Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Terungkapnya kejahatan Iren. kebahagiaan Tamat


__ADS_3

Selama seminggu ini Derkan terus mengikuti Iren. Ia membiarkan saja apa yang ingin wanita itu lakukan. Saat mendengar Iren mengatakan ingin mencuri berkas penting dan beberapa surat rumah dan dokumen penting lainnya, salah satunya sertifikat rumah. Kaizar pun dengan sengaja membocorkan tempat dan mengosongkan rumah peninggalan ayahnya.


Derkan sudah memberikan semua bukti yang ia kumpulkan. Ia juga memberitahu Kaizal, siapa yang sudah membantu Iran dalam mengurus semuanya. Adnan merasa tidak percaya, setelah ia mengetahui siapa orang yang membantu Iren.


"Bagaimana, Der? Apa semuanya sudah siap?" tanya Kaizal. Derkan pun mengangguk, karena semua sudah disiapkannya dengan baik.


"Bagaimana bisa dia masih hidup? Padahal aku sendiri yang sudah menghabisinya." Kaizal terus bergumam sambil memperhatikan pria yang ada di dalam rumah Ayahnya.


Iren dan pria yang bersamanya, segera masuk ke dalam rumah. Mereka masuk menggunakan kunci cadang yang ada pada Iren.


"Kakak yakin? tempatnya ada di sini? Jangan-jangan Kaizal bohong lagi. Kenapa tempatnya semenyeramkan?" Iren bertanya pada kakaknya.


"Iya, Ren. Aku dengar sendiri, saat Kaizal mengatakan kalau dia menaruhnya di sini," jawab Teno. ia sangat yakin, karena ia mendengar ucapan Kaizal langsung.


"Tapi aku kok kayak curiga ya dengan tempat ini. Karena Kaizal terlalu mudah mengatakannya," balas Iren. Sambil memperhatikan kamar yang ia masuki.


"Siapa bilang dia berbohong. Ini buktinya," ucap Teno. Menunjukan sebuah koper yang berisi berkas-berkas yang sedang mereka cari.


"Benarkah! Mana coba? Aku mau melihatnya" balas Iren. ia mendekatkan diri pada akaknya, lalu memeriksa berkas yang didapatkan oleh Tone.


Melihat berkasnya asli dan lengkap, membuat Iren tersenyum. Lalu mengajak kakaknya keluar dari kamar ini. Saat membuka pintunya, Iren merasa heran, mengapa pintunya terkunci.


"Kak, pintunya kok di kunci?" ucap Iren. Tone pun mendekat, lalu membuka pintunya, yang memang terkunci.


"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan yang kalian inginkan?" Sebuah suara terdengar di dalam kamar itu. Tapi tidak ada orang di dalam, selain mereka berdua.


"Kaizal! Ka--"


"Ya,  Aku memang sengaja melakukan ini, dan nikmati saja nasib kalian di dalam penjara," balas Kaizal. yang memotong ucapan Iren.


Benar saja, pintu nya pun terbuka dan menampilkan pak polisi. Tone mendorong kuat polisi itu. la berlari keluar dari kamar. Langkahnya terhenti saat Kaizal dan Derkan menghadangnya.


Bukk!!


Kaizal melayangkan tinjunya pada Tone, m ef membuat pria itu terhitung kebelakang, dan terjatuh di lantai. Polisi yang segera mendekati Teno. 

__ADS_1


Adnan merasa lega, karena kejahatan memborgol tangan pria itu. Setelah itu mereka berdua dibawa oleh polisi.


 Aharinya sudah terbongkar. Kazal juga mengetahui, kalau selama ini orang yang ia kira sudah membunuh ibunya, sudah meninggal. Ternyata  tidak, pria iti hanya pura-pura mati, dan memalsukan kematiannya, agar membuat Kaizal masuk penjara.


Jadilah Iren dan kakaknya di penjara selama seumur hidupnya. Karena sudah melakukan pembunuhan berencana, dan juga sudah membunuh ibunya Kaizal. Belum lagi masalah penipuan dan pemalsuan kematiannya.


Kalau Kaizal merasa senang telah berhasil membongkar semuanya. Lain halnya dengan Raka, bocah itu metadata sedih dan kecewa pada ibunya. Ia tidak menyangka, ternyata ia bukanlah anak kandung dari Dayus. itu semua  tertulis di sebuah kertas, yang ditinggalkan oleh Dayus sebelum ia meninggal.


Itu juga lah penyebab Fayus kecelakaan. karena Iren berniat mengatakan yang sebenarnya pada Raka, dan Dayus ingin mencegahnya, siapa pasangka mobilnya sudah disabotase lebih dulu oleh Teno.


"Sudah lah, Ka. Walaupun kita tidak ada hubungan darah. Aku akan tetap menjadi kakakmu. Kakak yang akan selalu menjaga dan menyayangimu," ucap Kaizal. Sambil memeluk Raka.


"Tapi, Aku ini anak dari seorang pembunuh, Kak. yang lebih parahnya lagi, orang tuaku sudah membunuh mama dan papa, Kakak." Raka membalas dengan sendu.


"Sudah sekarang kita lupain semuanya! Mari kita buka lembaran baru dengan kehidupan baru," sahut Andini. Datang dengan perut yang sedikit membuncit.


"Iya kak. Aku akan menurut sama kalian berdua. Tapi aku boleh meminta sesuatu 'kan?" balas Raka. Dengan meminta sesuatu.


"Meminta apa? Kalau itu baik dan tidak merugikan kita semua, pasti Kakak turutin," ujar Andini. lalu  menatap ke arah Kaizal. meminta pria itu juga setuju dengan ucapannya.


Kaizal tidak masalah dengan permintaan Raka, ia pun menuruti keinginan Raka, dengan syarat harus sekolah di pesantren, agar memiliki tempat tinggal yang baik. Jadi Kaizal busa merasa tenang. Raka pun setuju dengan sarat yang Kakaknya berikan.


*************


Tidak terasa waktu sangat cepat berlalu. sekarang usia kandungan Andini sudah memasuki bulan ke sembilan, di mana ia tinggal menunggu waktu untuk persalinan.


Kaizal dan Andini kembali tinggal berdua. Karena ayah Raja dan bu Anis sudah kembali ke rumahnya, karena Kaizal berhasil membeli rumah itu kembali. Sekarang ayah Raja bukan hanya tinggal bersama istrinya, meteka juga tinggal bersama Clara, dan putranya.


Ya, sekarang Clara sudah memiliki putra. Dia juga sudah meninggalkan Andra, karna sudah tidak tahan lagi dengan sifat Andra, yang sekarang sudah menjadi mantan suaminya.


"Mas, Mas bangun!" Andini menggoyang-goyangkan tubuh Kaizal. Karna ia merasakan perutnya yang tiba-tiba sakit.


"Ya, Sayang. Kamu kenapa?" baHw+tlas Kaizal, malah bertanya.


"Kamu kok malah nanya kir, Mas. Sakit, kayaknya aku mau lahiran." cetus Andini. menjawab pertanyaan Suaminya.

__ADS_1


"Apa! Kamu mau lahiran," balas Kaizal panik. ia langsung berdiri dari ranjangnya. Sangking paniknya Kaizal. Bukannya langsung menolong Andini, Tapi dia malah mondar-mandir. Membuat  kesal dan merutuki suaminya.


Ya,  sekarang Andini memang sudah seberani itu, pada suamunta. Karena walaupun Kaizal tidak memberitahunya, ia sudah tahu kalau pria itu sangat mencintainya.


Dengan kesal Andini meminta suaminya untuk membawanya kerumah sakit, karna paniknya, pria itu bensr-brnar bingung harus apa dan bagaimana. Setelah mendengar permintaan istrinya. Sekaramg Kaizal sudah ada di rumah sakit, ia sedang menemanini strinya di dalam ruangan.


Selamat ya, Pak. Anaknya permpuan, dia sangat cantik, persis ibunya," icap suster yang membantu persalinan Andini.


terima kasih, Sus," ucap Kaizal, dengan sangat bahagia. Kaizal juga mengucapkan terima kasih pada istrinya, karna sudah melahirkan buahati mereka dengan selamat.


Dokter dan suster pun memindahkan Andini keruangan lain. Kaizal sudah memberibtahu mertuanya atas kelahiran putrinya, jadi sekarang mereka semua sudah ada di ruangan Andini. Unruk memberikan selamat pada wanita itu.


"Kakak, sudah menyiapkan nama untuk si kecil ini?" tanya Clara. sambil mentoel pipi cabi bayi yang baru lahir itu.


"Sudah. Namanya, Kaisya Adinda Arjaya." Kaizal meniaean. Sekaligus mengatakan nama putrinya. 


"Nama yang bagus," sahut Rajavdan Annis bersamaan. 


"Terus kita panggil siapa dong?" lanjut bu Annis bertanya. 


"Kaisya, Bu. Biar kayak mirip nama Mas kazal," timpal Andini. Semua orang pun setuju dengan panggilan bayi mungil itu. 


Kaizal merasa kebahagiaan nya sudah lengkap. Memiliki istri  cantik dan lpenyayang, sekarang ia kembali diberikan putri yang cantik. Sungguh kebahagiaan yang tidak bisa Kaizal ungkapkan.


*


*


*


*


*Tamat


Terima kasih untuk semua yang udah ngikutin kisahnya Kaizal dan Andini. Maaf mak nulisnya terkesan buru-buru. karna mak pengen coba regulasi baru, jadi kita bisa bertemu di lain waktu di rumahnya Raka fam pasangannya tentunya, siapakah pasanganya nanti. Ikuti terus ya setiap cerita mak

__ADS_1


Sekian dan terima kasih. lov you sekebon buat kaluan semua ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2