Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Flashback


__ADS_3

Kabar yang sangat mengejutkan bagi para kryawan di KZA Grup. Semua orang terkejut, setelah mengetahui siapa bos mereka yang sesungguhnya.


Bagi yang tidak tahu kejadian 11 tahun yang lalu. Mereka sangat memuji-muji Kaizal. berbeda dengan orang yang sudah tahu masalah itu, mereka serikit tidak suka, tapi karna Kaizal pemilik perusahan, jadi mereka semua tidak bisa apa-apa.


Sudah satu jam lamanya Kaizal memeluk Andini, pria itu mencari ketenangan dengan memeluk istrinya.


"Apa boleh aku tahu tentang masalahmu di masa lalu?" tanya Andini, ia masih ada di dalam pelukan suaminya.


"Apa kau akan percaya jika aku menceritakannya?" Kaizal balik bertanya pada Andini. Ia takut Andini juga akan mbencinya setelah tahu masa lalunya.


"Aku akan percaya, sekalipun kau melakukan kejahatan seperti yang orang-orang katakan," ujar Andini.


"Tapi aku ini seorang pembunuh," balasnya melepaskan pelukannya, lalu menatap Andini


"Pasti ada alasanya mengapa kau membunuh," balas Andini, ia menggenggam tangan Kaizal.


"Baiklah, aku akan menceritakannya padamu. Saat itu aku masih umur 24 tahun, dan kejadian itu tepat di malam ulang tahunku yang ke 24.


Malam itu aku pergi berpesta bersama teman-temanku, Untuk merayakan ulangtahunku di sebuash Clup malam.


Flashback


Selesai berpesta dengan teman-temanya seorang pemuda mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, karna ua selali teringat akan pesan ibunya jika mengendarai mobil itu harus menebtingkan keselamatan.


Mebembuh perjalanan 15 menit, sampailah Kaizal di rumah, dalam ke adaan mabuk ia langsung masuk kedalam dengan kunci yang selalu di bawanya.


Saat melewati ruang kerja ayahnya ia tidak sengaja mendengar suara ribut-ribut di ruangan itu. Kaizal mendekat lalu melihat hal yang terjadi di dalam nya.


Kaizal sangat terkejut melihat langsung kejadian itu, tapi saat ia ingin mendenkat tiba-tiba.


Brruuukk

__ADS_1


Kaizal pun terjatuhdi lantai. Di sisa-sisa kesadarannya ia melihat dengan mata keoalanya sendiri kalau ibunya di bunuh oleh anak pembantu di rumah itu.


Pembantu yanng telah membesarkannya.setelah melihat kejadian itu ia pingsan. Pagi harinya saat ia bangun, rumah itu sudah ramai, semua orang berkumpul mengadakan pengajian atas kematian ibunya.


Kaizal sangat marah, kalu menatap orang yang ada di rumah itu satu persatu, sampai dia menemukan sosok orang yang telah membunuh ibukandungnya.


Lalu tiba-tiba.


Doorr doorr doorr


Kaizal menembak pria itu, ia tertawa di depan semua orang, sedangkan Dayus, ia menganga saat melihat kelakuan putranya.


"Teno, putraku!" jerit Bik Darsih mendekati tubuh punranya.


"Mas, dasar anakmu gila. kau membunuh kakak ku!" ujar gadis yang juga lalu mendekati kakaknya.


Bukannya membela putranya, Dayus malah nenelpon polisi untuk menangkap putranya. Membuat Kaizal merasa kecewa pada Ayahnya.


Sedangkan mara tamu lainnya menjerit histeris, melihat tubuh Teno anak pembantu di rumah itu.


"Pah, dia yang sudah membinuh ibu," ujarnya memberi tahu ayahnya.


"Apa buktinya kalau dia yang sudah membunuh ibumu! Kau saja pulang dengan keadaan tidak sadarkan diri!" seru Dayus tidak percaya pada putranya.


Kaizal diam, tapi ia yakin kalau Dia benar-benar melihat itu semu.


Hari itu Kaizal di bawa kekantor polisi, menjalani hukuman selama dua tahun, tiba-tiba Kaizal di bebaskan oleh Bik Darsih, ia mencabut laporannya dan memilih berdamai.


Saat keluar dari penjara. Kaizal sangat terkejut, melihat Ayahnya sudah menikah dengan Iren putrinya Bik Darsih. Dan ia juga mengetahui kalau Bik darsih sudah tau kalau anaknya lah yang membunuh majikannya.


Mengetahui semua fakta itu membuat Kaizal marah dan kecewa pada ayahnya. Jadi ia memilih pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Butuh waktu sembilan tahun Baru ia bisa mencapai kesuksesannya sendiri. Tanpa bantuasn Ayahnya sedikitpun.


Flashback off


Jadi, itu sebabnya selama ini kau bersembunyi di balik Derkan, itu karna kau_." Andini tidak lagi meneruskan ucapannya.


"Kau tidak takut padaku?" tanya Kaizal memastikan.


"Tidak, untuk apa aku takut pada suamiku sendiri," balas Andini tanpa sadar telahengakui Kaizal sebagai suaminya.


Mendengar itu Kaizal tersenyum, ia kembali memeluk istrinya, satu harian mereka menghabiskan waktu di dalam kamar.


"Nanti aku akan membawamu ke makam mama," ucapnya sambil mengecup kening Andini.


Andini hanya mengangguk dan tersenyum membalas ucapan suaminya. Setelah itu mereka berdua keluar dari ruangan itu. Meninggalkan kantor lalu pulang kerumah.


Di tempat lain masih di kota yang sama, Zidan sedang marah pada orang kepercayaannya. dua minggu ini ia memang pergi keluar kota karena ada masalah yang harus ia selesaikan.


Betapa terkejutnya dia mengetahui bahwa Andini keluar dari pekerjaannya. Padahal hanya Andinilah yang bisa ia Andalkan dalam pekerhasn apapun, gadis itu selalu menurut apa aja yang ia katakan.


"Apa kau sudah membujuknya untuk kemvali bekerja disini," ucapnya pada Deanra Asisten sekaligus orang kepercayaannya.


"Sudah Tuan, bahkan kami sudah menawarkan jabatan dan dan gaji yang lebih tinggi, tapi dua tetap menolak," balas Dianra, menjelaskan pada tuannya.


"Baiklah, nanti biar aku yang membujuknya, mastibdia akan kembali bekerja di sini," ujarnya sangat percaya diri.


"Tapi Tuan, dengar-dengar dia sudah pindah dari rumahnya, ada juga kabarnya kalu dia dibusir ayahnya," lanjut Dianra mberi tahu tuannya.


"Pindah kemana dia? Apa kau tau alamatnya yang baru?" tanya Zidan.


"Maaf Tuan, kalau itu saya tidak tau," jawab Dianra.

__ADS_1


"Ya sudah nanti biar ku hubungi dia langsung," ujarnya, setelah itu iamenyuruh Dianra keluar dari ruangannya.


__ADS_2