
✨✨🦋🦋🦋AYO LIKE 🦋🦋🦋✨✨✨
✌✌✌✌
Banyak hal yang membuat Afiqo merasa tak berdaya,karena lelah Afiqo jatuh sakit setelah kejadian Askara yang pagi itu memperingatkan akan Keduduk kan Afiqo di dalam kehidupan ini.
Dari turun kapal Afiqo langsung di rawat di rumah sakit,karena mengalami demam tinggi, dan napas sesak.Afiqo memang memiliki Asma.
Asma nya akan kambuh saat dia mengalami demam tinggi saja.dan selama ini Afiqo bisa menjaga kondisi kesehatan nya,dengan menjauhi masalah.
Dan sekarang masalah datang beruntun kepada nya hingga daya tahan tubuh nya turun drastis yang mengakibat kan ia harus berakhir di ruang ICU.
''tuan...!sudah semalaman tuan tidak tidur...dan tuan juga tidak makan...?ucap Pedrik yang melihat tuan nya yang duduk di depan ruang ICU sepanjang malam sejak sang nyonya kecil nya berada di rawat dalam.
''nyonya akan baik baik saja,nyonya hanya kelelahan karena perjalanan..!bujuk Pedrik.
''dia tidak pernah jatuh sakit separah ini...aku yang membuat nya tertekan,hingga dia sakit seperti ini....aku...yang membuat nya sakit seperti ini...! ucap Askara menyesali diri duduk membungkuk dan seorang Askara menangis.
''apa tuan ingin nyonya mengetahui betapa tuan sebenarnya lemah?dan ingin nyonya pergi setelah apa yang sudah tuan lakukan untuk bisa menikahi nya ? dan sudah siap membongkar semua rahasia tentang semua yang ada...?tuan..
''sudah cukup Pedrik!aku tau maksud mu...aku menikahi nya karena dasar kebohongan dan sekarang aku belum bisa dan takan pernah bisa ke hilangan diri nya...!pergi lah bawah kan pakaian buat aku ganti,sekalian beli kan makan juga untuk ku...!perintah Askara yang akhirnya membuat Pedrik senang.
''Baik tuan,dalam waktu lima menit saya akan kembali membawa apa yang tuan pesan.
🎋🎋🎋🎋🎋🎋
Selama 2 hari Afiqo berada di ruangan ICU, dan hari ini baru di pindah kan ke ruang rawat VIP.
Afiqo tidak berharap siapa pun menjenguk nya,karena tidak ada siapa pun,satu keluarga nya yang di miliki.
Sementara teman teman dan sahabat nya tidak ada yang tau tentang diri nya yang sudah menikah dengan kk ipar nya sendiri, karena Afiqo tidak memberi tau kan siapa pun terutama kepada teman teman nya.
Tujuhan hidup nya hanya Zarah keluarga satu satu nya,tak terasa Afiqo menangis,dimana sekarang ia berada,seandai nya tiada amanah yang harus di jaga,Afiqo ingin menyerah dalam kehidupan ini.
''nyonya muda...nyonya mau minum...?atau mau makan apa biar bibik siap kan..? tanya bik Titin yang selalu menemani Afiqo di ruang rawat nya.
__ADS_1
''aku...mau pulang...!ucap Afiqo dengan napas yang masih belum stabil,masih terdengar terendah engah.
''nyonya baru keluar dari ruang ICU,tadi pagi...!dan kondisi nyonya juga belum stabil...!jelas berlahan bik Titin.
''aku... mau...di rumah...,di... sini..aku... ingat...Kak Anisa...!
''nyonya...sudah...jangan bicara lagi...!napas nyonya masih...terdengar sesak..!tuan tidak mungkin membawa nyonya pulang...!bernapas saja nyonya masih kesulitan seperti ini...!nyonya jangan berpikiran yang tidak tidak,semua akan baik baik saja...! bujuk bik Titin.
Bik Titin merasa iba dengan kondisi majikan nya yang sudah di kenal nya sejak sang kk masuk sebagai istri pertama sang tuan majikan yang sekarang harus di ganti kan sang adik yang sekarang terbaring tak berdaya di hadapan nya.
Afiqo lagi lagi hanya pasrah dan hanya itu lah yang sekarang bisa dia lakukan.selain pasrah pasrah dan pasrah dan biar pun nanti dia sudah sehat kembali pun,kehidupan nya tetap akan di jalani dengan aturan yang tak bisa di langgar nya.
Kehidupan nya sekarang bagai burung di sangkar emas yang terkurung di dalam tanpa bisa terbang bebas sebagai mana keinginan hati yang ingin menikmati indah nya dunia nya.Afiqo tertidur kembali,setelah meminum obat nya sesuai aturan.
Askara masuk sesaat setelah nya Afiqo terlelap tidur.
''apa yang di kelu kan istri ku bik..? tanya Askara.
Askara mencium kening sang istri kecil nya dan memastikan sang istri kecil nya tertidur lelap.
''kalau begitu,bibik sekarang berkemas...saya akan menemui dokter untuk mempersiap kan kepulangan istri saya....
''tapi...tuan...napas nyonya...? bik Titin tidak berani melanjut kan ucapan nya karena takut,ia tau bila tuan nya sudah mengambil keputusan mutlak tidak ada yang bisa mengubah nya.
Dan benar saja, Askara mengabai kan ucapan sang asisten rumah tangga nya tersebut,karena sekarang Askara menemui sang dokter yang menangani sang istri.
Apa yang tidak bisa Askara Prayoga lakukan,memindah kan perawatan sang istri ke rumah,ini hanya masalah mudah, cukup menyiap kan semua pasilitas yang sama yang ada di rumah sakit,di kamar dimana sang istri akan di rawat.
Semua nya pun telah di persiap kan,Afiqo di bawah pulang saat diri nya masih terpengaruh obat,karena obat yang di minum nya mengandung obat tidur.
''mama....mama...cudah pulang...?oceh si kecil Zarah yang kemudian naik ke atas ranjang di mana Afiqo berbaring dengan infus dan oksigen yang terpasang.
''enon...mama kecil nya masih sakit,enon boleh tunggu di sini,tapi gk boleh ganggu mama ya...?bujuk bik Titin pada Zarah.
Zarah mengangguk dan penuh perhatian dan berhati hati mencium pipi mama kecil nya dan memeluk tubuh sang mama penuh kerinduan.
__ADS_1
''mama...cepat cembuh ya...bial kita bica main lagi...!Zalah janji...gk bikin mama capek lagi...! polos si kecil Zarah yang memeluk mama nya.
Afiqo mulai terbangun,ia merasa kan ke beradaan Zarah yang memeluk nya yang berada di sisi tubuh nya.
''Zarah.... !
''mama....!mama uda bangun...?
Si kecil melihat wajah sang mama kecil yang mulai membuka mata nya berlahan.
Afiqo melihat Zarah dan sedikit aneh,karena ini bukan ruangan yang ada di rumah sakit,yang ia tau ini adalah kamar almarhum kk nya dan kk ipar nya yang kini menjadi suami nya.
''Zarah ini...di...mana...? Afiqo memastikan kan kalau ini bukan mimpi.
''nyonya anda sudah bangun ? tolong..jangan banyak bicara dulu..! cegah seorang perawat,
Perawat yang memang di siap kan untuk mengawasi dan bertugas memastikan kan kondisi Afiqo dalam ke adaan baik baik saja.
''nona kecil tolong jangan ganggu nyonya...biar kan nyonya tidak banyak bicara dulu dan dan belum boleh banyak bergerak...! pinta sang perawat pada Zarah dengan penuh ke lembutan.
''tapi Zalah mau sama mama....?rengek Zarah.
''biar...tidak... apa apa...!saya...mau...ditemani...putri saya...! lirih Afiqo terputus putus karena asma nya yang masih belum hilang.
''baik lah...tapi...nyonya tidak boleh banyak berbicara dulu...!dan nona kecil...kalau memang sayang mama...nona tidak boleh ajak mama ngomong,nona kecil lihat kan...!mama masih ke susahan bernapas nya..! ucap sang perawat menasihati.
Zarah pun mengangguk,dan kembali memeluk Afiqo dan berbaring di sisi nya.Afiqo merasa senang,Zarah ada lah semangat hidup nya alasan satu satu nya dalam tujuan hidup nya.
(kk akan ku jaga amanah mu sebaik mungkin, walau aku harus mengorban kan ke bahagian ku,se umur hidup ini.. aku rela dan pasrah untuk ku jalani demi menjaga amanah mu..kak Anisa.. )
Afiqo membelai kepala si kecil Zarah.
🛌🛌🛌🛌🛌🛌🛌
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1