
Setatah kepergian Iren. Sudah satu minggu ini Dayus Selalu termenung, ia berpikir mungkin inilah hukuman untuknya karna sudah menghianati istrinya, ya itu ibunya Kaizal. dulu wanita itu sangat menghormatinya, menyayanginya dan mengutamakannya dalam segalahal.
Hanya karna tergoda dengan kecantikan yang lebih muda, ia meninggalkan wanita yang sudah jelas ia tahu sangat mencintainya. Sekarang ia sudah mendapat hukumannya, selama berumah tangga. Ya itu ia tidak pernah
merasakan yang namanya bahagia, yang ada hanya pertengkaran dan pertengkaran, karna meteka selalu berbeda pendapat.
"Pa, pulang sekolah nanti, Raka main ke rumah kakak ya," ucap Raka, meminta ijin pada ayahnya. saat ini mereka sedang ada di meja makan.
"Iya..., tapi Raka di antar supir Ya," Balas Dayus, memberi ijin pada putranya. Raka pun mengangguk, ia merasa sangat bahagia
Selesai sarapan Mereka berangkat. sebelum ke kantor, Dayus lebih dulu mengantar putranya.
"Oh iya Pa, dua hari lagi kami akan mengadakan perpisahan, karna ini kan tahun terahir kami di sekolah SD," ucap Raka, memberi tahu ayahnya.
"Iya, nanti Papa usahakan, agar bisa hadir," balas Dayus, sambil ia mengusap kepala putranya.
Sampai di sekolah Raka keluar dari mobil, sedangkan Dayus, meminta supirnya untuk melanjutkan perjalanan mereka ke kantor.
"Kak Rakaaa!
Teria Rere, ia berlari agar bsa mendekati Raka. Raka yang merasa namanya di panggil menoleh dan ia sudah pendapati Rere di belakangnya.
"Rere...! kamu jangan lari-larian, nanti jatuh," sahut Raka. Rere hanya cengengesan dengan napas yang masih ngos-ngosan.
"Hehehe, Bentar lagi kakak gak akan sekolah di sini lagi, kalau ada yang jahatin, nanti gak akan ada deh yang belain Rere," ujar gadis itu sedih. Selama ini hanya Raka lah yang mau membelanya, yang lainnya hanya mau mengejek nya.
"Rere harus bisa jaga diri sendiri, kalau mereka jahat lawan aja, jangan mau di tindas sama mereka," balas Raka. mengajari Rere.
"Tapi kan Rere anak perempuan, kata mama, anak perempuan itu gak boleh berantem," ujar Rere. karna itu lah yang selalu ibunya pesankan padanya.
__ADS_1
Raka berhenti di depan kelas Rere, ia memegang kedua bahu gadis kecil itu, "Untuk saat ini Rere harus lawan mereka yang suka menggu Rere! nanti kalau kakak udah besar, Kakak akan mencari Rere, baru deh Kakak yang jagain Rere." Raka sengaja mengucapkan itu agar Rere tau tidak selamanya ia harus diam saja saat orang-orang mengusiknya.
"Iya Kak, mulai sekarang Rere akan melawam mereka. Rere akan tunjukan kalau Rere bukan gadis yang lemah dan cengeng," balas Rere. Raka pun tersenyum, lalu meminta gadis itu masuk ke kelasnya. Setelah itu Raka melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.
Di kediaman Kaizal, ke riuhan kembali terjadi, karna setiap pagi Andini akan membuat repot Kaizal. Pria itu sibuk, mengurus istrinya yang mengalami morning sickness.
Dengan telaten Kaizal mengurus istrinya, karna itu sudah menjadi runiritasnya setiap pagi. Setelah semuanya selessi, baik Kaizal mau pun Andini, sudsh rapi, meteka pun tirun kebawah, dan sekarang mereka sudah ada di meja makan, begitupun dengan ayah Raja dan Bu Annis.
Bu Annis dan ayah Raja merasa heran, saat melihat Andini di suapi oleh Kaizal, padahal yang mereka lihat Andini baik-baik saja.
"Ibu Kok liatin Aku sih? Ibu heran ya kenapa aku di suapi Kaizal?" tanya Andini, saat ia terus di perhatikan orang tuanya.
"Andini lagi hamil Bu, jadi kalau pagivl bitu dia memgalami morning sickness, yamg membuat tubuhnya jadi lemas, dia juga tidak akan bisa sarapan kalu bukan aku yang menyuapinya," timpal Kaizal. Ia menjelaskan pada mertuanya, saat ia melihat ibu mertuanya masih dalam ke bigungan.
Bu, Annis yang mendrngar penjeladan dari Kaizal, merada terkejut dan bahagia secsra bersamaan. ia pun mendekati putrinya memeluk dan memberi kan selalamat, begitupun denga ayah Raja.
Setelah selrsi sarapan, Andini mengantar Kaizal kedepan. Kaizal tidak langsung pergi, ia menunduk mensejajarkan tubuhnya. Dengan Andini, memiringkan lehernya dan meminta Andini kembali memberikannya tanda merah seperti kemarin. Dengan senang hati Andini membuatnya. Setelah itu Kaizal pergi ke kantor.
"Hehehehe, Ibu. Andini gak tau Bu..., apa Kaizal mencintai ku atau tidak," bslad Andini bingung, karna Kaizal memang tidak pernah mengatakan cinta padanya.
"Tanpa Nak Kaizal katakan pun, Ibu taubl kalau dia itu sangat mencintaimu," lanjut Bu Annis, ia tersrnyum pada putrinya.
"Ku harap juga begitu Bu, tapi ada wanita yang selalu mendekati Kaizal, dia selalu mencari kesempatan dalam sgar ia bisa mendekati Kaizal," ujar Andini lesu, ia selalu takut kalau Kaizal akan kembali tergoda daegalahal a pada mantannya itu.
"Kamu harus percaya sama suamimu, jangan terlalu mengekangnya, cukup kssih dia perhatian dan kasih sayangmu, itu zazyy_an membuaynya delalu teringat padamu." Bu Annis memberikan nasehat untuk putrinya. yang di Andini oleh Andini, karna ia sudah melakukan apa yang ibunya katakan.
Siang harinya, seperi yang Raka katakan pada Ayahnya, dengan di antar supir saat ini ia sudah sampai di rumah kakaknya. entah kebetiulan atau apalah itu. yang pasti Kaizal juga sampsi di rumah nya, jadi lah Sr ka sama-sama sampai.
"Kakak!
__ADS_1
Panggil Raka, ia memeluk kakaknya, tapi tidak jadi karna Kaizal menahan kepala Adiknya. jadolah mereka sedilit bertengkar.
"Raka! kenapa tidak bilang kalau mau datang," ucap Andini, menghentikan peryengkaran keduanya.
Kaizal berlari mengejar Andini dan Raka, ia melepadkan pegangan tangan Andini dan Raka, lalu meramgkul bahu istrinya itu.
"Kaizal, apa yang kau lakukan? disini ada ibu dan ayah," bisiknya, membuat Kaizal tersadar kalau mereka sudah tidak tinggal bedua.
"Tuh kak, jangan cemburuan, aku masih kecil, jadi aku tidak akan merebut kajak ips.
r darimu, kecuali kakak ipar mau denganku," timpal Raka. ia langsung berlari ke belakang Bu Annis, karna dia tau kakaknya itu akan marah padanya.
"Kau!" geram Kaizal, tapi ia tidak bisa apa-apa, karna adiknya sudah ada di dekat ibu mertuanya.
"Sudah Kai! kita makan siang saja, kau bilang jam satu nanti kau ada meeting," ujar Andini, mengingatkan suaminya.
Ahirnya siang itu mereka makan bersama. Raka memperhatikan Bu Annis, saat wanita itu perhatian padanya, ia jadi teringat pada ibunya, sejak ke pergiannya ke Disc.wanita itu sama sekali tidak menghubunginya.mgzvf
*
*
*
*
*Bersambung
Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏
LOVE YU sekebon buat kalian semua yang sudah baca novel receh mak❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤