
🌳🌳🌳🌳🌳
🦅🦅🦅 LIKE YA..😘😘😘
Askara berdiri menatap jauh keluar cendela ruang kerja nya,dimana dia berdiri saat ini.
''apa aku terlalu terlalu menakut kan,sampai dia berpikiran ingin lari dari ku...dan karena Zarah dia bersedia di dekat ku !dia juga sekarang merasa terkekang,dan merasa bahwa aku sudah mengurung nya...seperti burung di dalam sangkar...!
''Afiqo khairani...kapan kau dapat mengetahui,betapa aku begitu peduli padamu sejak dulu,kau satu satu nya wanita yang sangat aku ingin kan,hidup di sisi ku,bukan untuk sesaat namun untuk selama nya...
Pintu di ketuk.
''masuk...!
Seru Askara tanpa mengubah posisi nya,yang berdiri sedikit membelakangi pintu.
''emmm...maaf... gang...gu sebentar...mau..ngo.. mong...?
Askara langsung menatap sosok yang masuk dengan suara yang terdengar gugup,seraya memilin milin ujung kerudung nya,dan wajah yang selalu tertunduk bila berada di depan nya.
''kamu gak pernah ganggu aku...! dan bukan nya kamu sudah ngomong...!
Askara meletak kan map yang ada di tangan nya di atas meja kerja nya.
''memang mau ngomong apa ?
Askara yang kini sudah berdiri di depan sosok yang masih setia menunduk itu.
''dan jangan biasa kan menunduk di depan ku,aku ini suami mu...!kalau berbicara dengan suami nya,tatap wajah dan matanya,jangan lantai saja yang di tatap...!
Askara kesal karena istri kecil nya ini selalu menunduk kan kepala bila di depan nya.Askara juga sangat ingin menatap wajah dan mata bening sang ke sayangan nya yang telah membuat diri nya jatuh,10 tahun lalu.
Askara menghela napas kecil,dan memejamkan kan mata nya sesaat untuk mengatur sikap nya yang dingin,ia tidak ingin kesayangan ya kembali harus di rawat di ruang ICU lagi,karena merasa tertekan akan sikap nya tersebut.yang melihat reaksi ke sayangan nya yang memegangi dadanya.
''duduk lah...!kau masih dalam tahapan pemulihan...!
lembut Askara menarik sebuah kursi dan menuntun sang istri kecil nya untuk duduk.dan mengangkat dagu ke sayangan nya untuk menatap wajah dan matanya.
''sekarang mau bicara apa..?
lembut Askara menatap tajam mata sang istri kecil nya,ingin sekali rasa nya,******* bibir indah yang sudah menjadi candu bagi nya itu.
__ADS_1
Askara lagi lagi harus menekan ego nya,dia melepas sentuhan tangan nya yang sesaat sempat membelai pelipis bibir sang istri kecil nya.
Askara bersikap biasa bersandar sedikit pada pinggiran meja kerja nya.
Sementara Afiqo masih terdiam penuh dengan dugaan yang meleset.
(ha...kenapa ni orang...?biasa nya langsung mencium kalau ada kesempatan buat mengimidasi ku!Afiqo kamu sudah gila,kamu berharap dia si gunung es mencium kamu...astagfirrulloh...?)
Afiqo menunduk kembali,jantung nya berdetak kencang.dan merasa malu dengan sikap lembut dan perhatian yang tidak biasa dari Askara yang selalu bersikap dingin pada nya dan sekarang bersikap sebalik nya.
''kenapa diam...?kata nya mau bicara sesuatu ?OK,maaf kan aku...!aku selalu membuat mu takut bila ada di depan ku!
Lembut Askara membelai kepala ke sayangan nya lembut yang tertutup kerudung itu.
''maaf,aku sudah membuat mu merasa tidak nyaman di sisi ku...!aku hanya ingin kau menjadi istri yang sebenar nya untuk ku,melakukan segala kewajiban mu sebagai istri ku...!aku pun akan melakukan tugas seorang suami,yang membahagia kan istri nya...!
Afiqo menatap mata yang lembut bukan mata yang selama ini di lihat nya yang dingin,namun saat ini,Afiqo mengagumi tatapan mata itu, tajam namun membuat nya tersihir.
Askara menempelkan kening nya kening Afiqo,hingga kedua mata mereka saling menatap.
''jadi lah istri yang sebenar nya untuk ku di mulai dari sekarang,tanpa aku harus memaksa,kau harus bisa memenuhi semua hak ku sebagai suami!dan kau harus tau,apa kewajiban istri yang harus dilakukan,untuk menyenang kan suami nya....!dengan begitu... mulai sekarang aku juga tidak akan melarang mu pergi kemana pun,dan kau boleh melaku kan apa pun yang kau suka yang kau senangi,selagi..kau ingat tugas utama mu,melayani suami mu ini...!
tulus Askara penuh kelembutan dan penuh dengan harapan agar sang istri kecil nya ini dapat memahami apa yang di ingin kan nya.
(ya Allah...apa ini...?kenapa suasana nya jadi aneh seperti ini...? dan ada apa dengan ku...?kenapa rasa nya...aku ingin sekali,di peluk nya saat ini...!) pikir Afiqo.
Askara berlahan menarik tangan Afiqo,dan tubuh Afiqo sekarang berada dalam peluk kan Askara.
''kau...sudah bersuci bukan...?jadi...kenapa tidak kau coba untuk merayu ku sekarang...!sebagai istri...yang manja pada suami...!goda Askara menjadi sosok yang benar benar berbeda dari biasa nya.
Afiqo menelan ludahnya,wajah nya menjadi kaku,bingung dengan situasi dan perasaan nya sendiri.
Afiqo tau ini kesempatan untuk mengambil hati si gunung es,agar diri nya tidak di tindas lagi,dan bisa dengan bebas melakukan apa pun yang dia mau.
''se sekarang....di di sini...?gugup Afiqo,suara nya serak hampir tak terdengar.
''bukan kah ada hadis yang mengatakan,patuhi permintaan suami mu di saat mengingin kan seorang istri yang sedang tidak berhalang apa pun untuk melayani nya,walau sekali pun berada di atas pelana kuda...dan berdosa bila sampai menolak ke inginan suami di saat sang suami menginginkan kan nya...!Askara mendekatkan wajah nya.
''di sini banyak tempat yang bisa,luas,bebas..dan saat ini aku menginginkan nya...?bisik Askara menggoda.
Seketika tubuh Afiqo merinding mendengar suara Askara yang terdengar begitu lembut.Sesaat Afiqo memejamkan mata nya,ia malu kalau harus menjadi wanita genit,walau terhadap suami nya sendiri.
__ADS_1
Dengan sedikit berjinjit,Afiqo merangkul leher Askara mencoba mencium sang suami.
Askara yang melihat wajah kesayangan nya,yang terlihat lucu,akhir nya menghancurkan ke kokohan dinding es yang dingin.Askara tiba tiba tertawa lepas.
Afiqo membuka mata nya,ia melihat sesuatu hal yang untuk pertama kali dilihat nya,sebuah penampakan yang membuat nya linglung,hampir pingsan,si gunung es,berubah menjadi gunung yang memancar kan cahaya yang membuat nya terbuai.hingga tidak bisa berkata apa apa.
''sudah...ini masih siang....nanti malam saja..lagian aku...masih banyak pekerjaan...!dan jangan khawatir...aku tidak akan mencegah kau menemui teman teman mu itu...!
Askara benar tidak bisa menahan tawa nya sampai diri nya sekarang duduk di kursi kerja nya,ia masih terus tertawa.
Afiqo seperti gadis bodoh,keluar dari ruangan itu masih dengan ke tidak percayaan nya dengan apa yang disaksikan nya itu.
''kalau tertawa seperti itu,kok jadi ganteng banget...ha...!Afiqo memukuli kedua sisi wajah nya.
Afiqo kaget saat melihat Zarah yang menarik kerudung nya.
''mama cakit...?
Afiqo menggeleng kan kepala dengan wajah yang masih merona.
''papa...mama demam lagiiii ?
Teriak kan Zarah tentu saja membuat Askara yang ada di dalam langsung berlari keluar ruangan,dan melihat Afiqo membungkam mulut si kecil di depan pintu.
''Zarah...sa salah duga...!ucap Afiqo dengan cepat segera menggendong Zarah pergi menuju kamar nya,menghindar dari sosok yang sesaat lalu yang sempat membuat nya seperti orang bodoh.
Afiqo menduduk kan Zarah di atas ranjang nya,dan menghela napas lega.
''mama...tapi...tadi wajah mama...melah...?Zalah gk mau mama cakit lagi...?Zalah takut kalau mama cakit,nanti kayak mama,Zalah gk ketemu lagi...!
Afiqo tau maksud Zarah.Afiqo pun memeluk tubuh kecil itu.
''mama gk akan apa apa...sampai Zarah besar nanti...mama akan selalu jagain Zarah...!
Afiqo menciumi wajah si kecil penuh kasih sayang.
Diluar kamar Askara mendengar dan melihat interaksi kedua nya.
''maaf,karena ke egoisan ku,yang ingin segera memiliki mu,aku harus berbohong..!aku takut akan ada orang yang mendahului ku memiliki mu, aku harus melakukan kebohongan ini,aku tidak bisa melihat mu,di miliki orang lain...maaf kan aku...aku mencintai mu...karena itu...aku harus bersikap egois seperti ini...!pengakuan Askara yang penuh penyesalan.
🌹🌹💖💖💖💖💖🌹🌹
__ADS_1
💦🦋🦋🦋💦🦋🦋🦋💦
BERSAMBUNG....