Terjerat Cinta Si Penipu Hati

Terjerat Cinta Si Penipu Hati
Bab 18 - Menjawab Semua Tudingan


__ADS_3

Keesokan harinya, ketika Darwin mendatangi tempat kos-kosan Mitha. Wanita itu lantas bertanya, "Kenapa kamu mendatangi Nadine?"


"Darimana kamu tahu aku bertemu dengan Nadine?"


"Kemarin sore Dito membantuku mencari bengkel terdekat, dia mengatakan semuanya padaku."


Darwin tertawa kecil.


"Kamu menyesal putus dari Nadine?"


"Tidak, aku hanya ingin menghancurkan Dito."


"Kamu tidak bisa menghancurkan Dito," ujar Mitha.


"Apa karena dia cucu Mahesa Kay?"


"Dia akan menghancurkan kita, jika berani macam-macam!"


"Aku tidak peduli, kamu membenci Nadine, 'kan?"


"Iya."


"Kita harus membuat mereka hancur. Pernikahan keduanya tidak akan terjadi," Darwin berkata dengan dendam.


"Tapi, bagaimana caranya?"


"Kita jebak mereka!"


"Baiklah, aku ikut permainan kamu!"


-


Menjelang siang harinya, foto kebersamaan Nadine dan Dito kembali beredar. Kali ini muncul di sebuah media online.


Leon yang mendapatkan informasi dari Troy begitu marah. Ia lalu memanggil putranya.


Tak menunggu lama Dito hadir di ruang kerja papanya. "Ada apa memanggilku, Pa?"


"Kamu lihat ini!"


Dito membulatkan matanya ketika foto dirinya dan calon istrinya di ranjang terpampang jelas. "Aku tahu siapa yang menyebarkan ini, Pa!"


"Kamu bilang dia takkan menyebarkan ini!" ucap Leon.


"Dia memang sudah berjanji pada keluarga Nadine juga, Pa."


"Kalian akan di hujat oleh semua orang, Nak!"


"Lebih baik Tuan Dito dan Nona Nadine melakukan konferensi pers saja," saran Troy.


"Iya, benar. Aku tidak peduli omongan orang-orang, Pa."


"Coba kamu bicarakan dengan Nadine," ucap Leon.


"Iya, Pa."


"Troy, persiapkan tempat putra dan calon menantuku konferensi pers!" perintahnya kepada asistennya.

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Dari kantornya Dito segera menemui calon istrinya di rumahnya.


Begitu sampai, Dito masuk ke dalam rumah calon mertuanya. Nadine dan Rita duduk dengan wajah memikirkan sesuatu.


"Dito!" sapa Malik.


"Apa kalian sudah tahu berita itu?" tanya Dito.


"Ya, kami sudah tahu," jawab Malik.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Nadine pada calon suaminya.


"Kita akan mengadakan konferensi pers," jawab Dito.


"Aku takut mereka akan menghujatku," ucap Nadine.


"Aku akan selalu berada di depanmu dan mereka tidak boleh menghina atau menghujatmu!" Dito menyakinkan calon istrinya.


Setelah dari rumah calon mertuanya, Dito bersama dengan Nadine pergi ke sebuah kafe.


Di sana para wartawan telah menunggu keduanya untuk memberikan keterangan.


Nadine memilih diam dan Dito yang menjawab pertanyaan di lontarkan kepada mereka.


"Apa benar kalian sebenarnya telah berselingkuh dan akhirnya menikah?"


"Sebelumnya kami belum terikat yang sah dengan orang lain, jadi tidak ada namanya perselingkuhan. Status hubungan calon istri saya dulunya adalah tunangan orang lain. Ingat, belum resmi menikah."


"Apa benar kalau Tuan sendiri penyebab Nona Nadine memutuskan mengakhiri pertunangannya dengan Tuan Darwin Adra?"


"Lalu kalian menjalin hubungan secara diam-diam?"


"Tidak, kami awalnya adalah teman. Karena Nadine juga telah tak memiliki terikatan pertunangan dengan orang lain. Maka kedua orang tua menjodohkan kami."


"Perjodohan kalian karena foto itu, apa benar?"


"Itu tidak benar, kami setuju dengan perjodohan yang kedua orang tua lakukan. Foto itu adalah fitnah. Mereka ingin menjatuhkan nama baik saya dan calon istri."


"Fitnah? Tapi kalian seranjang berdua?"


"Apa adegan ranjang berdua di sebuah drama juga karena perselingkuhan?"


"Lalu kenapa kalian bisa di kamar hotel yang sama?"


"Calon istrinya saya dijebak, ada seseorang yang ingin memanfaatkan keadaan."


"Siapa yang menjebaknya?"


"Apa kalian tahu siapa yang pertama kali menyebarkan foto tersebut?" Dito balik bertanya.


Wartawan tampak kebingungan.


"Tidak bisa membuktikannya, kan? Kenapa dia memiliki foto kami berdua? Itu artinya dia juga berada di kamar hotel."


Wartawan saling pandang dan mulai berpikir.

__ADS_1


"Jika kami memang selingkuh, untuk apa membawa orang lain ke dalam kamar?" tanya Dito.


"Apa Nona Nadine memiliki musuh?"


"Kami tidak tahu," jawab Dito.


"Apa Tuan Darwin ada hubungannya dengan foto yang tersebar?"


"Itu saya tidak tahu, dan satu hal lagi. Sebelumnya kami juga pernah mendapatkan foto seperti ini. Mereka meminta tebusan sejumlah uang, saya bisa memberikan saksi kepada kalian."


"Siapa saksinya, Tuan?"


"Kedua orang tuanya Nadine."


"Jadi siapa orang dibalik fitnah ini?"


"Saya tidak tahu, pastinya hubungan kami bukan seperti yang beredar."


"Tuan, beri tahu kami siapa dalangnya?"


"Maaf, saya tidak dapat memberitahunya. " Dito dan Nadine segera berdiri.


Dengan penjagaan ketat kedua pasangan kekasih itu memasuki mobil.


Di dalam kendaraan mewah beroda empat, Dito mengepalkan tangannya. "Aku akan memberi kalian sedikit pelajaran agar tidak menyentuh urusanku," batinnya.


"Apa yang harus kita lakukan?"


Dito menoleh lalu menatap calon istrinya, "Tidak ada, biarkan masalah ini aku yang mengurus. Kamu hanya perlu fokus pada persiapan kita."


Nadine mengiyakan.


_


Malam harinya, Darwin menemui kedua orang tuanya. Tamparan keras kembali mendarat di pipi pria muda itu.


"Berapa kali Papa bilang, jangan pernah mengganggu keluarga Leon Mahesa Aksa?"


"Aku sangat membenci dia, Pa!"


"Benci? Kamu bilang benci! Kamu yang memasukkan dia ke dalam kehidupan Nadine. Sekarang kamu menyesal, kan?" tanya Perrie lantang.


"Aku tidak menyesal putus dengan Nadine, tapi karena Pradito Mahesa karir ku hancur!"


"Semua karena kesalahanmu! Kamu yang menjebak Nadine dan Dito, tapi kamu sendiri yang menuduh mereka!"


"Pa, cukup. Kasihan Darwin!" Selly memeluk lengan suaminya.


"Dia sudah dewasa, Ma. Seharusnya bisa berpikir, bukan keinginannya saja yang di turuti!" ungkap Perrie.


"Mama kasihan dengan Darwin, Pa!" ucap Selly.


"Kamu kasihan dengan dia? Tapi dia tak pernah memikirkan kita yang harus menanggung malu karena sikapnya!" Perrie berkata dengan emosi.


"Papa bukannya membela aku," ujar Darwin.


"Untuk apa membela anaknya yang melakukan kesalahan?" Perrie menatap putranya.

__ADS_1


Darwin terdiam.


"Aku yakin setelah ini keluarga Leon takkan tinggal diam."


__ADS_2