Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Datang kepesta


__ADS_3

Hari yang di tunggupun tiba, dimana hari ini adalah pesta penyambutan menantu di keluarga Andra.


Seperti kata Andra keparin, Clara benar-benar harus memakai baju yang ia sediakan, dan tak lupa juga kerset agar Clara tampil cantik seperti yang ia inginkan.


"Selamat ya Pak Andra, istri anda sangat cantik, " ucap rekan kerja Andra, nemuji Clara, membuat Andra merasa bangga.


Ini lah yang iya inginkan, di puji karna sudah mendapatkan istri yang cantik.


"Terima kasih Pak Dayat, " balas Andra, lalu ia memperhatikan wajah Clara.


"Kamu kenapa? Ayo tunjukan wajah bahagiamu dan tersenyum lah! " bisik Andra, saat ia melihat wajah yang nerengut.


"Tapi Mas ini benar-benar tidak nyaman, aku takut terjadi sesuatu pada bayi kita, " balas Clara berbisik.


"Aku tidak mau tahu! Kau harus tersenyum menyambut para tamu dan rekan-rekan kerjaku, " lanjut Andra, tidak mementingkan keadaan Clara.


Ahirnya Clara menuruti suaminya, walaupun terkadasng ia merasakan keram di perutnya. Tapi ia terus berusaha tersenyum agar suaminya tidak marah lagi.


"Selamat, Pak Andra, " ucap Derkan. Menjabat tangan Andra.


"Terima kasih Pak Derkan, saya merasa beruntung Pak Derkan berkenan hadir di pesta penyambutan istri saya, sahut Andra menerima jabatan tangan Derkan.


Lalu Derkanpun memberi ucapan juga pada Clara.


"Apa Bos bersedia datang ke pesta saya ini Pak Derkan? " tanya Andra.


"Bersedia Pak, kebetulan beliau datang bersama istri tercintanya, " jawab Derkan. Ia tersenyum pada Andra.


"Benarkah, lalu dimana mereka? " tanya Andra sambil celengak-celingu mencari keberadaan bos tempatnya bekerja.


Padahal ia sama sekali belum mengenal Kaizal, baik itu sebagai bosnya ataupun sbagai iparnya. Selama ini ia hanya mendengar, tanpa pernah beryemu bosnya itu.


"Sabar Pak, sebentar lagi mereka akan sampai, " jawab Derkan.


Sedangkan dua orang yang sedang bi bcarakan saat ini sudah ada didapan, mereka terus merdebat hanya karna sebuah panggilan.


"Aku takut jatuh Kai, " keluh Andini, yang mendapat tatapan dari Kaizal.


"Harus berapa kali lagi aku mengingatkanmu, udah panggilanmu itu, terlebih lagi didepan umum, ujar Kaizal yang sudah mulai prustasi mengajari istrinya.


"Iya Sa_Sayang, " balas Andini terbata.


Walaupun karna terpaksa, Kaizal tetap senang mendengar panggilan sayang Andini padanya.

__ADS_1


"Gitu dong, tunggu biar aku yang membukakan pintu untukmu, " ujar Kaizal, sebelum ia keluar dari mobil.


Kaizal membukakan pintu mobil dan mengulurkannya, Andini pun sambutnya, lalu ia keluar dari mobil.


"Angkat wajahmu jangan menunduk, tersenyum dan gandeng tanganku, " jelas Kaizal lagi mengingatkan istrinya.


Sebelum penjalankan perintah suaminya. Andini menarik nafas lebih dulu, lalu membuangnya.


Kaizal melingkarkan tangan Andini dilengannya, mereka berjaslan bersamaan, semua matapun tertuju pada mereka.


"Ingat, mengangkat wajah_. "


"Aku tau Dan tersenyum, " lanjut Andini memotong ucapan Kaizal.


Kaizal tersenyim, mereka masuk dengan bergandengan tangan.


"Nah itu dia si Bos, " beritahu Derkan, sambil menunjuk ke arah Kaizal dan Andini.


Andra menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Derkan, betapa terkejutnya ia melihat orang yang bersama Bosnya itu. bagitupun dengan Clara, ia tak kalah terkejutnya dari pada Andra suaminya.


"Kak Andini, " guman Clara pelan, nyaris tak terdengar.


Derkan memanggil Tuannya agar mendekat, ia pura-bura tidak tahu kalau Clara itu adalah keluarga dari Nyonyanya.


"Kakak, " ucapnya masih dengan ke terkejutannya.


"Clara, " sahut Andini, ia juga terkejut melihat adiknya.


Iya memga di bari tahu Kaizal untuk menghadiri pesta kayawannya yang baru menikah. Tspibia tidak taju kalau pesta itu adalah pesta adiknya.


"Selamat Pak Andra, maaf kami datang sedikit terlambat, " ucap Kaizal mengulurkan tangannya.


"Pak Andra! " panggil Derkan menyadarkan Andra dari keterkejutannya.


"Ah ya, tidakmasalah tuan, terimakasih sudah berkenan datang di pesta sederhana saya, " balasnya berbasabasi, sambil menerima uluran tangan Kaizal.


"Maaf Pak, ini hanya sekedarnya, " ucap Kaizal mengeratkak gandengannya pada Andini, agar istrinya itu memberikan bingkisan yang mereka bawa.


Andini melihat suaminya, Kaizal memainkan matanya mengarahkannya pada Clara.


"Ah ya selanat ya Cla, ini hadiah kecil dari kami, " seru Andini memberikan bingkisannya pada Clara.


"Makasih kak, " uacap Clara menerima bingkisan dari Andini.

__ADS_1


Andra hanya diam, tidak tau lagi mau bicara apa, begitupun dengan Clara,ia merasa malu pada kakaknya, terlebih lagi Derkan mengatakan bahwa Kaizal itu adalah bos di perusahaan tempat suaminya bekerja.


Disisi lain, ibu Annis berjalan ingin mendatangi putrinya, putri yang sangat ia rindukan.


"Ibu mau kemana? " tanya Raja mengejar istrinya.


"Ibu mau menemui Andini, " jawab Annis melanjutkan langkahnya.


"Tida, jangan sekalipun ibu menemui anak itu, " larang Raja menarik tangan istrinya.


"Jangan membuat malu disini, jangan temui anak itu, " bisik Raja penuh dengan penekanan.


Raja membawa istrinya menjauh, halitupun terlihat oleh Andini, iya tersenyum dan mengangguk pada ibuya yang kebeulan pelihat kearahnya.


Annis merasa sedikit tenang ketika melihat senyum putrinya, ia menunduk, agar orang-orang tidak melihatnya yang sudah menangis.


"Mak Annis kenapa? " tanya Tiya ibuya Andra.


"Saya tetharu Mbak Tiya, melihat anak-anak kita bahagia, dan satu lagi, terimakasih sudah menerima kekurangan putri saya, " jawab Annis berbohong.


Padahal ia melihat dengan jelas, kalau putrinya tersenyum dengan terpaksa.


"Iya Mbak, kan itu sudah menjadi pilihan mereka, dan mereka juga saling mencintai, " balas Tiya, tersenyum pada besannya.


Tiya menang menyayangi menantunya itu. Dan masalah kehmilan Clarapun masih Andra sembunyikan dari mereka.


"Bosan tidak tau lagi harus apa, Kaizal ahirnya berpamitan. Sedangkan Andini dan Clara, mereka sudah srperti orang asing, karna Clara yang merasa canggung pada kakaknya itu, sedangkan Andini, ia sudah berusaha biasa saja.


"Pak, tidak bisakah kita makan malam bersama, " ucap Andra menawarkan.


Menurut Andra ia harus bisa mengambil hati Kaizal, yang notebonya adalah bosnya.


"Maaf, tapi kami masih ada urusan, bagai mana kalau lain kali saja, " tolak Kaizal berbohong, padahal tidak ada acara apapun.


"Baik lah Pak, terima kasih sudah mau hadir dipesta kami ini, " seru Andra, lalu mereka kembali bersalaman.


Andini dan Kaizal berjalan keluar dari arena peta yang ada di rumah Andra, karyawan sekaligus iparnya.


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏


Love you 💓💓💓💓💞💞

__ADS_1


__ADS_2