
π¦π¦ AYO.. LIKEπ¦π¦
ππππππππ
Afiqo keluar dari kamar mandi,mengguna kan bathrobe,dan memakai handuk di kepala nya.
''pagi non...!sapa bik Titin ramah dan tersenyum.
''assalamualaikum bi... ''
''wa'allaikum salam...!kekeh bik Titin.
''kebetulan bibik disini...?bik ambil kan baju saya,di kamar....saya malu pakai ginian saja...!ucap Afiqo.
''pakaian enon kan di lemari ada,sudah lengkap sama dalaman nya...terang bik Titin.
''aah iya...aku lupa...pakaian nya Kak Anisa kan ada...?
Afiqo membuka lemari dan takjub melihat isi di dalam nya,berderet gamis gamis cantik,yang bercampur dengan jas jas dan kemeja milik Askara.
''Wiiih ternyata pakaian nya Kak Anisa masih bagus bagus,kok baru semua,ternyata kk ku ini royal juga..! sampai pakaian nya belum sempat di pakai nya....terkagum Afiqo melihat isi yang ada di dalam lemari.
''non...!itu pakaian enon yang di beli tuan memang buat enon,tuan sendiri yang menyiapkan segala kebutuhan enon,dari pakaian,sepatu perhiasan dan yang lain nya itu punya enon Afiqo, bukan punya nyonya,lagian lemari pakaian nyonya punya sendiri,tidak bercampur dengan tuan,dan punya nyonya semua barang barang nya pakaian sepatu,dan perhiasan yang bagus sudah di sedekah kan,ke panti sosial,yang jelek sudah bibik bakar 2 hari yang lalu,atas perintah tuan...jadi di kamar ini sudah tidak ada barang nyonya lagi,semua sudah di ganti dengan barang barang yang baru buat enon ....!terang bik Titin seraya meninggalkan kamar dengan membawa keranjang pakaian kotor.
Afiqo tidak menyangka akan penjelasan bibik barusan.tentang tindakkan Askara pada barang barang Anisa .
(kelewatan...segitu nya dia tidak suka dengan kk ku,dia membuang semua milik kk ku,apa karena aku masih baru,bisa ditiduri nya sesuka hati nya,maka nya dia tidak membuang ku...)
Afiqo menangis memikirkan nasib sang kk yang hidup menderita selama ini,Afiqo tidak bisa membayangkan,ternyata di balik senyum sang kk,terselip duka yang mendalam.
10 tahun kk nya menjalani pernikahan tanpa kebahagiaan,dan selama sepuluh tahun sang kk bertahan dengan laki laki yang selama ini mengabaikan nya,malah berselingkuh.
Askara masuk dengan membawa nampan yang berisi makanan.Askara menghela napas,lagi lagi ia harus melihat kesayangan nya menangis,sebenar nya Askara merasa sakit saat kesayangan nya menangis atau dalam kesulitan.
Tapi Askara selalu berpura pura acuh tidak peduli,untuk melindungi nya dari orang orang yang ingin melihat ke hidupan Askara hancur,dengan menyakiti orang yang paling berharga,satu contoh Anisa adalah korban dari orang yang mengincar kebahagiaan nya.
''jangan kebanyakan nangis,kau mau kalau mata mu sebesar mata sapi...?lagian kenapa belum pakai baju..?sengaja..mau mengajak bercinta lagi...ok,gk ada masalah,kalau kau mau,aku juga siap..tapi kamu makan dulu,saya gk mau,masih pemanasan,kamu sudah pingsan..!ucap Askara dingin.tapi menggoda.
Sesuatu benda keras melayang mengenai bahu Askara dengan kuat,tentu saja Afiqo yang menjadi pelaku pelemparan itu,setelah nya Afiqo berlari masuk ke kamar mandi.
Askara bukan nya marah malah tersenyum sambil melihat ke arah sepatu milik nya yang menjadi alat yang dilempar kan oleh kesayangan nya barusan.
''sakit juga...?komentar Askara,mengelus elus bahu nya akibat KDRT dari sang istri kecil nya.
__ADS_1
Sementara Afiqo yang ada di kamar mandi,merasa sangat sangat kesal .
''kalau membunuh di perboleh kan,aku gk peduli,biar pun kamu papa nya keponakan ku Zarah,kucincang cincang kau,dasar tirani mesum..geram Afiqo menahan kekesalannya yang memuncak.
Ketuk kan pintu terdengar.
''cepetan keluar!dalam tiga puluh menit,kau harus menghabis kan makanan mu,dan setelah itu turun keruang tamu,jika tidak kau lakukan,aku akan kembali dan kau tau apa yang bisa kulakukan,karena kau sudah bisa berlari,jadi...kau sudah tidak kesakitan lagi....jangan membantah ku,kalau tidak,aku akan membuat mu tidak bisa berlari lagi...terserah,pilihan ada pada mu...aku tunggu sekarang dibawa diruang tamu.!suara bariton yang dingin, seolah olah perintahnya yang tak bisa di abaikan.
Afiqo segera mengenakan pakaian nya,dia tidak mau si gunung es itu,menjama nya lagi.
Afiqo keluar dengan segera dari kamar mandi,dan melaku kan apa yang di perintahkan,tirani gunung es itu.
''ibu... !Zarah membuka pintu dan masuk saat melihat Afiqo yang sedang menyantap makanan nya.
Afiqo tersenyum saat melihat tingkah Zarah yang naik ke atas ranjang dan merangkul leher Afiqo dari belakang.dan dengan manja mencium pipi Afiqo.
''kalau uda gini,pasti ada mau nya ni..putri ibu...?tebak Afiqo yang menghabis kan makanan nya.
''kata papa,gk boleh...panggil ibu lagi...halus panggil mama...!
''terus... ?Afiqo pun mendengarkan setiap ucapan lucu si kecil.
''kata papa lagi...,mama...bakalan Kaciii...buat Zalah,dedek bayi...!
Seketika Afiqo benar benar tersedak yang membuat wajah nya merah.
''jangan,ibu gk apa apa...cegah Afiqo dengan napas yang terengah engaah.
''bukan ibu,tapi mama...Zalah mau punya ade bayi....kata papa kalau macih panggil ibu,Zalah gk akan di kaci dedek bayi...?ucap Zarah hampir menangis.
''i i iya...mama.! mama ke kamar kecil sebentar, mau benerin kerudung,Zarah tunggu disini ya...Afiqo segera ke kamar mandi membersihkan wajah nya.
''iiih dasar tirani mesum,apa maksud nya,ngomong begitu sama Zarah,jadi...sekarang aku tau niat dia, dasar si gunung es,jadi ini tujuan mu....maka nya kamu maksa aku semalam,iiiih...
Geram Afiqo menghentak hentak kan kaki nya,seperti anak kecil.
''papa..!
''mama kecil nya mana?
Afiqo langsung keluar ketika mendengar suara si tirani gunung es.ia sadar sudah lewat tiga puluh menit
''itu... mama kecil... !tunjuk Zarah pada Afiqo yang sudah ada di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu takut si tirani gunung es bertindak di luar batas, Afiqo menyambar tubuh Zarah ke dalam gendongan nya,membawahnya keluar dari kamar.
Meninggal kan Askara yang lagi lagi tersenyum melihat tingkah Afiqo yang mencoba menghindari nya.
Diruang tamu Afiqo menduduk kan Zarah di sopa.Afiqo pun menghela napas lega.
''mau di bawah kemana,kopernya Zarah bik...?tanya Afiqo pada bik ima,yang membawa keluar koper Zarah.
''kan kita mau libulan....!papa gk kaci tau mama ya....?
'' hah...se sekarang liburan nya...?tanya Afiqo,dengan wajah tk percaya.Zarah mengangguk.
''itu...papa tulun,bawa kopel nya...!
Afiqo menoleh dan melirik,sosok yang memang benar benar mendekat membawa sebuah koper.
''sayang....ayo kita berangkat...?
Afiqo tau kalau ucapan lembut itu hanya dituju kan pada Zarah,maka nya ia diam saja.
''mama...ayo...?tarik Zarah pada tangan Afiqo.
''yang di ajak kan cuma Zarah,mama eng... gk.!lagian mama gk mau,mama mau di rumah saja...!ucap Afiqo acuh.
''sayang.... ke mobil dulu nya sama bik ima...!pinta Askara pada putri nya.
Zarah pun menurut.
''Sukir... bawa koper ku,letak kan di bagasi.!
''siap tuan.! jawab Sukir sigap menerima tugas tuan nya.
''mau ke mobil sendiri, atau aku bantu kamu ke mobil... ?ucap Askara dingin.
''kok tiba tiba disini...,dingin ya....kayak berada di sekitar gunung es gitu...!seru Afiqo memeluk tubuh nya seolah olah orang yang kedinginan.
Afiqo tersentak ketika Askara menarik tangan nya.
''aaahk turuni...aku bukan karung beras tau.... !protes Afiqo seraya meronta dengan tindak kan Askara yang memanggul nya di bahu..
Askara tidak peduli,ia membawa Kesayangan nya dibahu ke mobil nya.Afiqo pasrah tidak meronta lagi.
''yeee mama ikut... !sorak Zarah senang.saat melihat papa nya menduduk kan si mama kecil di job mobil depan.
__ADS_1
Afiqo pun lagi lagi harus pasrah dengan ke egoisan,biar pun hati nya dongkol,si tirani gunung es yang pemaksa yang tidak mau di bantah kalau sudah mengambil keputusan.
π€π€π€ mungkin seperti ini hati nya AfiqoβΉοΈπ©π‘campur aduk...πππ