Terpaksa Menikah Dengan Kakak Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Kakak Ipar
T-M-D-K-I XL


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Kandunga Afiqo semakin hari semakin tumbuh,dan sekarang usia nya sudah hampir memasuki bulan ke 7.


Sebagai mana kandungan Afiqo yang terjaga dengan baik,begitu juga dengan cinta segi tiga nya.


Walau sejak 1 bulan lalu,Adam memilih pergi ke luar negri,bukan untuk melupakan cinta nya namun untuk menjaga kehormatan nama baik dari cinta nya,ia tidak ingin wanita yang di cintai nya di cap sebagai wanita yang tidak baik,karena sudah memberi kan separuh hati nya pada pria lain selain suami nya.


Adam tetap menjaga cinta nya dengan masih memberi kan perhatian nya lewat dunia maya.


''mama...dedek bayinya...kapan kelual nya dali pelut mama...?''tanya si kecil yang selalu sama setiap hari nya.


''kk...,baru kemarin kk tanya...,dan uda mama jawab...!''sekarang kenapa harus di tanya lagi...?''jelas Afiqo.


''abis...lihat...ade bayi nya...nendang nendang aja,uda gk cabal buat di keluali...?''lagian...apa mama gk cakit...di tentang tendang telul cama Dede...?''polos Zarah yang menyentuh dan mendapati perut Afiqo bergerak kencang.


Afiqo pun tertawa senang dengan ucapan lucu si calon kk yang tidak sabar untuk bertemu dan menyentuh langsung sosok yang menendang perut sang mama.


''Zarah...apa yang baru kau lakukan...kenapa mama sampai tertawa seperti ini...?''tanya Askara yang baru datang membawa pesanan yang di minta sang istri,karena saat ini mereka ada di taman belakang rumah.


''papa pegang deh...dali tadi Dede nya gak mau diam...,nendang nendang telul...?''seru Zarah menuntun tangan sang papa untuk menyentuh perut sang mama.


''gk ada nendang...?''mana...tapi gk nendang...kk bohongi papa nya...?''ucap Askara setelah menelusuri perut si istri namun tidak menemukan gerakan sama sekali di dapati nya.


''iiih...kk Zalah gk bo ong...dali tadi...dede nya memang nendang nendang telul..?''seru Zarah yang tidak mau dibilang pembohong.


''Kk gk bohong...dede nya... langsung tidur waktu di pegang papa...karena takut sama papa yang galak...?''ucap Afiqo menenang kan Zarah.


Askara langsung mengerut kan kening nya,namun Afiqo hanya bersikap biasa,lain hal nya dengan Zarah yang membenar kan kata sang mama.


''kalau memang dede nya gk takut...,kenapa setiap papa menyentuh nya,si Dede langsung diam...?''ayo...?''


Askara hanya bisa menghela napas,karena apa yang di kata kan sang istri memang benar,selama sang istri hamil,sekali pun Askara tidak pernah menemukan perut sang istri bergerak saat ia menyentuh nya.


''papa cih telalu galak,jadi Dede nya juga takut...,bukti nya...dede nendang nendang juga...waktu om Adam...


Afiqo spontan menutup mulut Zarah,seketika Askara menatap tajam ke arah Afiqo.


''Hehehe....aku lapar...kita makan dulu ya...?''wah.. ini ayam bakar yang mama mau, kk mau...enak nih...?''


Afiqo mencoba mengalih kan situasi yang bisa membuat situasi baik ini menjadi rusak karena kecemburuan sang suami.

__ADS_1


Askara lagi lagi harus di kalah kan oleh seseorang yang selalu hadir di dalam ke hidupan rumah tangga nya,seseorang yang tidak pernah bersedia pergi didalam hati sang istri dan kini telah menjadi bayangan di dalam ke hidupan mereka,walau kini sosok itu telah pergi jauh.


''auw...?''rintih Afiqo tiba tiba seraya memegangi perut nya.


''mama... ?''seru Zarah.


''kenapa...?''


Askara spontan mendekati sang istri,Askara takut dan sangat khawatir,setelah tau dianoksa yang di beri tahu kan dokter,kalau kandungan sang istri mengalami kelainan,yaitu posisi si bayi sungsang,maka nya,si ibu akan sering merasa kan sakit atau kontraksi di perut bagian bawah.


Semakin tumbuh besar bayi dalam perut Afiqo,maka kontraksi itu akan semakin sering datang.


''ayo...sini berbaring...?''tuntun askara yang membantu sang istri untuk berbaring di pangkuan nya,karena mereka sekarang berada di sebuah gajebo.


''mama...apa dede nya jahat...,bikin mama kecakitan...?''isak Zarah yang melihat sang mama masih merintih kesakitan.


''Dede nya gk jahat kok...cuma ini kaki Dede nya...terlalu keras nendang perut mama...?''mungkin benar kata kk...dede nya dia gk sabar...mau di keluarin dari perut mama...?''ucap Afiqo yang tidak ingin membuat hati seorang kk merasa kan kebencian terhadap sang adik.


''kita kerumah sakit ya...?''ajak Askara yang membelai kening sang istri.


Afiqo menolak dengan menggelengkan kepala nya,Afiqo pun memiringkan kepala nya yang ada di pangkuan sang suami dan membenam kan wajah nya di perut sang suami.


''ima... ?''panggil Askara pada Art nya yang memang khusus di pekerjaan menjaga Zarah.


''bawah Zarah...jalan,ajak bermain ke mana seperti yang dia mau...?''perintah Askara.


''kk Zarah...sama bik ima ya...?''mama mau bobok...mama sakit...karena mama capek...?''bujuk Askara pada sang putri.


Zarah pun mengangguk,dan dengan segera meminta gendong bik ima.


Dan ima pun membawah Zarah masuk kedalam rumah.


''sayang...kalau masih sakit...kita kerumah sakit saja nya...?''cemas Askara.


''uda gk berapa sakit kok...?''sebentar lagi...juga hilang...?''lirih Afiqo.


''benar...sudah sedikit berkurang...?''tanya Askara yang masih merasa cemas.


''emmmm.....?''jawab Afiqo.


Afiqo sedikit tenang dan merasa nyaman,ketika Askara mulai membelai perut nya secara langsung dan memakai kan minyak kayu putih di perut nya.


Afiqo tiba tiba bangung,dan membuat Askara menjadi kaget.

__ADS_1


''ada apa...?''kaget Askara bercampur bingung.


''mau pipis...!''


Askara termangu mendengar jawaban sang istri,seketika Askara ingat untuk menyusul sang istri karena kondisi sang istri saat ini yang tidak bisa di biar kan pergi sendirian.


Sepekan kemudian,tujuh bulanan Afiqo sengaja di ada kan dengan sangat meriah,Askara ingin semua orang tau,tentang sang istri yang sebentar lagi akan memberi nya,bayi laki laki.


Siang hari nya di lakukan semua proses adat tujuh bulanan,dan malam hari nya pesta yang di ada kan khusus untuk para tamu undangan.


Setelah 2 jam Afiqo merasa letih,terlebih ia sedikit bual dan sedikit mengalami kontraksi lagi.


Afiqo juga merasa sedih,karena sosok yang sudah sebulan lalu kini tidak bisa lagi di temui nya juga tidak dapat hadir.


Sementara yang lain nya semua hadir,kecuali sosok yang sangat di harap kan nya ternyata telah pergi sekarang dan entah kapan lagi akan di pertemu kan sosok yang saat ini tiba tiba Afiqo rindu kan.


''kenapa...sakit nya timbul lagi...?''kk antar kamu buat istirahat di kamar...?''tanya Askara yang sudah terbiasa melihat epresi wajah sang istri yang meringis bila kontraksi sang istri datang.


''iya...,tapi...kk di sini saja...,temani tamu tamu....gk enak kalau kk tinggali tamu nya...!''biar bik Titin saja yang temani aku...ya...?''pintah Afiqo.


Askara pun mengiya kan ucapan sang istri,yang kemudian di bantu Art nya mengantar sang istri pergi ke kamar nya.


''bik...bibik kembali saja ke bawah...,saya bisa sendiri...?''ucap Afiqo saat sudah berada di dalam kamar nya.


''nyonya beneran gk apa apa,bibik tinggal...?''pasti bi Titin yang memasti kan sang majikan baik baik saja.


''kontraksi ku ini...uda biasa...,aku gapapa bik...?''kalau...ada apa apa kan...aku langsung telepon ambulans....biar bisa bawah aku keruma sakit...?''jawab Afiqo.


''tapi nya...?''


''bik...!''pinta Afiqo.


Akhir nya bik Titin pun pergi meninggal kan Afiqo sendirian.Afiqo menutup pintu dan duduk di tepi ranjang.


''Kak Adam...?''panggil Afiqo menatap layar ponsel nya.


''di telepon pun kini kita tidak bisa bicara...karena...ponsel ini selalu di sita?''kapan kamu kembali dan menemui ku Kak...?''aku...aku merindukan mu...?''isak Afiqo menatap foto Adam yang ada di galeri ponsel nya.


πŸ™maaf kalau banyak kata dan kalimat yang salah...dan terima kasih sudah mendukung karya saya hingga kini...πŸ€—


😍dan jangan lupa di like dan paket komplitnya....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2