Terjerat Cinta Si Penipu Hati

Terjerat Cinta Si Penipu Hati
Bab 19 - Memberi Pelajaran Buat Mitha


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.....


Mitha pergi ke Kota C untuk mengunjungi toko roti miliknya. Sesampainya di sana banyak orang telah berkerumun.


Mitha tersenyum jika toko rotinya ramai pengunjung.


Namun, kenyatannya salah. Para orang-orang berkumpul untuk mengembalikan kue pesanannya.


"Kami tidak mau tahu, kalian harus mengembalikan uang kami!" teriak salah satu ibu-ibu yang ikut berkerumun.


"Ada apa sebenarnya ini?" tanya Mitha.


"Kalian curang!" ucap seorang wanita muda.


"Curang bagaimana?" Mitha tampak bingung.


"Kalian menjual kue menggunakan bahan dari kadaluarsa!" tuding ibu-ibu yang lainnya.


"Kami tidak menjual kue memakai bahan kadaluarsa," jelas Mitha.


"Bukan hanya itu, kalian memakai telur yang hampir busuk begitu juga dengan buah-buahannya!" tuduh pelanggan wanita lainnya.


"Itu tidak benar, kalian bisa cek ke dapur kami!" tantang Mitha.


"Baiklah, kami setuju!" ucap orang-orang serentak.


"Kalian tidak bisa masuk semuanya, hanya tiga orang saja!" ujar Mitha.


Semuanya pun setuju.


Tiga orang wanita masuk ke dapur toko kue milik Mitha. Mereka mulai memeriksa bahan-bahan pembuatan kue tersebut.


"Ini telur sangat bau sekali!" ucap salah satu wanita dengan jijik.


Mitha tak percaya begitu juga dengan beberapa karyawannya.


"Ini buktinya, kalian masih mau mengelak?" tanya seorang ibu paruh baya.


"Tepung ini sudah kadaluarsa seminggu yang lalu," ucap wanita muda lainnya yang ikut memeriksa dapur.


"Kalian benar-benar telah melakukan kecurangan!" ucap wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Bu Mitha, buah di lemari es semua membusuk," ujar salah karyawan.


"Bagaimana bisa?" Mitha tak percaya.


"Sekarang cepat kembalikan uang kami!" ucap ketiga wanita dengan lantang.


"Baiklah, saya akan mengganti uang kalian!" Mitha pun keluar dari dapur menuju bagian kasir.


Ketiga wanita itu kembali bersama dengan pelanggan lainnya.


"Bagaimana? Apa kalian menemui buktinya?" cecar pelanggan lainnya kepada ketiga wanita yang memeriksa dapur.


"Saya akan mengganti uang kalian jika memiliki struk dan kue yang masih utuh!"


Dari beberapa orang yang protes hanya 4 orang yang mendapatkan kembali utuh uangnya.


"Kami tidak akan mau membeli kue di sini lagi!" ucap salah satu wanita muda.


Mereka pun membubarkan diri dari toko kue Mitha.


"Bagaimana ini, Bu?" tanya salah satu karyawan perempuan.


"Tapi, Bu..."


"Hari ini kalian boleh pulang lebih awal, gaji takkan saya potong," ujar Mitha.


"Baik, Bu. Terima kasih!" wanita itu pun berlalu.


Para karyawan Mitha pun berpamitan pulang. Tinggal dirinya sendiri yang duduk dan termenung.


Ponsel Mitha berdering, sebuah nomor tanpa nama.


Mitha menjawab panggilan tersebut, "Halo!"


"Bagaimana kejutan dariku?"


"Kamu!"


"Sudah berapa kali aku katakan, jangan pernah mengganggu dan menyentuh urusanku!"


"Dito, aku minta maaf. Semua rencana Darwin," ujar Mitha.

__ADS_1


Dito tertawa di ujung teleponnya. "Maaf, kamu bilang? Apa kalian tidak tahu bagaimana Nadine menjadi panik gara-gara foto tersebut?"


"Dito, tolong kembalikan para pelanggan ku!" mohonnya.


"Maaf, aku tidak bisa!" ucap Dito tertawa lalu menutup teleponnya.


"Halo, Dito. Aku mohon!" pekiknya.


"Sial!" makinya.


"Ini semua gara-gara Darwin!"Mitha mengepalkan tangannya.


Mencari nomor kontak kekasihnya, Mitha segera menghubunginya.


Panggilan ketiga, Darwin menjawab teleponnya.


"Kamu harus bertanggung jawab!" ucap Mitha.


"Tanggung jawab apa?" tanya Darwin.


"Hari ini aku mengalami kerugian, toko kue ku tak ada pengunjung. Semua karena kamu!" jawab Mitha marah.


"Maksudnya apa?"


"Dito membuat para pelanggan ku pergi!"


"Apa!"


"Ini semua karena kebodohanmu!"


"Kamu bilang aku bodoh?" Darwin tak senang.


"Harusnya aku tak mengikuti permainanmu!" ucap Mitha emosi.


"Kamu juga setuju dengan rencanaku!" ujar Darwin.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus mengembalikan semua pelanggan toko kue milikku!"


"Iya, tapi bagaimana caranya?"


"Aku tidak peduli caranya!" jawab Mitha kesal, ia segera menutup teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2