
ππππππ
π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Askara terdiam menahan rasa perih dan sakit di hati nya kala di depan nya dan secara terang terangan di depan umum sang istri yang sangat di cintai nya berpeluk kan dengan pria lain saat ini.
''kalau tuan ijin kan...sekarang juga... saya akan perintahkan Ank buah saya menghabisi pria yang berani menyentuh nyonya...?''ucap Pedrik yang tau bagai mana perasaan sang majikkan nya.
''tidak...aku tidak mau membuat nya berpikir untuk meninggal kan ku....,aku akan menahan semua ini,kalau itu membuat dia bahagia...aku rela... selama dia ada disamping ku...dan tidak pergi dari ku...?''lirih Askara.
''kita tunggu saja...dan aku mau tau...sejauh apa hubungan nya dengan pria ini...?''lanjut Askara.
Pedrik hanya bisa mematuhi perintah tuan nya tersebut dan tetap berada di samping sang majikan melihat apa yang akan di lakukan sang nyonya muda nya bersama laki laki lain.
Afiqo melepas kan diri dari pelukan Adam,dan menghapus air mata nya.
''maaf jaket kk jadi kena ingus...?''
Adam tertawa kecil dan membelai kecil kepala Afiqo.
''kau ini...!''sudah menangis nya...atau masih mau menangis lagi...?''gk masalah kalau seluruh pakaian ku ini...basah semua kena ingus mu...saya ikhlas...?''
''iiih emang nya...ingus aku...air terjun apa...bisa ngebasahi semua nya...?''kesal Afiqo
''emang air terjun kan...kan mengalir nya dari atas,dari dalam gua lagi...?''canda Adam dengan tawa kecil nya.
''Kak Adam....jorok...ini ingus tau...?''manja Afiqo.
''emang siapa bilang madu...?''kalau madu...uda kk hisap dari tadi...?''balas Adam.
''hayo...pikiran nya jorok....?''lanjut Afiqo.
''sedikit sih....!''jawab Adam sambil berpikir.
''auw...cubitan sayang...!''teriak Adam.
Afiqo hanya melengos pergi mendekati motor Adam yang terpakir.Adam pun tersenyum senang melihat Afiqo yang bisa menerima keberadaan nya.
''oya...aku lupa....?''ponsel ku...?''
Afiqo langsung menyalakan ponsel nya lagi.
''kenapa...?''tanya Adam saat melihat Afiqo dengan gerak kan cepat mengotak atik ponsel nya.
''tunggu sebentar Kak...?''pinta Afiqo sambil menghubungi seseorang.
''***...
''kau mau pulang atau menginap,terserah...?''sekarang aku tunggu di Cafe Cendana..?''
__ADS_1
Afiqo di buat termangu,dengan suara dingin yang langsung memati kan sambungan setelah mengatakan sebuah kalimat saja.
''seperti nya suami mu marah...?''tanya Adam yang juga mendengar ucapan dari ponsel Afiqo tersebut.
Afiqo menghela napas panjang dan hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi pada nya nanti.
''dia memang seperti itu...,aku yang selalu harus mengalah dan menurut dengan sikaf dingin nya itu...?''tapi...aku malah sekarang jatuh cinta dengan sikaf nya yang dingin itu...?'''lirih Afiqo.
''tapi...sedikit saja sisa kan..cinta mu...untuk ku...bisa kan...?''ucap Adam yang merasa iri dengan pengakuan Afiqo barusan.
Afiqo menatap Adam dengan ketidak percayaan dengan apa yang baru di dengarnya.
''kalau bisa seutuh nya...!''tapi sekarang...sedikit saja...tidak masalah...?''aku tau...dan aku tidak mau egois,apa lagi memaksa perasaan mu,untuk mencintai ku...?''lanjut Adam.
Afiqo segera mengambil helm yang sedari tadi sudah di pegang Adam.
''kk pasti tau kan...Cafe Cendana...?''secara... kk kan,oarng bisnis juga...?''ucap Afiqo mengembalikan suasana seperti semula.
''iya kk tau tempat itu...,kk antar kamu kesana...?''bisa....sini kk kancing kan...?''
Afiqo benar benar tidak bisa menolak segala tindakan Adam yang spontan dengan segala perhatian nya.
Dari mengancing kan helm,dan membantu nya naik ke atas motor nya yang cukup besar,yang cukup membuat Afiqo kesulitan buat naik,maklum Afiqo sejenis...gadis berkaki pendek.
Adam pun mengantarkan Afiqo ketujuan,dan mau tidak mau Adam harus mau berpisah dan membiar kan Afiqo kembali pada suami nya.
''ya uda...kk pulang duluan...jangan lari lagi kemana mana lagi ?''telpon kk kalau kamu butuh seseorang untuk jadi tempat pelarian mu....ok...?''assalamualaikum...?''
Afiqo pun melihat kepergian Adam,dan mengingat ucapan Adam barusan kepada nya.
Afiqo masuk kedalaman cafe dan melihat menelusuri ruangan dan Afiqo menemukan sosok yang tentu saja,sosok yang dingin yang sedang sibuk menelepon.
Afiqo langsung duduk di depan si gunung es,dan tanpa berbasa basi menyantap makanan yang sudah terjadi di meja,karena kebetulan diri nya juga sudah kelaparan.
''kenapa asal makan ?''segitu yakin nya aku pesan kan makan ini buat mu ?''bukan bertanya dulu...datang datang langsung makan...?''
Afiqo langsung melambat kan makan nya,dan menatap tajam ke arah Askara yang benar benar dingin.
''oooh,maaf.. saya bener bener lapar,kalau memang ini kk pesan kan buat selingkuan kk,bisa pesan kan lagi...?''gk perlu repot..tu masih banyak,di borong semua juga..gk papa..?''balas Afiqo cuek.
''siapa yang barusan selingkuh malah bilangi orang..?''lirih Askara.
''apa...kk barusan...ngomong apa...?''tanya Afiqo yang memang tidak begitu jelas mendengar ucapan suami nya tersebut.
''ada pasangan selingkuh,tapi dia malah menuduh pasangan nya selingkuh...?''
''benar...seperti kk...?''jawab Afiqo cepat.
Askara hanya bisa menahan kekesalan di dalam hati nya,karena ternyata sang istri tidak merasa tersindir dengan ucapan nya sama sekali.
__ADS_1
''kita menginap,besok pagi baru kita pulang...?''
''apa...?''kaget Afiqo sampai ia tersedak.
''kalau makan itu pelan pelan...,karena ini bukan perlombaan makan...?''protes Askara yang melihat Afiqo yang minum dengan cepat.
''ya kk...orang lagi asyik makan bikin kaget...sengaja mau bunuh aku,biar mati tersedak,biar jadi duda gitu...terus...bisa menikah lagi dengan wanita yang masih gadis...gitu..?''cercah Afiqo kesal.
Askara tidak menggubris sama sekali ucapan sang istri yang bagi nya,hanya omongan tidak ada paedah nya.
''aku gk mau nginap...?''Zarah entar nyariin...?''
Tiba tiba Askara memberikan ponsel nya yang sedang melaku kan vidio.
Dengan sedikit ragu,Afiqo menerima ponsel tersebut dan melihat ke layar ponsel.
''mama...?''
''Zarah....kamu di mana....kok seperti di pantai...?''
Afiqo merasa heran ketika melihat Zarah yang sedang bermain pasir dan terdengar suara ombak.
''Zalah lagi di pantai...cama ma....
''sama siapa...?''
Afiqo semakin heran ketika ada seorang wanita berkerudung yang membuat Zarah tidak melanjut kan kata kata nya.
''mama...uda ya...Zalah mau main lagi...dah mama...''
''Zarah...!''seru Afiqo saat ponsel di matikan.
''Zarah kepantai sama siapa...?''tanya Afiqo pada sang suami yang bersikap biasa saja.
''sama mama dan papa baru nya...!''
Afiqo semakin tidak mengerti dengan ucapan sang suami.
''maksud nya...Zarah punya orang tua angkat...?tanya Afiqo dengan wajah yang benar benar terlihat penasaran.
''yang terpenting...mereka akan menjaga Zarah,dan tidak akan menyakiti nya...dan Zarah aman bersama mereka...jadi sekarang gk perlu mikirin Zarah lagi...?''sekarang yang harus di pikir kan...gimana kita biar cepat punya anak sendiri...?''
Afiqo melanjut kan makan nya dan menjadi salting mendengar ucapan sang suami yang langsung pada inti nya.
Askara menahan gejolak bahagia dan bersikap biasa walau ia ingin sekali memeluk dan menciumi sang istri yang saat ini wajah nya menjadi merona karena ucapan nya barusan.
π€wah...siapa yang selingkuh siapa yang di selingkuhi ya...π²
π€dan Zarah lagi sama siapa ya....π
__ADS_1
Bersambung...