
Malam tiba...
Afiqo melihat tingkah sang suami aneh,sejak pulang dari rumah sakit.
(apa masih marah....karena tadi melihat aku telepon Liya....bertanya tentang kondisi nya kak Adam...?)pikir Afiqo.
Afiqo menatap punggung sang suami yang tidur dengan membelakangi nya,posisi yang tidak perna di laku kan oleh sang suami selama menikah,dan baru kali ini karena sang suami selalu saja tidur dengan menghadap nya.
Afiqo pun beranjak keluar kamar,diri nya tak mau ambil peduli,mungkin sang suami memang sedang marah pada nya,karena masih terus saja memikir kan sosok laki laki lain,yaitu Adam.
Afiqo menuju ke dapur,kondisi rumah sudah sepi,semua sudah pada terlelap masing masing dalam mimpi mimpi nya.
''kok....aku laper ya....baru 4 jam lalu makan, sekarang....kok uda terasa laper lagi....!''masih ada makanan gk ya.... ?''
Afiqo membuka macigcom.
''masih ada nasi....tapi....lauk nya...masih ada gk ya....?''masa harus bikin nasi goreng....nafas ku kan....masih gini....?''bisa bisa gara gara makan nasi goreng....aku masuk rumah sakit lagi...!''tapi laper....bikin apa ya....?''oceh Afiqo sendirian.
Afiqo membuka kulkas dan mencari sesuatu yang bisa di makan atau di masak nya.
''alhamdulillah....lauk nya masih ada....ayam kecap semur nya masih ada....aku tinggal panasi....kalau gk aku goreng aja....pasti enak...emmm!''
Afiqo penuh semangat mencoba melaku kan yang dia mau.
''tengah malam begini....apa yang sedang mama Arsy laku kan....?''
Afiqo menoleh ke arah suara yang datang,di mana sang suami sudah berdiri sambil menatap nya tajam.
''aku laper....jadi....
''kenapa tidak bangun kan bik Titin....?''tanya Askara datar memotong ucapan sang istri.
''aku bisa sendiri kok...!''jawab Afiqo sambil menyiap kan penggorengan di atas kompor.
''kamu kan sedang sakit...,jangan apa apa sendiri....nanti penyakit nya bukan sembuh tapi malah parah...!''terakhir....aku sebagai suami mu,yang kerepotan....ngurusi kamu...?''
Askara mendekati tubuh si istri dan mengambil alih apa yang ingin di laku kan oleh sang istri.
''duduk lah....aku yang akan menyiap kan makanan nya....?''pinta Askara.
__ADS_1
''jadi....selama ini....aku bikin kk repot....,emang siapa yang dulu maksa aku menikah....?''baru aja lulus...eeeh....hadiah nya di ajak kepelaminan...?''bukan lulus sekolah,mikirin buat yambung ke kuliah...,malah di suruh nyambung teratak duluan....,itu ide siapa....?''dari awal aku juga gk mau,bikin repot ya....,kk yang mau sendiri...?''omel Afiqo.
Askara sadar diri nya salah bicara,Askara pun melirik sang istri yang duduk dengan wajah cemberut.
''iya....maaf....kk salah ngomong....,kamu yang benar....!''sudah jangan di perpanjang lagi...?''tar ujung ujung nya....,kabur ke tempat dia....,aku yang rugi....?''balas Askara mencoba mengalah,walau sedikit menyindir.
Askara meyiap kan segala nya dari menggoreng ayam hingga mengambil nasi,dan membuat kan susu khusus ibu menyusui untuk sang istri.
''suapin....?''manja Afiqo saat sang suami sudah duduk di depan nya.
Askara tentu tidak bisa menolak,apa lagi ini saat yang jarang di minta oleh sang istri,yang jarang jarang bersikap manja kepada nya.
Afiqo tanpa sadar merangkul lengan sang suami dengan manja,dan benar benar bersikap seperti putri kecil nya Zarah saat minta di sayang dan di manja.
''Kak...terima kasih....uda mau sabar....,menghadapi segala perilaku yang selalu buat kk....kesal dan kecewa....dan aku juga belum bisa...jadi istri yang baik.... buat kk...?''ucap Afiqo di sela sela sang suami yang menyuap nya.
''ehmmmm....
Askara hanya bisa mendehem kecil.
Afiqo pun menerima suapan demi suapan dengan penuh senang hati.
Namun di akhir suapan Afiqo merasa tidak enak pada mulut nya,Afiqo merasa kan rasa mual yang tiba tiba.
Askara tidak merasa aneh,karena diri nya tau apa yang di alami sang istri itu adalah hal yang wajar yang banyak di alami bagi kondisi ibu yang sedang mengandung muda.
''mau makan buah....supaya mual nya hilang....?''tawar Askara saat sang istri telah kembali duduk dan meminum susu nya.
Afiqo merasa aneh,kenapa sang suami seperti mengerti apa yang di ingin kan nya,karena sesaat Afiqo memang ingin memakan buah buahan yang segar segar.
Afiqo mengangguk,sang suami pun segera mengambil buah buahan yang tersedia di dalam kulkas dan mengupas kan kulit buah jeruk setelah nya memberi kan nya pada Afiqo.
''apa kau tidak merasa....ada yang berbeda dengan mu...?''tanya Askara masih datar.
''emmm enggak....?''jawab Afiqo.
''kalau....aku bilang....Arsy....akan punya adik gimana....?''ucap Askara ragu.
''Arsy masih bayi....dan gk mungkin aku hamil lagi....kita kan baru semalam berhubungan lagi....,masa dalam satu hari langsung jadi...!''
__ADS_1
Awal nya Afiqo tertawa,namun tawa nya pudar saat ia melihat wajah sang suami yang seperti nya sedang tidak bercanda,dan Afiqo pun ingat satu kenyataan yang pahit yang pernah di alami nya.
Afiqo menelan ludah pahit nya secara susah.
''apa....la...poran.....itu....so soal....ini....?''
Suara Afiqo terdengar takut untuk mengucap kan nya,seraya tangan nya menyentuh perut nya sendiri.
Askara menghela nafas,mau tidak mau dia harus memberi tau kenyataan yang sebenar nya pada sang istri,karena ini menyangkut tentang ke hidupan yang sang istri harus jalani.
''iya....kau hamil....3 minggu....!''
Afiqo terbelalak mendengar pengakuan sang suami tentang diri nya.
''ahkkkk...tidak mungkin....,tidak mungkin aku hamiiiil....?''teriak Afiqo histeris.
Askara meraih tubuh sang istri dan memeluk nya erat.
''kau tidak mau....bawah kau hamil kan....,gugur kan saja dia...?''ucap Askara tanpa rasa bersalah.
''maksud kk....?''tanya Afiqo tak mengerti dengan menatap wajah sang suami yang tetap terlihat datar.
''sebelum bayi ini berkembang...gugur kan dia....,aku tidak mau mengambil risiko....mengorban kan ke hidupan mu...dengan melahir kan nya....,karena....,bila dia di pertahan kan hanya akan menyakiti kita semua terlebih keselamatan mu,saat mengandung nya dan saat melahir kan nya...,kemungkinan besar nyawa mu....taruhan nya....,itu...yang dokter jelas kan di laporan kesehatan mu....?''Afi....,jangan lagi berpikiran panjang.....gugur kan dia...?''
Afiqo termangu mendengar segala penjelasan sang suami tentang diri nya dan janin yang saat ini hidup di rahim nya.
''kalau kau setuju.....aku akan segera menghubungi dokter....,untuk segera mungkin menggugur kan nya....,kau setuju kan....,demi...ke tenangan di dalam kehidupan kita ber sama....suka atau tidak suka...kau....harus setuju....menggugur kan nya...!''lanjut Askara.
''tapi....ini....sama saja....kita....membunuh nya....,dia....tidak bersalah....dia....juga korban seperti aku Kak....kenapa kita harus membunuh nya....?''
Ratap Afiqo mengingat nasib janin nya yang telah hidup di dalam rahim nya.
''apa boleh buat.....kita harus tega....!''dia memang tidak bersalah.....tapi keberadaan nya tidak kita ingin kan,dan ada di waktu kau tidak memungkin kan untuk melahir kan nya....!''kalau kita tidak melaku kan pengguguran nya...,keselamatan mu....yang akan di pertaruh kan...,dan aku tidak mau, melihat kau mengalami penderitaan lagi karena dia....!''
Askara tetap pada tujuan awal nya,menggugur kan kandungan sang istri yang tidak di ingin kan nya tersebut.
Afiqo merasa dilema,ia bingung,di sisi lain...ia memang tidak mengingin kan bayi dari hasil pelecehan terhadap diri nya,namun di sisi hati nurani nya sebagai seorang wanita dan seorang ibu yang sudah pernah mengandung dan melahir kan,Afiqo tidak ingin melaku kan tindak kan keji,menggugur kan nya itu berarti membunuh satu ke hidupan.
Bila bayi ini lahir pun ke dunia,Afiqo takut,bukan cinta yang akan di dapat nya,namun kemungkinan hanya kebencian yang akan di dapat nya,mengingat kenyataan asal diri nya ada.
__ADS_1
😱😠apa kah bayi nya akan di gugurkan...?''
BERSAMBUNG....