
π€π€π€TERIMA KASIH..βββ
πππDI LIKE YA.. πββπββπββ
Afiqo yang terus berlari hingga ke deck utama di atas kapal,dengan napas yang terengah engah.
''ketahuan enggak ya...? tapi tak ada orang di belakang ku...!syukur lah...!ucap Afiqo yang melihat ke belakang nya sesaat.
Afiqo mendekati Zarah yang berdiri di atas kursi di pembatas deck ditemani bik ima...
''sayang...asyik banget lihat apa an sih...?peluk Afiqo kepada tubuh kecil Zarah.
''mama...kagetin aja...!itu...paman nya pancing ikan ya...dapat nya becal banget...kata paman nya buat makan malam kita...! ucap Zarah polos menunjuk kearah 4 orang pria yang memang sedang memancing.
''Zarah bagus ya...lihat... matahari nya mulai terbenam...! tunjuk Afiqo pada Zarah ke indahan yang tidak pernah di lihat ya..langsung dari lautan luas.
''matahali nya kayak macuk dalam lautan...
Afiqo tertawa kecil,namun hanya sesaat ketika dada nya di peluk seseorang dan mencium pipi nya.
Bik ima yang melihat kebersamaan sang majikan memilih pergi tidak mau menjadi pengganggu,keluarga kecil itu yang sedang bersama sama menikmati indah nya senja di lautan luas,yang saling berpelukan.
''apa kamu suka...?suka dengan liburan ini...?lembut Askara di telinga Afiqo.
(apa apa an ini,kenapa jantung ku berdebar debar seperti ini,lagian ngapai sih...pakai peluk seperti ini di depan umum lagi...jantung ku mau copot rasa nya..kenapa suara nya lembut banget...bikin aku terlena..)
Pikiran Afiqo menerawang jauh,tidak tau apa yang ada di pandangan nya sekarang.
''kenapa tidak jawab..?kalau tidak mau jawab tidak apa apa...? aku senang...usaha ku ini tidak gagal karena kamu dan Zarah seperti nya menyukai nya...!tutur Askara yang masih mempertahan kan kelembutan nya.
(aduh....ini orang di biarin kok tambah mesum ya...ngapain lagi ini tangan,masuk ke dalam baju aku dan... )Afiqo menggeliyat berusaha melepas kan diri dari peluk kan sang mesum.
''ini hukuman...!karena tadi kamu mengunci pintu kabin nya...!suara Askara yang kembali terdengar dingin.
__ADS_1
kesepuluh jari jari Askara berbuat nakal bermain di kedua gunung yang ada di balik kerudung panjang kesayangan nya.
''mama kenapa...?papa jangan peluk mama...? mama gk cuka di peluk papa...?ucap polos Zarah saat mendengar Afiqo mengerang.
Afiqo mengangguk angguk membenar kan ucapan si kecil.mungkin saja ucapan si kecil bisa menyelamat kan nya dari si gunung es yang sekarang menjadi si mesum.
''Zarah sayang....lihat kesana,ikan nya mau mulai di masak...! tunjuk Askara dengan kepala nya pada sang putri.
Zarah langsung saja turun dari kursi dan pergi menghampiri para pelayan yang sudah menyiap kan segala persiapan untuk memasak di atas deck tersebut.karena matahari sudah tenggelam diliputi gelap malam yang sudah tiba.
''lepasin...!suara Afiqo bergetar menahan rasa yang tentu saja,membuat Afiqo gelisah.
''kalau enak bilang saja enak...dan nikmati...jangan sok sok an menolak...ucap Askara asal.
Afiqo terbelalak mendengar kan ucapan yang meleceh kan nya tersebut.
(dasar si gunung es,dia kira aku wanita yang seperti itu...keterlaluan...kamu yang sudah merusak kepolosan ku...jangan salah kan tindak kan ku dasar mesummm)teriak geram Afiqo dalam hati.
''dasar gadis nakal...kalau begini caranya...aku harus segera menuntas kan nya sendiri,kalau tidak... aku yang tersiksa...!
Askara menghela napas,dan beranjak pergi dari deck menuju kabin kapal.
Sementara Afiqo yang yang sedikit berlari,sudah di dekat Zarah yang asyik melihat para koki mengelola ikan hasil tangkapan barusan.Afiqo terus melihat ke tangan kanan nya.
(apa yang udah aku lakuin barusan,benar benar sudah ternodai kepolosan ku ini...iiiih.. ) geram Afiqo menghentak hentak kan kaki nya.tidak sadar saat ini dia berada dimana.
''mama...mama malah sama papa...?kok kecel gitu... ?kayak Zalah aja,tapi kalo mama yang gini, lucu...!tawa Zarah.
Dan bukan hanya si kecil yang tertawa,melain kan semua yang ada di sana,menahan tawa,melihat sang nyonya majikan bertingkah layak nya anak kecil.
Afiqo hanya bisa menghela napas dan menerima rasa malu akan kelakuan nya barusan.
Afiqo duduk di kursi yang sudah di siap kan di atas deck tersebut sambil menompang dagu dengan sebelah tangan nya.pasrah..
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian koki pun menyaji kan hidangan ikan laut yang segar ,yang sudah siap di masak untuk di santap,karena para koki sudah di beri instruksi,bawah si nyonya muda tidak suka mengkonsumsi ikan segar mentah yang tidak di masak,seperti sashimi olahan makanan dari jepang tersebut.
''Zarah... !tunggu papa mu dulu...? cegah Afiqo menahan Zarah yang sudah mau melahap makanan yang sudah ter hidang di depan nya.
''papa...!cepetan Zalah uda lapal...?teriak Zarah saat melihat sang papa baru saja terlihat.
Afiqo sendiri melirik ke arah si gunung es,yang sudah berganti pakaian,yang mendekat dan duduk tepat di sebelah nya,dan dengan cepat pula Afiqo berpindah ke tempat duduk yang lain sedikit jauh dari si gunung es yang mesum.
Askara tidak mau lagi membuat masalah yang akan merugi kan diri nya sendiri,sementara sang istri kecil nya saat ini sedang kedatangan tamu nya,yang tidak bisa di ganggu gugat oleh diri nya saat ini.
Tak lama setelah acara makan malam di deck kapal usai,letupan kembang api menghias di atas lautan luas terlihat begitu indah,ada tergambar wajah Afiqo dan Zarah,yang bertulis kan,HAPPY BIRTHDAY TOU YOU .
Afiqo baru ingat karena masih berkabung dengan kematian sang kk kemarin,bawah hari ini diri nya dan Zarah berulang tahun di hari yang sama.
''mama liha...! ada lukican kita di langit...
Afiqo tanpa sadar menangis.Zarah dan diri nya memiliki hari lahir yang sama dan nasib mereka pun hampir sama.Afiqo seorang yatim piatu,yang sudah tidak memili keluarga seorang pun,ada pun paman dan bibi hanya angkat bukan kandung.
Zarah seorang piatu namun kehidupan Zarah lebih baik dari diri nya yang masih memiliki dirinya dan papanya,yang bisa dengan mudah nya memberi Zarah seorang ibu tiri,bila se andai nya tempat itu tidak di tempati nya saat ini.
Afiqo pun berlari turun ke deck bawah di samping anjungan kapal,sebelum Zarah menyadari diri nya menangis.Askara yang menyaksikan itu bergegas mengikuti kesayangan nya yang menangis.
Askara melihat kesayangan nya terduduk di pembatas deck,dan menangis.Askara mendekat ia tidak mungkin membiar kan kesayangan nya menangis seperti ini,dan dia hanya melihat.
Askara duduk di belakang Afiqo dan tentu saja segera ia peluk tubuh Afiqo yang bergetar karena tangis nya,walau pun diri nya akan di tolak nanti nya.Askara memeluk erat tubuh itu.
Namun Afiqo tidak menolak dan menerima peluk kan tersebut,karena kenyataan Afiqo memang membutuh kan peluk kan yang penuh kasih sayang dari seorang yang menyayangi nya,yang mengerti akan perasaan nya saat ini.
ππππ₯π₯π₯β€β€β€
β€β€β€ππππππ
BERSAMBUNG.....
__ADS_1