Terpaksa Menikah Dengan Kakak Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Kakak Ipar
T-M-D-K-I XLI


__ADS_3

Hari ini Afiqo memaksa sang suami untuk menemani nya pergi ke pantai,entah mengapa diri nya ingin sekali pergi bermain pasir di pinggiran pantai.


''mama...?''


''ada apa Kak...?''jawab Afiqo yang lagi asyik membuat sebuah istana miniatur dari pasir.


Askara saat ini sedang pergi mencari makanan yang di ingin kan sang istri yang sedang menginginkan di cari kan nasi Padang campur dari warteg.


''mama...?''


Afiqo kaget dan heran,saat melihat Zarah berlari menjauhi nya.


''Zarah kamu mau kemana...?''mama kan disini...?''teriak Afiqo namun Zarah tetap berlari menjauhi nya.


''siapa yang di panggil Zarah mama...?''oh iya...mungkin mama angkat nya yang waktu itu...?''aku juga mau kenal...dengan orang tua angkat Zarah...?''


Afiqo pun menyusul Zarah,Afiqo berjalan ke arah di mana Zarah berlari,dan ia pun menemukan Zarah bersama seorang wanita yang berjilbab hijau yang membelakangi nya.


''mama...?''panggil Zarah pada Afiqo.


''Kak Anisa....?''kaget Afiqo saat wanita itu menoleh ke arah nya.


Wanita itu juga sama terkejut nya ketika melihat Afiqo yang menatap nya tak percaya.


''A A Afi...qo...!''


''i i ini...beneran kk...,terus....itu...siapa... yang...di...?''


''Afiqo...?'


''mama..? ''


Wanita itu langsung menahan tubuh Afiqo yang hampir jatuh.


''Afi...tenanglah...kamu harus tenang...!''nanti...kk..akan jelas kan...ok...?'mas...?''teriak Anisa kepada seseorang.


''Anisa ada apa...?''Afiqo....?''ucap seorang pria yang kini berada di depan keduanya.


''Kak...Hanafi....?''kalian...?''lirih Afiqo menatap kedua nya secara bergantian.


(dia wanita yang bersuami...kk telah menodai nya...dia cinta pertama kk...)sepenggal kata kata dalam bayangan Afiqo muncul kala Hanafi memutus kan nya.


''mas...tolong cepat telepon mas Askara...?''pinta Anisa pada Hanafi.


''OK...

__ADS_1


Hanafi pun segera melaku kan apa yang dipintah Anisa sambil membawa Zarah,Hanafi berjalan menjauh dari kedua nya.


Sementara Anisa memapah Afiqo untuk duduk di sebuah bangku yang kebetulan ada tidak jauh dari mereka.


''Afi...ini minum lah....?''kamu harus tenang ya...?''kk gk mau....terjadi apa pun pada mu...?''


Anisa memberi kan tambler air minum kepada Afiqo yang masih terlihat sok dengan keberadaan nya.


''Kak...ini...sunggu kk...?'''aku gk lagi...bermimpi kan...?''ucap Afiqo sesaat setelah berusaha kembali bersikap normal.


Anisa hanya menggeleng, dan akhir nya memeluk Afiqo erat dan menangis.


''apa ini Kak...kenapa seperti ini...?''Kak Askara...apa dia tau...kk masih hidup, kk ku belum meninggal....?''dan...wanita...yang di cerita kan..kak... Hanafi... itu kk...?''kk wanita...itu...!''ka kalau begitu....Zarah...


Afiqo meringis kesakitan dan tidak sanggup melanjut kan kata kata nya.


''iya...apa yang kau dengar dari Hanafi...itu semua nya benar...!''Zarah...anak kami....bukan anak mas Askara...!'


Afiqo pun menangis dan tidak bisa berkata lagi mengetahui kenyataan tentang Zarah.


''Afi....maaf kami...yang...telah menipu mu...,dan membuat mu...harus mengorban kan kehidupan bebas mu...untuk memenuhi...ke egoisme han kami...?''ucap Anisa yang menangis.


''maksud...kk apa... kami....siapa...?''kk dan Kak Askara...dan Kak Hanafi juga...?''siapa....?''dan kenapa kalian lakukan ini pada ku...?''apa alasan nya....jawab Kak...?''teriak Afiqo emosional menggoyangkan kedua sisi bahu sang kk.


''tapi kenapa....kalian tega... menipu ku seperti ini....,apa alasan nya...apa karena aku...,tidak pantas mendapati kebahagiaan ku sendiri...?''Kak jawab...?''


''cukup Afi...!''aku tau keadaan mu...,tolong aku tidak mau menyakiti mu...?''aku akan mencerita kan segala nya,tapi tidak dengan kondisi mu yang lemah seperti ini...?' 'tolong...kami...melakukan ini...karena kami menyayangi mu...?''


Anisa berusaha menenang kan sang adik,yang terlihat pucat dan benar Afiqo pun merintis menahan rasa sakit diperut nya.


''sayang...!''


Askara datang dengan wajah yang penuh kecemasan,terlebih melihat sang istri yang terlihat merintis kesakitan.


''mas....kita bawah Afi kerumah sakit...?''


''biar aku saja...?''


Askara segera membopong sang istri yang sudah merintih rintih lirih menahan sakit pada perut nya.


Afiqo sendiri hanya menatap sang suami dengan tatapan nanar,karena di dalam pikiran nya banyak sekali yang ingin dia tanya kan,tapi bayi dalam perut nya membuat diri nya harus diam.


Di rumah sakit Afiqo segera di tangani dokter kandungan nya,dan Askara baru keluar ruangan saat Afiqo sudah tertidur karena pengaruh obat.


''kenapa kamu di sini...,aku sudah menyuruh mu pulang ke Jepang kan...?''dan kenapa...harus bertemu sekarang...?''teriak Askara emosi.

__ADS_1


''aku sudah bilang...dia tidak boleh tau...sampai aku.... bisa memasti kan...,dia...baik....bukan seperti ini...?''Askara terduduk lemas di kursi.


''aku...aku...cuma mau ketemu Zarah sebentar,setelah itu....baru aku akan kembali ke Jepang...tapi.....ternyata....Afiqo...?''mas...aku juga gk mau seperti ini....,sungguh...aku tidak merencanakan untuk menemui nya,di saat kondisi nya seperti ini...?''dia adik ku....aku tidak mungkin....,sengaja mau melihat dia hancur....mas...?''


Anisa menangis di samping Askara yang menunduk menahan perasaan bingung nya.


Askara bingung apa yang akan di kata kan nya pada wanita yang saat di cintai nya,yang sekarang terbaring di salah satu kamar rumah sakit untuk dirawat.


''pak Askara Prayoga....di harap kan menemui dokter Erlina spesialis kandungan...?''


Askara pun segera memenuhi panggilan dari mikrofon tersebut.


''permisi dokter...saya Askara Prayoga...?''ucap Askara saat memasuki ruang dokter kandungan yang menangani sang istri.


''silakan duduk pak...?''ramah sang dokter.


''begini...ini tentang kondisi istri anda?''sambung sang dokter.


''iya...bagaimana perkembangan kondisi istri saya dan bayi kami...?''


Askara mencoba bersikap tenang,bahwa kondisi sang istri akan baik baik saja.


''secepat nya...istri anda...harus melakukan operasi cescar...,di karena kan posisi bayi...yang bisa membahayakan kan nyawa istri anda...!''kalau menunggu usia kandungan nya sampai usia yang tepat...,saya tidak bisa menjamin...istri anda akan sanggup dengan rasa sakit yang akan dia alami itu akan semakin lama semakin menyakiti kan...?''saya akan tunggu keputusan anda...,semua tergantung keputusan anda...,saya hanya mengatakan apa yang harus saya sampai kan pada anda sebagai suami yang bertanggung jawab sepenuh nya terhadap istri anda...?''tutur sang dokter berhati hati.


''apa bayi kami...akan baik baik saja...?''karena usia nya masih begitu muda...?''


Dengan hati yang berat Askara pun menanyakan kondisi sang bayi bila operasi di lakukan secara dini.


''saat memang kondisi bayi masih belum cukup...tapi...sebagai mana yang telah saya kata kan tadi...kita harus ambil risiko ini...?''antara hidup istri anda atau bayi anda...?''kami hanya bisa berusaha melakukan apa yang kami bisa perbuat,tentang hidup dan mati bukan kami yang menentukan...?''kita hanya bisa berdoa,dan percaya apa pun yang akan terjadi...itu yang harus kita terima dengan ikhlas...!''


Askara hanya bisa mendengar segala penjelasan sang dokter.


''kalau begitu...,baik lah dokter...,saya akan tanda tangani persetujuan untuk segera di lakukan nya operasi pada istri saya...!''saya setuju...,dengan tindakan operasi ini...?''


Dengan berat hati, Askara harus mengambil keputusan,melihat penjelasan sang dokter,ia tidak mau demi sang bayi sang istri harus menderita,ia lebih memilih menyelamatkan sang istri yang sangat di cintai nya,


Askara harus mengambil risiko kehilangan bayi nya,tapi bila Askara boleh memilih,Askara ingin kedua nya dalam ke adaan baik baik saja.


😱Anisa masih hidup....


🤔dan gimana ya...cerita nya...?Gimana Afiqo nanti ya...?''


🙇‍♂Askara dalam dilema....


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2