
Andini hanya bisa memperhatikan ayahnya masuk ke dalam kamarnya. Bu Annis melihat Andini memerhatikan ke pergian suaminya, merasa kasihan pada putrinya itu.
"Sudah! kamu tidak usah pikirin ayah, nanti biar ibu yang ngomong, karna sudah seharusnua dia itu meminta maaf sama kamu," ucap Bu Annis. Ia akan membujuk Suaminya meminta maaf pada Andini.
Andini hanya tersenyum menanggapi ucapan ibunya, lalu ia berkata "Bu kita timggal di rumah aku aja ya!" ucapnya mengajak ibunya.
"Ibu sih mau Nak. Tapi ayahmu, kau tau sendirikan ayahmu seperti apa?" balas Bu Annis. Ia sangat bahagia tinggal bersama Andini. tapi tidak dengan suaminya.
"Aku mohon Bu, bujuk lah ayah! ini demi ke baikan Clara," ujarnya. Andini berharap ibunya akan mengerti.
"Pasti ada alasannyakan? kenapa kau mengajak ayah dan ibu tinggal bersamamu. Apa Nak Andra tidak setuju ibu dan ayah tinggal di sini?" Bu Annis bertanya. Clara yang mendengar pertanyan ibunya hanya bisa menunduk.
Maafin Clara Bu. Clara gak bisa apa-apa, Mas Andra yang mengatur semuanya," ujatnya sendu.
"Sekarang katakan sama Ibu! Apa kau di perlakukan dengan baik sama Nak Andra? tanya Bu Annis.
Sungguh pertanyaan yang sangat sulit untuk Clara menjaganya, tapi kalau tidak di jawab ibunya pasti selalu memikirkan itu.
"Mas Andra..., memperlakukan aku dengan baik Bu, dia memang tidak terlalu suka jika kami di dampini orang tua. Bukan cuma ibu dan ayah kok, mama dan papa juga, dia maunya kami hidup mandiri tanpa melibatkan orang tua." Bohong Clara, menjawab pertanyasn ibunya.
"Kau tidak sedang berbohongkan?" tanya Bu Annis lagi.
"Gak Bu," jawab Clara singkat.
Bu Annis pamit pada kedua putrinya, ia harus membujuk suaminya, agar mau tinggal bersama Adnini. ayah Raja yang ada di dalam kamar. ternyata ia mendengarkan semua pembicaraan anak dan istrinya. Karna kamar yang mereka tempati memang tidaklah jauh dari ruang tamu.
Bu Annis merasa heran, iya hanya sekali mngajak suaminya tinggal di rumah Andini. Suaminya itu pun langsung bersedia. ayah Raja dan Bu Annis pun selesai berkemas, mareka keluar dari kamar dengan ayah Raja yaah menyeret dua koper.
Andini neminta Pak Deno untuk memasukan koper ibu dan ayahnya ke mobil, lalu mereka berpamitan pada Clara.
__ADS_1
Setelah Bu Annis memeluk Clara, sekarang giliran Andini, "Kalau kau butuh sesuatu! apa pun itu tolong segera hubungi kakak, dan ingat jaga dia dengan baik!" ucap Andini, memegang perut Clara, sekaligus mengingat kan adiknya. Clara pun menguk mengiakan ucapan kakaknya.
Clara hanya bisa melihat mobil kakaknya, membawa pergi ayah dan ibunya, padahal ia senang kalau Ayah dan iuny. tapi Clara tidak bisa apa-apa, selain menuruti suaminya.
Saat di perjalanan, Andini kembali menghubungi Kaizal, ia meminta suaminya untuk makan siang di rumah, karna akan ada aya dan ibunya. Tanpa protes, Kaizal pun setuju.
Sampai di rumah, Andini mempersilahkan ayah dan ibunya untuk masuk, ia meminta pembanntu menyiapkan makan siang.setelah itu ia membawa Ayah dan Ibunya ke kamar yang akan mereka tempati.
"Ayah, Ibu. sekarang kalian istirahar dulu ya! nanti kalau makan siangnya sudah selesai, Andini datang lagi!" ucap Andini.
"Iya Nak," balas Bu Annis singkat. Andini pun keluar dari kamar ibunya.
"Ayah lihat..., putri yang ayah benci hanya karna kesalah yang tidak ia perbuat, dia tetap menerima kita dengan baik, di tambah lagi menantu yang tidak kau anggsp sama sekali ia sudah menjaga putrimu dengan sangat baik" ucap Bu Annis panjang lebar.
Ayah Raja hanya mendengarkan perkataan istrinya, ia sadar sekarang kalau tidak semua masalah itu harus di hindari, tapi harus di hadapi. dulu saat memutuskan hubungannya dengan puntrinya, ia pikir akan menyelesaikan semua masalahnya.
"Bu, kalau Ayah minta maaf! apa Andini akan memaafkan Ayah," ucap Ayah Raja tiba-tiba. membuat Bu Annis melihat ke arahnya.
"Pasti Yah, Andini pasti memaafkan Ayah," balas Bu Annis. Ayah Raja pun berhatap begitu, lalu mereka lanjut mengobrol, dengan bu Annis meyakinkan suaminya kalau dia memang harus meminta maaf pada putri mereka itu.
Di luar kamar Andini sibuk, membantu bibik menyiamkan makan siang mereka. Kalau siang keadaan Andini memang membaik, keluhannya hanya saat pagi, kadang ada waktu tertentunya.
"Masak apa sayang?" tanya Kaizal. ia memeluk Andini dari belakang.
"Kai, apa yang kau lakukan? malu diliatin sama bibik," bisik Andini. tapi Kaizal tidak perduli, ia malah mengeratkan pelukannya, sebentar setelah itu ia mengangkat istrinya.
"Kai, jangan! turunkan aku!" seru Andini! saat ia di angkat oleh Kaizal, dan membawanya ke lantai atas.
Bibik yang melihat majikannya, hanya bisa meleng-gelengkan kepalanya, terkadang majikannya itu sudah diam-diaman, kadang bertengkar, tapi ahir-ahir ini majikannya itu terlihat romantis.
__ADS_1
Andini menjerit, terus meronta-ronta sambil tertawa, saat Kaizal membawanya naik ke lantai atas, tanpa mereka sadari kalau ayah dan Bu Annis mendengar mereka, keduanya pun keluar dari kamar. Betapa malunya Ayah dan Bu Annis melihat kelakuan putri danmenatunya, terlebih lagi Andini ada di gendongan Kaizal.
"Kai turunin, ada Ibu, dan ayah," bisik Andini. Barulah Kaizal menurunkan istrinya.
"Ayah, Ibu!" icap Andini, saat ia sudah turun dari gendongan Kaizal.
Bu Annis tersenyum melihat putri dan menantunya, "Maaf ibu menganggu kalian, kalau begitu Ibu masuk dulu ya," ucap Bu Annis. ia juga malu pada menantunya.
Bu, tadi itu Kaizal cuma iseng. Bagai mana kalau kita ke bawah saja? bentar lagi makan siangnya juga selesai kok!" balas Andini mengajak Ayah Dan ibunya.
Ayah dan Bu Annis setuju, mereka turun ke bawah, menuju ruang tamu.
Bu Annis Kaizal dan Andini sedang mengobrol, sedangkan Ayah, ia hanya diam menjadi pendengar saja.
"Andini!" panggil Ayah Raja tiba-tiba. Membuat ketiganya melihat ke arahnya.
"Iya Yah," Andini pun menyahut
"Ayah minta maaf, karna sudah menyakiti perasaanmu," ucap Ayah Raja. Andini terkejut saat mendengar ucapan ayahnya. ia mendekati ayahnya yang selalu ia rindukan.
"Ayah tidak perlu meminta maaf, aku sudah memaafkan Ayah, jauh sebelum ayah meminta maaf, " balas Andini. Ayah Raja, menangis ia memeluk putrinya dengan erat. begitu pun sebaliknya, Andini membalas pelukan ayahnys. rasa tidak enak dan rasa bersalah sudah menjadi satu di hati ayah Raja.
Terima kasih Nak, benar kata ibumu kau adalah wanita yang sangat baik, rasanya Ayah tidak pantas mendapat maaf dari mu," balas Ayah Raja. merasa tidak pantas memgingat perbuatannya pada putrinya itu.
Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏🙏
Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏
LOVE YU sekebon buat kalian semua yang sudah baca novel receh mak❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1