
πππ€DI LIKE YA... βππ
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Pagi ini Askara yang mengantar langsung Afiqo hingga sampai ke kelas,sifat protektip Askara terhadap Afiqo berlaku sejak pagi dari Afiqo mulai bangun tidur.
''ada apa...?''tumben...tu suami nganter sampai ke mari...?tanya Liya.
''aku...sekarang jadi tahanan...?''
Afiqo pun menekuk wajah nya,Liya mengerutkan kening nya.
''maksud kamu...aku gk ngerti...?''emang apa yang terjadi...?''pasti ketahuan ya...kamu sering jalan sama kak Adam...?''sebagai adik kak Adam,dan teman kamu...,akhiri hubungan kalian...,yang gk mungkin...bisa bersama...,emang nya terus mau seperti ini..?''
''sudah nanti saja kalau uda selesai kelas ini..?''kalau mau ngomel...?''aku uda cukup pagi ini,tu suami uda ngomong harus begini harus begitu..hp aku juga di sita,...?''oceh Afiqo yang tidak bersemangat dan kesal.
Liya pun hanya bisa menghela nafas akan sikaf teman nya,dan juga sang kk yang sama keras kepala.
Sementara Askara bukan langsung pergi ke kantor,ia malah mencari keberadaan seseorang di kampus tersebut.
Setelah bertanya pada beberapa mahasiswa Askara akhir nya menemukan sosok itu yang sedang duduk di sebuah bangku bersama 2 orang teman nya.
"Adam Satrio...bisa kita bicara...?"berdua saja...?"tegas Askara.
Adam dan yang lain nya menatap ke arah Askara yang berdiri dengan wibawa nya.
"maaf...tapi... kalau anda ingin bicara...silakan bicara kan di sini..?"mereka sohib ku...dan tidak ada rahasia di antara kami...?"jawab Adam juga tak kala tegas.
"kalau begitu...mereka juga tau...kalau kau menggoda istri ku...dan berusaha merebut nya dari ku...?"apa itu benar...?"pedas Askara.
"iya...dan itu benar...!"maka nya kalau tidak mau istri nya...di ambil pria lain...,seharus nya,sebagai seorang suami...anda sadar...di rumah sudah ada istri tapi masih saja....mencari wanita di luaran sana...?"dan kebetulan...wanita yang saya cintai...suami nya...suka main perempuan di luaran sana...?"jadi...saya hanya ingin wanita yang saya cibltai,ada tempat untuk diri nya berbagi kesedihan...?''
Adam pun membalas ucapan Askara yang menyindir dan tidak kalah pedas nya pula.
__ADS_1
"kamu tidak tau tentang aku...,jadi jangan seenak nya...,mendikte karakter orang lain...,jangan merasa,bahwa apa yang kau lakukan itu benar...tapi kenyataan yang ada,adalah hal yang salah...?"kau sudah berusaha mengambil milik orang lain,dan apa kau tidak merasa malu..,berharap sesuatu yang jelas jelas milik orang...!''
Askara pun mencoba bersabar,menghadapi pria yang ada di hadapan nya ini,yang ternyata memiliki pemikiran yang matang dan tanpa rasa takut ia menunjuk kan sikat siapa diri nya.
"aku tidak mau berdebat...atau membuat keributan seperti anak kecil...!"aku cuma mau bilang...!"jauhi istri ku...dia sekarang sedang mengandung buah cinta kami...dan aku tidak akan membiar kan...diri mu atau pria mana pun mendekati nya lagi...?"lupa kan dia dan dari sekarang jangan pernah berharap lagi,mimpi mu yang ingin memiliki nya menjadi nyata...!"karena dari sekarang aku pasti kan,itu tidak akan terjadi,karena hanya dengan kematian ku,kau baru bisa memiliki nya, tapi selama aku hidup...aku tidak akan melepas kan nya demi apa pun itu,tidak akan aku lepas kan...?"ingat itu...?"
Askara pun berbalik melangkah pergi.
"dan kau juga harus ingat...?"selama aku hidup...aku juga akan terus mencintai nya,walau kesempatan untuk memiliki nya tidak ku dapat,aku akan selalu ada saat kau membuat nya menangis,saat kau menyakiti nya...aku akan selalu ada sebagai sosok yang di butuh kan nya...karena cinta ku tulus dari hati ini...!"dia juga kehidupan ku...dan aku tidak peduli...apa yang mau di ucapkan dunia...aku...tetap pada teguh nya cinta ku ini...kau harus ingat ini....!"selama ada seorang suami...yang membuat istri nya tersakiti...di saat itu juga,akan ada pria lain seperti aku...!''tegas Adam dengan suara yang cukup bisa menghenti kan Askara.
Walau Askara merasa di tantang,namun ia mencoba tenang,dia bukan anak kemarin sore yang hanya memikir kan ego nya saja.
''kita lihat saja...dengan siapa diri nya akan bahagia...?''ucap Askara sebelum melangkah pergi.
Adam memghela napas panjang dan kembali duduk bersandar seolah olah diri nya baru saja usai berlari.
''Dam...aku gk nyangka...''kau...menantang seseorang....,yang mungkin...''
Bobby mau pun Oji hanya bisa diam dan hanya bisa percaya dengan keputusan sang sahabat yang mereka tau,terlalu dewasa kalau harus di khawatirkan,karena yang mereka tau Adam bukan anak kecil yang seenak nya mengambil keputusan,terlebih ini tentang menyangkut kehidupan nya,tentang masalah yang menyangkut pribadi nya sendiri.
''kau mau kemana ?''tanya Oji saat Adam beranjak dari duduk nya.
''aku mau cari makanan yang cocok untuk wanita hamil...!''yang aku baca di buku...wanita yang sedang hamil....biasa nya mudah anemia...dia dan bayi nya butuh asuhan gizi...?''jawab Adam.
Adam pun pergi meninggal kan kedua teman nya yang terbengong mendengar perkataan Adam barusan.
''teman kita ini,sudah benar benar di buat tidak waras,dan gila dengan yang nama nya cinta...?''ucap Oji.
''aku juga heran....,kenapa dia menjadi seperti ini....?''masalah nya banyak wanita tu...di luaran sana...,yang mungkin lebih dari yang dia temui pada diri seorang Afiqo...tapi...''
''jangan jangan Afiqo pakai ajian guna guna...atau pakai susuk...,dan Adam uda Kena sihir nya..?''maka nya...teman kita itu...akal nya uda gk bisa di tebak dan jadi miring...?''
Bobby memasang epresi wajah kesal saat Oji mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal.
__ADS_1
''mana ada orang yang pakai guna guna,yang rajin ibadah nya dan pandai mengaji...
''setan sekarang...tu...banyak yang pandai mengaji...,gk percaya...?''hai Bobby...tunggu...kita belum selesai bicara soal ini...?''
Bobby berjalan meninggal kan Oji yang bicara nya sudah melantur.
''Afiqo hamil...?''sejauh itu kah...Afi...,ku kira...aku mengenal mu...!''ternyata...kau dan Kak Adam sampai sejauh ini...?''
Seseorang gadis terpaku di tempat nya,mengetahui apa yang barusan dia ketahui,lalu dia pun pergi ke kantin,dan mendekati 3 temannya yang juga baru tiba di kantin kampus tersebut.
''Afi....di mana...?''
''akhir akhir ini anak itu suka beser...!''ya...di mana lagi dia...kalau gk ke toilet..!''jawab Fitri.
''kalian tau...soal Afiqo sekarang dia sedang hamil...?'dan kalian tau,kalau dia hamil dengan kak Adam....?''
Ke tiga gadis yang awal nya duduk spontan berdiri,dan satu di antara nya menampar wajah sang gadis yang baru saja berbicara tersebut.
''jangan asal bicara kamu Rika...,yang kamu tuduh barusan itu kk ku,kk kandung ku...aku mengenal nya dari siapa pun...,dan satu nya lagi... adalah teman yang uda lama kita kenal,bukan setahun atau 2 tahun kita mengenal nya tapi...kita sudah mengenal nya lebih dari 10 tahun...?''dan mereka tidak mungkin melakukan itu...jangan ngacoh kamu..?''
Geram Liya yang baru saja menampar wajah sang sahabat.
Sharah dan Fitri pun merasa sedih dan kecewa,dan mereka pun tidak percaya dengan ucapan yang baru saja Rika kabarkan.
''Rika...kamu lagi kesambet ya...?''emang dari mana,kamu tau hal yang gk benar ini...?''ucap Fitri ikut berkomentar.
''aku gk ngacoh apa lagi kesambet...!''aku dengar sendiri,kak Adam sedang membeli makanan untuk wanita hamil,dan dari obrolan Bobby Dan Oji,wanita hamil itu adalah Afiqo...!''Afiqo sekarang dia sedang hamil...
''benar...aku memang sekarang sedang hamil...,ku kira... aku akan buat kejutan untuk kalian...ternyata kalian uda tau...,pasti dari Kak Adam...ya kan...?''sambung Afiqo tiba tiba yang teryata sudah ada di belakang Rika.
π€¦ββ aduh... salah paham lagi.... gimana ini...
BERSAMBUNG....
__ADS_1