Terpaksa Menikah Karena Salah Paham

Terpaksa Menikah Karena Salah Paham
Pertengkaran di Restoran


__ADS_3

Acara pesta sudah selesai, Andini dan Kaizal sudah kembali kerumah mereka. Semuanya sudah kembali seperti semula. Kaizal kembali di sibukan dengan pekerjaanya, sapai-sapai ia jarang punya waktu untuk istrinya.


Sudah 2 minggu ini, Kaizal sibuk mengurus barang yang akan di pasarkan, ada salah satu karyawannya berhianat, sengaja memmbuat kesalahan dengan mencapur barang yang masih baru dan yang. Yang mengakibatkan barang mereka di tolak.


Untung Kaizal dan Derkan segera mengurusnya, membuat masalah itu cepat terselesaikan, dan karyawan itu di pecat .


Hari ini Kaizal kembali berangkat ke kantor, setelah Kaizal pergi ke kantor, Andi hanya menikmati harinya di rumah, ya itu dengan mengoleksi buku-buku. Siang harinya, Andini pergi kesebuah restoran untuk bertemu dengan ibunya.


Sampai di restoran, Andini keluar dari mobil, lalu masuk kedalam, ia mencari keberadaan ibunya, setelah menemukannya ia mendatangi sang ibu.


'"Maaf ya buk, Andini lama," ucap Andini tidak enak, karna sudah membuat ibunya menunggu.


"Gak papa Din, ibu juga baru nyampe kok," balas Annis, ia tersenyum melihat putrinya yang selalu saja tidak enakan.


"Kita pesan makannannya atau kamu mau apa dulu?" tanya Annis menawarkan pada putrinya.


"Kita pesan makanannya aja ya buk," jawab Andini, yang kebetulan memang sudah merasa lapar.


Ahirnya mereka memesan makanan yang mereka inginkan, sambil menunggu pesanan datang Andini pamit pada ibunya untuk ke toilet. Saat melewati banyak nya meja, Andini seperti melihat sosok yang sangat ia kenal.


Andini melupakan niatnya untuk ke toilet, perlahan ia mendekat ingin memastikan apakah dia hamya salah melihat.


Andini diam, dia mematung di tempatnya berdiri, dia melihat dengan jelas kalau suaminya itu sedang makan bersama seorang wanita yang ia kenal. Yang lebih parahnya lagi wanita itu sedang membersihkan sisa makanan di mulut Kaizal, dan Kaizal hanya diam saja.


Air mata Andini meluncur begitusa, ia perlahan mundur, sampai tidak sengaja menabrak orang yang ada di belakangnya, yang sudah dari tadi memperhatikannya.


"Maaf aku tidak sengaja," ucap Andini meminta maaf, karna memang ialah yang bersalah.


"Iya tidak masalah," balas orang yang di tabrak Andini itu, lalu mereka saling berhadapan.


"Andini!


"Zidan!

__ADS_1


Seru keduanya bersamaan. Lalu Zidan melihat ke belakang Andini, dimana ia melihat Kaizal duduk bersama wanita. Jadilah Zidan memiliki rencana.


"Andini, kau menangis? siapa yang tega mbuatmu bersadih?" tanya Zidan, pura-pura tidak tahu.


"Tidak, tadi aku hanya kelilipan saat di toilet," bohong Andini, ia mbersih kan sisa air matanya.


Zidan tersemyum, mengulurkan tanngannya untuk membantu Andini, niat untuk membersihkan air mata Andini. Tapi Andini mundur secara mendadak, membuat dia hampir saja terjatuh kala Zidan tidak segera menangkapnya.


Hal itupun di lihat oleh Kaizal, ia langsung emosi tidak tahan melihatnya. Kaizal langsung berdiri dari tempatnya duduk, berjalan mendatangi keduanya.


"Oh, jadi ini yang kaulakukan! tanpa sepengatahuanku kau selalu bertemu dengan mantan bosmu ini!" tuding Kaizal, membuat Andini mendorong Zidan agar menjauh darinya.


"Kau salah Kai, aku tidak sengaja bertemu dengan Pak Zidan disini, tadi dia hanya membantuku saat aku mau terjatuh," jelas Andini.


Tapi Kaizal tidak mendengarkan Andini, dia menatap Andini dan Zidan bergantian. Setelah itu Kaizal melayangkan pukulan pada Zidan, menbuat bibir pria itu berdarah.


"Kaizal stop!" bentak Andini, saat ia melihat Kaizal kembali melayangkan tinjunya pada Zidan.


"Jadi kau lebih membelanya dari pada aku, iya," cerocos Kaizal, yang kecewa pada Andini yang membentaknya.


"Itu karna kau keterlaluan, dan aku datang, bukan bertemu dengannya, tapi bertemu dengan ibu!" balas Andini.


Setelah mengatakan itu, Andini pergi meninggalkan Restoran, tanpa pamit lebih dulu pada ibunya, karna Andini tidak mau ibunya tau kalau dis sedang menangis.


Andini meminta supir untuk mengantar ibunya pulamg, dan ia pergi naik taxi, Andini hanya mengirim pesan pada ibunya kalau dia ada urusan mendadak dan harus pulang cepat, agar ibunya tidak curiga.


Andini sangat kecewa pada Kaizal, dia sudah menuruti semua keinginan Kaizal untuk menjahi temannya, tapi suaminya itu dengan enaknya pergi dengan wanita dan bermesraan dengan wanita itu.


Setelah kepergian Andini, Zidan tersenyum dan menepuk bahu Kaizal, lalu mendekatkan wajahnya pada Kaizal.


"Harusnya kau tau bro, kalau istrimu itu tidak pernah berbohong, dia wanita yang polos dan baik, dan ya satu lagi, dia sudah melihat kemesraanmu dengan kekasihmu itu," bisik Zidan sambil tersenyum. Lalu Zidan pergi meninggalkan Kaizal yang mematung.


"Sayang, kamu kok ningalin aku sih," ucap Laras, bergeleyut nanja di lengan Kaizal.

__ADS_1


"Laras lepasin aku! aku mau pulang sudah cukup aku menurutimu, sekarang terserah kau mau apa!" bentak Kaizal, menghpaskan tangan Laras.


Kaizal pergi meninggalkan Laras, dia masuk ke mobilnya menjalankannya dengan kecepatan tinggi. Kaizal langsung menuju rumah, karna ia berfikir kalau Andini itu pulang.


Sampai di rumah buru-buru Kaizal keluar dari mobil nya masuk kerumah langsung menuju kamar. Di kamar, Kaizal langsung mencari keberadaan istrinya, tapi sayang ia sudah mencarinya sampai kekamar mandi tapi Andini tudak ada.


Kaizal kembali turun ke bawah dan bertanya pada bibik, apa istrinya sudah pulang atau tidak, ternya istrinya tidak pulang kerumah.


Kaizal kembali masuk kemobilnya, dia pergi pembelah jalan tanpa tau kamana arah dan tujuannya, karna dia tidak tau di mana istrinya berada.


Lelah berkeliling tanpa tujuan, Kaizal menghentikan mobilnya mencoba menghubungi Andini, tapi istrinya itu tidak mengangkatnya. Kaizal terus mencoba menghubunginya, dia juga mengirim beberapa pesan tapi tidak di balas juga.


"Aahhh!


Marah Kaizal, dia memukul setir mobilnya, untuk melampiaskan kemarahannya dengan menjerit sekuat yang ia bisa. Merasa lebih tenang Kaizal menjalankan mobilnya menuju kantor, karna dia juga harus mengurus pekerjaannya yang masih menumbuk.


Sedangkan Andini, ia lebih memilih mencari tempat yang tenang dan damai dengan mendatangi perpustakaan UMUM, menurut Andini hanya itulah tempat yang tepat untuknya saat ini.


Andini melepaskan semua kesidihannya, dia sedikit heran pada dirinya sendiri, tidak biasanya ia segampang itu marah dan bersedih, bukan ini yang perta kali ia melihat Kaizal dan Laras, tapi baru kali ini ia merasa sedih dan marah pada suaminya itu.


Menghabis kan waktu 2 jam di perpustakaan UMUM, Andini merasa sudah lebih tenang, barulah ia pulang ke rumah.


"Nyonya baru mulang? tadi tuan pulang mencari Nyonya." Bibik bertanya sekaligus memberitahu.


"Iya Bik," balas Andini singkat.


Andini melanjutkan langkahnya kekamar, sampai di kamar dia mengecek ponselnya, banyak panggilan tak terjaeab dari suaminya, dan beberapa pesan, permintaan maaf.


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏


Love you sekebun buat kalian semua 💓💓💓💓💞💞

__ADS_1


__ADS_2