Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Persiapan Pesta


__ADS_3

Seperti yang sudah Kaizal rencanakan, dia akan mengadakan pesta peresmian pernikahannya dengan Andini.


Kaizal menyerahkan semuanya pada Derkan, membuat Asistennya itu sangat sibuk. Karna mengurus segala persiapan pesta yang akan berlangsung satu hari lagi.


Derkan sudah memerintahkan orang untuk membagi undangan keseluruh perusahaan dan pekerja di kota itu. Itu sudah termasuk juga untuk Ayah dan ayah mertua tuannya.


Walaupun Derkan yang mengurus semuanya. Tapi tetap saja semuanya harus seperti yang Andini inginkan.


...********...


Di tempat kerjanya Ayah Raja merenung, sambil melihat undangan yang ada di depannya. jika dia tidak pergi Apa yang akan dia katakan pafa rekan kerjanya, karna banyak dari mereka mengenal Andini.


Tapi jika dia datang, dia juga bongunh harus bersikap apa pada Anak dan menantunya, benar-benar mbingumgkan bagi Ayah Raja.


Sangat berbeda dengan dengan rekan-rekannya yang merasa bangga di mana mereka mendapat undangan pesta dari pemimpin perusahaan besar seperti merusahaan KZA Grup, yang sudah terkenal beberapa tahun ini.


Karna pusing memikirkan itu semua, ahirnya Ayah Raja pulang kerumah dengan tidak semangat seperti biasanya, di tambah lagi dia merasa kurang sehat ahir-ahir ini.


Karena memikirkan Jabatannya yang sebentar lagi akan segera berahir, dia memang kembali mencalonkan diri, tapi melihat lawannya yang sekarang membuatnya kurang percaya diri.


Sampai di rumah Ayah Raja keluar dari mobil, lalu masuk ke dalam.


"Ayah sudah pulang?" tanya ibu Annis menyambut suaminya.


"Iya Bu, Ibu bisa panggilkan dokter, Ayah merasa kurang sehat," ucap Ayah meminta pada istrinya.


"Bisa yah, Ayah istirahat aja dulu, Ibu telpon dokter dulu untuk datasng ke sini," balas ibu Annis menuruti permintaan suaminya.


Ayah Raja mengangguk tanda setuju, lalu masuk kekamar. Tak berapa lama Ibu Annis datang membawakan segelas air hangat untuk suaminya.


"Minum dulu Yah," ucap Ibu memberikan gelas yang ia bawa.


"Bentar lagi Dokternya akan datang, Ayah sabar dulu ya," lanjut ibu Annis, memberi tahu suaminya.


Benar saja, Dokter datang, di antar oleh Bik Iyem masuk kekamar.


"Permisi Pak Raja, saya periksa dulu ya," ucap Dokter itu, meminta ijin terlebih dahulu.


"Iya Dok," balas ayah mempersilahkan. Dokter pun memeriksa keadaan Ayah Raja.


"Tekanan darah Pak Raja naik, Mungkin Pak Raja lagi banyak pikiran?" ucap Dokter itu lalu bertanya.


Ayah Raja hanya mengangguk, karna memang benar ia sedang banyak pikiran, yang membuatnya sering merasakan sakit di kepalanya.

__ADS_1


Selesai memeriksa Ayah Raja, dan memberikan obatnya, Dokter itupun berpamitan. Lalu Ibuk Annis kembali meminta Bik Iyem mengantar dokter itu ke depan.


Memasngnya apa yang ayah pikirkan?" tanya ibu Annis, ia duduk di samping suaminya.


"Tidak ada Bu, bapak cuma lagi mikirin pekrjaan, Ibu kan tau, sebentar lagi akan ada pemilihan, Ayah kembsli mencalonkan diri. jadi Ayah harus kerja keras lagi supaya bisa terpilih kembali," jawab Ayah Raja menjelas kan pada istrinya.


"Itu artinya ayah memikirkan sesuatu, lalu kenapa di bilang tidak ada," lanjut Ibu Annis.


"Oh ya Bu, besok ada undanan peresmian pernikahan Andini dan suaminya, tapi Ayah bingung, mau datang atau tidak kesana," ujar Ayah memberitahu istrinya.


"Apa Ayah ada niat untuk datang ke pesta itu?" tanya Ibu Annis.


"Gak tau Buk, Ayash sudah malu bertemu, mereka, lebih baik tidak usah," jawab Ayah Raja, jawaban yang membuat ibu Annis kecewa.


Yah sudah satu munggu ini, Ayah Raja mengatakan dia menyesal sudah mengisir dan tidak menganggap Andini ada, tapi dia masih malu mengungkaspkannya pada Anak dam menantunya.


Ibu Annis hanya bisa mbuang nafas, melihat ego suaminya yang besar, dia juga tidak mau mengatakan pada Andini, menurutnya biarlah suaminya itu mengakui kesalahannya sendiri.


Di rumah Dayus, istrinya terus marah-marah, setelah menerima undangan dari anak sambungnya. Ia marah karna sekarang perusahaan suinya sudah di bawah perusahaan anak sambungnya itu.


Apa lagi saat melihat isi indwasngan itu, di msma mengataskan kaslu Acaranya adalah peresmian pernikshan. Hal itupun membuatnya semskin marah.


Sebenarnya dari dulu Iren mencintai Kaizal, tapi Kaizal tidak pernah membalas cintanya, Kaizal selalu menganggapnya sebagai pembantu, karna dia itu anak dari pembantu.


"Apa kau tidak merasa malu! kalau perusahaanmu ada di bawah perusahaan Kaizal!" seru Iren mencoba memanas-manasi suaminya.


Iren sangat geram melihat sifat suaminya sekarang, karna sudah tidak mau lagi menuruti semua keinginanannya.


"Biarlah, dia kan masih muda, sedangkan aku sudah tua, harusnya sudah waktunya istirahat," balas Dayus santai.


Sekarang dia sudah tidak lagi mememikirkan hal yang tidak akan bisa ia gapai, karna itu hanya akan menurunkan kesehatannya


Sekarang yang Dayus pikirkan, bagai mana ia tetap bisa menjalankan usahanya. Jarna itu sudah cukup bagi kerluarganya dan mereka tidak merasa kekurangan, dan satu lagi, dia bisa melihat Raka besar, itu saja sudah cukup baginya.


Iren merasa percuma bicara pada suaminya, ahirnya ia memilih diam dan pergi dari rumah, keluar bersama teman-temannya.


"Iren! kau mau kemana?" tanya Dayus saat melihat istrinya keluar dari kamar.


Tapi sayang istrinya itu tidak mendengarkannya. Dayus membuang nafas, begitulah istrinya dari dulu, setiap kali ada pertengkaran dan ada ke muan yang tidak ia turuti, maka Iren akan pergi, bahkan kadang sampai tidak pulanh kerumah.


...*******...


"Bagai mana? apa semuanya sudah beres?" tanya Kaizal. Saat ini mereka di perjalanan pulang.

__ADS_1


Sudah hampir selesai Tuan, mungkin besok semuanya akan selesai," jawab Derkan, apa adanya.


"Ingat, jangan sampai ada kesalahan, dan besok suruh orang menjeput Bik Darsih! dia tidak akan bisa datang sendiri," lanjut Kaizal memberi perintah pada Asistennya.


Derkan mengangguk tanda setuju, dia melajukan mobilnya, dengan kecepatan sedang. sempai di rumah Kaizal turun dan berpesan, besok tidak perlu datang menjemputnya.


Derkan kembali mengangguk, dia tau mungkin Tuannya itu harus membersiapkan diri, karna semenjak dia terjun langsung di perusahaan, Tuanya itu samgat sibuk.


Setelah Kaizal masuk, Derkan juga pergi dari Rumah itu. Karna masih banyak yang harus di selesaikan, dia juga tidak ingin terjadi kesalahan saat acara nanti.


Ckleek


Kaizal membuka pintu kamar lalu masuk.


Di mana dia, biasanya di sini, tapi kok gak ada," ucap Kaizal bicara sendiri.


Kaizal memeriksa kamar mandi, tapi tidak menemukan Andini, lalu ia kembali turun ke bawah.


"Bik Andini ada di mana?" tanya Kaizal pada pembatunya.


"Ada di taman belakang Tuan," jawab bibik, lalu papit kepada tuannyan.


Kaizal melanjutkan langkajnya ketaman belakang, ia melihat istrinya duduk di tepi kolam ikan.


"Kau sedang apa?" tanya Kaizal duduk di samping Andini.


"Aku sedang duduk, memangnya kau tidak lihat," jawab Andini.


"Aku tau kau sedang duduk, tapi apa yang kau lakukan?" tanya Kaizal lagi.


Aku sedang memberi ikan-ikan ini makan, mereka terlihat sangat bahagia, walaupun harus menunggu majikannya memberikan mereka makan," balas Andini tersenyum.


Kaizal mengerutkan keningnya, ia tidak mengaerti ucapan istrinya.


Andini tersenyum, iya menyandarkan kepalanya di bahu Kaizal, lalu nercedita tentang kerinduannya.


Cukup lama mereka menghabiskan waktu di situ, lalu Kaizal mengajak Andini masuk kedalam, Andini patuh mereka masuk kedalam rumah.


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏


Love you sekebun buat kalian semua 💓💓💓💓💞💞

__ADS_1


__ADS_2