Terpaksa Menikah Dengan Kakak Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Kakak Ipar
T-M-D-K-I XXXI


__ADS_3

πŸ’“AYO....DI LIKE YA....πŸ€—πŸ‘ŒβœŒπŸ’“


😘😘😘😘


Di sore hari hujan sudah redah,dan mereka memutus kan kembali pulang,dan kondisi Afiqo,ternyata tidak membaik.Asma Afiqo malah mendadak kambuh hingga harus segera di bawah ke klinik secepat nya.


''biar aku dan Oji yang membawah motor mu Dam...,kau yang menyetir mobil nya...?saran Bobyy yang mengerti kecemasan yang di miliki Adam.


Di dalam mobil Zarah yang di pangkuan Sharah terus terisak melihat sang mama yang seperti sangat kesulitan bernapas.


''Zarah...uda dong jangan nangis terus...?''sebentar lagi kita sampai ke klinik,dan mama akan segera di rawat...?''bujuk Sharah.


''papa...paci malah...?''mama jatuh cungai gala gala Zalah minta main ke cungai...?''uda tau mama gk bica belenang...,tetap main ke cungai...?''


Ucapan Zarah menyadar kan ke empat sahabat Afiqo tersebut,tentang sosok Askara yang super dingin,dan entah bagai mana reaksi si gunung es tersebut bila mengetahui kondisi istri nya saat ini.


''Liya... gimana...?''tanya Sharah.


Liya tau apa yang menjadi pertanyaan Sharah tersebut.Liya hanya menggeleng tanda nya tidak tau,Liya juga merasa sedih melihat kondisi Afiqo yang berada di pelukan nya,mengerang kecil dengan nafas yang terputus putus.


Suara ponsel berdering,dan itu ternyata suara ponsel Afiqo dan tentu saja dari orang yang baru mereka pikirkan.


Dan Zarah dengan cepat mengakat sambungan telepon tersebut.


''papa... papa kecini Pa...?''tolong mama papa...?''mama jatuh cungai...cekalang mama cakit...?'' isak Zarah cepat setelah telepon menyambung.


''Zarah sambungkan video cool...?''papa mau tau dimana mama...?''suara Askara dingin.


Zarah melaku kan yang di kata kan sang papa.Dan memperlihatkan kondisi sang mama,dan aneh nya hanya sesaat setelah itu hubungan ponsel nya di putus oleh Askara.


''halooo papa...kok dimatiin...?''isak Zarah polos.


Semua yang ada didalam mobil mengetahui itu mereka berpikir Askara pasti sangat marah sampai sampai telepon begitu saja di mati kan.


Akhir nya sampai juga di sebuah klinik dan Afiqo segera di tangani dengan baik.


''lebih baik kalian pulang saja...?''biar aku dan kak Adam yang menunggu Afiqo sampai ia benar benar bisa di bawah pulang...?''ucap Liya pada yang lain.


Mereka semua setuju,Rika yang hanya diam saja sedari awal setelah tau kondisi Afiqo yang mengkhawatirkan.

__ADS_1


Sekarang tinggal Adam,Liya dan si kecil yang sudah bersikap biasa duduk di sebelah Adam


''papa...?''


Zarah berlari ke arah Askara yang berada tak jauh dari nya.Askara sendiri menyambut tubuh si kecil dan menggendong nya.


''di mana mama...? ''dingin Askara seperti biasa nya.


''mama bobok di kamar itu...?''tunjuk Zarah.


''papa mau lihat mama dulu ya...?''


Zarah mengangguk ketika Askara menurun kan. nya.Askara masuk tanpa mempedulikan keberadaan Adam dan Liya yang sudah siap dengan segala macam pertanyaan yang akan di tanya kan kepada mereka perihal Afiqo,tapi nyata nya Askara sebaliknya tidak menghirau kan kedua nya.


Askara mendekati tubuh sang istri yang terbaring tak sadar kan diri,dengan oksigen dan peralatan apa ada nya di klinik yang tersedia di klinik tersebut.


Askara mencium kening sang istri,dan melihat kulit wajah dan tangan sang istri yang terlihat tanda seperti memar merah,Askara tau bahwa itu adalah tanda yang timbul saat sang istri mengalami alergi karena terkena air hujan.


''sudah tau sensitif,masih saja main air hujan...?''kau tau air hujan itu bisa menyakiti mu,masih saja....tidak mau menghindar....?''ini memang sudah menjadi kebiasaan mu selama ini....,gk peduli dengan rasa sakit mu sendiri ?''kau selalu menyembunyikan,rasa sakit mu....biar pun itu menyakiti mu...?''Askara membelai wajah sang istri lembut.


Adam yang melihat dari kaca pintu mengepal kan kesepuluh jari nya,ia merasa sangat cemburu, saat melihat dengan bebas nya sosok pria yang ada di dalam ruangan tersebut menyentuh Afiqo wanita yang di cintai nya dengan leluasa.


''maaf....,kami ceroboh....hingga Afi....sempat terbawah arus...?''dan mengalami kondisi seperti ini...!''


Liya memberani kan diri berkata kepada Askara memberi tahukan kebenaran nya ketika Askara keluar dari ruangan.


Namun Askara tidak berkomentar apa pun,Tak lama Askara membawa Afiqo kembali kekota untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik,tanpa mengatakan apa pun pada Liya.


Liya tidak merasa heran atau kaget,karena Liya sudah tau,watak Askara yang super dingin tersebut.


Liya mencari keberadaan sang kk,untuk mengajak nya pulang.Adam yang sekarang duduk di pekarangan area belakang klinik.


''kak...ayo pulang...?''Afi...udah di bawah pulang sama suami nya...!''


Adam menatap sang adik yang kini berdiri di depan nya.


''jadi itu,benar suami nya...?''suara Adam lirih.


''iya...yang dulu...adalah kk ipar nya...,dan sekarang jadi suami nya...?''jelas Liya.

__ADS_1


''kak tolong...,jangan berusaha lagi...buat meraih sesuatu yang tidak mungkin kk dapat...?''kk lihat sendiri...,biar pun suami nya itu terlihat sangat dingin....tapi...dia sangat peduli...,bukti nya...hanya dalam waktu satu jam,dia yang ada di luar negri,langsung kembali,meninggal kan segala pekerjaan nya...,demi Afi....!''dia tidak peduli penyebab yang membuat Afi,seperti ini,yang dia peduli kan...kehadiran nya disaat Afi butuh kehadiran nya... maka dia harus ada..!''


Adam hanya diam,dengan pemikiran nya sendiri.Apakah Adam harus menyerah dengan perasaan nya itu,hanya Adam sendiri yang bisa memutus kan nya tiada siapa pun yang tau.


...****************...


Selama tujuh hari sejak keluar dari rumah sakit,Afiqo benar benar di perlakukan seperti anak kecil,tidak boleh ini tidak boleh itu,apa lagi pergi keluar rumah, benar benar Askara yang protektip.


''hari ini aku masuk kuliah ya...,kan uda 10 hari penuh aku di perlakukan seperti pasien...,lagian aku uda sehat...,uda 6 hari aku gk masuk kuliah...?''rengek Afiqo manja kepada sang suami yang sedang menyantap sarapan nya.


Afiqo menghela napas,dan menidur kan kepala nya di atas meja makan,karena sang suami yang sama sekali tidak merespon ucapan nya.


''mama kepala nya cakit lagi...?''polos Zarah.


''kalau begini cara nya... mama mau mati aja...,mau bunuh diri aja...?''Afiqo bangkit,sambil menghentak kan kaki nya seperti anak kecil.


''kalau bicara jangan asal,apa lagi di depan anak nya...?''emang enak kalau bunuh diri...,yang ada tu kekal di neraka...!''ucap Askara.


''biarin...dari pada punya suami yang gk pengertian...,galak nya melebihi penjaga di penjara....!''acuh Afiqo melangkah ke ruang tengah.


Zarah hanya termangu melihat tingkah sang mama yang melebihi tingkah nya yang tidak di beli kan mainan oleh sang papa.


Askara menghela napas panjang.


''Zarah di antar bi ima sama mang Karto ya...?''


Zarah menurut,Tak lama Zarah pun berangkat.


Askara mendekati sang istri yang masih berwajah manyun.


''sekarang kau ikut aku keluar kota...?''ada acara pernikahan yang harus ku hadirin...?''ucap Askara yang duduk di samping sang istri.


''gak mau...aku mau nya pergi kuliah...!''jawab Afiqo asal.


''ya uda.....seterusnya dirumah saja....,gk perlu pergi kemana pun...?''ucap Askara dingin seraya bangkit dan melangkah pergi meninggal kan


Afiqo yang terdiam termangu.


πŸ™„ISSSSS AFIQO... SUDAH TAU WATAK SUAMI GIMANA... MASIH JUGA...DI CANDAIN... NAH... AYO... GIMANA SEKARANG...😌

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2