
Para perawat langsung membawa Kaizal ke Ruang UGD, sedangkan Andini ia menunggu di luar ruangan.
Tak berapa lama Dokter pun masuk untuk memeriksa Kaizal, Dokter itu pun membersihkan luka Kaizal dan memcabut pecahan botol yang tertinggal di punggung Kaizal.
Setelah semua nya selesai, sang doktor pun keluar.
Cklek
"Bagai mana keadaan teman saya Dok? " tanya Andini buru-buru mendekati sang Dokter.
"Dia sudah selesai di beri obat!, dan luka nya juga sudah di bersih kan!, tapi masih lemah, dan harus di rawat inap, " jawab Doktor, sekalingus menjelaskan pada Andini.
"Baik lah Dok!, Apa saya boleh melihat nya? " tanya Andin.
"Boleh, tapi tunggu di pindahkan Keruang rawat, " jawab Dokter itu.
Andini pun mengangguk, lalu Dokter itu melanjut kan langkah nya meninggal kan Andini yang kembali duduk di kursi tunggu.
Cklek
Pintu ruangan nya kembali terbuka.
Andini melongo melihat siapa yang keluar dari ruangan itu.
"Mas, maaf tapi mas harus dirawat!, karna keeadaan Mas nya madih lemah, " ucap seorang Suster mengejar Kaizal.
Tidak perlu!, saya sudah sehat dan saya bisa pulang, " senggah nya memaksa untuk pulang.
Kenapa kau keluar? " tanya Andini mendekati Kaizal.
"Aku ingin pulang, " jawab pria itu berjalan melewati Andini.
Buru-buru Andini pun mengejar lamgkah Kaizal.
"Tapi kau harus dirawat!, kata dokter kau masih lemah, " ucap Andini setelah berhasil mengejar langkah Kaizal.
Aku tidak perlu di rawat, karna aku bukan orang yang sedang sakit, " sangkal Kaizal masih terus berjalan.
akhirnya Andini pun mengikuti saja langkah Kaizal, membiarkan apa saja mau pria itu, Kaizal pergi menguras semua biyaya dan membawa obat nya, Andini masih mengikut di belakang nya.
"Di mana mobil nya, ? tanya Kaizal saat sudah ada di luar rumah sakit.
"Mari biar aku yang menyetir nya,! kau masih terluka, " tanpa menjawab, Andini nerjalan ke arah mobil piria itu.
__ADS_1
Sampai di rumah Kaizal, mereka keluar dari mobil, Andini masih mengikuti langkah Kaizal yang masuk kedalam rumah.
"Kau mau kemana lagi? " tanya nya saat melihat Andini yang ikut masuk bersama nya.
"Ya masuk lah, sekara biar aku yang merawat mu, sebelum luka mu sembuh.
"Tidak perlu, kau pulang saja!. "
Kaizal menolak dan menyuruh Andini untuk pulang, tapi gadis itu menolak dan masuk begitu saja.
Ternyata kau gadis yang keras kepala ya!, " ucap Kaizal.
Aku hanya ingin mbantu mu!, kau begini juga karna aku, " balas Andini.
Terserah kau saja!, nanti kalu kau terkenak masalah karna terlalu lama ada di rumah ini jangan salah kan aku, " ucap Kaizal, memperingati Andini.
Kaizal masuk kekamar nya, membiar kan Andini di ruang tengah.
Bruuuk
Kaizal menjatuhkan tubuh nya di kasur, memejam kan mata lalu ia pun tertidur.
Sedang kan Andini yang di ruang tamu, terus mperharikan keadaan rumah Kaizal.
Dasar pemalas, masak semua berserakan begini, " ia bicara sendiri sambil membeteskan semua nya.
Tok tok tok
"Kok gak di buka, apa dia tidur, " gumam nya karna tidak ada sahutan dari dalam.
Andini mencoba membuka pintu nya, dan ternyata tidak di kunci, akhirnya ia masuk saja.
"Lah dia kok tidur nya begitu, " gumam nya begitu masuk kedalam kamar.
"Hey bangun, " Andini menggoyang-goyanggak kaki Kaizal, guna membangun pria itu.
Tapi tidak ada reaksi apa-apa, Andini kembali membangunkan Kaizal, kalini ini ia naik ke atas ranjang, ingin membalik badan Kaizal, karna pria intu tidur terlentang. Sedangkan luka nya masih belum kering.
Andini Sudah berusaha tapi todak bisa karna memang badan Kaizal yang jauh lebih besar dari nya, tapi Andini tersus berusaha.
Tiba-tiba Kaizal memeluk nya dan membalikkan badan nya, jadilah Andini ada di bawah kungkungan Kaizal.
Aku sidah bilang dari tadi pulang lah!,, " ucap nya menopang tubuh nya dengan sebelah tangan nya.
__ADS_1
"Lihat lah luka mu berdarah, " ucap Andini pula, tudak manghirau kan ucapan Kaizal. Ia malah mengkhawatirkan luka Kaizal yang kembali berdarah.
Sedang kan di luar rumah Kaizal, semua arang sudah ramai, karna salah satu warga mengatakan kalau Andini dan Kaizal ada di dalam.
Jadi gimana pak, kita harus hentikan ini semua, kita tau Andini itu tidak bersalah, pasti anak berandalan itulah yang sudah menggoda Andini, " ucap para ibuk-ibuk itu.
Saat mereka sibuk diluar, mobil Ayah Raja pun datang.
"Ada apa ini, mengapa kalian beramai-ramai di sini?, "tanya Ayah Raja.
"Ini pak, Andini ada didalam rumah pria berandalan itu, " jawab ibuk-ibuk yang paling heboh di kompleks itu.
Mendengar itu Ayah Raja langsung marah. Ayah Raja langsung masuk ke dalam rumah Kaizal, kebetulan pintu nya tidak di kunci.
Sampai di dalam, Ayah langsung mbuka kamar yang ia tebak ada lah kamar Kaizal, dan benar saja Andini ada dibkamar itu bersama pria yang yang mereka anggap berandalan.
Apa yang kalian lakukan di sini!?, " tanya pak bapak-bapak yang ikut masuk kedalaman.
"Ayah!
Andini tidak menjawab pertanyaan bapak-bapak itu, ia tetkejut melihat Ayah nya ada di situ.
"Bukan nya Ayah baru pulang besok, " ucap Andini takut.
Tanpa bicara satu patah katapun, Ayah Raja langsung mengambil ponsel nya, dan menelepon istri nya.
"Halo buk, mulai sekarang, tidak ada lagi yang menghalangi pernikahan Clara putri kita, karna Andini kakak nya sudah meninggal, " ucap nya pada istrinya yang ada di luar.
"Pak jangan begitu, ini semua bisa kita bicara kan, kami semua percaya kalau Andini tidak bersalah, " ucap bapak-bapak yang bertanya tadi.
Ayah Raja tidak memperdulikan nya, ia langsung keluar dari rumah itu, meninggal kan putri nya, begitu pun dengan semua orang.
Melihat Ayah nya pergi, Andini hanya bisa menagis.
Ayah pasti hanya marah sebentar, besok pasti Ayah akan menarik ucapan nya kembali, " Andini bicara sendiri sambil menghapus air matanya.
Kaizal yang melihat nya pun mendekati Andini!, aku sudah bilang dari tadi, pergi lah dari sini!, kau tidak mendengar kan nya, " ucap nya mengausap punggung Andini.
Ini lah yang Kaizal takutkan, makanya dari tadi ia menyuruh Andini untuk pulang, tapi sayang gadis itu tidak mendengar kan nya.
"Tidak papa, Ayah tidak akan lama marah nya, " balas nya.
"Terus sekarang kau akan kemana?, " tanya Kaizal.
__ADS_1
Andini pun menggelengkan kepala nya, karna ia tidak tahu harus ke mana.
"Ya sudah!, untuk hari ini kau tinggal di rumah ini, besok kita cari tempat tinggal untuk mu, " ucap Kaizal, merasa kasihan melihat Andini.