Terjerat Cinta Pria Bertopeng

Terjerat Cinta Pria Bertopeng
Episode 21


__ADS_3

"Bagus, kalau begitu saya akan segera meluncur ke sana" Nyonya Fernandes mendapat kabar dari seseorang bahwa telah di ketemukan sosok wanita sama persis dengan semua ciri fisik serupa. Beberapa hari lalu beliau mengirim begitu banyak mata mata untuk mencari keberadaan sang wanita simpanan putranya hingga mempunyai anak kembar. Hebatnya seorang ibu bisa mengetahui letak kebaradaan semut dalam lubang kecil sekali pun. Dengan bantuan beberapa orang saja beliau berhasil menemukan kedua cucunya.


Dengan tergesa gesa beliau keluar kamar lalu meneuruni anak tangga "Pa, papa....." Lantangnya sembari menuruni anak tangga.


"Iya ma papa di sini" Sahut sang suami yang tengah memberi makan ikan hias. Beliau begitu menyukai hewan terutama dengan ikan. Meski begitu Tuan Fernandes bukan pria berhati lembut, sekali terluka beliau tidak akan segan mengampuni lawan. Sejak remaja sudah bergelut dengan dunia hitam sampai terbiasa baginya baku hantam.


"Mama ada kabar baik" Sembari menghampiri sang suami "Cucu kita sudah ketemu, pa.Sekarang juga kita harus menjemput mereka dan calon menantu kita. Sudah cukup sabar mama selama ini menunggu mereka, sekarang sudah saatnya. Kita ajak Willy sekalian. Dia sudah lama mencari keberadaan wanita itu"


"Ada benarnya juga ucapan mama. Kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita ke sana" Mereka pun seera meluncur ke rumah sakit tempat kedua cucu mereka berada.


Di sisi lain Tirani tengah duduk sambil melihat kedua bayi kembarnya yang harus melakukan perawatan intensif. Dokter baru saja melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut, sebab dokter berkata ada sesuatu hal mencurigakan dalam diri si kembar.


Menyentuh bahu Tirani "Kamu harus yakin mereka pasti baik baik saja" Ucap Fahmi memberikan dorongan mental.

__ADS_1


Tirani menoleh menatap wajah Fahmi dengan berlinang air mata. Kesedihan tak lagi dapat ia sembunyikan, tak perduli apa pikiran orang tentang dirinya yang lemah, karena memang kelemahan seorang ibu ada pada buah hatinya.


"Aku juga berharap begitu..." berlaih pandang menatap kedua bayi kembarnya. Seraya membelai lembut wajah kedua bayi "Kalian harus kuat sayang mama selalu di samping kalian"


Melihat kesedihan di mata Tirani membuat Fahmi tidak tega lalu memutuskan untuk pergi "Saya tidak bisa melihatnya bersedih seperti itu" Setelah berapa lama datanglah seorang suster menghampiri fahmi "Permisi apakah anda ayah dari kedua bayi?"Ucapnya dengan sopan.


Fahmi bingung harus menjawab bagaimana karena dia bukanlah ayah kandung mereka, tapi dalam kondisi seperti sekarang jelas dia harus bertindak sedikit di luar batas "Iya, saya ayah mereka"


Suster lalu meminta Fahmi ke ruangan Dokter. Tak lama kemudian Fahmi mendapat kabar dari Dokter bahwa salah satu bayi tersebut mengalami penyakit leukimia dan harus segera melakukan tranfusi darah. Kebetulan darah yang di miliki bayi tersebut terbilang sangat langka hingga sulit di cari.


Fahmi mulai gelisah "Sebelumnya saya minta maaf, Dok. Tapi darah kami berbeda. Sebenarnya mereka itu bukan....."


Pak Dokter mengira Fahmi adalah ayah sambung jadi tidak begitu mempermasalahkan "Jika begitu anda harus mencari golongan darah yang sama dangan bayi itu"

__ADS_1


Fahmi mengngguk meski dia tidak tau harus mencari donor darah kemana.


Sesampainya di ruangan Fahmi terkejut melihat Dua irang asing tengah duduk bersama Tirani "Mereka siapa?" Tanya Fahmi heran. Wajah mereka memang tidak asing tapi Fahmi tidak bisa mengingat dengan jelas.


"Mereka...." Tirani bangkit hendak menjelaskan semua pada Fahmi, namun Nyonya Fernandes menghentikannya.


"Kami adalah oma dan opa dari bayi kembar ini"


Jawaban itu tentu membuat Fahmi semakin terluka. "Maksudnya apa ini?"


Tak lama kemudian Willy datang ddngan wajjah cemas "Mereka adalah milik saya"


Suara lantang membuat semua orang terdiam.

__ADS_1


"Tidak, mereka adalah putriku bukan milik orang lain."


__ADS_2