang suruhan mama kirim pesan nih buktinya" Menyodorkan pesan dari seseorang tadi.

__ADS_1


Tentu saja Tuan Fernandes tidak habis pikir juga begitu terkejut "Astaga....jadi benar dia sudah punya anak, lalu di mana cucu kita, ma? papa mau lihat mereka...." Dengan antusias tinggi beliau begiti senang mendapat kabar baik tersebut "Sekarang juga kita harus telepon anak itu lalu minta dia bawa cucu kita" meraih ponsel berusaha menghubungi sang putra. Namun, berulang kali menelrpin tetap saja tidak ada jawaban "Kamana anak itu pergi? Apa sih susahnya jawab telepon" merasa kesal setiap kali snag putra mengabaikan telepon beliau.


"Ya....begitulah putra kesayangan kamu itu. Kepala batu sama seperti papanya" Celetuk sang iatri sembari menyeruput teh milik suaminya.


__ADS_2