
Assalamualaikum....
πBARU SEKARANG BISA KEMBALI LAGI...πBERIBUπMOHON MAAF JANGAN MARAH YA...π€
SEBELUM NYA SAYA UCAP KAN...MINAL AIDZIN WAL FAIZIN...π MAAF LAHIR DAN BATIN...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BUAT SEMUA...πβ€β€β€
Adam hanya mengantar sampai depan pintu gerbang saja,karena bagaimana pun ia tak ingin ada masalah dengan seseorang saat ini,cukup dirinya kembali untuk menemui orang yang di cintai nya tanpa harus mencari masalah,terlebih keributan.
''kata kan pada ku...siapa dia...?''tanya Anisa segera setelah mereka sampai di dalam kamar.
''Kak...apa harus aku beri tau...?''tanpa aku bercerita kk sudah tau...?jawab Afiqo yang coba menghindar dari pertanyaan sang kk.
''Afi...maksud kamu apa...,jadi benar dia itu pacar kamu...seperti yang di kata kan Zarah...?''
Anisa sedikit berteriak,karena tingkah sang adik yang tidak menyangka telah berselingkuh dari suami nya.
''kamu sadar...kalau memang itu benar...kamu sudah melakukan dosa...,karena kamu sudah mengkhianati suami kamu...kamu sudah berselingkuh Afi...?''lanjut Anisa penuh emosional.
''kk bisa bicara seperti itu...,bagai mana dengan apa yang kk lakukakan dulu dengan kak Hanafi...
''Afi....!''
Anisa hampir menampar wajah sang adik karena merasa tersinggung,dengan ucapan sang adik.
''kenapa kk tidak jadi menampar ku...karena kenyataan nya...,kk sudah melakukan dosa...,yang tidak akan pernah terlupa kan sampai kapan pun...?''
''kondisi dan keadaan kita berbeda...aku melakukan itu...karena aku kecewa....,''suami ku mas Askara tidak pernah mencintai ku tidak pernah melakukan kewajiban nya sebagai suami karena tidak pernah memberi ku nafkah bathin...karena dia mencintai adik kandung ku sendiri...yang sekarang telah menjadi istri nya...?''lalu apa yang membuat mu,melakukan ini...,kau menerima segala nya...lahir dan batin nya...dia beri kan pada mu...?''apa... apa yang membuat kamu...mengkhianati nya...apa..?''
Afiqo hanya menunduk diam seraya menangis tanpa bisa menjawab ucapan sang kk.
''apa mas Askara suka memukul mu...berbuat kejam pada ku...?''
Afiqo hanya menggeleng kan kepala nya.
''apa...dia juga tidak menggauli mu...tidak memberikan kasih sayang nya...tidak memperhatikan mu....?''
Afiqo lagi lagi hanya menggeleng kan kepala nya.
''lalu apa yang membuat kamu...sampai harus mengkhianati nya...berselingkuh dari nya...?''kalau memang dia...melakuakan segala nya untuk mu...?''
''karena kebohongan kk...dan ketidak jujuran nya....?''ku kira...dia tidak mencintai ku...ku kira... dia hanya mencintai tubuh ku,sebagai pelampiasan nafsu nya...ku kira...dia sangat suka dengan para wanita wanita yang menjadi kekasih nya di luar sana...para selingkuhan nya itu...,kk yang bilang pada ku...bawah Kak Askara memiliki banyak wanita selingkuhan...!''teriak Afiqo emosional.
__ADS_1
''itu yang membuat aku...yang akhir nya...menerima segala perasaan Kak Adam,aku ingin di cintai oleh orang yang menjadi kan aku....satu satu nya wanita di hati nya...dan Kak Adam...mencintai ku...hanya aku yang di cintai nya...tidak ada wanita lain...!''jujur Afiqo.
''tapi kamu sekarang sudah tau kebenaran nya...!''mas Askara mencintai mu,kamu satu satu nya yang dia cintai...!''jadi...jangan lagi kau temui laki laki itu...?''henti kan sebelum kamu menyesal...?''ucap Anisa.
''aku uda coba...tapi aku gk bisa...,aku uda terlanjur...,membagi hati ini...,aku tidak bisa...?''ungkap Afiqo jujur.
''sejauh apa hubungan kalian...apa kalian...
''Kak... !'' teriak Afiqo yang mengerti maksud ucapan sang kk.
''cukup kk yang melakukan dosa keji itu...!''aku...biarpun...pemikiran ku...masih belum dewasa...tapi aku tau...,norma norma dalam bergaul,aku tidak serendah itu...?''aku sadar...aku sudah menikah...dan hanya suami ku yang berhak atas tubuh ini...,aku masih tau batas...!''hanya saja...hati ini...yang tidak sadar..., yang akhir nya...harus terbagi...!''
Afiqo pun mengungkapkan segala yang ia rasakan.
''kalau tidak menemui nya... lambat laun...hati mu... pasti akan kembali menjadi satu lagi dan tidak akan terbagi...yaitu... hanya untuk suami mu...,aku yakin akan hal itu...?''bujuk Anisa yang meraih tubuh sang adik untuk di peluk nya.
''aku ingin...tapi tidak bisa...,selalu saja...dia hadir dan selalu hadir dalam mimpi ku...?''seperti saat ini...ku kira dia benar benar sudah melupakan ku,ternyata dia kembali dan lagi,dia meminta ku,untuk tidak meninggal kan nya...dan aku tidak bisa...meninggalkan nya...?''
Afiqo menangis dalam pelukkan sang kk.
''bagai mana kalau mas Askara tau...?''
''apa...,terus dia diam aja...?''
Anisa benar benar bingung dengan apa yang di alami sang adik.
''awal nya...saat Kak Askara tau...aku malah mengancam nya...,aku bilang aku gk peduli...,kalau dia mau mencerai kan aku...,cerai kan saja...?''ungkap Afiqo dengan polos nya.
''ya Allah Afi...kamu waktu itu gk takut...,gk mikirin...gimana nasib... laki laki itu...kamu gk takut...,kalau mas Askara...bisa saja menyakiti nya dan melenyapkan nya...kamu...
''aku gk takut...karena waktu itu...aku percaya...kak Adam...bukan orang lemah...dan tentu saja...akan bertindak...kalau Kak Askara,sampai macam macam sama Kak Adam...?''ucap Afiqo percaya diri.
''seandai nya saat itu mas Askara bertindak,memang apa yang ingin kau lakukan saat itu...?''
Afiqo bingung harus menjawab apa,karena di saat itu,Afiqo hanya dapat bersikap pasrah,apa pun yang ada dalam pikiran Afiqo saat itu,hanya bisa meminta perpisahan,selain itu tidak ada.
''saat itu....kau sudah tau...kalau mas Askara mencintai mu,tapi kau berpura pura kalau dia tidak mencintai mu...sebab itu...saat itu...kau yakin...mas Askara tidak akan bertindak yang bisa membuat mu,memiliki alasan untuk meminta pisah dari nya...begitu kan...?''lanjut Anisa.
Afiqo masih terdiam.
''dan dalam pikiran mu saat itu....mas Askara gk mungkin...bisa melakukan hal yang buruk pada mu....karena...bila mas Askara melakukan itu...,kau akan pergi kepada laki laki itu...,dan mas Askara yang harus mengakui kekalahan...sementara...mas Askara...bukan orang yang mau dikalah kan..?''
__ADS_1
Anisa menghela nafas panjang,dan membelai rambut sang adik,karena saat ini mereka ada di kamar.
''sekarang sudah ada si kecil...pikir kan lah dia...?''setidak nya...si kecil tanda cinta antara kamu dan mas Askara...?''kamu harus meninggal kan laki laki itu...,apa pun tidak ada alasan...untuk kalian melanjut kan hubungan kalian tersebut...?
''Kak...aku mohon...tinggal kan aku...aku merasa lelah...aku mau tidur...?
Afiqo membaring kan tubuh nya,mencoba menghindari dari pertanyaan sang kk.
''baik lah...kk akan keluar...agar kau bisa beristirahat...,tapi kk harap...,kau melakukan apa yang kk kata kan barusan...!''
Anisa pun beranjak keluar kamar dan meninggal kan Afiqo yang sendirian.
Anisa tersentak saat menemukan Askara yang bersandar pada dinding di luar kamar.
Askara memberi isyarat agar tidak bicara di depan kamar,dan Anisa mengikuti Askara ke ruang kantor nya.
''ini mutlak kesalahan yang ku buat...!''jadi aku minta pada mu Anisa....jangan pertanya kan apa pun pada nya tentang laki laki itu...aku tidak ingin dia merasa tertekan dan tidak nyaman saat bersama ku...,aku tidak ingin itu...?''
Dingin Askara pada Anisa,saat mereka telah berada di ruang kerja.
''kenapa...apa kau begitu takut kehilangan nya... kau takut...,Afiqo akan memilih laki laki itu...di banding kan kau...?''
''iya...aku takut kehilangan nya...,aku tidak mau...dia memilih laki laki itu...,karena...aku sudah terlihat lebih buruk dari laki laki itu...?''aku memang sangat mencintai nya...tapi...aku telah membohongi nya...memaksa nya agar mau menikah dan mengikuti aturan sebagai seorang istri yang harus menurut pada suami...sejak awal....aku sudah...membuat nya merima ku secara paksa...,tapi laki laki itu...datang dengan cinta nya tanpa paksaan,tanpa kebohongan dan tanpa ada niat buruk kepada nya....!''aku sadari itu...laki laki itu... lebih baik dari ku...dalam sikap dan perhatian nya...!''ungkap Askara.
Anisa tau bagai mana menjadi orang yang mencintai,namun orang yang di cintai nya,malah mencintai orang lain.
''baik lah...aku tidak akan ikut campur dalam masalah kalian...,selama Afiqo mengerti batasan sebagai seorang istri dan kekasih...!''
Setelah mengatakan itu Anisa beranjak pergi meninggal kan Askara yang berdiri membelakangi nya sambil menatap di luar candela.
''benar...selama istri ku...bisa menjaga kemurnian sebagai istri ku...aku rela...,cinta ku...harus berbagi dengan diri nya...!''
Askara pun menatap jauh kedepan,seolah ia melihat sang istri berada di antara nya dan sosok Adam.
π§π’ADA KAH SEORANG SUAMI SEPERTI ASKARA DI JAMAN INI...?
πWES ORA ONO AUTHOR...SENG KETEMU...WES DI MATIIN IKU ADAM KARENA CEMBURU....SENG ENENG PUN WES DI CERAI IKU AFIQO...π€π€π€
πππππ
BERSAMBUNG.....
__ADS_1